Heru Sufianto
Department Of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Brawijaya

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kids Safety Park, Batu Penerapan Konsep Keselamatan pada Pengguna Taman Bermain Anak Gabriella Rosita Darmawan; Heru Sufianto; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.301 KB)

Abstract

Kecelakaan yang terjadi di masa kanak-kanak dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental di kehidupan selanjutnya. Kecelakaan tersebut biasanya dialami saat anak-anak sedang bermain. Perkembangan otak, fisik dan mental manusia yang paling pesat terjadi di usia 6-12 tahun yang dikatergorikan sebagai usia anak-anak. Pada usia tersebut, anak-anak akan sangat aktif bergerak, namun kewaspadaan akan terjadinya kecelakaan masih kecil. Oleh karena itu, dibutuhkan peralatan dan fasilitas yang mampu mewadahi aktifitas bermain anak dan tetap mengutamakan keselamatan. Untuk mengurangi resiko kecelakaan secara maksimal, perancangan terhadap suatu area permainan dengan faktor keselamatan diperlukan agar anak-anak selamat saat bermain. Melalui tersedianya fasilitas bermain, diharapkan mampu memenuhi kualitas keselamatan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.Kata kunci: Anak-anak, pengguna, keselamatan, taman bermain, Kota Batu
Pengaruh Desain Arsitektur terhadap Kondisi Termal pada PPST Mojokerto Rizki Ulafa Urosyidin; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.446 KB)

Abstract

Beberapa faktor termal berdampak pada kelangsungan operasional PPST Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain arsitektur terhadap kondisi termal dan mengetahui desain yang efektif untuk bangunan agar nyaman. Suhu awal (t0) kondisi eksisting menunjukkan 32,33°C, dan 28° C (simulasi) besarnya deviasi 13.3 %, setelah mengalami perubahan desain suhu berubah (t1) 27,7°C. Penurunan yakni sebesar 1,07 %. Perubahan di imbangi dengan penurunan intensitas cahaya matahari sebesar 17,4%, dan perubahan pemerataan angin dalam bangunan dan tapak. Hasil tersebut adalah dampak dari merubah orientasi bangunan menjadi azzimuth 0°, konfigurasi massa berbentuk menyebar, penambahan bukaan udara inlet dan outlet, pergantian material bangunan, serta penambahan vegetasi disekitar tapak. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dimana melihat perubahan-perubahan angka variabel terikat yang dibantu dengan alat validasi. Metode pengukuran yaitu mengukur area dalam dan area luar tapak pada tanggal 1 Oktober 2016 pukul 11.30 WIB menggunakan stratified random sampling.Kata kunci: arsitektur, PPST, termal, penurunan
Bangunan Industri Pengolahan Kakao di Blitar dengan Konsep Arsitektur Ekologi maemunah zahrah; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia  adalah  negara  produsen kakao  terbesar  ke-tiga di dunia, salah satunya  Kabupaten Blitar sebagai produsen kakao di regional Jawa. Kakao dari Blitar memiliki potensi yaitu mampu  memenuhi pasar regional, nasional maupun ekspor.  Salah satu tempat pengolahan kakao di  awa Timur  adalah Kampung  Coklat.  Selain  tempat  pengolahan,  Kampung  Coklat  juga  memiliki  konsep  sebagai  wisata edukasi  dengan  pengenalan  proses  pengolahan  coklat.  Melihat  data  produktivitas  kakao  dan permintaan  pasar,  maka  dapat  disimpulkan  kualitas  biji  kakao  dari  Blitar  memiliki  potensi  dan mampu  bersaing.  Namun  perkembangan  produktivitas  biji  kakao  tidak  diimbangi  dengan  adanya bangunan  industri  pengolahan  sampai  tingkat  akhir  (produk  olahan  coklat).  Menurut  Kementrian Perindustrian,  Kampung  Coklat  menjadi  salah  satu  dari  sepuluh  calon  Technopark  Coklat  yang berpotensi  mendirikan  bangunan  industri  pengolahan  kakao.  Kebutuhan  akan  pengembangan produk  maupun  bangunan  industri  pun  dibutuhkan.  Seiring  dengan  pengembangan  produk  dan bangunan industri  tidak menutup kemungkinan akan meningkatnya kebutuhan  energi,  sumber dayamaupun  dampak  lingkungan.  Menurut  Kementrian  Lingkungan  Hidup  di  Indonesia  telah  terjadi penurunan kualitas lingkungan, dan bangunan adalah penghasil emisi karbondioksida, yang menjadi salah satu penyebab pemanasan global. Maka dari itu, perancangan menggunakan konsep arsitektur ekologi  diharapkan  dapat  mengurangi  dampak  lingkungan  yang  mungkin  ditimbulkan  untuk menjaga kualitas lingkungan dan keberlangsungan proses produksi.
Strategi Mitigasi Jalur Evakuasi Kebakaran Permukiman Padat pada Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang Shofa Dhia Fadhilah; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Warna-Warni Jodipan merupakan sederetan bangunan rumah warga yang merupakan permukiman kumuh padat penduduk yang dikembangkan menjadi Kampung Wisata. Intensitas bangunan yang padat dengan akses koridor yang sempit mampu menghambat pengguna kawasan untuk keluar dari lingkungan permukiman dengan cepat. Keselamatan pengguna kawasan dari bahaya kebakaran menjadi poin penting terhadap lokasi kawasan yang merupakan permukiman padat penduduk. Dalam proses evakuasi, aktivitas dan kecepatan evakuasi pengguna kawasan mampu menjadi tolak ukur strategi mitigasi bahaya kebakaran pada lokasi studi. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisa data yang terkumpul pada lokasi kawasan, yang kemudian diinput dan diolah melalui program simulasi pathfinder. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah keseluruhan pengguna kawasan mampu menuju ke area aman bencana dan melakukan evakuasi dengan selamat saat terjadi kebakaran.
ARSITEKTUR TANGGAP IKLIM PADA KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN KOTA MALANG (STUDI KASUS: RUANG BERSAMA KAMPUNG JODIPAN) Asri Dewayani; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Jodipan telah menjadi tempat wisata di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan nuansa ruma tinggal yang berubah menjadi warna-warni telah menarik minat banyak orang untuk mengunjungi kampung ini. Di Jodipan, selain pemukiman, ada beberapa area terbuka yang digunakan pengunjung sebagai tempat istirahat sambil menikmati panorama sekitar. Dari lapangan ditemukan bahwa sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di rest area sebelum melanjutkan berkeliling kampung. Sementara itu, area ini ditemukan dirancang dengan buruk. Penelitian ini mencari beberapa elemen arsitektur yang dapat meningkatkan kenyamanan termal pengunjung. Ruang terbuka utama di Jodipan dijadikan sebagai objek penelitian.
Rumah Susun Sederhana dengan Penerapan Konsep Bioklimatik di Kecamatan Sukun Malang Dimas Septian Permana; Heru Sufianto; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.376 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya, yang memilikipenduduk cukup besar dengan lahan permukiman yang terbatas. Rumah susunmerupakan salah satu alternatif solusi pembangunan rumah tinggal dengan lahanpermukiman terbatas. Keterbatasan lahan tersebut mengakibatkan lahan hijau menjadisasaran untuk dialih fungsikan sebagai lahan permukiman. Kurangnya lahan hijausuatu kota dapat mengakibatkan meningkatnya suhu udara serta kualitas udara yangburuk, maka dari itu diperlukan pembangunan dengan mengusung konsep arsitekturhijau. Desain Bioklimatik merupakan contoh dari arsitektur hijau yang dapatditerapkan pada bangunan rusun di daerah perkotaan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mencari kriteria-kriteria bioklimatik yang teapt dan diterapkan pada bangunanrusun agar mampu menanggapi kondisi iklim setempat. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang berupa penelitian denganpendekatan studi kasus. Hasil yang dicapai adalah bangunan mampu mengoptimalkanpencahayaan dan penghawaan alami secara merata melalui orientasi, bentukbangunan, desain bukaan, vegetasi, pemilihan material, dan efisiensi penggunaan air.Diharapkan rusun dengan konsep bioklimatik mampu merespon terhadap iklimdengan perancangan secara pasif.Kata Kunci: rumah susun, tanggap iklim, bioklimatik
Fasad Hi-Tech Mall Surabaya dengan Konsep Fasad Utari Sulistyandari; Agung Murti Nugroho; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.068 KB)

