Claim Missing Document
Check
Articles

Morfologi Ruang Taman Jayengrono pada Kawasan Kota Lama Surabaya Indah Ciptaning Widi; Subhan Ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.715 KB)

Abstract

Surabaya sebagai Kota Hijau memiliki banyak taman kota yang tersebar di banyak kawasan. Salah satu taman kota yang merupakan taman tertua di Surabaya yakni Taman Jayengrono berada di kawasan Kota Lama. Taman seluas 5.300 m² tersebut telah mengalami perubahan ruang dari wajah sebelumnya. Namun dengan fungsi lahan yang tetap sama yakni peruntukkan sebagai ruang terbuka. Tepat pada tahun 2012, Pemerintah Kota Surabaya meresmikan Taman Jayengrono dengan memberi predikat sebagai memorial park. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi ruang pada Taman Jayengrono pada saat ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik berdasarkan teori tentang morfologi ruang terbuka beserta isi elemen lansekap oleh Hakim.(2012). Variabel yang dikaji meliputi elemen-elemen lansekap pembentuk ruang taman seperti garis, bidang, macam ruang, sirkulasi ruang, elemen desain serta aktivitas baik di dalam maupun di sekitar Taman Jayengrono. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa masing-masing elemen taman menonjolkan karakter ruang yang tegas, kokoh, kaku, namun tetap dinamis. Begitu juga hubungan antara morfologi dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya memperlihatkan bahwa morfologi ruang Taman Jayengrono mampu menyesuaikan bermacam aktivitas bahkan memberi wadah lebih fungsional.Kata kunci : morfologi, ruang terbuka, taman, lansekap
Role Of Green Open Space In Performance Improvement Of Malang City Center subhan ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.433 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiat.2018.004.02.3

Abstract

This study is a continuation of previous research [5],[6],[7], on the hierarchy of the Green Open Space’s role of the city based on its 9 classifications (Green Line, City Park, Urban forest, Garden Tomb, Sports Park, Rotonde, Monument Park, Playground, and Offices Park) in improving the ecological quality of Malang city center. The focus of this research is to create an eco-quality ideal RTH arrangement model, especially Green Open Spaces which has the biggest role in improving the performance of downtown Malang. The arrangement considers several factors, namely: first, environmental-ecological factors related to environmental emission levels, air temperature and humidity [5],[6],[7]. Second, the physical environment of Green Open Spaces has a setting factor which includes all the hardscape element forming attributes and softscape elements. Third, the human activity factor, which uses the physical environment setting as a container to perform various activities. The advantage of this study lies in the process technology, which is in the process of arrangement of Green Open Spaces in the field of architectural science (with a qualitative method approach based on the designer's intuitive concept), so in this study the approach is precisely on the quantitative study, with statistical measurement, the results are processed through Graphics and tabulation systems and utilizing City CAD software in simulation and Green Open Space’s exploration in downtown Malang.
Karakter Dan Pola Tata Ruang Kawasan Sekitar Kampus Universitas Brawijaya Subhan Ramdlani; Ali Soekirno; Novi Sunu Sri Giriwati
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.156 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.8

Abstract

The Surrounding of UB campus are an area affected directly or indirectly by the development of UB. The developments of the campus will be more or less influence to the spatial development of this area. Conversely, the dynamics that occur in this area will be an important input in the development of the upcoming campus. From this point, the purpose of this study was to identify the characteristics and spatial surrounding area of UB campus as patterns of land use that fit by the character. By studying and understanding the existing conditions, the results are expected to be used as one of the "database" or even "input" in determining the direction of development of the UB campus. That will create a harmonious environment and mutual support between the UB campus and the surrounding. To achieve these objectives, this study used a qualitative descriptive method. Observations and studies carried out on spot-spot patterns of land use in the area surrounding the campus, a block of residential, open space, other infrastructure spread over several areas around campus UB (UB). Thus, gain characteristics (structure, shape and space) and the spatial pattern of the area of study materials to explain the link with the development of the UB campus layout.Keywords: character, layout, campus.
Peran Lansekap Dalam Kinerja Infrastruktur Perkotaan Studi kasus: Surabaya dan Malang, Indonesia Subhan Ramdlani; Lisa Dwi Wulandari; M. Satya Adhitama; Turningtyas Turningtyas
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.242 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.10

