Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Antibacterial Production by Endophytic Bacteria from Catharanthus roseus in East Timor Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus  Missa, Hildegardis; Ndukang, Sardina; Djalo, Aloysus; Nau, Getrudis W.; Susilowati, Ari; Baunsele, Anselmus Boy; Santos, Americo Dos
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v16i2.7675

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) refers to a group of bacteria that cause infections and present a challenge in treatment due to their resistance to several antibiotics. Therefore, research is needed to discover endophytic bacteria from Catharatus roseus capable of producing new antibiotics. This study aims to identify endophytic bacteria from C. roseus plants originating from Timor Island, as producers of effective antibacterial compounds against MRSA. Antibacterial activity tests were conducted on two types of test bacteria, namely MRSA and Escherichia coli. DNA extraction was performed using the PrestoTM Mini dDNA kit Bacteria, and amplification of the 16S rRNA gene was carried out. The research found bacterial isolates showing morphological similarities to Bacillus sp. Screening results indicated that four bacterial isolates exhibited high potential antibacterial activity against MRSA, as evidenced by the formation of inhibition zones with diameters of approximately 25 mm-35 mm. Amplification of the four endophytic bacterial isolates from C. roseus identified them as Paenibacillae FaCH2, Bacillae BoCH3, Aneurinibacillae BoCH5, Aneurinibacillae BiCH8, which are new species based on 16S rRNA gene similarity of less than 97%. In conclusion, endophytic bacteria from C. roseus producing antibacterial compounds against MRSA have been successfully identified. This is beneficial to society because the antibacterial compounds produced can serve as a basis for developing new drugs that are effective against MRSA infections, considering the increasing antibiotic resistance against MRSA.
ETHNOPHARMACOGNOSIS STUDY OF PLANTS AS BONE FRACTURE MEDICINE IN FENUN VILLAGE, SOUTH AMANATUN SUB-DISTRICT, SOUTH TIMOR TENGAN DISTRICT Tefa, Siprianus; Nau, Getrudis Wilhelmina; Seran, Lukas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9896

Abstract

Masyarakat  Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati patah tulang karena tidak mampu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit dan pengobatan dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat patah tulang, organ atau bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaanya, lama waktu yang dibutuhkan dan frekuensi pengobatan serta jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan dan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengan Selatan. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan penelitian ini dilakukan pada bulan april 2023. Hasil penelitian studi etnofarmakognosis tumbuhan sebagai obat patah tulang di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 10 jenis tumbuhan yaitu krokot (Portulaca oleracea L.), paliasa (Kleinhovia hospita L.), pandan duri (Pandanus urophyllus Hance.), bayaman (Asystasia gengetica L.), benalu (Loranthus europaeu L.), kemiri (Aleurites moluccana L.), kunyit (Curcuma domestica Val.), maja/dila (Aegle marmelos L. Correa), johar (Cassia siamea L.) dan jagung kuning (Zea mays L.).
Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Kelas XI IPA 2 Handra Yandri Koy; Getrudis Wilhelmina Nau; Oktofina Kofemnuke
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2024): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan model discovery learning diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1Takari. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang terdiri dari empat komponen dalam setiap siklusnya yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi (refleck). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA2 SMA Negeri 1 Takari yang berjumlah 20 orang. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, hal ini terlihat dari pengukuran hasil belajar peserta didik dimana pada siklus I presentasi ketuntasan belajar hanya mencapai 85% dengan kriteria ketuntasan tinggi sementara pada siklus II meningkat menjadi 95% dengan kriteria ketuntasan sangat tinggi. Dari data hasil analisis menyimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi
ETHNOPHARMACOGNOSIS STUDY OF PLANTS AS BONE FRACTURE MEDICINE IN FENUN VILLAGE, SOUTH AMANATUN SUB-DISTRICT, SOUTH TIMOR TENGAN DISTRICT Tefa, Siprianus; Nau, Getrudis Wilhelmina; Seran, Lukas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9896

