Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Spasial Pelabuhan Batu Ampar, Batam Dessy Anggraini; Subhan Ramdlani; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Batu Ampar adalah pelabuhan bongkar muat terbesar yang digunakan untuk memasok barang-barang manufaktur serta sangat diandalkan dalam mendukung perkembangan industri dan perdagangan di Kota Batam. Namun kondisi Pelabuhan Batu Ampar saat ini terdapat ketidakjelasan pola pemanfaatan lahan dan sirkulasi manusia dan barang, yang berakibat ketidakmampuan menampung pergerakan laju barang yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola spasial Pelabuhan Batu Ampar dalam masa pengembangan pelabuhan yang sesuai standar yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memaksimalkan fungsinya sebagai pelabuhan utama. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif melalui pendekatan teori pola spasial dari Carmona (2003), yaitu tata guna lahan dan pola sirkulasi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi tata guna lahan dan pola sirkulasi sangat berhubungan erat dalam membentuk pola spasial Pelabuhan Batu Ampar dan mempengaruhi masing-masing indikator variabel.Kata kunci: pola spasial, pelabuhan barang, terminal peti kemas
Aspek Konservasi dalam Penyediaan Fasilitas Wisata di Candi Sumberawan Priska Annastasya A.K. Wardhani; Subhan Ramdlani; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan fasilitas wisata pada kawasan Candi Sumberawan ini dilatarbelakangioleh kurang terolahnya atraksi wisata dan tidak adanya sarana untuk menunjangkeberadaannya sehingga membuat kawasan ini kurang dikenal dan kurangberkembang. Sebagai kawasan wisata yang baik diperlukan fasilitas pendukungkawasan wisata yang dapat menunjang pengembangan wisata situs candiSumberawan. Kawasan Candi Sumberawan berada pada area konservasi cagarbudaya yang areanya dilingkupi oleh fungsi LDTI (Lahan dengan tujuan istimewa)yang merupakan lahan yang diberikan untuk tujuan istimewa dan berfungsi untukperlindungan situs ekologi dan budaya. Proses kajian ini dilakukan denganmengungkapkan potensi eksisting yang dapat dikembangkan dan menganalisispermasalahan lingkungannya, dan membagi area berdasar aspek zonasi cagarbudaya yang telah ditentukan. Zonasi konservasi cagar budaya ini akanmempengaruhi dan menentukan peletakan fungsi dan fasilitas yang direncanakanpada tapak. Hasil yang diperoleh adalah tata ruang kawasan yang ditentukanberdasarkan analisis potensi dan permasalahan tapak yang di overlay dengan hasilpembagian zonasi konservasi cagar budaya. Proses overlay ini akan menghasilkanarea yang dapat dibangun fasilitas penunjang atau possible area, yang akan menjawabsejauh mana perencanaan fasilitas penunjang melalui aspek konservasi cagar budayaakan dapat memenuhi kebutuhan fungsional bangunan dan permasalahan sertapotensi lingkungan tapak.Kata kunci: kawasan wisata, fasilitas wisata, konservasi cagar budaya
Penataan Ruang Dagang pada Rancangan Kembali Pasar Sukun Kota Malang Dwi Murtining Etty; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Sukun merupakan salah satu pasar penyumbang restribusi Pendapatan AsliDaerah (PAD) Kota Malang yang tinggi, namun hal tersebut tidak diimbangi denganaspek kenyamanan arsitektural yang mencangkup penataan ruang dagang. PadaPasar Sukun penataan ruang dagang pada penjual kebutuhan sehari-hari masihbercampur aduk, bahkan antara pasar kambing dan pasar kebutuhan sehari-hari.Penataan ruang dagang ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia nomor 519 tahun 2008 tentang pedoman pasar sehat, mengingat rencanapemerintah Kota Malang untuk pemberdayaan kualitas bangunan perdagangandengan penerapan pasar sehat yang tercantum dalam Rencana Pemerintah JangkaMenengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018. Permasalahan penataan ruangdagang tersebut menjadi permasalahan utama pada kajian ini karena pengaruhnyayang besar dalam terwujudnya pasar sehat.Kata kunci: pasar tradisional, penataan ruang dagang, pasar sehat
Pola Pemanfaatan Lingkar Luar Velodrome Sawojajar Sebagai Ruang Terbuka Hijau Anindya Rizki Rahmania; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkar Luar Velodrome Sawojajar merupakan sebuah kawasan hutan kota yang mengelilingi GOR Velodrome Sawojajar. Area ini telah menjadi sebuah ruang terbuka hijau yang mengakomodasi berbagai aktivitas. Hal ini berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kecenderungan pemanfaatan ruang pada RTH Lingkar Luar Velodrome Sawojajar yang merupakan sebuah ruang terbuka hijau publik di Kota Malang. RTH Lingkar Luar Sawojajar telah menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat Kota Malang yang mewadahi bermacam-macam aktivitas sehingga menimbulkan pola pemanfaatan yang bermacam-macam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan RTH Lingkar Luar Velodrome Sawojajar dalam masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan behavioral mapping. Penelitian dilakukan pada hari Senin sampai Minggu dengan pembagian waktu pagi, siang dan sore.
