Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Mutu Beton Ready Mix Suri, Yola Andara Pratami; Noorhidana, Vera Agustriana; Helmi, Masdar; Isneini, Muhammad; Wahono, Endro Prasetyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1049

Abstract

Abstrak Batching Plant sebagai pengolah beton ready mix untuk pembangunan jalan. Dahulu terjadi penurunan mutu beton laboratorium dan lapangan. Akhirnya melatar belakangi penelitian dengan tujuan menganalisis faktor penyebab penurunan mutu seperti; standarisasi SNI material, waktu tempuh beton ke lapangan, perlakuan sampel, komposisi beton. Langkah yang digunakan ialah pengujian material, uji slump dan suhu campuran di laboratorium dan lapangan, mencatat waktu perjalanan dan tuang beton, pembuatan sampel lapangan dan laboratorium, pembuatan sampel khusus, pengujian kuat tekan beton mutu fc10 MPa dan kuat tarik lentur beton mutu Fs4,5 MPa usia 7 dan 28 hari, menggunakan Statistical Quality Control (SQC). Hasil kuat tekan dan kuat tarik lentur sampel laboratorium dan lapangan tidak konstan bahkan berada dibawah nilai (LCL). Penyebabnya pasir dengan kadar lumpur diatas 5%. Mengatasinya dengan penambahan Admixture, admixture Naptha E-121 0,9% menjadi 1,2%, Naptha RD-31 0,2% sampel balok dan Naptha E-121 0,3% menjadi 0,6%, Naptha RD-31 0,2% silinder. Kata kunci: Beton, Statistical Quality Control, Admixture  Abstract Batching Plant as a readymix concrete processor for road construction. In the past, there was a decline in the quality of laboratory and field concrete. Finally, the background for research with the aim of analyzing the factors causing quality decline such as; SNI standardization of materials, concrete travel time to the field, sample treatment, concrete composition. The steps used are material testing, slump testing and mixture temperature in the laboratory and field, recording travel and pouring times for concrete, making field and laboratory samples, making special samples, testing the compressive strength of FC'10 MPa quality concrete and the flexural tensile strength of Fs quality concrete. '4.5 MPa aged 7 and 28 days, using Statistical Quality Control (SQC). The results of the compressive strength and flexural tensile strength of laboratory and field samples are not constant and are even below the (LCL) value. The cause is sand with a mud content above 5%. Overcome this by adding admixture, admixture Naptha E-121 0.9% to 1.2%, Naptha RD-31 0.2% for beam samples and Naptha E-121 0.3% to 0.6%, Naptha RD-31 0 .2% cylinder. Keywords: Concrete, Statistical Quality Control, Admixture
EVALUASI NILAI SISA KAPASITAS JEMBATAN VOIDED SLAB WAY BAKO I BERDASARKAN PERATURAN PEMBEBANAN SNI 1725-2016 dan PPJJR No. 12/1970 Sumantri, Devie Arisandy; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i1.5

Abstract

Jembatan dapat mengalami kegagalan struktur karena berbagai macam faktor eksternal. Keadaan Jembatan Way Bako I yang mengalami lendutan cukup besar saat kendaraan melintas dan permukaan aspal yang selalu rusak mengindikasikan adanya potensi kegagalan struktur jembatan. Mengingat kegagalan struktur ini berbahaya bagi penggunanya, maka diperlukan langkah evaluasi sehingga  dapat diketahui nilai sisa kapasitas jembatan dan dihindari kegagalan strukturnya. Evaluasi pada Jembatan ini menggunakan metode rating factor (RF) mengacu kepada Pedoman Penentuan Nilai Sisa Kapasitas jembatan dari Dirjen Bina Marga dengan melakukan analisis terhadap kondisi harian (inventory)  dan kondisi  khusus  (operating). Berdasarkan pengamatan lapangan dan perhitungan data penelitian, Jembatan Way Bako I mengalami kerusakan non struktur maupun struktur. Berdasarkan analisis RF menurut SNI 1725-2016 dan PPJJR No. 12/1970 didapat hasil bahwa kapasitas momen pada inventory rating factor dan operating rating factor tidak aman karena memiliki nilai RF < 1. Sedangkan kapasitas geser pada inventory rating factor dan operating rating factor aman karena memiliki nilai RF > 1. Dengan demikian maka Jembatan Way Bako I memerlukan perbaikan struktur.
Development of Concrete Flat Sheetpile Joint Model As A Soil Retaining Wall Billy Muchtar; Agustinus Purna Irawan; Masdar Helmi
Interdisciplinary Social Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v4i3.823

