Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

P2P Lending: Legal Framework for Electronic Contracts Hatta, M.; Susanto, Anthon F.; Narsudin, Udin
International Journal of Latin Notary Vol. 5 No. 2 (2025): Internasional Journal of Latin Notary, March 2025
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61968/journal.v5i2.103

Abstract

This study examines Peer-to-Peer (P2P) Lending, a form of financial technology (Fintech) that directly connects lenders and borrowers through digital platforms, eliminating the traditional role of banking intermediaries. The research aims to address two key legal questions: How do electronic contracts protect the parties, and how does the electronic contract become valid and binding in P2P lending? This study employs a combination of literature review and fieldwork, utilizing secondary and primary data collected through document analysis and interviews. The data were analyzed using a juridical-qualitative method. The findings show that conventional civil law generally regulates contracts, but does not explicitly address the nature and enforcement of electronic contracts. Legal protection in digital loan agreements is established through the principles of digital governance, particularly regarding the rights, obligations, and liabilities of the parties. An electronic contract is considered valid when the essential elements of a contract are fulfilled and supported by a verifiable electronic signature, under widely accepted legal and technological standards. The study concludes that while existing contract law provides a general foundation, digital transactions require adaptive legal interpretations to ensure enforceability, accountability, and user protection in the evolving digital financial ecosystem.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Tata Rias dalam Mengurangi Pengangguran Usia Produktif di Kabupaten Enrekang Alvitriyanti, Devi; ., Suparman; ., Haerusman; ., Saidang; Hatta, M.
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17905

Abstract

Productive age unemployment is a social problem that has a direct impact on community welfare and regional economic growth. In Enrekang Regency, the increase in unemployment rates from year to year shows that the efforts to overcome it have not been optimal, especially for people who are not absorbed in the formal workforce. This study aims to examine the effectiveness of make-up training as a community empowerment strategy in reducing productive age unemployment. This study is also expected to provide alternative solutions based on non-formal education that are in accordance with local potential. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study showed that make-up training had a positive impact on improving participants' skills, building motivation for entrepreneurship, and giving rise to the initiative to open make-up services independently. Participants showed high enthusiasm in the learning process and some began to practice their skills in the community. This training has been proven to not only improve technical skills, but also shape entrepreneurial mindsets and economic independence. Therefore, skills training based on local potential such as make-up can be an effective and sustainable alternative solution in overcoming productive age unemployment in the region.
Relasi Modal Sosial dan Efektivitas Administrasi Publik dalam Era Digitalisasi Hatta, M.; ., Suparman
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.18038

Abstract

Perkembangan era digital telah mendorong perubahan besar dalam administrasi publik di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Enrekang. Namun, efektivitas pelayanan publik digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang diterapkan, melainkan juga dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial yang ada di tengah masyarakat. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bagaimana kepercayaan, jaringan sosial, dan norma kolektif berkontribusi dalam mendukung keberhasilan digitalisasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara modal sosial dan efektivitas administrasi publik di era digital, serta memberikan manfaat berupa rekomendasi strategi berbasis sosial dalam memperkuat implementasi pelayanan publik digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Kabupaten Enrekang pada Januari hingga Maret 2025. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer, berupa hasil wawancara mendalam dan observasi partisipatif, serta data sekunder dari dokumentasi laporan resmi instansi pelayanan publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta dilakukan member checking kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial yang kuat, berupa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, keterhubungan dalam jaringan komunitas, dan budaya gotong royong, secara signifikan mempercepat adopsi layanan digital. Sebaliknya, lemahnya modal sosial menyebabkan resistensi terhadap perubahan dan rendahnya efektivitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi administrasi publik sangat bergantung pada kekuatan sosial masyarakat, sehingga strategi pembangunan modal sosial perlu menjadi bagian integral dalam transformasi pelayanan publik di era digital.
Pemanfaatan Bahan Baku Limbah Untuk Pembuatan Pakan Ikan Mandiri di SMK Negeri 6 Lhokseumawe Salamah, Salamah; Mahdaliana, Mahdaliana; Hatta, M.; Rusydi, Rachmawati; Mainisa, Mainisa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha budidaya perikanan merupakan sebuah usaha pemeliharaan ikan mulai dari pembenihan, pemeliharaan, pemberian pakan sampai pemasaran ikan. Dalam usaha budidaya ikan tidak terlepas dari pakan ikan, karena pakan merupakan biaya terbesar dalam produksi mencapai 60- 70% dari biaya produksi ikan. Pakan ikan selama ini memiliki kendala salah satunya yaitu harga pakan yang tinggi yang tidak mengimbangi harga jual ikan sehingga pembudidaya merasa kewalahan dalam hal pakan ikan, apalagi pakan dengan protein tinggi sudah pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pakan dengan protein rendah. Metode pendekatan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode edukatif, partisipatif, dan persuasif. Prosedur kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas beberapa tahapan, yakni: (1) Penyuluhan tentang pakan ikan buatan berbahan baku limbah, (2) penyuluhan tentang pengenalan berbagai bahan baku limbah yang berpotensi untuk dijadikan bahan pakan, (3) penyuluhan tentang teknologi pembuatan pakan ikan, (4) pelatihan dalam tahapan pembuatan pakan ikan. Hasil yang dirasakan adalah terjadi perubahan tambahan pengetahuan dan pengalaman serta skil peserta pengabdian tentang pemanfaatan bahan baku limbah untuk pembuatan pakan ikan mandiri.
Pendekatan Inovatif dalam Manajemen Pendidikan di Sekolah Dasar: Menyatukan Prinsip Manajemen dengan Kompetensi PGSD Setiawan, Dedi; Misran, Misran; Hatta, M.; Suparman, Suparman; Munira, Munira; Iswandi, Muh; Elihami, Elihami
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 4 No 2 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i2.7643