Aksesibilitas Pada Alun-Alun Merdeka Kota Malang Bagi Penyandang Disabilitas Fitri Miftahus Syafaah; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik merupakan titik temu interaksi sosial masyarakat. Kemudahanaksesibilitas menjadikan fungsi pada suatu ruang publik menjadi optimal danbanyak dipengaruhi oleh bagaimana kemudahan penggunaan fasilitas umum yangada pada ruang publik tersebut. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana aspek keamanan dan keseIamatan, kemudahan, kegunaan dan kemandirianpada Alun-Alun Merdeka Kota Malang sebagai ruang publik. Pada penelitian inidilakukan pengamatan dan pengkategorian akses aksesibilitas pada ruang publikterhadap garis besar prinsip universal design dan penerapan standar sarana danprasarana pada PERMEN PU No.14/PRT/M/2017 yang diterapkan. Metode yangdigunakan merupakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif, dimanapengamatan kondisi eksisting secara audit menjadi instrumen evaluasi terhadappenerapan standar. Pengambilan data kuesioner juga diambil untuk mengetahuipersepsi pengunjung terhadap akses aksesibilitas yang ada pada sarana prasaranadi Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Pemilihan narasumber berdasarkanpengunjung yang berada di titik-titik interaksi sosial yang tinggi. Hasil penelitianmenunjukkan adanya elemen pada aIun-aIun tersebut yang belum sepenuhnyamenerapkan standar aksesibiIitas dan masuk dalam kategori kurang dalampersepsi pengunjung.
Laboratorium Alam SMA Trensains Tebuireng dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Fatma Zahrotun Nisa'; Abraham Mohammad Ridjal; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum 2013 dilatarbelakangi fakta pada sebagian besar sekolahdi Indonesia yang lebih mengedepankan sistem pembelajaran dalam ruangan yangcenderung statis, khususnya pada mata pelajaran sains kealaman. Untuk itu,pengembangan kurikulum ditekankan pada relevansi dengan kebutuhan kehidupan,artinya tidak memisahkan peserta didik dengan lingkungan alam. SMA Trensains(pesantren sains) memiliki rencana pengembangan laboratorium hidup untukmempelajari ayat-ayat semesta, sehingga dibutuhkan wadah untukmengintegrasikan pembelajaran dengan lingkungan alam berupa laboratoriumalam. Perancangan laboratorium yang terintegrasi dengan alam dapat menghasilkandesain yang optimal dengan mengimplementasikan gagasan desain arsitekturberkelanjutan yang terbebas dari label tertentu. Pragmatik kontekstual merupakanmetode perancangan yang digunakan untuk menerapkan parameter desainarsitektur berkelanjutan, metode tersebut bersifat deduktif dan induktif yang dapatkontekstualkan dengan lingkungan alam yang lebih fleksibel. Hasil rancanganlaboratorium alam menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan berdasarkanparameter pendekatan eco-technic, eco-centric, eco-aesthetic, eco-cultural, ecomedical,dan eco-social. Perancangan laboratorium alam melalui pendekatan desainberkelanjutan bertujuan mewadahi aktivitas pembelajaran SMA Trensains dalammata pelajaran sains kealaman. Selain itu, pemahaman dan sikap peduli terhadaplingkungan merupakan pesan yang dapat tersampaikan melalui perancanganlaboratorium alam kepada masyarakat pelajar.Kata kunci: sains; laboratorium alam; arsitektur berkelanjutan
Kualitas Visual Wisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan Sonia Pristika Widodo; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga Sarangan di Magetan merupakan destinasi liburan yang menjadi andalan kota Magetan. Sebuah konfigurasi wilayah seharusnya dimungkinkan jika komponen-komponennya dirancang sedemikian rupa untuk mencapai keselarasan dan konkordansi. Alasan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat visual kawasan Telaga Sarangan tergantung pada kecenderungan pengunjung dan penghuni lingkungan setempat. Teknik yang digunakan adalah strategi campuran, khususnya subjektif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan adalah terdapat tiga belas boost yang memiliki kualitas kualitas sedang berdasarkan kedua responden, dan sifat visual Telaga Sarangan memiliki karakterisasi kualitas mid-range. Sifat visual ruang dapat ditingkatkan dengan memberikan ide rencana dan proposal desain.
