Articles
KONSEP EKOLOGI-TEKNIK PADA PERANCANGAN RESORT DI PANTAI SENDANG BIRU MALANG
Alfa Septy Kristyarini;
Subhan Ramdlani;
Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (500.145 KB)
Pantai Sendang Biru ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan pariwisatadikarenakan potensi alamnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi topografinya berupakawasan perbukitan, pegunungan, hutan, pantai berpasir putih. Pantai Sendang Biruberada dalam satu kawasan dengan Pelabuhan Perikanan Pondokdadap dan PulauSempu yang terkenal dengan panorama alam yang menarik. Pengembangan danpendayagunaan potensi yang ada belum optimal, hal ini terlihat dari kurangterpenuhinya fasilitas akomodasi bagi wisatawan. Selain itu kegiatan yang ada di pantaidan pelabuhan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut menjadi salahsatu penyebab naik turunnya jumlah wisatawan. Oleh karena itu diperlukanpemecahan menggunakan konsep ekologi teknik berkelanjutan. Penelitian inidilakukan melalui survei lokasi untuk mendapatkan data fisik maupun non fisik tapak,sedangkan studi komparatif digunakan sebagai referensi terhadap perancangan.Penelitian mengenai parameter ekologi teknik ini didasarkan pada variabel analisisyang dijadikan dasar dalam konsep perancangan resort di Pantai Sendang Biru Malang.Konsep ekologi teknik diwujudkan melalui organisasi massa bangunan, sistempenghawaan, sistem pencahayaan, pemilihan material, dan sistem sanitasi padaperancangan resort di Pantai Sendang Biru Malang beserta aspek pelengkap yangmempengaruhi didalamnya seperti pemilihan dan peletakan elemen vegetasi. Darikeseluruhan aspek tersebut dapat saling mempengaruhi dan terkait satu sama lainuntuk menghasilkan rancangan resort dengan konsep ekologi-teknikKata kunci: resort, ekologi-teknik, pariwisata
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan)
Arini Anggreini;
Lisa Dwi Wulandari;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1029.369 KB)
Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
TAMAN GEOLOGI (GEOPARK) SIDOARJO DENGAN PEMANFAATAN MATERIAL LUMPUR SIDOARJO
Ainy Muyassaroh;
Agung Murti Nugroho;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (929.437 KB)
Fenomena semburan lumpur Sidoarjo merupakan fenomena yang menyebabkanbanyak kerugian diberbagai aspek terutama lingkungan yang menenggelamkanbeberapa desa di beberapa kecamatan di Sidoarjo. Pada tahun 2012, BadanPenanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) selaku pengelola area lumpur Sidoarjomerencanakan masterplan area luar terdampak Lumpur Sidoarjo yang digunakansebagai pengembangan wisata, salah satunya taman geologi (geopark). Sementara itulumpur Sidoarjo memiliki potensi yang telah dikembangkan sebagai material bangunan.Meski telah memenuhi persyaratan fisik rancangan taman geologi (geopark) Sidoarjoperlu adanya kajian bagaimanakah pemanfaatan material lumpur Sidoarjo padarancangan taman geologi (geopark) Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kajian iniantara lain metode programatik, pragmatis dan kanonik. Hasil desain rancangan tamangeologi (geopark) yang didesain mengikuti kriteria geopark berupa bangunan tidakmasif yang ditunjukkan dengan pemanfaatan sistem panggung dan pemanfaatanmaterial ringan lumpur Sidoarjo sebagai material pengisi sebagai elemen dinding atapdan lantai pada bangunan taman geologi ini.Kata kunci: taman geologi (geopark), material lumpur Sidoarjo
Revitalisasi Bangunan Pusat Perbelanjaan Sebagai Pusat Produk UMKM di Pusat Kota Kabupaten Sidoarjo
Christian Egeune Hargianto;
Subhan Ramdlani;
Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingginya perkembangan UMKM di Kabupaten Sidoarjo sangat berpotensi besar bagipeningkatan perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Dengan potensi perkembangan yang besarproduk yang dihasilkan beberapa produk kurang dikenal oleh masyarakat. Oleh karena ituUMKM di Kabupaten Sidoarjo membutuhkan wadah untuk mempromosikan produk mereka.Pusat kota menjadi potensial bagi UMKM untuk mempromosikan produk-produknya. JalanGajah Mada merupakan salah satu pusat keramaian kota di Kabupaten Sidoarjo dan terdapatbangunan pusat perbelanjaan yang dapat digunakan oleh UMKM. Bangunan pusat pusatperbelanjaan ini tidak terawat dan mengalami kerusakan, selain itu beberapa fasilitas umumtidak tersedia. Kekurangan ini yang menyebabkan citra bangunan menurun dan pengunjungtidak tertarik untuk berkunjung lagi, agar minat pengunjung kembali berkunjungmerevitalisasi pusat perbelanjaan merupakan salah satu cara memperbaiki kekurangantersebut. Dalam merevitalisasi perbaikan fisik merupakan salah satu cara memperbaiki citrabangunan, dengan demikian aktivitas sosial akan hidup kembali pada kawasan tersebut danmeningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sidoarjo khususnya penggiat UMKM.Kata kunci: revitaslisasi, pusat produk umkm, Sidoarjo