Abstract

Masyarakat  Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati patah tulang karena tidak mampu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit dan pengobatan dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat patah tulang, organ atau bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaanya, lama waktu yang dibutuhkan dan frekuensi pengobatan serta jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan dan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengan Selatan. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan penelitian ini dilakukan pada bulan april 2023. Hasil penelitian studi etnofarmakognosis tumbuhan sebagai obat patah tulang di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 10 jenis tumbuhan yaitu krokot (Portulaca oleracea L.), paliasa (Kleinhovia hospita L.), pandan duri (Pandanus urophyllus Hance.), bayaman (Asystasia gengetica L.), benalu (Loranthus europaeu L.), kemiri (Aleurites moluccana L.), kunyit (Curcuma domestica Val.), maja/dila (Aegle marmelos L. Correa), johar (Cassia siamea L.) dan jagung kuning (Zea mays L.).
Penguatan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Kelas VII Melalui Praktikum IPA Sederhana di SMP Kristen Tunas Mandiri Kupang Komisia, Faderina; Nau, Getrudis Wilhelmina; Tukan, Maria Benedikta; Leba, Maria Aloisia Uron
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18081

Abstract

Sains merupakan ilmu yang berkembang dengan cara eksperimental dan mengandung banyak pengetahuan deklaratif yang dapat dipelajari oleh peserta didik sebagai kajian teoritis prosedural yang dipelajari melalui kegiatan praktikum-praktikum IPA. Kemampuan literasi sains merupakan kemampuan seseorang menerapkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi pertanyaan, mengkonstruksi pengetahuan baru, memberikan penjelasan secara ilmiah, mengambil kesimpulan berdasarkan bukti- bukti ilmiah, dan kemampuan mengembangkan pola pikir reflektif sehingga mampu berpartisipasi dalam mengatasi isu-isu dan gagasan-gagasan terkait sains. Salah satu upaya penguatan kemampuan literasi sains yang dapat diterapkan pada peserta didik di satuan pendidikan jenjang SMP yaitu melalui kegiatan praktikum IPA sederhana. Kegiatan praktikum menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar peserta didik merupakan usaha sadar yang dapat menarik keingintahuan peserta didik serta memperkuat pemahaman terhadap ilmu yang konkret melalui percobaan-percobaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan literasi sains melalui praktikum IPA sederhana yang berkaitan dengan konsep IPA yang dipelajari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diketahui persentase rata-rata ketercapaian kemampuan literasi sains yang diperoleh melalui praktikum IPA  sederhana yakni 76,46% dan tergolong dalam kategori sedang.
E-Atlas of Epidermal and Stomatal Anatomical Structures in Bougainvillea spp. as an Educational Media for Plant Anatomy Sendang, Claudia Jenatris; Nau, Getrudis Wilhelmina
Al Jahiz Vol 6 No 1 (2025): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v6i1.10174

Abstract

The plant anatomy course studies the internal structures of plant organs, which cannot be observed directly, making it a challenging subject for students. Currently, no instructional media presents direct observation images of the epidermis and stomata of bougainvillea plants, which hinders students’ conceptual understanding. This study aims to develop a plant anatomy e-atlas focusing on the epidermis and stomata structures of bougainvillea (Bougainvillea spp.) as an instructional medium, and to evaluate its feasibility. The anatomical structures of the epidermis and stomata were identified from observations of eight bougainvillea varieties found at Widya Mandira Catholic University in Kupang. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model. The study began with an analysis of the epidermis and stomata structures using the replica method. The results were presented as images and then designed into an atlas format. The feasibility of the e-atlas was evaluated through expert validation. The findings revealed that: (1) The epidermal structure of bougainvillea leaves varies, with some varieties showing elongated and irregular shapes, while others exhibit pentagonal or hexagonal shapes; (2) Five types of stomata were identified: anomocytic, diacytic, paracytic, actinocytic, and anisocytic; (3) The validation results from the content expert and media expert were 84.44% and 83%, respectively, both falling into the 'highly valid' category. In conclusion, although all bougainvillea varieties belong to the same genus, they exhibit diverse epidermal and stomatal structures, and the developed e-atlas is feasible for use as instructional media in plant anatomy courses for Biology Education students.
Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam Mendesain LKPD Interaktif bagi Guru-Guru SMP dan SMA Se-Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur Ndukang, Sardina; Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5630