Abstract

Transportation has been recognized as one of the indicators instrumental in the development of the city. However, the development of transport seems to have the impact on the environment in the spatial and temporal large of coverage (Rini , 2005) . The impact of high transport movements will contribute to vehicle air pollution, thermal energy (temperature) and noise (Soedomo, 1999). In Indonesia, stations, airports, public transport infrastructure and other terminals, has a noise level of up to 70 dB (SK.MLH 24/11, 1996). Landscape Infrastructure is one of the strategies new urban designs to extend the performance parameters of a landscape that is designed for high-performance multi - system function, including those originally thought to be derived from the traditional system infrastructure. Thinking in terms of Landscape Infrastructure adds several advantages to traditional infrastructure : the beauty of the city and re-vegetation/forestation, water and energy conservation; restoration of natural systems, storm water management, agriculture, energy, expansion of wildlife habitat; favoured the use of pedestrians , and expanded parks and open space areas built ignored by the existing urban infrastructure (Aquino, 2011) . This paper will discuss and how to optimize the design of the infrastructure landscape for urban transport infrastructure to minimize air pollution, noise and energy conservation, in terms of transport infrastructure in Malang and Surabaya, Indonesia
Persepsi Kenyamanan Spasial Jalur Pejalan Kaki Jalan Ade Irma Suryani Malang Kadek Bagas Setia Pratama; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ade Irma Suryani merupakan koridor jalan yang terletak di dalam Kawasan Pasar Besar yang memiliki berbagai macam aktivitas di dalamnya. Pembangunan ruang aktivitas ekonomi yang tidak terkontrol secara tidak langsung dapat mempengaruhi kenyamanan bagi pengguna jalan, khususnya pengguna jalur pejalan kaki. Jalur pejalan kaki merupakan salah satu fungsi ruang kota Malang yang perlu penataan ulang untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya. Terkait kenyamanan spasial, penilaian kenyamanan didapatkan dari persepsi masyarakat terhadap jalur pejalan kaki, selanjutnya hasil dari penilaian tersebut diperhatikan hubungannya dengan karakter fisik kondisi eksisting pada area studi. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan metode kualitatif yang dilakukan dengan penilaian kondisi eksisting. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa empat variabel kenyamanan masuk ke dalam kategori rendah dan satu variabel kenyamanan masuk ke dalam kategori kenyamanan sedang.
Persepsi Msyarakat Terhadap Keamanan Aloon-Aloon Kota Madiun Salma Yusra Nandia; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman selain menjadi wadah bagi aktivitas rekreasi dan relaksasi masyarakat, juga berperan untuk memastikan keamanan dan keselamatan publik (Frey, 1999). Keterlibatan masyarakat dengan memberikan umpan balik mengenai aloon-aloon Kota Madiun digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna, khususnya persepsi terhadap keamanan taman. Kejahatan pada taman publik sesungguhnya dapat diantisipasi melalui desain lingkungan dengan pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keamanan aloon-aloon Kota Madiun. Penelitian dilakukan menggunakan metode campuran kualitatif-kuantitatif. Kuesioner berisi pertanyaan multiple rating scale digunakan untuk mengukur persepsi pengunjung terhadap implementasi komponen CPTED. Wawancara tak terstruktur digunakan untuk mendalami persepsi pengunjung. Komponen yang dinilai meliputi: pencahayaan, garis pandang, kontrol akses, rambu dan informasi, dan pemeliharaan dan pengelolaan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan mean score. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria responden yaitu minimal berusia 17 tahun. Berdasarkan hasil analisis, implementasi komponen CPTED telah diupayakan terlibat dalam pengembangan taman aloon-aloon. Namun pelaksanaannya belum sepenuhnya berhasil. Perlu adanya penyesuaian pada komponen-komponen CPTED di aloon-aloon.
Persepsi Pengguna Terhadap Kualitas Ruang Publik Taman Singha Merjosari Gesvi Rizkitachika Praramadhanti; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota dengan kepadatan penduduk dan segala aktifitasnya yang beragam dapat menyebabkan kelelahan mental dan memburuknya kualitas lingkungan hidup perkotaan yang berakibat pada menurunnya produktivitas masyarakat perkotaan.Citra dan kualitas hidup kota seringkali diasosiasikan dengan ruang publik terbuka, yang berperan merelaksasi tekanan pola kehidupan dan membantu mengurangi kelelahan mental dan perilaku agresif manusia (Praliya, 2019). Taman kota dengan kualitas baik menjadi salah satu ruang publik terbuka yang menarik dikunjungi masyarakat kota yang heterogen, termasuk penyandang disabilitas. Metode purposive digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas Taman Singha Merjosari yang pernah dianugerahi taman dengan desain terbaik se-Indonesia pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel pengguna taman. Sari dan Wicaksono (2020) mengevaluasi tingkat kenyamanan dan pengukuran iklim mikro berupa suhu dan kelembaban udara Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu. Penelitian ini berbeda karena didasarkan persepsi pengguna terhadap ketiga aspek pembentuk kualitas ruang publik yang dikembangkan oleh Carr (1992), yaitu kebutuhan, hak dan makna terhadap fasilitas dan elemen taman. Hasilnya menyimpulkan kualitas Taman Singha Merjosari dinilai cukup baik. Hal tersebut mencerminkan beberapa fasilitas dan elemen taman memerlukan perbaikan, seperti jalur pedestrian, fasilitas kebugaran, wahana permainan anak, dan area parkir.
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KUALITAS TAMAN SINGHA MERJOSARI BERDASARKAN VARIABEL PEMBENTUK KUALITAS RUANG PUBLIK Praramadhanti, Gesvi Rizkitachika; Ramdlani, Subhan
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Idealog Vol 7 No 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v7i1.4745

