Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

ANALISA DINAMIS STRUKTUR SAYAP PLAT PESAWAT UDARA DENGAN EQUIVALENT PLATE MODEL Cipta Nur Akbar; Ismoyo Haryanto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.258 KB)

Abstract

Analisa merupakan hal yang penting dalam mendesain suatu struktur. Analisa digunakan sebagai prediksi awal yang digunakan untuk mengetahui apakah struktur yang dibuat dapat operasikan pada kondisi operasi aktual dari struktur tersebut. Sekarang ini banyak berkembang metode analisa numerik yang digunakan untuk menganalisa suatu struktur. Metode analisa numerik yang digunakan biasanya dengan membagi komponen yang akan dianalisa menjadi element – element kecil yang biasa disebut metode elemen hingga. Equivalent Plate Model adalah metode analisa alternatif yang digunakan khusus untuk benda berbentuk plat, seperti turbin blade dan sayap pesawat terbang. Equivalent Plate Model dimana pada struktur tersebut akan dibagi menjadi beberapa segmen. Hasil analisa dari Equivalent Plate Model merupakan nilai yang bersifat kontinyu. Hasil analisa dinamis dari struktur sayap pesawat seperti frekuensi natural dan modus getar menggunakan Equivalent Plate Model jika dibandingkan dengan metode elemen hingga memiliki nilai error yang kecil pada struktur berbentuk plat dengan nilai error terbesar 1,09%
PENGEMBANGAN EQUIVALENT PLATE MODEL UNTUK ANALISA DINAMIS PADA STRUKTUR PLATE-LIKE WING DENGAN MATERIAL KOMPOSIT Reni Reni; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.664 KB)

Abstract

Analisa getaran bebas dilakukan pada struktur sayap pesawat udara yang dibuat menggunakan material komposit. Equivalent plate model dengan first-order shear deformation theory berdasarkan metode Reissner-Mindlin digunakan untuk mendapatkan nilai frekuensi pribadi dan modus getar dari struktur sayap pesawat udara tersebut. Struktur sayap pesawat udara ini dimodelkan dalam bentuk plate-like wing dengan material komposit. Laminat yang simetris diberikan struktur plate-like wing ini. Persamaan gerak diturunkan dari Persamaan Lagrange untuk getaran bebas. Validasi dilakukan pada hasil analisa terhadap data yang ada pada literatur. Hasil validasi menunjukkan kecocokan antara hasil analisa yang dilakukan terhadap data pada literatur
MISALIGNMENT KOPLING DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN KONDISI STEADY STATE MENGGUNAKAN METODE REVERSE Deni Dwi Darmawan; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.416 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya.Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling jaw amplitudo tertinggi pada frekuensi  yaitu sebesar 0,5105 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,03769 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,04664 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
ANALISA KECEPATAN SISA PROYEKTIL BERHIDUNG LANCIP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Pujo Wahyu Utomo; Ismoyo Haryanto; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.192 KB)

