Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Antibacterial Production by Endophytic Bacteria from Catharanthus roseus in East Timor Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus  Missa, Hildegardis; Ndukang, Sardina; Djalo, Aloysus; Nau, Getrudis W.; Susilowati, Ari; Baunsele, Anselmus Boy; Santos, Americo Dos
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v16i2.7675

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) refers to a group of bacteria that cause infections and present a challenge in treatment due to their resistance to several antibiotics. Therefore, research is needed to discover endophytic bacteria from Catharatus roseus capable of producing new antibiotics. This study aims to identify endophytic bacteria from C. roseus plants originating from Timor Island, as producers of effective antibacterial compounds against MRSA. Antibacterial activity tests were conducted on two types of test bacteria, namely MRSA and Escherichia coli. DNA extraction was performed using the PrestoTM Mini dDNA kit Bacteria, and amplification of the 16S rRNA gene was carried out. The research found bacterial isolates showing morphological similarities to Bacillus sp. Screening results indicated that four bacterial isolates exhibited high potential antibacterial activity against MRSA, as evidenced by the formation of inhibition zones with diameters of approximately 25 mm-35 mm. Amplification of the four endophytic bacterial isolates from C. roseus identified them as Paenibacillae FaCH2, Bacillae BoCH3, Aneurinibacillae BoCH5, Aneurinibacillae BiCH8, which are new species based on 16S rRNA gene similarity of less than 97%. In conclusion, endophytic bacteria from C. roseus producing antibacterial compounds against MRSA have been successfully identified. This is beneficial to society because the antibacterial compounds produced can serve as a basis for developing new drugs that are effective against MRSA infections, considering the increasing antibiotic resistance against MRSA.
ETHNOPHARMACOGNOSIS STUDY OF PLANTS AS BONE FRACTURE MEDICINE IN FENUN VILLAGE, SOUTH AMANATUN SUB-DISTRICT, SOUTH TIMOR TENGAN DISTRICT Tefa, Siprianus; Nau, Getrudis Wilhelmina; Seran, Lukas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9896

Abstract

Masyarakat  Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati patah tulang karena tidak mampu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit dan pengobatan dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat patah tulang, organ atau bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaanya, lama waktu yang dibutuhkan dan frekuensi pengobatan serta jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan dan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengan Selatan. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan penelitian ini dilakukan pada bulan april 2023. Hasil penelitian studi etnofarmakognosis tumbuhan sebagai obat patah tulang di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 10 jenis tumbuhan yaitu krokot (Portulaca oleracea L.), paliasa (Kleinhovia hospita L.), pandan duri (Pandanus urophyllus Hance.), bayaman (Asystasia gengetica L.), benalu (Loranthus europaeu L.), kemiri (Aleurites moluccana L.), kunyit (Curcuma domestica Val.), maja/dila (Aegle marmelos L. Correa), johar (Cassia siamea L.) dan jagung kuning (Zea mays L.).
Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Kelas XI IPA 2 Handra Yandri Koy; Getrudis Wilhelmina Nau; Oktofina Kofemnuke
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2024): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan model discovery learning diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1Takari. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang terdiri dari empat komponen dalam setiap siklusnya yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi (refleck). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA2 SMA Negeri 1 Takari yang berjumlah 20 orang. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, hal ini terlihat dari pengukuran hasil belajar peserta didik dimana pada siklus I presentasi ketuntasan belajar hanya mencapai 85% dengan kriteria ketuntasan tinggi sementara pada siklus II meningkat menjadi 95% dengan kriteria ketuntasan sangat tinggi. Dari data hasil analisis menyimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi
ETHNOPHARMACOGNOSIS STUDY OF PLANTS AS BONE FRACTURE MEDICINE IN FENUN VILLAGE, SOUTH AMANATUN SUB-DISTRICT, SOUTH TIMOR TENGAN DISTRICT Tefa, Siprianus; Nau, Getrudis Wilhelmina; Seran, Lukas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9896