Abstract

A city with population density and all its various activities can cause mental fatigue and the deterioration of the quality of the urban living environment which results in a decrease in the productivity of urban communities. The image and quality of life of the city are often associated with open public spaces, which play a role in relaxing the pressures of life patterns and helping to reduce mental fatigue and aggresive human behavior (Praliya, 2019). City parks with good quality become one of the open public spaces that attract heterogenous urban communities, including people with disabilities. The purposive method was used in the selection of this research location. The purpose of this study was to analyze the quality of Taman Singha Merjosari which was awarded the best designed park in Indonesia in 2013. This type of research is a quantitative descriptive analysis with a sample of park users. Sari and Wicaksono (2020) evaluated the level of comfort and measurements of the microclimate in the form of temperature and humidity at Merjosari Park and Mojolangu Park. This study is different, it is based on user perceptions of the three aspects that make up the quality of public space developed by Carr (1992), namely aspect of needs, rights and meaning. The results of this study conclude that the quality of Taman Singha Merjosari is considered quite good. This reflect that several park facilities and elements need improvement, such as pedestrians, fitness equipment, children's playgrounds, and parking areas. Keywords : City, City Park, Public Space,Perception
Pengaruh Kualitas Livable Street terhadap Tingkat Ketertarikan Pengguna Koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nur'izzah, Nadhilah; Ramdlani, Subhan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Malang yang dulunya dikenal dengan nama Kayutangan merupakan koridor komersial yang penggunaan lahannya didominasi dengan peruntukan perdagangan dan jasa. Pada tahun 2019, Kayutangan ditetapkan menjadi ibukota heritage Kota Malang oleh walikota Malang saat itu. Kemudian pada tahun 2020 dilakukan penataan ulang di koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat berupa pelebaran jalur pedestrian dan penambahan perabot jalan. Hal ini menyebabkan munculnya banyak aktivitas baru di koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat Malang yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas livable street pada koridor jalan tersebut terhadap tingkat ketertarikan nya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada seratus responden yang dipilih secara kebetulan saat bertemu di lokasi. Kualitas livable street dan tingkat ketertarikan pengguna pada koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat berada dalam kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas livable street berpengaruh pada tingkat ketertarikan pengguna, yaitu koridor sebagai ruang sosial, memudahkan pengguna, aktivitas koridor, dan identitas koridor memiliki pengaruh yang searah.
Eksplorasi Desain Pasar Cicadas dengan Pendekatan Place Identity di Kota Bandung Gualdi, Reynaldo; Ramdlani, Subhan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung adalah penyumbang terbesar jumlah pasar rakyat yang ada di Jawa Barat tahun 2021 dengan jumlah pasar sejumlah 195 buah. Pasar dengan bangunan permanen mencapai 52 persen dan bangunan semi permanen dan tanpa bangunan mencapai 48 persen yang salah satunya Pasar Kelas 1 yaitu Pasar Cicadas. Berdiri pada tahun 1983 dan masih beroperasi hingga pasar ini mengalami ketidaksesuaian dengan standar dan kapasitasnya sehingga dilakukan proses relokasi pada tahun 2006 ke Bandung Trade Mall. Namun ketidaksesuaian dengan lokasi, standar, dan pasar ini lebih dikenali sebagai Pasar BTM hingga tahun 2008 pedagang dan pembeli kembali ke Pasar Cicadas Lama dan memenuhi koridor Jalan Cikutra, menciptakan masalah baru. Dari hal tersebut, maka dibutuhkan eksplorasi Pasar Cicadas dengan pendekatan Place identity untuk memaksimalkan fungsi pada Pasar Cicadas dengan mempertahankan identitas dari Pasar Cicadas itu sendiri dan memperkuat identitasnya