Model Atap Rumah yang Tanggap terhadap Abu/Pasir Vulkanik Studi Kasus: Letusan Gunung Kelud Kecamatan Ngantang Malang Firman Akbar; Heru Sufianto; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.145 KB)

Abstract

Atap adalah bagian rumah yang sangat penting sebagai pelindung penghuni dari keberagaman iklim sekitarnya antara lain: hujan, salju, panas matahari, angin, khusunya didaerah pegunungan.Adanya material vulkanik berupa abu/pasir vulkanik di atap dapat mengakibatkan runtuhnya konstruksi atap dan berujung pada ancaman keselamatan penghuni dibawahnya. Dari hasil survey185 sampel rumahdesa Pandansari dusun Munjung Malang sebagai daerah yang terdampak letusan gunung Kelud (2014) ditemukan beberapa kelompok sebagai studi kajian meliputi material penutup atap, bentuk atap, jenis konstruksi dan sudut kemiringan atap.metode yang digunakan adalah melalui uji statistika dan eksperimen sudut kemiringan. Statistika digunakan untuk mengklasifikasi hubungan prosentase kerusakan atap terhadap material penutup atap, prosentase kerusakan terhadap bentuk atap dan prosentase kerusakan terhadap konstruksi atap.Sedangkan eksperimen kemiringan dilakukan untuk mencari sudut istirahat abu/pasir vulkanik kemudian dilanjutkan dengan mencari sudut minimal kemiringan atap melalui sudut 30o – 90o.pasir yang digunakan adalah jenis pasir vulkanik kering, pasir vulkanik lembab dan pasir vulkanik basah yang sudah menyesuaikan dengan kondisi dilokasi kejadian. dengan metode ini nantinya akan didapatkan perbedaan sudut setiap material penutup atap dengan menggunakan jenis pasir yang berbeda. Hasil yang diharapkan adalah bagaimana menemukan model atap yang sesuai dengan keadaan pasir, jenis material penutup, jenis konstruksi, bentuk atap , dan sudut kemiringan atap yang digunakan oleh masyrakat desa Pandansari kecamatan Ngantang Malang.Kata kunci: atap, pasir vulkanik, sudut kemiringan
Pola Pemanfaatan Ruang Publik Pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang Fatichatul Izzah Dwi Lestari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Pasar Besar merupakan bagian dari salah satu kawasan perdagangan dan jasa di Kota Malang, yaitu kawasan Pasar Besar. Dalam peraturan setempat, Jalan Pasar Besar termasuk area prioritas dikarenakan kondisi lingkungan yang kurang maksimal bagi pengguna yang beraktivitas. Pemanfaatan ruang oleh pengguna yang beraktivitas terus berulang membentuk pola tertentu yang saling mempengaruhi satu sama lain.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji bagaimana pola pemanfaatan ruang publik pada koridor Jalan Pasar Besar, dengan pengamatan aktivitas yang dilakukan oleh tiap pengguna di tiap area. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung ke lapangan melalui pemetaan perilaku.Hasil dari penelitian ini menemukan adanya perbedaan pola pemanfaatan menurut jenis aktivitas dan pola pemanfaatan menurut jenis pengguna. Masing-masing jenis aktivitas dan jenis pengguna saling berkaitan satu sama lain membentuk pola-pola seperti pola linear, pola menyebar, dan pola cluster. Kemudian dari pola pemanfaatan yang terlihat, ditarik sebuah garis besar dimana adanya beberapa area dengan intensitas pemanfaatan tertentu, yang berkaitan dengan kondisi eksisting yang ada.
