Heru Sufianto
Department Of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Brawijaya

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Galeri Kerajinan Kayu di Kota Batu melalui Penerapan Pencahayaan Alami pada Bukaan Dinding dan Atap Puspita Ardi Nugroho; Heru Sufianto; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.472 KB)

Abstract

Pencahayaan alami memiliki indeks kesesuaian warna (Colour Rendering Index) lebih tinggi daripada pencahayaan buatan sehingga dapat menampilkan warna benda pamer di dalam galeri lebih jelas. Arah datangnya cahaya alami dapat menciptakan ekspresi yang berbeda pada tampilan benda pamer di dalam galeri, yaitu pencahayaan dari atas, pencahayaan dari samping, pencahayaan dari depan, pencahayaan dari belakang, pencahayaan dari bawah dan, kombinasi (gabungan) beberapa strategi pencahayaan. Tujuan pemanfaatan cahaya alami di dalam galeri memanfaatkan arah datangnya cahaya matahari sesuai kebutuhan fungsi pencahayaan benda pamer. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode pendekatan kualitatif deksriptif dengan menganalisis kebutuhan arah pencahayaan benda pamer untuk menentukan strategi pemanfaatan cahaya alami berupa perancangan bukaan pada elemen pembentuk ruang yaitu, dinding (Top Lighting) dan atap (Side Lighting). Produk akhir perancangan adalah rancangan galeri dengan penerapan cahaya alami melalui bukaan dinding dan atap untuk mencukupi kebutuhan arah pencahayaan pada benda pamer.Kata Kunci: Galeri, Pencahayaan Alami, Top Lighting, Side Lighting
Optimalisasi Penghawaan Alami Pada Bangunan Pendidikan Berlantai Banyak (Studi Kasus : Gedung F FEB UB) Dwiantosa Ahmad Fathony; Heru Sufianto; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.077 KB)

Abstract

Pemanasan global diantaranya disebabkan oleh penggunaan sumber daya energi yang sangat besar, didapatkan dari eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang banyak terserap oleh bangunan gedung, khususnya bangunan gedung berlantai banyak. Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya(UB) adalah salah satu gedung berlantai 7 (tujuh) yang berada di lingkungan UB. Gedung tersebut menjadi objek kajian tentang penghawaan alami guna mengurangi penggunaan energi listrik pada gedung tersebut. Melalui kajian atau penelitian ini akan dilakukan pendataan dan pengukuran sistem penghawaan alami (kecepatan angin, kelembapan udara dan temperatur ruangan) pada kondisi eksisting serta melakukan simulasi pergerakan udara dan kondisi termal dalam bangunan dengan menggunakan aplikasi software Vasari dan Ecotect untuk mengetahui apakah sistem penghawaan alami yang ada saat ini memenuhi syarat atau tidak, terhadap persyaratan Standart Nasional Indonesia (SNI) sebagai standart tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung berlantai banyak. Kemudian dilakukan analisa tentang kebutuhan dimensi bukaan ventilasi sebagai bahan rekomendasi agar sistem penghawaan alami dapat diterapkan atau dimanfaatkan pada gedung F FEB UB dan memenuhi syarat SNI. Sehingga dapat memberikan solusi alternatif untuk penghematan penggunaan energi listrik dalam gedung F FEB UB. Kata kunci: Pemanasan global, Penghawaan alami, Penghematan energi
Perancangan Rumah Susun dengan Aspek Bioklimatik di Kota Malang Mohdar Rizqoh Alhamid; Beta Suryokusumo; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.993 KB)

Abstract

Beberapa kota di Indonesia mengalami laju pertumbuhan secara signifikan, salah satunya Kota Malang. Kebutuhan hunian yang meningkat berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan yang ada ditambah dengan kemampuan ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah. Seiring dengan hal tersebut padatnya bangunan yang ada di Kota Malang menyebabkan ketidakseimbangan iklim Kota Malang dikarenakan banyaknya bangunan yang belum selaras dengan lingkungannya. Pembangunan rumah susun sebagai jawaban atas kurangnya lahan hunian dapat menerapkan konsep bioklimatik yang menyesuaikan dengan iklim setempat Kota Malang. Dalam proses desain digunakan simulasi untuk mengetahui tingkat keefektifitasan hasil desain rumah susun terhadap iklim setempat sehingga dihasilkan bangunan rumah susun yang baru yang berkonsep bioklimatik yaitu tanggap terhadap iklim sekitar bangunan.Kata kunci: rumah susun, arsitektur hijau, bioklimatik
Perancangan Balai Budaya Bali Dengan Pendekatan Eco-cultural Fariz Hadyan Widiarso; Heru Sufianto; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.234 KB)

