Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Visual Elemen Lanskap pada Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur Salma Safira Putri; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.601 KB)

Abstract

Kusuma Agrowisata Kota Batu, merupakan objek wisata berbasis pertanian yang telah menjadi pioneer agrowisata di Indonesia. Maka dari itu perlu dilakukannya pengukuran pada kualitas visual elemen lanskapnya untuk pengembangan wisata itu sendiri. Perubahan iklim pada kawasan serta banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya mampu menurunkan kualitas visual lanskapnya. Penataan lanskap kawasan wisata dapat dikatakan optimal apabila menempatkan elemen dasar lanskap yang fungsional dan estetis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata berdasarkan persepsi wisatawan dan akademisi. Metode yang digunakan adalah mix method, untuk menganalisis berdasarkan keadaan eksisting dan standar dari teori terkait, serta untuk mengetahui kualitas visual elemen lanskap dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum melakukan metode SBE, selanjutnya dilakukan metode kuartil, uji normalitas serta regresi linear sederhana. Hasil dari kuesioner adalah terdapat tujuh vantage point yang memiliki nilai kulaitas rendah berdasarkan responden, serta kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata memiliki klasifikasi kualitas sedang. Kualitas visual pada kawasan dapat ditingkatkan dengan memberikan masukan dan rekomendasi desain terhadap kawasan.   Kata kunci: kualitas visual, elemen-elemen lanskap, mix-method
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS VISUAL KORIDOR ALUN ALUN KOTA SITUBONDO Yuzril Ihzha Mahendra; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kota pasti memiliki koridor yang beragam dari segi fungsi atau keindahannya. Dan berkembang sesuai kebutuhan. Contohnya perkembangan yang ada ialah dari segi perubahan guna lahan atau fungsi bangunan yang hal ini terjadi di Kota Situbondo khususnya pada lokasi penelitian ini. Kota tentu juga menjaga wajahnya agar tetap dihuni oleh masyarakat. Maka, sudah semestinya suatu kota menyuguhkan visual yang berbeda dan indah serta sesuai dengan masyarakatnya, oleh karena itu dibutuhkan kajian terkait visual ini dengan adanya perubahan fasad atau fungsi bangunan dan tentunya hal lain yang mendukung visual kota. Dalam visual kota terdapat elemen fisik dan spasial yang berhubungan satu sama lain, hal ini juga seharusnya ada pada koridor suatu jalan. Di koridor ini tidak hanya sebuah jalan akan tetapi juga terdapat beragam aktivitas masyarakat seperti perekonomian, budaya serta sosial. Penelitian ini menarasikan dan mengkaji kualitas visual koridor dari persepsi masyarakat karena setiap kota pasti ada dasaran desain kotanya. Untuk menunjang penelitian ini maka menggunakan metode semantic differential. Metode ini menggunakan beberapa variabel yang akan di ukur dengan skala tertentu untuk mengetahui persepsi responden terhadap stimulus penelitian. Dan penelitian ini akan menghasilkan terkait evaluasi dari kualitasi visual yang ada menurut persepsi masyarakat. Tentunya penilaiannya melihat pada variabel yang ada.
Kualitas Pergerakan dan Konektivitas Permukiman di Townsite Batu Hijau, Sumbawa Barat Winda Ratnasari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Townsite Batu Hijau merupakan permukiman terencana terletak di area perusahaanpertambangan. Namun tidak seluruh kawasan permukiman terencana mampu menyediakansemua kebutuhan serta fasilitas demi menunjang kegiatan penghuni dalam satu kawasan. Hal inidikarenakan munculnya berbagai masalah pada kawasan seperti minimnya terjadi aktivitaspergerakan baik orang maupun kendaraaan, fasilitas jalur pejalan kaki terputus, tidak terdapatpenyediaan aktivitas bagi ruang publik, tidak menerapkan aspek aksesibilitas serta fasilitaspengguna sepeda, dan beberapa masalah terkait pergerakan dan konektivitas. BerdasarkanGreenship Rating Tools untuk mengevaluasi kawasan oleh Direktoral Pengembangan PenilaianGBCI (Green Building Council Indonesia) terdapat beberapa variabel aspek pergerakan dankonektivitas yang harus terpenuhi dalam kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengevaluasi kualitas pergerakan dan konektivitas pada suatu permukiman. Digunakanmix method deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengumpulan data digunakan metodeobservasi lapangan dan penyebaran kuisioner terhadap pengguna jalan pada permukimanTownsite Batu Hijau. Dalam mengolah data kuantitatif digunakan metode Thusrtone scoreanalysis dan analisis faktor. Hasil analisis kualitatif digunakan untuk mendukung hasil datakuantitatif sehingga diperoleh rekomendasi desain pada masing-masing faktor pembentukkualitas pergerakan dan konektivitas permukiman di Townsite Batu Hijau.Kata kunci: Permukiman terencana, pergerakan dan konektivitas, GBCI.
PENERAPAN MATERIAL KAYU LAMINASI PADA KONSTRUKSI PUSAT KERAJINAN RAKYAT DI KOTA BATU Brian Basundara Tjokrowijanto; Edi Hari Purwono; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.173 KB)