Abstract

Upaya branding kota Surabaya sebagai kota wisata dengan basis wisatawan bisnis, dilakukan oleh pemkot Surabaya dengan menciptakan slogan yaitu, “Sparkling Surabaya”. Sebagai ikon Sparkling Surabaya Hi-Tech Mall cukup tertinggal dengan ikon yang lainnya. Penampilan Hi-Tech Mall tidak representatif baik sebagai ikon Sparkling Surabaya maupun sebagai pusat perbelanjaan IT terbesar di Jawa Timur. Oleh karena itu dibutuhkan suatu rancangan desain fasad yang atraktif pada Hi-Tech Mall Surabaya. Perancangan fasad ini menghasilkan desain fasad yang menciptakan suatu daya tarik melalui beberapa elemen fasad (teknologi fasad terkini, material, pencahayaan pada fasad). Sehingga dapat mendukung fungsi bangunan dan citra kawasan secara optimal. Hasil desain merupakan perubahan desain pada fasad Hi-Tech Mall bagian barat dan timur menggunakan kolaborasi teknolgi fasad; double skin facade, pre-cast, fasad kinetik, dan teknologi LED. Keatraktifan fasad pada siang hari didukung oleh kolaborasi fasad dan bentuk fasad. Sedangkan pada malam hari keatraktifan fasad didukung oleh permainan pencahayaan pada fasad yang menggunakan teknologi LED. Material yang digunakan adalah alumunium composite panel (ACP) karena merupakan material yang sanggup mendukung kolaborasi teknologi fasad serta pencahayaan pada fasad yang diterapkan.Kata kunci: fasad bangunan, Hi-Tech Mall, fasad atraktif, bangunan komersial
Konsep Bangunan Sehat Pada Kandang Sapi Studi Kasus UPTPT dan HMT Kota Batu Pandhu Anugerah Gusti; Heru Sufianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.449 KB)