Abstract

Ballistic tests are needed to determine the phenomenon that occurs due to the penetration of bullets on the target material. Nowadays the development of ballistic tests aimed to design a bullet-proof material to be able to reduce as much as possible bullets energy which generated by the firing process. 3D simulation has been performed to study the ballistic resistance of ductile target collides with projectile with conical nose at normal collision. The angle formed between the target sheet and the projectile is 90o.The first simulation used 81,06 grams 4340 aluminum steel projectile which has Caliber-Radius-Head (CRH) 3,0, with 88.9 mm long and 12.9 mm in diameter. This projectile collides with the target plate which has a 6061-T6 aluminum material with a thickness of 26.3 mm. The second simulation used Weldok 460 E steel plate as a target with a thickness of 12 mm and a diameter of 500 mm, collides with hardened Arne projectile with 20 mm in diameter and 98 mm in length. The third simulation used 608 mm aluminum plate with 608 mm length of the plate.The results of this simulation are the ballistic limit velocities, and the results are later compared with the reference journal. The simulation of aluminum plate had 233 m/s ballistic limit velocity, the simulation of Weldox 460 E plate had 227 m/s ballistic limit velocity, and the simulation of 608 mm aluminum plate had 230 m/s ballistic limit velocity. Failures that occur on the aluminum plate 608 mm is because the rear surface of the plate occurs wave reflection. For further research is expected to examine ballistic limit velocity with other firing angle
RANCANG BANGUN DAN MANUFAKTUR CHASSIS ROBOT AUTOMATED GUIDED VEHICLE (AGV) SEBAGAI PROTOTIPE ALAT TRANSPORTASI BARANG PADA PERUSAHAAN GARMEN Muhammad Surya; Munadi Munadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Perkembangan abad ke-20 ini sangat cepat khususnya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa dampak besar bagi pola kehidupan manusia.Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan implementasi rencana strategis "industri 4.0", tingkat kecerdasan dan otomatisasi industri manufaktur terus meningkat. Selama bertahun-tahun perkembangan teknologi (terutama dalam elektronik dan robotika) telah menawarkan AGV beberapa keunggulan dibandingkan sistem penanganan material lainnya, seperti, fleksibilitas perutean, keandalan, biaya pengoperasian yang rendah, pergerakan yang tidak terhalang dan integrasi yang mudah dengan sistem lain. Namun, dalam perancangan chassis robot model AGV(Automated Guided Vehicle) bisa dibilang desain dasar dan belum memiliki analisis yang mendalam yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan. Maka perlu dilkakukan proses pengujian robot AGV seperti mengetahui stress, deformation, dan safety factor pada Chassis, pada penelitian ini memiliki beberapa tahapan dalam melakukan perancangan chassis yaitu Pancangan Desain , pemilihan Material, proses Simulasi, Proses Pembuatan Chassis, dan Pengujian dan Pengambilan Data. Nilai tegangan von-misses maksimum untuk beban 30 kg yang dihasilkan adalah 57,05 MPa, sedangkan nilai total deformasi maksimal yang dihasilkan adalah sebesar 1,43 mm. Nilai safety factor pada tegangan von-mises terbesar adalah sebesar 3,76. Setelah dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan ansys dan dari proses pengujian secara actual tingkat keerorrannya di bawah dari 10% sehingga bisa jadi acuan buat optimasi pengembangan chassis AGV selanjutnya.
OPTIMASI PERBANDINGAN KOEFISIEN GAYA ANGKAT TERHADAP KOEFISIEN GAYA HAMBAT MAKSIMUM PADA PERANCANGAN AIRFOIL MENGGUNAKAN METODE PANEL Citra Asti Rosalia; Ismoyo Haryanto; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.477 KB)

Abstract

Prosedur perancangan airfoil dengan menerapkan metode panel telah disusun. Pada prosedur ini geometri airfoil dibangkitkan menggunakan transformasi Joukowski. Dengan transformasi ini bentuk airfoil dapat diperoleh dengan mentransformasikan bentuk lingkaran dengan koordinat titik pusat tertentu. Adapun analisis karakteristik aerodinamikanya dilakukan dengan menggunakan metode panel dimana aliran dianggap bersifat tak viskos (inviscid) dan tak mampat (incompressible). Pada penelitian ini efek viskositas dikaji dengan menerapkan metode interaksi viskos-tak viskos. Untuk keperluan tersebut analisis lapisan batas (boundary layer) dilakukan untuk mendapatkan tebal perpindahan (displacement thickness). Informasi tebal perpindahan ini selanjutnya digunakan untuk update geometri airfoil. Langkah berikutnya adalah optimasi guna mendapatkan geometri airfoil yang mempunya rasio gaya angkat terhadap gaya hambat maksimum yang paling maksimum dengan koordinat titik pusat lingkaran sebagai variabel perancangan. Sebagai pengoptimum (optimizer) digunakan optimasi based gradient methods (fmincon) dan Algoritma Genetika (GA) Dari kedua metode tersebut akan dibandingkan hasilnya pada bilangan Reynold tertentu. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa analisis karakteristik aerodinamika menggunakan metode panel dengan melibatkan interaksi viskos-tak viskos memberikan hasil yang cukup akurat terhadap hasil eksperimen. Sekalipun secara umum hasil optimasi yang diperoleh juga cukup baik akan tetapi memerlukan validasi dan variasi lebih lanjut.
PENGARUH BENTUK PROYEKTIL TERHADAP KETAHANAN BALISTIK PADA PLAT BAJA TIPIS Binar Ade Anugra; Rusnaldy Rusnaldy; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.479 KB)

