Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS GETARAN MEKANIS PADA PELAT DAN BALOK DI AREA GEDUNG PARKIR BERTINGKAT Silsila Jana Firdasa Sembiring; Mohd. Isneini; Masdar Helmi; Vera A Noorhidana; Endro P Wahono; Fikri Alami
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menentukan kenyamanan pelat dan balok pada gedung parkir bertingkat sesuai standar ISO 2631 2022. Pembebanan yang diterapkan pada penelitian ini adalah pada saat mobil diam dan bergetar. Dua metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dan numerik. Pada metode eksperimen diperoleh frekuensi alami pelat dan balok sebesar 6,15 Hz dengan percepatan 0,01436 m/s2, sedangkan pada analisis diperoleh frekuensi alami pelat dan balok sebesar 5,98 Hz dan percepatan 0,018872 m/s2. Perbandingan hasil eksperimen dan numerik untuk seluruh skenario adalah sekitar 12%, sehingga analisis pemodelan dengan aplikasi berbasis teknik sipil dapat digunakan untuk penguatan sebagai rekomendasi. Penguatan dilakukan dengan menambahkan kekakuan berupa IWF 300 x 150 x 6,5 (mm) pada arah x dan y. Tulangan dengan arah y (5 m) lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan arah x (8 m) karena dapat meningkatkan frekuensi alami pelat sebesar 58% dan menurunkan percepatan sebesar 33%.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Redhinansyah Kurniawan Jaya; Rahayu Sulistiyorini; Masdar Helmi; Ahmad Herizon; Ahmad Zakaria
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat
Pemanfaatan Limbah Industri Berupa Abu Ketel dan Silica Fume Untuk Peningkatan Kuat Tekan Beton Laksmi Irianti; Masdar Helmi; Ratna Widyawati; Habib Ilham Abdullah; Hadi Hidayatullah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1247

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan abu ketel dan silica fume dalam beton sebagai alternatif berkelanjutan. Variasi percobaan mencakup penambahan dan penggantian sebagian semen dengan abu ketel dan silica fume. Hasil menunjukkan bahwa campuran dengan kandungan abu ketel dan silica fume memiliki slump yang lebih rendah, namun meningkatkan kuat tekan pada umur 28 dan 56 hari. Proporsi optimum sebagai bahan tambah adalah 5% abu ketel dan 5% silica fume dengan peningkatan kuat tekan dari 28 hari ke 56 hari sebesar 9,42 MPa sedangkan sebagai bahan pengganti sebagian semen adalah 85% semen, 5% abu ketel, dan 10% silica fume, mencapai kuat tekan beton kubus sebesar 28,93 MPa pada umur 28 hari dan 30,67 MPa pada umur 56 hari. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan limbah kelapa sawit dan sisa industri sebagai bahan tambahan dalam industri konstruksi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.   Kata kunci: Abu Ketel, Silica Fume, Kuat Tekan Beton   Abstract Infrastructure development in Indonesia has experienced significant progress. This research explores the use of palm kettle ash and silica fume in concrete as a sustainable alternative. Experimental variations include adding and replacing some of the cement with palm kettle ash and silica fume. The results showed that the mixture containing palm kettle ash and silica fume had a lower slump, but increased compressive strength at the ages of 28 and 56 days. The optimum proportion as an additive is 5% palm kettle ash and 5% silica fume with an increase in compressive strength from 28 days to 56 days of 9.42 MPa while as a partial replacement material for cement it is 85% cement, 5% palm kettle ash and 10% silica fume, reaching a compressive strength of cube concrete of 28.93 MPa at 28 days and 30.67 MPa at 56 days. This research provides insight into the potential for using palm oil waste and industrial residue as additional materials in the construction industry to support sustainable development.   Keywords: Palm Kernel Ash, Silica Fume, Compressive Strength of Concrete
Pengaruh Styrofoam sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar terhadap Sifat Mekanik Self-compacting Concrete (SCC) Cahyani Putri Agustin; Masdar Helmi; Vera Agustriana Noorhidana; Mohd Isneini
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1284