Abstract

Pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di SD dan PGSD adalah topik yang penting dan relevan untuk dikaji dan diteliti. Topik ini berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pendidikan dasar di Indonesia, yang merupakan pondasi awal bagi perkembangan anak dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian atau kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD yang menerapkan pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di sekolah dasar dan PGSD. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian atau kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di SD dan PGSD memiliki beberapa contoh, dampak positif, dan tantangan. Penelitian atau kajian ini juga memberikan beberapa saran dan implikasi bagi sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Strategi Efektifitas Manajemen Dalam Mengoptimalkan Kinerja Pegawai Nuha, Uli; Hatta, M.; Baharuddin, Baharuddin; Busa, Yunus; Suparman, Suparman; Nasmi, St Nasra
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen adalah cara untuk mencapai sebuah proses dengan yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya (termasuk manusia, keuangan, fisik dan informasi) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengindentifikasi strategi efektivitas manajemen yang dapat digunakan unntuk mengoptimalkan kinerja pegawai. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan analisis dokumen yang telah menarapkan strategi-strategi manajemen yang efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa strategi efektifitas manajemen yang dapat meningkatkan kinerja pegawai melibatkan aspek-aspek seperti komunikasi yang jelas dan terbuka, pengembangan keterampilan dan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, pengakuan atas pencapaian, serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Selain itu, implementasi sistem reward yang adil dan transparan juga terbukti dapat memberikan motivasi ekstra bagi pegawai.
Implikasi Penerapan Teknologi Pintar dalam Meningkatkan Efisiensi Pelaporan Administrasi di Bawaslu Kabupaten Enrekang Nuha, Uli; Danindra, Fuad; Ardat, Muh. Achyar; Hatta, M.; Iswandi, Iswandi
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi berbasis Artificial Itelligence (AI) telah menjadi salah satu acuan utama dalam meningkatkan ferforma suatu organisasi dan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi kebijakan penerapan teknologi pintar dalam meningkatkan efisiensi pelaporan administrasi di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Enrekang. Metode penelitan yang digunakan adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pintar seperti otomatisasi proses robotik (RPA), kecerdasan buatan (AI), dan sistem manajemen informasi terintegrasi telah meningkatkan efisiensi proses pelaporan administrasi secara signifikan. Teknologi ini mengurangi waktu dan kesalahan dalam penyusunan laporan, meningkatkan akurasi dan keandalan data, serta memfasilitasi akses dan integrasi data secara real-time. Selain itu, penerapan teknologi pintar juga dapat menghemat tenaga dan sumber daya manusia, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memungkinkan respon yang lebih cepat dan tepat terhadap isu-isu yang muncul. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk kebutuhan akan pelatihan dan peningkatan keterampilan pegawai serta keterbatasan anggaran. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan adanya pelatihan berkelanjutan, investasi dalam teknologi, pemantauan dan evaluasi berkala, serta kebijakan insentif untuk mengoptimalkan penerapan teknologi pintar di Bawaslu Kabupaten Enrekang. Dengan demikian, teknologi pintar dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kinerja administrasi publik dan mendukung pelaksanaan pemilu yang lebih transparan dan akuntabel.