Abstract

emanfaatan teknologi seperti aplikasi canva dalam pembelajaran dipandang perlu agar proses pembelajaran lebih menarik bagi peserta didik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menguasai keterampilan dalam menggunakan berbagai aplikasi yang mendukung pembelajaran termasuk canva. Permasalahannya adalah guru-guru belum terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada guru-guru agar terampil dalam mendesain lembar kerja peserta didik (LKPD) interaktif berbasis aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah metode presentase materi, pendampingan intensif dalam kelompok dan evaluasi. Hasilnya guru-guru mendapatkan pengetahuan cara mengakses dan menggunakan aplikasi canva dengan mudah, mendapatkan ide kreatif mendesain LKPD sesuai dengan materi yang diajarkan dan terutama motivasi untuk mengaplikasikan canva dalam pembelajaran.
Keanekaragaman Dan Kelimpahan Gastropoda Di Zona Intertidal Pantai Kota Dua Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Sebagai Media Pembelajaran Biologi SMA Berupa Video Lamalouk, Maria Elisabeth T; Seran, Lukas; Nau, Getrudis Wilhelmina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10787

Abstract

Kota Dua Beach is a tourist destination located in East Sarotari Village, Larantuka District, East Flores Regency. Until now, the number and types of gastropods in the intertidal zone of Kota Dua Beach are not yet known. The aim of this research is to determine the diversity and abundance of gastropod species on Kota Dua Beach and develop biology learning media in the form of videos. This research is development research using the ADDIE model. 17 species of gastropods were found, namely Haliotis squamata, Conus miles, Conus rosiae, Bostycapulus aculeatus, Cypraea tigris, Cypraea annulus, Tenguella granulate. Platydoris cruenta, Onchidium melakense, Patella caerulea, Trochus maculates, Turbo cornutus, Astralium calcar, Cypraea talpa, Lunella smaraga, Muricanthus nigritus and Cellana nigrolineata. The diversity index of 2.714527275 is in the medium category. The highest species abundance index was 0.85 ind/m², while the lowest was 0.1 ind/m². The results of video validation by media experts reached a percentage of 71.76%, and by material experts, 93.33% with an average of 82.54% categorized as very valid as learning media. The conclusion of this research is as follows: 17 species of gastropods were identified at Kota Dua Beach with a diversity index in the medium category, the highest species abundance was 0.80 ind/m², and the video developed about the diversity and abundance of gastropods at Kota Dua Larantuka Beach is classified as valid for use as a learning medium.
KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN BIVALVIA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI WUNOPITO KELURAHAN LEWOLEBA TIMUR KABUPATEN LEMBATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae; Nau, Getrudis Wilhelmina; Sepe, Florentina Yasinta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11134