Abstract

Pengujian balistik dikembangkan untuk merancang suatu material anti peluru agar energi peluru yang dihasilkan dari proses penembakan dapat direduksi sebesar mungkin, yang kemudian dihubungkan dengan melihat fenomena yang terjadi akibat dari penetrasi yang diberikan oleh peluru pada suatu material target. Pada perngujiann kali ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis bentuk peluru terhadap ketahanan balistik suatu material target.Pada pengujian ini menggunakan peluru berkaliber 4,5 mm yang ditembakan menggunakan senapan angin dengan menggunakan peluru jenis conical, flat, dan hemispherical, dengan massa 0.53 g, 0.6 g, dan 0.54 g, dengan kekerarasan masing masing 5.93 VHN, 5.93 VHN, dan 6.93 VHN, yang melewati sebuah lintasan peluru menuju plat baja 0,2 mm & 0,4 mm dengan nilai kekerasan 481.7 VHN dan 245.93 VHN sebagai material target yang dicekam oleh sebuah jig. Dengan menganalisa dari sisi crater (keliling, tinggi, dan volume), deformasi peluru, dan kedalaman peluru menembus balok sebagai wujud data kualitatif dari besarnya enegi yang diserap oleh plat baja, sehingga menghasilkan kecepatan sisa. Dari setiap variasi tersebut menghasilkan jenis kegagalan berupa kegagalan ulet dengan pembesaran lubang. Peluru conical memberikan kerusakan terbesar sekaligus energi yang diserap oleh pelat sangat besar, sedangkan peluru jenis hemispherical adalah penetrator terbaik.
DIAGNOSA KERUSAKAN MOTOR INDUKSI DENGAN SINYAL GETARAN Rizka Rosyadi; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.393 KB)