Abstract

The problem of soil retaining wall stability is an important concern in civil construction, especially in the use of concrete sheetpile as an efficient and durable structural solution. However, the design of concrete Sheetpile joints still faces challenges in ensuring structural strength, waterproofness, ease of installation, and resistance to extreme environments. This study aims to develop an optimal concrete flat Sheetpile connection model as a soil retaining wall. The research method involves experimental analysis and numerical simulation on various configurations of Sheetpile joints, including testing of mechanical strength, waterproofness, and material testing against environmental factors. The collected data will be analyzed using an experimental design approach and model validation with structural software. Predicted results show that the developed connection model will improve the stability of the ground retaining wall with better installation time efficiency, while meeting safety and sustainability standards. The continuation of the research is directed at the application of the connection model in actual construction projects to evaluate performance in the field and refine the model based on practical implementation feedback.
Pengaruh Abu Ketel Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Dalam Campuran Beton Normal Terhadap Kuat Tekan: Habib Ilham Abdullah; Laksmi Irianti; Masdar Helmi; Ratna Widyawati
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i3.112

Abstract

Limbah abu ketel yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit sering kali tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya. Abu ketel berasal dari pembakaran tempurung kelapa sawit pada suhu antara 700?C hingga 800?C. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan limbah abu ketel ini, khususnya sebagai campuran dalam beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu ketel terhadap waktu pengikatan semen dan kekuatan tekan beton melalui eksperimen di laboratorium. Variabel yang diteliti mencakup persentase penggantian abu ketel terhadap sebagian semen (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%). Sampel uji berupa pasta beton dan beton kubus dengan dimensi 15x15x15 cm pada umur 28 hari. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan abu ketel dapat mempercepat proses pengikatan semen dan menghasilkan slump yang lebih rendah. Semakin tinggi persentase abu ketel, semakin rendah slumpnya. Kadar optimal substitusi abu ketel pada beton kubus 28 hari adalah 5%, dengan kekuatan tekan 29,47 Mpa. Selain itu, penggunaan abu ketel pada persentase lainnya (5%, 10%, dan 15%) cenderung dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari, dengan persentase 5% menunjukkan hasil yang optimal. Dengan demikian, penggunaan abu ketel dalam beton memberikan dampak positif pada kekuatan tekan beton serta membantu dalam pemanfaatan limbah industri.
Analisis Keamanan Jarak Antar Alat Penyambung Geser (Shear Connector) Berdasarkan Distribusi Tegangan Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Dista, Aditia Reshi; Suyadi, Suyadi; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i1.611

Abstract

The function of the shear connector is to keep concrete plate oriental position. The installation of the shear connector will influence the distribution of the stress spread in unevenly on concrete plate. This research aims to analyse the safe distance of shear connector based on distribution of stress in concrete plate.  This research used software SAP2000 version 14 to find maximum stress on beam then the stress in the plate was analysed by finite element method and Microsoft Excel used base on Kirchoff-Love theories. The analysis result show that maximum stress was located in the middle of span near the support (shear connector). If position of the shear connector not accord with SNI-1729-2015, the plate can crack due to the exceed of modulus concrete crack (fr). The risk of failure increased as line with the wider shear connector distance due to overpass of crack stress.Keywords : Stress, shear connector, plate, finite elemen method, SAP2000.
Analisis Pengaruh Beban Gempa pada Gedung Tiga Lantai Menggunakan Metode Statik Ekuivalen Safira, Nadya; Sebayang, Surya; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i3.857