Abstract

Masyarakat  Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati patah tulang karena tidak mampu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit dan pengobatan dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat patah tulang, organ atau bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaanya, lama waktu yang dibutuhkan dan frekuensi pengobatan serta jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan dan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengan Selatan. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan penelitian ini dilakukan pada bulan april 2023. Hasil penelitian studi etnofarmakognosis tumbuhan sebagai obat patah tulang di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 10 jenis tumbuhan yaitu krokot (Portulaca oleracea L.), paliasa (Kleinhovia hospita L.), pandan duri (Pandanus urophyllus Hance.), bayaman (Asystasia gengetica L.), benalu (Loranthus europaeu L.), kemiri (Aleurites moluccana L.), kunyit (Curcuma domestica Val.), maja/dila (Aegle marmelos L. Correa), johar (Cassia siamea L.) dan jagung kuning (Zea mays L.).
Penguatan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Kelas VII Melalui Praktikum IPA Sederhana di SMP Kristen Tunas Mandiri Kupang Komisia, Faderina; Nau, Getrudis Wilhelmina; Tukan, Maria Benedikta; Leba, Maria Aloisia Uron
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18081

Abstract

Sains merupakan ilmu yang berkembang dengan cara eksperimental dan mengandung banyak pengetahuan deklaratif yang dapat dipelajari oleh peserta didik sebagai kajian teoritis prosedural yang dipelajari melalui kegiatan praktikum-praktikum IPA. Kemampuan literasi sains merupakan kemampuan seseorang menerapkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi pertanyaan, mengkonstruksi pengetahuan baru, memberikan penjelasan secara ilmiah, mengambil kesimpulan berdasarkan bukti- bukti ilmiah, dan kemampuan mengembangkan pola pikir reflektif sehingga mampu berpartisipasi dalam mengatasi isu-isu dan gagasan-gagasan terkait sains. Salah satu upaya penguatan kemampuan literasi sains yang dapat diterapkan pada peserta didik di satuan pendidikan jenjang SMP yaitu melalui kegiatan praktikum IPA sederhana. Kegiatan praktikum menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar peserta didik merupakan usaha sadar yang dapat menarik keingintahuan peserta didik serta memperkuat pemahaman terhadap ilmu yang konkret melalui percobaan-percobaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan literasi sains melalui praktikum IPA sederhana yang berkaitan dengan konsep IPA yang dipelajari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diketahui persentase rata-rata ketercapaian kemampuan literasi sains yang diperoleh melalui praktikum IPA  sederhana yakni 76,46% dan tergolong dalam kategori sedang.
Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam Mendesain LKPD Interaktif bagi Guru-Guru SMP dan SMA Se-Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur Ndukang, Sardina; Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5630

Abstract

emanfaatan teknologi seperti aplikasi canva dalam pembelajaran dipandang perlu agar proses pembelajaran lebih menarik bagi peserta didik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menguasai keterampilan dalam menggunakan berbagai aplikasi yang mendukung pembelajaran termasuk canva. Permasalahannya adalah guru-guru belum terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada guru-guru agar terampil dalam mendesain lembar kerja peserta didik (LKPD) interaktif berbasis aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah metode presentase materi, pendampingan intensif dalam kelompok dan evaluasi. Hasilnya guru-guru mendapatkan pengetahuan cara mengakses dan menggunakan aplikasi canva dengan mudah, mendapatkan ide kreatif mendesain LKPD sesuai dengan materi yang diajarkan dan terutama motivasi untuk mengaplikasikan canva dalam pembelajaran.
Development of electronic atlas based on identification of herbaceous vegetation in mount mutis national park Djalo, Aloysius; Missa, Hildegardis; Ndukang, Sardina; Baunsele, Anselmus Boy; Nau, Getrudis W.; Sepe, Florentina Y.
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v13i2.30972