Abstract

Abstrak   Styrofoam merupakan salah satu solusi untuk mengurangi beban mati pada struktur. Styrofoam dalam beton dapat berperan sebagai pengisi udara yang menciptakan void, sehingga styrofoam dapat menghasilkan beton yang lebih ringan. Penelitian ini dilakukan dengan mengganti sebagian agregat kasar dengan 10%, 20%, dan 30% butiran styrofoam pada SCC (Self-compacting Concrete). Hasil uji menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar styrofoam, maka akan semakin rendah berat volume, kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan akan semakin tinggi daya serap air beton tersebut. Hasil optimum yang diperoleh berdasarkan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur ada pada beton dengan kadar styrofoam 10%, dengan hasil pengujian berturut-turut yaitu, 20,6227 MPa, 2,348 MPa, dan 4,3148 MPa, sedangkan untuk Penyerapan air tertinggi terjadi pada BS3 (styrofoam 30%), yang menghasilkan 12,4450% peningkatan daya serap.    Kata kunci: Styrofoam, berat volume, sifat mekanik, self compacting concrete (SCC)   Abstract   Styrofoam is one of the solutions to reduce dead loads on structures. Styrofoam in concrete can act as an air filler that creates voids, so styrofoam can produce lighter concrete. This research was carried out by replacing part of the coarse aggregate with 10%, 20%, and 30% styrofoam granules in SCC (Self-compacting Concrete). The test results show that the higher the styrofoam content, the lower the volume weight, compressive strength, tensile strength, bending strength, and the higher the water absorption of the concrete. The optimum results obtained based on the testing of compressive strength, tensile strength, and flexural strength were on concrete with a styrofoam content of 10%, with consecutive test results of 20.6227 MPa, 2.348 MPa, and 4.3148 MPa, while for the highest water absorption occurred in BS3 (30% styrofoam), which resulted in a 12.4450% increase in absorbency.    Kata kunci: Styrofoam, weight volume, mechanical properties, self-compacting concrete (SCC)
Studi Model Cerucuk Ferosemen Berlubang Terhadap Kapasitas Beban di Atas Tanah Lunak Masdar Helmi; ardi elsa brina; Fikri Alami; Iswan Iswan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.715

Abstract

Abstrak Cerucuk ferosemen merupakan salah satu ide yang bisa dijadikan alternatif mengatasi permasalahan tanah lunak akibat rendahnya daya dukung terhadap beban di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas model cerucuk ferosemen terhadap beban aksial di atas tanah lunak ditinjau dari batas penurunan maksimum 2,54 cm. Terdapat 3 macam kondisi pengujianyaitu cerucuk tunggal berlubang, cerucuk tunggal tertutup dan cerucuk kelompok tertutup pada ujungnya (4 buah silinder). Variasi pengujian cerucuk tunggal berupa lama waktu di dalam tanah lunak, yaitu 1, 3, 7, dan 14 hari. Hasil pengujian dibandingkan dengan perhitungan teoritis.  Deformasi dan tegangan tanah lunak dianalisis menggunakan metode elemen hingga. Hasil pengujian menunjukan bahwa kapasitas terhadap beban meningkat seiring dengan bertambah lamanya perendaman. Pada variabel 14 hari, kapasitas maksimum cerucuk tunggal berlubang sebesar 0,80 kN dan meningkat drastis pada cerucuk tunggal tertutup sebesar 3,53 kN terjadi peningkatan signifikan sebesar 77,33%. Sedangkan kapasitas cerucuk kelompok tertutup memiliki kapasitas sebesar 9,91 kN. Kata kunci: Cerucuk ferosemen, tanah lunak, kapasitas dukung (q ultimit), faktor aman, FEM (Finite Element Method).  Abstract Ferrocement pile is an idea to overcome the problem of soft soil which has a low bearing capacity to the load.. This study aims to analyze the bearing capacity of the ferrocement pile model against axial loads on soft soil in terms of the maximum settlement limit of 2.54 cm. There were three conditions of testing: single pile with a hollow at the bottom, single pile closed at the bottom, and group pile closed at the bottom. The variations of the test were the length of immersed in soft soil, namely 1, 3, 7, and 14 days. The deformation and stress were analyzed using a software of FEM (Finite Element Method). The test results show that the capacity of ferrocement pile to the load increases with the increase in the duration of immersion. In the 14-day variable, the maximum capacity in a single hollow ferrocement pile was 0.80 kN and increased significantly in a single closed ferrocement pile of 3.53 kN, or 77.33%. Meanwhile, the group closed ferrocement pile had a capacity of 9.91 kN. Keywords: Ferrocement pile, soft soil, bearing capacity (Q ultimate), safety factor, FEM (Finite Element Method).
Pengaruh Substitusi Bahan Penyusun Beton Menggunakan Abu Ketel dan Limbah Genteng Terhadap Kuat Tekan Beton Azka Muhammad Safari; Laksmi Irianti; Masdar Helmi; Hasti Riakara Husni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1198