Abstract

Kebutuhan dalam mengkonsumsi susu dipengaruhi oleh jumlah produksi susu sapi, di Indonesia kebutuhan akan susu sapi sangat tinggi sehingga diperlukan langkah-langkah untuk menjaga produksi susu tetap tinggi salah satunya dengan memperhatikan kandang sapi dimana kandang sapi dapat menciptakan kondisi panas didalam kandang yang dapat membuat sapi menjadi stres, sapi perah yang tidak stres dapat menghasilkan produksi dan kualitas yang baik, hal ini berhubungan dengan kondisi kandang sapi yang sehat yang memiliki kenyamanan termal. Oleh karena itu diperlukan konsep bangunan kandang yang sehat yang dapat menciptakan kenyamanan termal, salah satunya adalah dengan bentuk atap, orientasi, jenis lantai dan material. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang kemudian dianalisis. Studi ini dilakukan untuk menemukan suhu nyaman didalam kandang sapi di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPTPT dan HMT) Kota Batu.Kata Kunci: Bangunan sehat, Kenyamanan termal, Kandang sapi
Revitalisasi Terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Sistem Sirkulasi Muhammad Salman Shofiyullah; Heru Sufianto; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.759 KB)

Abstract

menggunakan bus murah dan daya jangkaunya jauh. Maka tidak heran jika terminalbus sangat dipadati oleh masyarakat. Kepadatan tersebut memicu berbagaipermasalahan, salah satunya pada sistem sirkulasi. Hampir disetiap terminal bus diIndonesia, mempunyai permasalah di sistem sirkulasi, mulai dari tersendatnya jalurkendaraan, hingga sirkulasi silang antara kendaraan dan penumpang. Kerugian yangditimbulkan dari permasalahan tersebut beragam, dari pemborosan tenaga, waktu,biaya, bahkan nyawa. Maka, dalam sebuah desain terminal bus, hal yang pentingdiperhatikan adalah sistem sirkulasinya, kendaraan maupun penumpang. DiTangerang Selatan, pengguna bus sangat meningkat. Padatnya penduduk Tangerangyang rata rata bekerja di Jakarta, lebih cenderung memilih angkutan umum. PemkotDKI Jakarta dan Pemkot Tangerang Selatan, bekerja sama untuk merevitalisasi salahsatu terminal di Tangerang Selatan, yaitu Terminal Pondok Cabe yang sudah tidakoptimal fungsinya. Revitalisasi ini dibutuhkan akibat penggantian fungsi TerminalLebak Bulus menjadi Depo MRT Jakarta. Dalam studi ini penekanan dilakukan padaaspek sistem sirkulasi. Data kondisi eksisting tapak dikumpulkan dan diprediksikebutuhan kapasitasnya secara statistik. Sedangkan penjabaran analisa dilakukansecara deskriptif. Sistem sirkulasi menggunakan konsep elevated bridge yangdigunakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna serta menjaminkelancaran sirkulasi kendaraan di dalam terminal.Kata kunci: Revitalisasi, terminal bus, Pondok cabe, sistem sirkulasi
Evaluasi Sistem Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Pusat Perbelanjaan Malang Town Square Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada bangunan dapat menimbulkan kerugian materi dan moril, bahkan juga dapat berakibat fatal akan hilangnya nyawa manusia. Kerugian ini dikarenakan sarana evakuasi yang kurang memadai dan diadakan hanya sebagai formalitas saja. Sistem sirkulasi pada bangunan dapat mempengaruhi kelancaran dan kecepatan proses evakuasi apabila terjadi bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh pengguna bangunan pusat perbelanjaan Malang Town Square  keluar dari bangunan saat terjadi bahaya kebakaran. Jenis penilitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, untuk analisis prediksi waktu evakuasi menggunakan metode “Egress Calculation’’. Prediksi waktu evakuasi pusat perbelanjaan Malang Town Square dibagi menjadi dua tahap, yaitu prediksi waktu keluar dari lantai dan prediksi waktu keluar dari bangunan melalui tangga darurat. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa sistem sirkulasi (lebar pintu dan lebar koridor) yang melebihi batas waktu evakuasi yang disyaratkan. Solusi yang bisa diterapkan adalah penambahan lebar koridor untuk mengatasi selisish waktu yang tidak terlalu banyak, pengalihan akses keluar (relayout) untuk mengatasi selisih waktu yang cukup banyak dan jarak penghuni menuju pintu keluar yang terlalu jauh, penambahan pintu dan lebar pintu keluar untuk mengatasi selisih waktu yang banyak terutamapada lantai 4. Kata kunci : sirkulasi, waktu evakuasi, kecepatan