Abstract

Diantara mesin listrik yang ada, motor induksi paling banyak digunakan karena kuat, kokoh, harganya cukup murah, handal, perawatannya mudah, dan efisiensi daya cukup tinggi. Apabila kerusakan pada motor induksi tidak dideteksi pada tahap permulaan akan dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat parah dengan berbagai tipe kerusakan. Dari masalah inilah penelitian tentang motor induksi dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal spectrum getaran dari kerusakan pada motor induksi antara lain: kerusakan unbalance , misalignment, broken rotor bars dan bearing. Metode penelitian ini menggunakan tes rig motor induksi. Tes rig ini menggunakan motor induksi dengan 4 variasi kerusakan. Unbalance, misalignment, broken rotor bars, bearing fault. Data sinyal getaran diambil pada kondisi putaran poros di kecepatan 2300 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan unbalance memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,02455 volt. Kerusakan misalignment motor memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,005047 volt dan pada 2xrpm (76,88 Hz) /3xrpm (115,32 Hz) sebesar 0,003906 volt. Broken rotor bars memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,008489 volt dengan sidebands (FP) (23,32 Hz). Bearing fault terlihat pada sinyal getaran yaitu pada nilai yang didapat dari FTF (Fundamental Train Frequency), Bearing BSF (Ball Spin Frequency), Bearing BPFI (Ball Pass Frequency Inner) dan Bearing BPFO (Ball Pass Frequency Outer). Pada penelitian ini didapatkan hasil yang mendekati nilai BPFO pada 139,4 Hz. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa setiap kerusakan pada motor induksi memiliki karakteristik masing – masing dalam pendeteksian dengan sinyal getaran
ANALISIS MISALIGNMENT KOPLING PADA MESIN ROTARY MENGGUNAKAN SINYAL GETARAN STEADY STATE DENGAN METODE RIM AND FACE Iman Agus Raharjo; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.586 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya dengan metode face dan rim. Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1200 dan 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling love joy amplitudo tertinggi pada frekuensi 3x yaitu sebesar 0,5204 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi 3x amplitudo sebesar 0,03639 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi 1x amplitudo sebesar 0,02525 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
PENGARUH JENIS LAPISAN MATERIAL TERHADAP KETAHANAN BALISTIK BAJA Ahmad Zaedun; Rusnaldy Rusnaldy; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.867 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tentang karakteristik ketahanan balistik baja dengan mengguanakan variasi tiga lapisan (triple layers). Material target yang digunakan yaitu baja dengan tebal 0,2 mm mempunyai  nilai kekerasan 481,7 VHN, serta menggunakan mika, kawat ram dan tembaga sebagai kombinasi lapisannya. Ada 4 variasi percobaan yang digunakan diantaranya baja-baja-baja, baja-mika-baja, baja-kawat ram-baja, dan baja-tembaga-baja. Pengujian menggunakan senapan angin berkompresi yang digunakan sebagai peluncur proyektil berkaliber 0,45 mm. Proyektil ini kekerasannya 82,63 VHN memiliki bentuk hidung ogival-nose  dengan 10x kokangan yang mewakili kecepatan peluru, yang melewati lintasan peluru menuju material target. Dari percobaan yang sudah dilakakukan bahwa variasi baja-baja-baja ketahanan balistikya paling bagus. Disini diketahui deformasi pelurunya paling besar dan memiliki kedalaman peluru masuk balok paling kecil yang mengindikasikan kecepatan sisa peluru tersebut. Sedangkan pada variasi baja-kawat ram-baja ketahanan balistiknya paling buruk, karena efek kerusakan crater yang sangat besar, namun memiliki deformasi peluru yang kecil sehingga tidak banyak energi peluru yang diserap oleh plat.
Co-Authors . Gutomo . Widyanto Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Widodo Adhi Kurniawan Adinda Kurnia Saraswati Agus Suprihanto Agus Suprihanto Ahmad Zaedun Ahmad Zaedun Akhmad Fauzilhaq Albert Ishac Einstein Simanjuntak Ammarullah, Muhammad Imam Anestasia, Jill Anwar, Miftahul Anwar, Yusran Arda Yusra Ardjuna, Bagus Arifin, Febby Aulia, Dito Rahmat Awan Raswan Awan Raswan Bagastomo, Riondityo Soni Berkah Fajar Tamtomo kiono Binar Ade Anugra Binar Ade Anugra Budi Setiyana Budi Setiyana Budiman, Bentang Candratama, Aditya Carli Carli Cionita, Tezara Cipta Nur Akbar Citra Asti Rosalia Deka Setyawan Deni Dwi Darmawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Eflita Yohana Eko Wahyu Saputro Eva Hertnacahyani Herraprastansi Gafar Maulana Galih Gugus Setyoaji Garry Rahadian Muslim Gostsa Khusnun Naufal Gostsa Khusnun Naufal Gunawan Dwi Haryadi Gunawan, Leonardo Haryadi, Gunawan Hasan Basri Hendrianto Hendrianto, Hendrianto Herlangga, Herlangga Hidayati, Uslah I Made Wicaksana Ekaputra Ian Yulianti Ignatius Devin Gunawan Ilham F, Muhammad Ario Iman Agus Raharjo Irawan, Irwan Irvany Dwi Prasetyo J. Jamari Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Jonathan Banta Putera Ketaren Khairul Jauhari Khoiri Rozi Khoiri Rozi Korai, Muhammad Safar Kurnianto, Andhieka Rizky Latief Rozaqi Lorentius Yosef Sutadi Maharsi Anung Kesawasidhi Mochammad Ariyanto Muchammad Muchammad Muftashiva, Tiara Diva Muhammad Surya Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Munadi Munadi Munadi Munadi Mush’ab Mush’ab Negara, Farrel Theodore Kusuma Nobeth Bastanta Ginting Norman Iskandar Nugorho, Sri Nur Aziyah Nurgalih Prasetiya Ojo Kurdi Pandyagalih Jayanimitta Paryanto Poerwandito, Reza Pradika, Eky Fortuna Prasetiyo Adi Prabowo Pujo Wahyu Utomo Pungkas Satria Rafi Ziyad Akbar Raharjo, Fuad Rahmansyah, Adam Rando Tungga Dewa Reni Reni Reni Reni, Reni Rifky Ismail Riza Muhida Rizka Rosyadi Rusaily, A. Wildan Rusnaldy Rusnaldy Santosa, Sigit Satria Ika Dinwasiba Satria, Pungkas Satrio Budi Prasojo, Satrio Budi Satya, Ibrahim Sigalingging, Boy Betman Simson Hasudungan Hutagalung Siregar, Januar Parlaungan Sri Nugroho Sri Nugroho Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Syaiful Anwar Toni Prahasto Toni Suryo Utomo Utsman Heru Vito Andika Permana Yudha, Aldi Arga Zudi Zukron Amin