Abstract

Pulau Bali menjadi trendsetter pariwisata di Indonesia memiliki peningkatan data jumlah wisatawan tiap tahun yang mendorong sektor pembangunan fasilitas penunjang pariwisata. Namun, keberagaman budaya wisatawan mancanegara menimbulkan pergeseran nilai – nilai budaya asli Bali. Berdasarkan permasalahan diatas diperlukan suatu fasilitas pariwisata yaitu Balai Budaya untuk mewadahi kegiatan budaya yang bertujuan melestarikan budaya Bali dan merespon iklim lingkungan sekitar melalui pendekatan eco-cultural. Metode perancangan yang digunakan ialah programatik dan pragmatik. Pengumpulan data berupa survey kondisi eksisting tapak dan survey instansi terkait secara kualitatif. Sedangkan pengolahan data pada analisis dan sintesis dilakukan dengan metode metafora, pragmatik dan tipologi yang sesuai dengan tiap parameter desain eco-cultural. Hasil yang diperoleh berupa implementasi 5 kriteria desain eco-cultural diantaranya, image of space berupa penataan massa bangunan yang sesuai dengan konteks lingkungan & budaya sekitar, lalu source of enviromental knowledge berupa respon desain bangunan terhadap iklim setempat. Building image berupa penataan tampilan bangunan, technology berupa penerapan teknologi dan konstruksi lokal, dan idealized concept of place yaitu pembentukan koneksi bangunan dengan konteks lingkungan sekitar. Dengan demikian tujuan dari perancangan ini yaitu proses penanaman nilai – nilai budaya tercapai melalui integrasi antar kriteria desain eco-cultural.Kata kunci: Balai Budaya, Budaya Bali, Eco-cultural
Keselamatan Kebakaran Pada Gedung Asrama Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto Muhammad Yova Yanuar; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan kebakaran merupakan  fokus penting yang harus diperhatikan dalam sebuah bangunan namun sering kali terlewatkan. Terutama pada gedung Asrama Pondok Pesantren yaitu bangunan sederhana yang memiliki fungsi cukup kompleks dengan jumlah penghuni yang banyak. Pada kasus ini objek penelitian gedung Asrama Pondok Pesantren Amanatu Ummah yang pernah mengalami kebakaran pada tahun 2014. Untuk mencegah terulangnya peristiwa kebakaran, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keselamatan kebakaran dengan mendeskripsikan kondisi eksisting dan mengevaluasi dengan metode kuantitatif. Didapat hasil nilai keandalan keselamatan bangunan yang kurang andal, sehingga dapat direkomendasikan desain arsitektural untuk meningkatkan keselamatan gedung terhadap bahaya kebakaran pada komponen yang belum sesuai standar.  
Tata Ruang Pasar Tradisional terhadap Kerentana Kebakaran Studi Kasus Pasar Tekstil Klewer Setya Jelita Dwi Kurnia Rahmadani; Heru Sufianto; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.977 KB)

Abstract

Data Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) mencatat kejadian kebakaran di Indonesia sebanyak 50 kali pada pasar tradisional besar, dan 90 kejadian pada pasar kecil pada triwulan pertama tahun 2015. Kebakaran tersebut mencerminkan adanya kelemahan pada sistim keselamatan dan keamanan bangunan. Keputusan Menteri PU No.10/KPTS/2000 yang kemudian diperbarui No. 26/PRT/M/2008, menyebutkan bahwa pengamanan pada bahaya kebakaran bangunan harus dimulai sejak proses perencanaan hingga penggunaan gedung, meliputi; kelayakan sarana penyelamatan, ketersediaan proteksi aktif maupun pasif hingga adanya sistim pengawasan dan managemen kebakarannya. Sebagai salah satu pusat grosir tekstil di Indonesia, Pasar Klewer dapat dikategorikan sebagai bangunan yang mudah terbakar kelas A. Terbukti, pasar tersebut telah habis terbakar pada akhir tahun 2014. Studi ini bermaksud menelaah tata ruang ideal pada bangunan pasar tradisional. Dengan mengambil studi kasus pasar Klewer, artikel ini diharapkan menemukan konsep tata ruang pasar yang sesuai dari aspek kerentanan keselamatan kebakaran yang akan diterapkan pada Pasar Klewer.Kata Kunci : Tata Ruang Pasar, Sistim Proteksi Kebakaran Bangunan
Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan pada Fasilitas Pelelangan Ikan di PPN Pondokdadap Sendangbiru Agus Sulistio; Heru Sufianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas pelelangan ikan di pelabuhan perikanan Sendangbiru berada di KecamatanSumbermajing Wetan Kabupaten Malang yang berhadapan langsung dengan SamuderaHindia. Potensi perikanan di perairan ini belum termanfaatkan secara optimal. Denganadanya potensi tersebut, pemerintah meningkatkan status pelabuhan perikananSendangbiru dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara.Aktivitas di pelabuhan perikanan berdampak pada lingkungan pelabuhan, berupapencemaran udara, air, konsumsi energi dan kenyamanan beraktivitas di dalamnya,sehingga dibutuhkan konsep arsitektur ramah lingkungan dalam perancangan pelabuhanperikanan khususnya fasilitas pelelangan ikan. Konsep arsitektur ramah lingkungan yangada di Indonesia telah dikembangkan oleh Lembaga Green Building Council Indonesia(GBCI). Oleh karena itu, perancangan fasilitas pelelangan ikan di pelabuhan perikanannusantara Sendangbiru didasarkan pada kriteria green building dari GBCI. Penerapankriteria green building dari GBCI meliputi aspek tata guna lahan, efisiensi dan konservasienergi, konservasi air, sumber siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dalam,dan manajemen lingkungan bangunan. Hasil rancangan fasilitas pelelangan ikan dengankonsep arsitektur ramah lingkungan telah memenuhi kriteria GBCI setidaknya 43 poindari 77 poin untuk capaian peringkat bronze.Kata Kunci: Tempat pelelangan ikan, arsitektur ramah lingkungan, GBCI
Redesain Rusunawa Mahasiswa pada Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan Pendekatan Kenyamanan Termal Sella Ayu Darohma; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.968 KB)