Abstract

Kota Batu merupakan kota dengan konsep wisata dengan pendekatan nuansa alam. Untuk mewujudkan konsep wisata alam pada perancangan Pusat Kerajinan Rakyat di Kota Batu ini, dibutuhkan bentuk yang dinamis agar dapat menyatu dengan alam lingkungan sekitar. Pemilihan material utama pun juga dapat menonjolkan konsep wisata alam, salah satunya adalah material kayu. Hal ini dapat dilakukan dengan teknologi pengolahan kayu yang dapat membuat kayu lebih dinamis, dimana produknya sebagai bahan material konstruksinya biasa dikenal dengan teknologi balok laminasi. Pusat Kerajinan Rakyat ini menggunakan ekspresi struktur kayu dengan konstruksi material yang menggabungkan dua material kayu menjadi material kayu laminasi sebagai bahan konstruksi utama. Dengan penonjolan ekspresi struktur kayu dan pemanfaatan teknologi laminasi pada material kayu, menunjukkan bahwa kayu sebagai konstruksi alami memiliki karakter visual alam yang kuat dan juga struktur yang dinamis. Metode deskriptif digunakan dalam pemaparan issue sebagai latar belakang penerapan material kayu laminasi. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi serta komponen yang dibutuhkan sehingga pembahasan ini mengarah pada struktur tata ruang, pada aspek pragmatik membahas tentang konsep dan ide penerapan material laminasi, yang mengarah kepada struktur rangka dan sistem ruang.Kata kunci: material kayu, konstruksi, teknologi laminasi, kerajinan rakyat
Resort Dengan Pendekatan Lansekap di Kawasan Pantai Selatan Balekambang Kabupaten Malang Mey Puspita Sari; Subhan Ramdlani; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Balekambang termasuk dalam Kawasan Pariwisata Pantai Selatan Pulau Jawa yang terus dikembangkan oleh pemerintahan. Didukung dengan adanya rencana pembangunan akomodasi dan pembangunan insfrastruktur jalan yaitu Jalur Lintas Selatan agar lebih mudah dalam mengakses kawasan pariwisata ini. Diharapkan pembangunan akomodasi dapat memenuhi kebutuhan para pengunjung dan dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri. Pembangunan akomodasi pada daerah Pantai Selatan Pulau Jawa harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan, karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia yang tak jarang terjadi gelombang tinggi dan abrasi yang dapat mengakibatkan kerusakan. Oleh karena itu diperlukan konsep pendekatan lansekap untuk mengetahui kondisi, potensi, dan menambah daya tarik pada Kawasan Pantai Balekambang agar pembangunan akomodasi memiliki ciri khas tersendiri. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode analisis dan deskriptif yaitu dengan cara memahami fenomena dan kondisi pada tapak. Penelitian ini diawali dengan survey lokasi, pencarian studi komparasi, pemilihan teori dan menetapkan kriteria perancangan yang sesuai dengan kondisi di Kawasan Pantai Balekambang. Kriteria perancangan tersebut kemudian dianalisa dan dijadikan sebuah konsep desain resort pantai yang diwujudkan dengan memperhatikan lokasi, program ruang, degradasi lahan, tanah, kualitas pemandangan, orientasi massa bangun, sirkulasi, bentuk dan tampilan bangunan, struktur, utilitas, dan lansekap mikro.Kata kunci : resort pantai, lansekap, pariwisata
Pengembangan Fasilitas Wisata di Kawasan Pantai Pancer Door Kabupaten Pacitan Zaqiyul Fuad; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.831 KB)