RUANG BERSAMA KAMPUNG TEMENGGUNGAN LEDOK MALANG Mochammad Najib; Subhan Ramdlani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.757 KB)

Abstract

Ruang dipandang hanya sebagai entitas ekonomi, industri, perdagangan dan jasa suatu kota. Ruang-ruang publik keadaannya tidak menemui titik terang, pemerintah sebagai pengelolanya selalu menempatkan sebagai ujung prioritas. Begitu juga pada ruang permukiman Kampung Temenggungan Ledok yang eksis dengan kompleksitas kualitas dan kearifan lokalnya, juga diletakkan di ujung akhir prioritas pengetahuan keruangan, perencanaan wilayah kota dan arsitektur. Dibalik fenomena tersebut, keterbatasan lahan dan setting fisik kampung-kampung kota ternyata masih memiliki eksistensi ruang-ruang sosial-budayanya, ialah ruang bersama. Kompleksitas dan kemajemukan subjek pelakunya, ruang bersama memiliki dinamika dan pola dimana didalamnya sesama warga meningkatkan kualitas daya hidup dengan nilai-nilai kearifan lokal melalui wujud pengelolaannya. Kunci kualitas ruang bersama adalah pengelolaan notion teritorialitasnya, yaitu dari pihak yang mengelola dan bertanggung jawab. Pengembangan komponen unsur pembentuk ruang adalah upaya untuk melestarikan nilai-nilai dalam pengelolaan ruang bersama. Metode pragmatik digunakan dalam pepaduan aspek programatik dan diagramatik komponen ruang. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi serta komponen yang dibutuhkan sehingga pembahasan ini mengarah pada struktur tata ruang, pada aspek diagramatik membahas tentang nilai dan ide, yaitu mengarah kepada sistem ruang.Kata kunci: ruang bersama, setting, dinamika, territorialitas
Co-Authors Adisty Yoeliandri Putri Adrian Thesza Permana Agung Murti Nugroho Ahmad Alan Cesar Ainy Muyassaroh Alam Labda Pratangga Alfa Septy Kristyarini Ali Soekirno Ali Soekirno Ali Soekirno Ali Soekirno Anggi Delizvi Anggraeni Anindya Rizki Rahmania Anita Galuh Yuniar Kusumastuti Arini Anggreini Ariza Rufaidah Ary Dedy Putranto Ayu Dyah Permatasari Bagyo Yanuwiadi Balqis, Devina Bambang Supriyono Bambang Yatnawijaya Bambang Yatnawijaya S. Brian Basundara Tjokrowijanto Chairil Budiarto Amiuza Christian Egeune Hargianto Damayanti Asikin Damayanti Asikin Debri Haryndia Putri Dessy Anggraini Devi Ariani Putri Dimas Perdana Hadi Wijaya Dimas Septian Permana Dwi Murtining Etty Edi Hari Purwono Fatichatul Izzah Dwi Lestari Fatma Zahrotun Nisa' Faudina Faradilla Nanda Firman Akbar Fitri Miftahus Syafaah Fitriana, Dhanar Dwi Gesvi Rizkitachika Praramadhanti Gualdi, Reynaldo Harsuko Riniwati Herry Santosa Heru Sufianto Hibaturrahman, Zaki Nurfiansyah Ibnu Widodo Indah Ciptaning Widi Indyah Martiningrum Jenny Ernawati Kadek Bagas Setia Pratama Knasatra Saraswati Lisa Dwi W Lisa Dwi Wulandari M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Mangku Purnomo Mey Puspita Sari Moch. Solichudin Mochammad Najib Mochammad Najib Muhammad Rizal Fahim Muhammad Satya Adhitama Nehemia Yosefin Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur'izzah, Nadhilah Nurachmad Sujudwijono Praramadhanti, Gesvi Rizkitachika Priska Annastasya A.K. Wardhani Rendy Utama Reza Prasetyo Tinumbia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Robbani, Ananda Yusron Runi Asmaranto Salma Safira Putri Salma Yusra Nandia Salman Al Farisi Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas Sofyan Surya Atmaja Sonia Pristika Widodo Sugiarto Syuaibah, Aulia Rachmah Thahta Firmanila Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Valent Poetra Arroyan Winda Ratnasari Wisnu Hanggara Yuzril Ihzha Mahendra Zaqiyul Fuad Zati Ulwa Lina Fadia Zhafira, Hana Anisah