Abstract

Rusunawa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo merupakan universitas berbasis agama Islam yang memiliki berbagai macam perminatan jurusan. Sebagai universitas yang terfavorit, universitas dituntut untuk menyediakan fasilitas hunian berupa rusunawa. Rusunawa dituntut untuk mempunyai tingkat kenyamanan yang tinggi ditinjau dari fungsinya sebagai tempat hunian. Permasalahan utama pada rusunawa yaitu orientasi bangunan dan bukaan menghadap ke Timur dan Barat yang berdampak pada kenyamanan termal yang dirasakan oleh penghuninya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal penghuni rusunawa serta untuk mengetahui rekomendasi desain bangunan yang dapat meningkatkan kenyamanan termal penghuninya. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan pengukuran langsung temperatur, kelembaban, dan kecepatan udara pada sampel kamar yang terpilih. Pembagian kuesioner dilakukan untuk mengetahui sensasi termal, tingkat kepuasan, aktivitas, pakaian yang digunakan, dan perlakuan terhadap buka tutup jendela serta pembayangan internal. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kenyamanan termal mahasiswa belum tercapai. Rekomendasi desain yang diberikan yaitu memperluas bukaan 3m2 serta ventilasi 1,3 m2. Kemudian mengganti pembayang eksternal dengan sudut 45⁰ sepanjang 0,9 m. Rekomendasi desain bangunan dibandingkan dengan kondisi bangunan eksisting melalui simulasi digital, hasil rekomendasi dapat menurunkan temperatur udara 0,02⁰C hingga 0,8⁰C. Rekomendasi pada area luar bangunan berupa penambahan area penghijauan serta penggantian paving menjadi grass block.Kata Kunci: Rusunawa Mahasiswa, Desain Pasif, Kenyamanan Termal
Perancangan Wisma Atlet di Kota Malang dengan Penerapan Sistem Ventilasi Alami Riyan Firdaus Putra Anugra; Heru Sufianto; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.316 KB)

Abstract

Kenyamanan termal ruang wisma atlet diperlukan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh atlet. Beberapa cara untuk tetap menjaga kualitas udara ruang bisa dengan menggunakan sistem penghawaan buatan maupun alami. Potensi aliran udara pada tapak rancangan sangat berlimpah, oleh karena itu sistem pengkondisian ruang melalui ventilasi menjadi solusi yang diajukan untuk pemecahan permasalahan pengkondisian udara wisma atlet. Rancangan tata ruang bangunan, bentuk bangunan, tata vegetasi juga digunakan sebagai pendekatan pemecahan masalah. Software ansys dipilih untuk digunakan untuk memvalidasi usulan desain wisma atlet. Penerapan pola sirkulasi single loaded corridor, massa bangunan bersudut 45º terhadap arah datangnya angin, penataan pola vegetasi dan jenis vegetasi pengarah angin serta penggunaan tipe jendela vertikal pivot mampu meratakan aliran udara ruangan dan mengkondisikan kecepatan aliran sehingga tercapai kenyamanan termal ruang.Kata kunci: Wisma atlet, ventilasi alami, kenyamanan termal
Evaluasi Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas Pondok Pesantren Daar el-Huda di Kabupaten Tangerang Azka Noor; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.134 KB)

Abstract

Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu secara formal dimana terdapat guru dan murid yang menggunakan ruang kelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara nyaman adalah kebutuhan setiap siswa dan guru di kelas agar konsentrasi belajar terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alami diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas. Tujuan penelitian ini, untuk mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas berdasarkan bukaan yang terdapat pada ruang kelas kemudian didapatkan bagaimana kondisi termal ruang kelas dan cara meningkatkan kenyamanan termal pada ruang kelas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pengukuran temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, ukuran bukaan jendela, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Didapatkan rekomendasi untuk aspek bukaan jendela. Hasil dari kuesioner menunjukkan, responden masih merasa nyaman pada temperatur udara yang dapat dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi, responden juga menginginkan temperatur udara didalam ruang kelas agar lebih sedikit dingin. Rekomendasi bukaan jendela yang dihasilkan adalah menggunakan jendela putar horizontal untuk ruang kelas yang berada di lantai 1 dan lantai 2. Untuk lantai 2 juga menggunakan penambahan ukuran jendela aktif dan menggunakan shading. Kata kunci: kenyamanan termal, ruang kelas, bukaan jendela