Abstract

Lokasi pantai Wunopito memiliki keanekaragaman bivalvia yang melimpah yakni sebagai sumber pangan dan komoditas ekonomi, yang diperdagangkan di Pasar TPI Lewoleba. Namun disisi lain, eksploitasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia, serta aktivitas pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan perikanan, memberikan tekanan pada zona intertidal pantai ini. Kondisi ini menyebabkan penurunan populasi biota laut termasuk bivalvia. Hingga saat ini jenis dan tingkat keanekaragaman bivalvia di pantai ini belum diketahui secara signifikan. Maka dari itu penting untuk dilakukan penelitian ini, dengan tujuan (1) untuk mengetahui jenis-jenis bivalvia, (2) mengetahui keanekagaman dan (3) mengetahui pola penyebaran bivalvia (4) serta mengetahui kelayakan video keanekaragaman bivalvia sebagai media pembelajaran.Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RD). Dengan model yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, and Development). Tahapan penelitian dimulai dengan pengumpulan data mengenai jenis, tingkat keanekaragama dan pola penyebaran bivalvia. Data tersebut kemudian dikembangkan menjadi media pembelajaran dalam bentuk video. Kelayakan video dilihat berdasarkan hasil validasi oleh validator. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025, menggunakan metode line transek dimana spesimen dikumpulkan dalam 5 titik stasiun dengan substrat yang berbeda yaitu berpasir dan pasir berlumpur. Di setiap stasiun penelitian ditarik garis transek dan ditempatkan plot sebanyak 4 plot di setiap transek dengan ukuran 1X1 m2 yang berfungsi sebagai luasan daerah pengambilan sampel. Tahap analisis data diawali dengan melakukan identifikasi bivalvia dan dilanjutkan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis dan pola penyebaran bivalvia.Hasil penelitian yang di peroleh di zona initertidal Pantai Wunopito Kelurahan Lewoleba Timur adalah: (1) ditemukan 15 jenis bivalvia yaitu Anadara adamsi,  Atrina pectinata, Anadara crebricostata, Tapes sulcarius, Mactra stultorum, Gafrarium tumidum, Vasticardium subrogosum, Vasticardium flavum, Vasticardium pectiniforme, Tapes platyptycha, Protapes gallus, Dosinia lupinus, Modioula phaseolina, Modiolus philippinarum, dan  Atrina fragilis. (2) Indeks keanekaragaman bivalvia (H´) sebesar 2,553152 termasuk dalam kategori sedang. (3) Indeks pola penyebaran (id) bivalvia sebesar 1,620795 termasuk dalam kategori mengelompok. (4) Hasil validasi video oleh ahli media mendapatkan persentase sebesar 77,7%  dan hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase sebesar 96,3 % maka rata-rata validasi video mdndapatkan persentase sebesar 87% terkategori sangat valid.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) ditemukan 15 jenis bivalvia di Pantai Wunopito, (2) tingkat keanekaragaman jenis bivalvia sebesar 2,553152 termasuk sedang, dan (3) pola penyebaran bivalvia sebesar 1,620795 termasuk dalam kategori mengelompok. (4) Video keanekaragaman dan pola penyeberan bivalvia di zona intertidal pantai Wunopito dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA DI SMA SANTO ARNOLDUS JANSSEN KUPANG Taek, Marselina Arnolda Anci; Nau, Getrudis Wilhelmina; Sepe, Florentina Yasinta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11133

Abstract

Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi di SMA St Arnoldus Janssen Kupang masih rendah, hal ini dikarenakan, pada saat proses pembelajaran berlangsung, tidak semua peserta didik aktif terlibat atau berpartisipasi aktif  dalam pembelajaran, hanya beberapa di antaranya yang berpartisipasi dari awal hingga akhir. Selain itu, kurangnya kreativitas guru, seperti dalam pemanfaatan media pembelajaran, juga mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Untuk meningkatkan interaksi dan hasil belajar peserta didik maka perlu diterapkan model  pembelajran yang lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajran salah satunya model Discovery Learning dengan berbantuan  media alat peraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan medi alat peraga terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi Sistem Pernapasan Pada Manusia di SMA Santo Arnoldus Jansen Kupang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI dan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI A sebagai kelas eksperimen menggunakan model Discovery Learning berbantuan media alat peraga dan kelas XI B sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen diperoleh nilai pretest 56,75 meningkat menjadi 83,75 setelah diberi posstest dan diperoleh nilai rata rata N-Gain sebesar 0,66 dengan kategori Tinggi.  Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nila  pretest 53 meningkat menjadi 69,25 setelah diberi posstest dan diperoleh nilai rata rata N-Gain sebesar 0,35 dengan kategori rendah. Jumlah peserta didik yang tuntas pada kelas eskperimen 85%  dan yang tidak tuntas berjumlah 15%, sedangkan pada kelas kontrol, jumlah peserta didik yang tuntas 40% dan yang tidak tuntas berjumlah 60%. Berdasarkan hasil uji anacova, menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) 0,001 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yaitu 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Discovery Learning berbantuan media alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi sistem pernapasan pada manusia di SMA St Arnoldus Jansen Kupang tahun ajaran 2024/2025.