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effect of earthquake load on the structure of a third floor school building in West Lampung. The effects of earthquake is reviewed on the dimensions, reinforcement, and deflection of structures by comparing building without earthquake load. The earthquake load calculation using Static Equivalent Method is helped by SAP 2000 program. This program can also produce internal force of the moment, latitude, and normal (M, D, N). The calculation of the slab is calculated by direct design method (DDM). The results of this analysis showed that the calculation of all reinforcement requirements on slab, beams, columns, bore pile foundations, sloof and pile caps in the building with earthquake load 283,3267% is more than compared to the building without earthquake load seen from the number of as on each structure. Dimension design on the structure without earthquake load result that dimension of beams are 250 x 450 mm, coloumns are 350 x 350 mm, diameter of bore piles are 70 cm, sloofs are 250 x 450 mm and pile caps are 1600 mm while the dimensions of the structure with the earthquake load resulted in larger dimensions with dimension of columns are 600 x 600 mm, diameter of bore pile foundations are 80 cm, and pile caps are 1800 mm. Keywords: earthquake load, static ekuivalen, direct design method, and SAP2000.
Pengaruh Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengganti Sejumlah Semen Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Reaktif (Reactive Powder Concrete) Annisa, Mufidah Aulia; Helmi, Masdar; Irianti, Laskmi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i2.1165

Abstract

Kualitas beton dapat ditentukan dari komposisi adukan, jenis bahan, dan cara perawatan. Betonreaktif adalah salah satu jenis beton mutu tinggi yang komposisinya mengandung banyak semendan bahan sangat halus lainnya serta di rawat dengan cara pemanasan. Abu sekam padi yangmengandung senyawa silika juga berpotensi untuk bahan adukan beton reakif.Penelitian ini dilakukan pada variasi presentase abu sekam sebagai pengganti sejumlah semen(0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) dan cara perawatan benda uji prisma 40 x 40 x 160 mm(pemanasan suhu pada 180º, perawatan uap air panas pada 90 º, dan perendaman dalam air).Pengujian kuat lentur pada umur 7 hari dan kuat tekan pada umur 7 hari dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat lentur optimum 16, 48 MPa diperoleh dari komposisi 10% abusekam dan perawatan uap air panas. Kuat tekan optimum juga diperoleh dari perawatan uap airpanas, namun pada komposisi 30% abu sekam, yaitu 37,54 MPa umur 7 hari dan 54,44 MPa umur28 hari. Dengan demikian abu sekam dapat digunakan untuk bahan pengganti sebagian semendalam komposisi beton reaktif dengan perawatan uap air panas.Kata kunci : beton mutu tinggi, beton reaktif , reactive powder concrete, abu sekam, kuat tekan, kuat lentur.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Jaya, Redhinansyah Kurniawan; Sulistiyorini, Rahayu; Helmi, Masdar; Herizon, Ahmad; Zakaria, Ahmad
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat
Pengaruh Penambahan styrofoam Pada Kubus Bata Ringan CLC Terhadap Kuat Tekan Dan Daya Apung Solikhin, Ridho Solikhin; Helmi, Masdar; Husni, Hasti Riakara; Suyadi
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam terhadap sifat fisik dan mekanik pada bata ringan tipe cellular lightweight concrete. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan material bangunan yang ringan, ramah lingkungan, dan memiliki daya apung tinggi, khususnya untuk konstruksi seperti dermaga apung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi volume styrofoam berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm, 7,5x7,5x7,5 cm, dan 10x10x10 cm, yang setara dengan persentase 0%, 3,70%, 12,5%, dan 29,62% dari total volume bata ringan. Setiap variasi diuji untuk mengetahui kuat tekan serta daya apungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase styrofoam, berat jenis bata ringan menurun, yaitu dari 928,19 kg/m³ menjadi 551,11 kg/m³. Daya apung meningkat dari 13,5 N menjadi 18,0 N. Namun, kuat tekan mengalami penurunan signifikan dari 3,71 MPa menjadi 0,95 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan styrofoam terbukti mampu mengurangi berat dan meningkatkan daya apung bata ringan, namun menurunkan kekuatan tekan. Komposisi optimal terdapat pada penambahan 12,5%, karena mampu memberikan keseimbangan antara bobot ringan, kemampuan mengapung, dan kekuatan struktural yang masih dapat diterima.
Analisis dan Identifikasi Waste pada Proyek Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung STA. 75+000 – 84+825 dengan Pendekatan Lean Construction Tri Hartono; Mohd. Isneini; Masdar Helmi; C. Niken DWSBU; Vera Agustriana Noorhidana
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 2 (2026): Volume 11 Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i2.2348