disertai penyesuaian dengan aspek yang ada. Perancangan dilakukan dengan pendekatan metodologis rasionalisme. Proses desain dimulai dengan mengindetifikasi dan menganilis objek preseden, tinjauan identitas Pasar Cicadas Lama, kultur masyarakat, pemrograman tapak dan ruang yang akan menciptakan sebuah konsep desain yang bertujuan untuk menyelesaikan mengembalikan minat masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional khususnya Pasar Cicadas, meningkatkan ekonomi daerah Kota Bandung, sekaligus menjadi potensi pariwisata bagi pengunjung yang datang ke Kota Bandung. Kata kunci: Pasar Cicadas, Place identity, Kota Bandung Bandung City is the largest contributor to the number of people's markets in West Java in 2021 with a total of 195 markets. Markets with permanent buildings reached 52 percent and semi-permanent buildings and without buildings reached 48 percent, one of which is Class 1 Market, namely Cicadas Market. It was founded in 1983 and was still operating until this market experienced a mismatch with its standards and capacity, so a relocation process was carried out in 2006 to Bandung Trade Mall. However, this mismatch with location, standards and market was better known as Pasar BTM until in 2008 traders and buyers returned to Pasar Cicadas Lama and filled the Jalan Cikutra corridor, creating new problems. From this, it is necessary to explore the Cicadas Market using a Place identity approach to maximize the function of the Cicadas Market by maintaining the identity of the Cicadas Market itself and strengthening its identity along with adjustments to existing aspects. The design was carried out using a rationalist methodological approach. The design process begins with identifying and analyzing precedent objects, reviewing the identity of Old Cicadas Market, community culture, site and space programming which will create a design concept that aims to restore people's interest in shopping at traditional markets, especially Cicadas Market, improving the regional economy of Bandung City. , as well as being a tourism potential for visitors who come to the city of Bandung. Keywords: Cicadas Market, Place identity, Bandung City
Co-Authors Adisty Yoeliandri Putri Adrian Thesza Permana Agung Murti Nugroho Ahmad Alan Cesar Ainy Muyassaroh Alam Labda Pratangga Alfa Septy Kristyarini Ali Soekirno Ali Soekirno Ali Soekirno Anggi Delizvi Anggraeni Anindya Rizki Rahmania Anita Galuh Yuniar Kusumastuti Arini Anggreini Ariza Rufaidah Ary Dedy Putranto Ayu Dyah Permatasari Bagyo Yanuwiadi Balqis, Devina Bambang Supriyono Bambang Yatnawijaya Bambang Yatnawijaya S. Brian Basundara Tjokrowijanto Chairil Budiarto Amiuza Christian Egeune Hargianto Damayanti Asikin Damayanti Asikin Debri Haryndia Putri Dessy Anggraini Devi Ariani Putri Dimas Perdana Hadi Wijaya Dimas Septian Permana Dwi Murtining Etty Edi Hari Purwono Fatichatul Izzah Dwi Lestari Fatma Zahrotun Nisa' Faudina Faradilla Nanda Firman Akbar Fitri Miftahus Syafaah Fitriana, Dhanar Dwi Gesvi Rizkitachika Praramadhanti Gualdi, Reynaldo Harsuko Riniwati Herry Santosa Heru Sufianto Ibnu Widodo Indah Ciptaning Widi Indyah Martiningrum Jenny Ernawati Kadek Bagas Setia Pratama Knasatra Saraswati Lisa Dwi W Lisa Dwi Wulandari Lisa Dwi Wulandari M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Mangku Purnomo Mey Puspita Sari Moch. Solichudin Mochammad Najib Mochammad Najib Muhammad Rizal Fahim Muhammad Satya Adhitama Nehemia Yosefin Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur'izzah, Nadhilah Nurachmad Sujudwijono Praramadhanti, Gesvi Rizkitachika Priska Annastasya A.K. Wardhani Rendy Utama Reza Prasetyo Tinumbia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Robbani, Ananda Yusron Runi Asmaranto Salma Safira Putri Salma Yusra Nandia Salman Al Farisi Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas Sofyan Surya Atmaja Sonia Pristika Widodo Sugiarto Syuaibah, Aulia Rachmah Thahta Firmanila Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Valent Poetra Arroyan Winda Ratnasari Wisnu Hanggara Yuzril Ihzha Mahendra Zaqiyul Fuad Zati Ulwa Lina Fadia Zhafira, Hana Anisah