Revitalisasi Kawasan RW 06 Kelurahan Penanggungan sebagai Kampung Wisata Kerajinan Gerabah
Rendy Utama;
Subhan Ramdlani;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1407.608 KB)
Adanya indikasi dari kemunduran vitalitas kawasan pada Pusat Kerajinan Gerabah Kelurahan Penanggungan ditandai dengan menurunnya aktivitas bahkan jumlah pengrajin kerajinan gerabah. Adanya kejadian tersebut secara tidak langsung dapat mengancam identitas kawasan sebagai sentral kerajinan gerabah di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan revitalisasi kawasan pada Kelurahan Penanggungan RW 6 sebagai Kampung Wisata berdasarkan variabel dan kriteria revitalisasi kawasan dengan pendekatan kampung wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif serta pada objek penelitian menggunakan pendekatan kampung wisata yang dijadikan variabel penelitian dari berbagai sumber seperti buku, jurnal peraturan pemerintah dan penelitian terdahulu yang terkait dengan kampung wisata. Tahapan analisa yang dilakukan yaitu terlebih dahulu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemunduran vitalitas menggunakan pengukuran dengan sistem scorring. Setelah itu menganalisa kawasan kerajinan gerabah dengan pendekatan kampung wisata melalui tiga komponen kampung wisata yaitu aksesibilitas, atraksi dan fasilitas. Hasil analisa tersebut kemudian dilakukan proses sentesis sehingga menghasilkan rekomendasi desain yang layak untuk dilakukan revitalisasi.Kata Kunci : Revitalisasi, Kampung Wisata, Kerajinan gerabah
Pengaruh Bukaan Jendela Terhadap Kinerja Termal Rumah Tinggal Tipe 40 di Kota Malang, Studi Kasus Rumah Tinggal Tipe 40 di Perumahan Griya Saxophone
Sofyan Surya Atmaja;
Agung Murti Nugroho;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kenyamanan termal dalam rumah tinggal perlu diperhatikan, kepekaan terhadaplingkungan dan ketanggapan terhadap iklim merupakan upaya untukmengoptimalkan suhu yang ada di alam dan menangapi alam tersebut sehinggaterbentuk sebuah kenyamanan yang optimal karena memanfaatkan penghawaanalami. Bukaan pada bangunan terutama rumah tinggal di perumahan biasanyamemiliki bentuk yang sama pada unit-unit rumahnya, padahal peletakan rumahterhadap posisi matahari dan keadaan tiap bukaan berbeda, sehingga dibutuhkankekhususan dalam menetapkan besaran jendela, letak jendela dan besaran sudutjendela. Besaran sudut jendela merupakan faktor terpenting dalam mempengaruhisuhu ruang dalam terhadap perubahan suhu pada ruang luar. Untuk mengetahuipergerakan angin dan perubahan suhu pada rumah tinggal maka perlu dilakukanpenelitian, objek yang diteliti pada penelitian ini adalah salah satu sampel rumahtinggal di perumahan di Kota malang yang memiliki suhu dan iklim mewakili rumahrumahtinggal di Kota Malang. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi bukaanjendela dengan sudut dan rekomendasi-modifikasi elemen rumah tinggal.Kata kunci: sudut bukaan, suhu, jendela, rumah tinggal
Perancangan Museum Pinisi dengan Menerapkan Konsep Living Museum di Bulukumba
Wisnu Hanggara;
Chairil Budiarto Amiuza;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1192.477 KB)
Pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu aset industri dan kebudayaan maritim bagi Indonesia yang telah dikenal dunia internasional. Keberadaannya saat ini terus mengalami degradasi, padahal dalam proses pembuatan kapal pinisi terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang berpadu harmonis dengan kemampuan teknis kekriyaan para pengrajinnya. Perancangan Museum Pinisi di Bulukumba ini merupakan upaya untuk menjaga warisan budaya tersebut dan mempertahankan identitas masyarakatnya. Penerapan konsep museum hidup diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyelenggarakan program aktivitas dalam museum yang berbasis pengalaman langsung mengenai proses pembuatan kapal pinisi. Pemilihan tapak yang terintegrasi langsung dengan kampung pengrajin pinisi di Desa Tanah Beru diharapkan dapat memberikan informasi dan pengalaman ruang yang otentik, maka dari itu penambahan fasilitas museum diupayakan tetap mempertahankan pola aktivitas asli dan seminimal mungkin merubah suasana ruang di sekitarnya. Sehingga maksud dan tujuan museum pinisi ini dapat dirasakan manfaatnya, baik oleh masyarakat lokal maupun masyarakat luas.Kata kunci: konsep museum hidup, perancangan museum, program aktivitas museum
Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Luar Kawasan Wisata Songgoriti Batu
Shabrina Ghaisani;
Subhan Ramdlani;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kawasan wisata Songgoriti merupakan objek wisata peninggalan abad ke-10 dengan luas lahan sebesar ±4.5 hektar yang mengalami perkembangan sejak tahun 1984. Dengan berjalannya waktu, kawasan wisata Songgoriti mengalami pertumbuhan dari segi pengunjung, sarana, dan prasarana sehingga terjadi perluasan ruang yang dimanfaatkan untuk beraktivitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola aktivitas pemanfaatan ruang luar pada kawasan wisata Songgoriti dengan keterkaitan pelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas dengan harapan bahwa hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan kedepannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan di ruang-ruang yang ada di kawasan pada hari kerja dan hari libur. Diperoleh kesimpulan berbentuk pola aktivitas pemanfaatan ruang luar kawasan Songgoriti yang menjadi kajian untuk menjelaskan keterkaitan antara pelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas di kawasan wisata Songgoriti Batu, seperti aktivitas jual-beli yang pemanfaatan ruangnya membentuk pola radial-linier dengan pasar wisata sebagai pusat.Kata kunci: aktivitas, pola, kawasan wisata
Pusat Pembinaan Bulutangkis Berstandar Internasional di Kota Malang
Ahmad Alan Cesar;
Subhan Ramdlani;
Bambang Yatnawijaya S.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (781.019 KB)
Regenerasi atlet Indonesia di cabang olahraga bulutangkis seolah berhenti, salah satu faktor penghambat regenerasi atlet adalah sistem pelatihan nasional yang masih terpusat. PB PBSI saat ini mulai mengembangkan program pelatihan desentralisasi dengan mengoptimalkan PBSI cabang di setiap daerah salah satunya Kota Malang. Diharapkan dengan adanya pusat pembinaan di Kota Malang mampu meningkatkan prestasi atlet bulutangkis Kota Malang di tingkat nasional dan mengharumkan nama Indonesia dalam olahraga bulutangkis internasional. Proses perancangan ini didapat dengan menggunakan metode deskriptif dan programatik. Dari data komparasi yang sudah ada, kemudian dikombinasikan dengan studi literatur baik pada fasilitas pembinaan, sistem struktur bentang panjang, dan data penunjang lainnya untuk kemudian dijadikan sebagai parameter desain Pusat Pembinaan Bulutangkis Berstandar Internasional di Kota Malang. Pusat pembinaan bulutangkis berstandar internasional di Kota Malang adalah sebuah jawaban atas tingginya antusias masyarakat Kota Malang terhadap olahraga bulutangkis dan merupakan wadah pembinaan atlet bulutangkis Kota Malang dengan fasilitas standar internasional yang juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama atlet dan lainnya sesuai acuan BWF.Kata kunci: bulutangkis, regenerasi, pembinaan, internasional
Penerapan Prinsip Ekowisata pada Perancangan Fasilitas Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Gili Trawangan
Reza Prasetyo Tinumbia;
Agung Murti Nugroho;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gili Trawangan merupakan sebuah pulau terpencil di bagian barat daya pulaulombok. Pulau ini lebih dikenal sebagai hidden paradise dikalangan wisatawan. Diperairan sekitar Gili Trawangan terdapat Ekosistem Terumbu Karang yang memilikipemandangan bawah laut yang indah. Perairan dangkal disekitar Gili Trawanganjuga dijadikan daerah tangkapan ikan oleh masyarakat sekitar. Namun karenaeksploitasi yang berlebihan, maka kerusakan terumbu karang di perairan ini sangatmemprihatinkan. Jika dikaitkan dengan fungsi ekologinya, terumbu karangmerupakan sumber kehidupan beraneka ragam biota laut serta sebagai penjagakeseimbangan dan stabilitas lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu dibutuhkanbentuk pengelolaan yang tepat terhadap kawasan wisata perairan di GiliTrawangan. Metode yang digunakan adalah mengaitkan bentuk-bentuk pengelolaanekosistem terumbu karang dengan prinsip-prinsip ekowisata sehingga akandihasilkan kebutuhan dan pola ruang yang selanjutnya dapat digunakan dalamperancangan fasilitas pengelolaan ekosistem terumbu karang di Gili Trawangan.Dengan adanya fasilitas terpadu dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang diGili Trawangan diharapkan dapat meningkatkan minat serta kepedulian masyarakatdalam menjaga kelestarian alam melalui program-program aktivitas yangdiselenggarakan.Kata kunci: ekosistem, terumbu karang, konservasi, Ekowisata