Abstract

Development in Indonesia continues to increase in line with growing community needs. In South Sumatra Province, one of the projects currently underway is the Kayu Agung – Palembang – Betung Toll Road. This study is expected to contribute to the development of Lean Construction methodology in Indonesia and provide practical recommendations for other infrastructure projects. The application of Lean principles in this project has significant potential to reduce waste and improve efficiency. The results of the study show that out of eight categories of waste, seven types of waste were identified. The two most dominant were Defects (24.14%) and Waiting (20.69%). The dominance of Defects indicates weaknesses in quality control, which leads to rework, cost overruns, and reduced resource efficiency. Meanwhile, the high level of Waiting illustrates a lack of synchronization in the workflow due to delays in material supply, ineffective coordination, and slow decision-making. The combination of these two factors has a direct impact on decreased productivity, schedule delays, and increased budgets. Therefore, this study emphasizes the need for stricter quality control and time management strategies through the application of Lean Construction principles.
Co-Authors Aditia Reshi Dista Agustinus Purna Irawan Ahmad Herizon Ahmad Wahyudi Ahmad Zaenudin Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Alraimi, Ala Ali Qasem An Nisa Magnolia Annisa, Mufidah Aulia ardi elsa brina Azka Muhammad Safari Bagus Rifai Billy Muchtar brina, ardi elsa C. Niken DWSBU Cahyani Putri Agustin Dhea Yulia Resmonida Dista, Aditia Reshi Dista, Aditia Reshi Endro P Wahono Endro Prasetyo Wahono Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdasa, Silsila Jana Firdaus, Afridho Habib Ilham Abdullah Habib Ilham Abdullah Hadi Hidayatullah Hadi, Ayatullah Hasti Riakara Husni Herizon, Ahmad Ika Kustiani Ikromi, Muhammad Fauzan Irawan, Doni Irianti, Laskmi Isnaeni, Mohd Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Iswan Iswan Iswan Iswan Jamiatul Akmal Jaya, Redhinansyah Kurniawan kartorono, suyadi Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laskmi Irianti Luthfi Ardeansyah R Malau, Joses Aristo Martinus, Martinus Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mufidah Aulia Annisa Nadya Safira Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina nur syahidah aini Rahayu Sulistiyorini Ratna Widyawati Redhinansyah Kurniawan Jaya Resmonida, Dhea Yulia Safari, Azka Muhammad Safira, Nadya Sari, Rendityas Mayang Shirley Savetlana, Shirley silsila jana firdasa Silsila Jana Firdasa Sembiring Solikhin, Ridho Solikhin Suharno Suharno Sulistiyorini, Rahayu Sumantri, Devie Arisandy Suri, Yola Andara Pratami Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Suyadi Suyadi Suyadi Syamsurijal Rasimeng Todo Herdyson Sitohang Tri Hartono Tri Ratna Utami Tugiyono Tugiyono Utami, Tri Ratna Vera A Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Yoga Marta Agustiawan Zikrillah, Daffa