Abstract

Gunung Mutis National Park (TNGM), located in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara, contains a diverse range of highland herbaceous vegetation with the potential to be used as a learning resource. However, the lack of locally contextualized learning media poses challenges for Biology Education students in identifying herbaceous species during field studies. This research aims to develop an electronic atlas (e-atlas) based on herbaceous vegetation identification in TNGM as an interactive digital learning medium. This study employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), involving 25 students and 3 expert validators. Data were collected through validation questionnaires, learning outcome tests, student questionnaires, and lecturer reflections, then analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicate that the e-atlas is valid in terms of content and design, practical in application, visually engaging, and effective in enhancing students' understanding of herbaceous species. A total of 12 species from 8 families were documented and included in the e-atlas, complete with scientific information. This e-atlas has the potential to serve as a contextual learning medium based on local resources, promoting ecological literacy and improving botany education in conservation areas.
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Selulolitik Dari Tanah Hutan Mahoni di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Mau, Anastasia Nio; Missa, Hildegardis; Djalo, Aloysius; Nau, Getrudis Wilhelmina; Sepe, Florentina Yasinta
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i3.638

Abstract

The utilization of lignocellulosic biomass as an alternative energy source and industrial material is still constrained by the limited availability of efficient cellulase-producing microorganisms. Mahogany forest soil, which contains leaf litter rich in cellulose, has the potential to serve as a habitat for cellulolytic bacteria with unique characteristics. This study aimed to isolate and characterize cellulolytic bacteria from mahogany forest soil in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara. The research employed an exploratory laboratory design with purposive sampling to collect soil samples beneath mahogany leaf litter at a depth of 0–20 cm. Bacterial isolation was conducted using the serial dilution method and cultivation on Carboxy Methyl Cellulose (CMC) medium. Characterization was performed based on colony morphology and Gram staining, while cellulolytic activity was assessed using the Congo Red method. Data were analyzed descriptively and quantitatively through colony counts using the plate count method and the determination of cellulolytic index values. The results revealed two bacterial isolates, namely AT1 (Gram-positive bacillus) and AT2 (Gram-positive coccus). Both isolates were able to produce clear zones, with cellulolytic indices of 1.96 and 1.26 mm, respectively. Isolate AT1 exhibited higher potential as a cellulase-producing bacterium. These findings highlight the potential of local cellulolytic bacteria as a promising source of cellulase enzymes for biotechnological applications.
Development of Simple Environment-Based Practical Guides for Integrated Science Subjects Using the 4-D Model Buku, Maria Novita Inya; Nau, Getrudis Wilhelmina; Djalo, Aloysius
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/natural.v12i1.19449

Abstract

This study aims to determine 1) the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model, 2) the practicality of the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model, and 3) the effectiveness of the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model. This research is a development research. The development model in this study is the 4-D development model which consists of 4 stages namely Define, Design, Develop and Disseminate. The results of this study indicate that the integrated science practicum guide developed has a very high validity with a percentage of 87.04%. This shows that the developed practicum guide is suitable for use in the integrated science learning process. The developed practicum guide is included in the very practical category, with an average percentage of 82.64% indicating that the developed practicum guide can increase student participation in practicum activities. The developed practicum guide can improve students' learning outcomes by 21.5% with a moderate category, indicating that the use of simple practicum guides in integrated science subjects contributes positively to the understanding of integrated science concepts and is effectively used in integrated science learning.
Edukasi Pemeriksaan Golongan Darah Bagi Siswa Sekolah Menengah EBC Fatuquero Gleno Distrito Ermera Timor Leste Pogo, Fransiskus Jordin; Laka, Religius Karo; Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis; Santos, Americo dos
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5264

Abstract

Transfusi darah merupakan suatu tindakan pemberian darah dari donor ke resipien. Dalam kondisi tertentu transfusi darah dapat sangat bermanfaat menyelamatkan nyawa manusia. Oleh karena itu penting bagi seseorang mengetahui golongan darahnya. Namun permasalahan yang dialami masyarakat khususnya siswa sekolah menengah EBC Fatuquero Gleno Timor Leste adalah belum adanya pemahaman mengenai golongan darah manusia dan pentingnya pemeriksaan golongan darah. Hal ini menjadi dasar kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi menyeluruh kepada siswa sekolah menengah EBC Fatuquero mengenai golongan darah dan pentingnya mengetahui golongan darah masing-masing. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, demonstrasi dan uji golongan darah secara langsung dengan metode slide. Hasilnya adalah seluruh siswa memahami tentang tipa-tipe golongan darah manusia dan cara melakukan pemeriksaaan golongan darah seseorang serta mengetahui golongan darah mereka masing-masing.