Abstract

Kawasan Pantai Pancer Door ditetapkan sebagai kawasan wisata sejak tanggal 30 Desember 1997 dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan. Rencana pengembangan pantai Pancer Door sebagai kawasan wisata mulai dilakukan oleh pemerintah daerah sejak tahun 2014 melalui penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Pantai Teleng Ria dan Pancer Door Kabupaten Pacitan. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya perubahan maupun pembangunan yang dilakukan, hal ini tentu tidak sejalan dengan tujuan pengembangan kawasan wisata pantai Pancer Door sesuai yang direncanakan. Salah satu aspek penting yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke suatu lokasi wisata adalah ketersediaan fasilitas penunjang wisata, sehingga dibutuhkan adanya perancangan bangunan-bangunan fasilitas penunjang wisata di kawasan wisata pantai Pancer Door. Langkah pengembangan yang dilakukan meliputi pengadaan fasilitas akomodasi dan fasilitas penunjang wisata. Pengadaan fasilitas wisata ini didasarkan pada kebutuhan pengunjung yang meliputi kebutuhan akan fasilitas akomodasi, rekreasi dan olahraga. Perancangan dilakukan dengan cara melakukan pemrograman data eksisting, memetakan kebutuhan pengunjung serta meninjau komparasi objek wisata sejenis untuk menentukan kriteria dan konsep desain fasilitas yang akan dibangun. Selain perancangan bangunan fasilitas, juga dilakukan perencanaan lansekap meliputi penentuan zoning, penataan sirkulasi dan ruang terbuka hijau untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata.Kata kunci : pengembangan, fasilitas, pariwisata, pantai Pancer Door
Pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas dengan Strategi Pola Penataan Fasilitas Zati Ulwa Lina Fadia; Jenny Ernawati; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak positif pengembangan pariwisata dapat dilihat dari hasil pembangunan sarana dan prasarana yang tersedia. Sarana dan prasarana pada Taman Rekreasi Tlogomas terlihat belum optimal akibat dari pola penataan yang kurang memaksimalkan fungsi terhadap luas lahan yang ada. Untuk memaksimalkan hal tersebut diperlukan kajian mengenai strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas guna mengetahui permasalahan dan pengembangan potensi objek Taman Rekreasi Tlogomas.Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang tahun 2010-2030 Taman Rekreasi Tlogomas termasuk dalam kawasan objek wisata yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Taman Rekreasi Tlogomas, mengetahui potensi dan masalah serta menyusun strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, Actual versus Planned Performance Comparison (tinjauan komparasi), deduktif (analisis) dan induktif (sintesis). Sehingga pengembangan Taman Rekreasi Togomas dapat memiliki kaitan dengan pola penataan ulang tanpa harus memperparah kondisi sarana dan prasarana yang ada. Hasil studi penelitian ini adalah posisi strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat dimanfaatkan. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy) yakni dengan strategi pengembangan pola penataan berbagai fasilitas dan sarana penunjang yang dibutuhkan pengunjung.Kata Kunci:Pariwisata,Taman Rekreasi Tlogomas, Pola Penataan Fasilitas
Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas pada Terminal Purabaya – Surabaya Anggi Delizvi Anggraeni; Herry Santosa; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.245 KB)

Abstract

Terminal bus merupakan salah satu bagian dari jaringan sistem transportasi kota yang mempunyai peran penting bagi mobilitas masyarakat. Terminal merupakan salah satu fasilitas penyedia kenyamanan menunggu dan penunjang kenyamanan perpindahan penumpang antar moda transportasi. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok pengguna terminal bus yang perlu diperhatikan karena minimnya fasilitas yang aksesibel dan tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi elemen aksesibilitas pada fasilitas terminal berdasarkan pedoman. Objek yang ditinjau adalah penyandang disabilitas sebagai pengguna fasilitas di dalam Terminal Purabaya Surabaya. Evaluasi aksesibilitas dilakukan pada lima jenis penyandang disabilitas menggunakan metode skoring. Hasil dari penilaian tersebut adalah persentase tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas Terminal Purabaya terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.Kata Kunci: Aksesibilitas, Disabilitas, Terminal, Evaluasi, Observasi
Pengembangan Bangunan Industri Makanan Olahan Buah Belimbing di Desa Karangsari Blitar Thahta Firmanila; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Blitar khususnya Desa Karangsari merupakan salah satu daerah penghasil buah belimbing terbesar di Indonesa, setiap panen raya menghasilkan ± 300 ton (BPTP 2013). Buah belimbing merupakan salah satu bahan baku buah yang banyak diolah menjadi produk makanan olahan di Indonesia, karena sifatnya mudah rusak dan umur simpannya tergolong pendek yaitu 3 sampai 4 hari. Perkembangan Desa Karangsari menjadi desa agroindustri didukung oleh pemerintah dengan meresmikan bangunan industri saribuah belimbing pada tahun 2012. Upaya peningkatan produksi makanan olahan buah belimbing terkendala oleh lokasi bangunan industri yang sulit dijangkau. Mengembangkan bangunan industri tersebut dengan menambahkan kapasitas produksi dan jenis produk pada lokasi yang berdekatan menjadi pilihan utama yang dapat dilakukan. Bangunan industri yang dikembangkan harus memiliki faktor higienis ruang produksi yang memenuhi persyaratan kesehatan dan sanitasi yang ditunjang dengan penggunaan material yang sesuai dengan persyaratan ruang setiap proses produksi, standar higienis pengolahan pangan, serta sistem pengolahan limbah. Faktor higienis ruang produksi juga ditunjang dengan ruang sterilisasi pekerja, ruang quality control, ruang loker pekerja serta sistem penghawaan menggunakan exhaust fan yang dilengkapi dengan HEPA filter dan turbine cyclone ventilator. Lokasi tapak perancangan berada pada area perkebunan belimbing untuk meminimalkan waktu tempuh pengangkutan.Kata kunci: bangunan industri, belimbing, higienis
Kebun Binatang Surabaya (Perancangan Ulang dengan Pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau) Devi Ariani Putri; Subhan Ramdlani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.71 KB)

Abstract

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata favorit yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau terbesar di kota Surabaya. Kota Surabaya sebagai kota metropolis mengalami penyusutan Ruang Terbuka Hijau yang banyak memiliki manfaat bagi makhluk hidup, namun saat ini Kebun Binatang Surabaya memiliki problema diantaranya banyak satwa yang mati, kondisi fisik yang menurun dan jumlah pengunjung yang tidak stabil. Selain itu, keberadaan Kebun Binatang Surabaya di tengah permukiman padat penduduk memerlukan adanya ruang transisi agar tidak berhubungan langsung dengan rumah penduduk sekitar. Kebun Binatang Surabaya memiliki fungsi konservasi, edukasi, wisata dan juga Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang perlu dipertahankan. Maka pengembangan Kebun Binatang Surabaya ke depannya harus dapat mengoptimalkan RTH agar fungsi dan kebutuhannya dapat seimbang. Proses analisis menggunakan metode programatik dengan objek komparasi Singapore Zoo dan Batu Secret Zoo dan untuk proses perancangan menggunakan metode pragmatik yakni penyesuaian fungsi dengan atribut kota hijau yang telah ditetapkan. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara objek komparasi dan mengacu pada atribut kota hijau maka dihasilkan konsep kebun binatang yang tetap memperhatikan lingkungan, kebutuhan satwa dan juga wisata dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau.Kata kunci: kebun binatang Surabaya, pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau
Co-Authors Adisty Yoeliandri Putri Adrian Thesza Permana Agung Murti Nugroho Ahmad Alan Cesar Ainy Muyassaroh Alam Labda Pratangga Alfa Septy Kristyarini Ali Soekirno Ali Soekirno Ali Soekirno Anggi Delizvi Anggraeni Anindya Rizki Rahmania Anita Galuh Yuniar Kusumastuti Arini Anggreini Ariza Rufaidah Ary Dedy Putranto Ayu Dyah Permatasari Bagyo Yanuwiadi Balqis, Devina Bambang Supriyono Bambang Yatnawijaya Bambang Yatnawijaya S. Brian Basundara Tjokrowijanto Chairil Budiarto Amiuza Christian Egeune Hargianto Damayanti Asikin Damayanti Asikin Debri Haryndia Putri Dessy Anggraini Devi Ariani Putri Dimas Perdana Hadi Wijaya Dimas Septian Permana Dwi Murtining Etty Edi Hari Purwono Fatichatul Izzah Dwi Lestari Fatma Zahrotun Nisa' Faudina Faradilla Nanda Firman Akbar Fitri Miftahus Syafaah Fitriana, Dhanar Dwi Gesvi Rizkitachika Praramadhanti Gualdi, Reynaldo Harsuko Riniwati Herry Santosa Heru Sufianto Ibnu Widodo Indah Ciptaning Widi Indyah Martiningrum Jenny Ernawati Kadek Bagas Setia Pratama Knasatra Saraswati Lisa Dwi W Lisa Dwi Wulandari Lisa Dwi Wulandari M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Mangku Purnomo Mey Puspita Sari Moch. Solichudin Mochammad Najib Mochammad Najib Muhammad Rizal Fahim Muhammad Satya Adhitama Nehemia Yosefin Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur'izzah, Nadhilah Nurachmad Sujudwijono Praramadhanti, Gesvi Rizkitachika Priska Annastasya A.K. Wardhani Rendy Utama Reza Prasetyo Tinumbia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Robbani, Ananda Yusron Runi Asmaranto Salma Safira Putri Salma Yusra Nandia Salman Al Farisi Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas Sofyan Surya Atmaja Sonia Pristika Widodo Sugiarto Syuaibah, Aulia Rachmah Thahta Firmanila Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Valent Poetra Arroyan Winda Ratnasari Wisnu Hanggara Yuzril Ihzha Mahendra Zaqiyul Fuad Zati Ulwa Lina Fadia Zhafira, Hana Anisah