Abstract

Abstrak Hasil dari pembakaran limbah kelapa sawit menghasilkan abu ketel yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pozzolan. Limbah genteng juga dimanfaatkan sebagai substitusi dari agregat kasar. Pembuatan benda uji kubus 15cm x 15cm x 15cm untuk diuji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari, dengan variasi pada bahan penyusunnya 5% abu ketel terhadap berat semen dan 5%, 10%, 15%, dan 20% limbah genteng terhadap berat agregat kasar. Kuat tekan terbesar pada umur 28 hari untuk beton dengan substitusi hanya limbah genteng terdapat pada variasi 5% (G5) dengan kuat tekan 34,86 MPa. Substitusi 5% abu ketel untuk semen pada G5, kuat tekan beton mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 37,45 MPa. Hasil kuat tekan pada benda uji dengan kadar limbah genteng lain seluruhnya mengalami peningkatan kuat tekan setelah dilakukan substitusi 5% abu ketel pada semen. Sehingga subtitusi 5% abu ketel dapat meningkatkan kuat tekan pada beton dengan substitusi limbah genteng. Kata kunci: Abu ketel, limbah genteng, kuat tekan Abstract The combustion of palm oil waste produces boiler ash, which can be used as pozzolanic material. Tile waste is also used as a substitute for coarse aggregate. A 15cm x 15cm x 15cm cube specimen was produced to test the compressive strength at 3, 7, 14 and 28 days with variations in the constituents 5% boiler ash by weight of cement and 5%, 10%, 15% and 20% tile waste by weight of coarse aggregate. The highest compressive strength at 28 days for concrete with only tile waste substitution found in the 5% variation (G5) with a compressive strength of 34.86 MPa. Substituting 5% boiler ash for cement in G5, the compressive strength increased to 37,45 MPa. The compressive strength of other variations of tile waste increased after 5% substitution of boiler ash in cement. Therefore, 5% boiler ash substitution can increase the compressive strength of concrete with tile waste substitution. Keywords: boiler ash, tile waste, compressive strength
Pemanfaatan Limbah Industri Berupa Abu Ketel dan Silica Fume Untuk Peningkatan Kuat Tekan Beton Laksmi Irianti; Masdar Helmi; Ratna Widyawati; Habib Ilham Abdullah; Hadi Hidayatullah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1247

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan abu ketel dan silica fume dalam beton sebagai alternatif berkelanjutan. Variasi percobaan mencakup penambahan dan penggantian sebagian semen dengan abu ketel dan silica fume. Hasil menunjukkan bahwa campuran dengan kandungan abu ketel dan silica fume memiliki slump yang lebih rendah, namun meningkatkan kuat tekan pada umur 28 dan 56 hari. Proporsi optimum sebagai bahan tambah adalah 5% abu ketel dan 5% silica fume dengan peningkatan kuat tekan dari 28 hari ke 56 hari sebesar 9,42 MPa sedangkan sebagai bahan pengganti sebagian semen adalah 85% semen, 5% abu ketel, dan 10% silica fume, mencapai kuat tekan beton kubus sebesar 28,93 MPa pada umur 28 hari dan 30,67 MPa pada umur 56 hari. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan limbah kelapa sawit dan sisa industri sebagai bahan tambahan dalam industri konstruksi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.   Kata kunci: Abu Ketel, Silica Fume, Kuat Tekan Beton   Abstract Infrastructure development in Indonesia has experienced significant progress. This research explores the use of palm kettle ash and silica fume in concrete as a sustainable alternative. Experimental variations include adding and replacing some of the cement with palm kettle ash and silica fume. The results showed that the mixture containing palm kettle ash and silica fume had a lower slump, but increased compressive strength at the ages of 28 and 56 days. The optimum proportion as an additive is 5% palm kettle ash and 5% silica fume with an increase in compressive strength from 28 days to 56 days of 9.42 MPa while as a partial replacement material for cement it is 85% cement, 5% palm kettle ash and 10% silica fume, reaching a compressive strength of cube concrete of 28.93 MPa at 28 days and 30.67 MPa at 56 days. This research provides insight into the potential for using palm oil waste and industrial residue as additional materials in the construction industry to support sustainable development.   Keywords: Palm Kernel Ash, Silica Fume, Compressive Strength of Concrete
Pengaruh Styrofoam sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar terhadap Sifat Mekanik Self-compacting Concrete (SCC) Cahyani Putri Agustin; Masdar Helmi; Vera Agustriana Noorhidana; Mohd Isneini
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1284

Abstract

Abstrak   Styrofoam merupakan salah satu solusi untuk mengurangi beban mati pada struktur. Styrofoam dalam beton dapat berperan sebagai pengisi udara yang menciptakan void, sehingga styrofoam dapat menghasilkan beton yang lebih ringan. Penelitian ini dilakukan dengan mengganti sebagian agregat kasar dengan 10%, 20%, dan 30% butiran styrofoam pada SCC (Self-compacting Concrete). Hasil uji menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar styrofoam, maka akan semakin rendah berat volume, kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan akan semakin tinggi daya serap air beton tersebut. Hasil optimum yang diperoleh berdasarkan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur ada pada beton dengan kadar styrofoam 10%, dengan hasil pengujian berturut-turut yaitu, 20,6227 MPa, 2,348 MPa, dan 4,3148 MPa, sedangkan untuk Penyerapan air tertinggi terjadi pada BS3 (styrofoam 30%), yang menghasilkan 12,4450% peningkatan daya serap.    Kata kunci: Styrofoam, berat volume, sifat mekanik, self compacting concrete (SCC)   Abstract   Styrofoam is one of the solutions to reduce dead loads on structures. Styrofoam in concrete can act as an air filler that creates voids, so styrofoam can produce lighter concrete. This research was carried out by replacing part of the coarse aggregate with 10%, 20%, and 30% styrofoam granules in SCC (Self-compacting Concrete). The test results show that the higher the styrofoam content, the lower the volume weight, compressive strength, tensile strength, bending strength, and the higher the water absorption of the concrete. The optimum results obtained based on the testing of compressive strength, tensile strength, and flexural strength were on concrete with a styrofoam content of 10%, with consecutive test results of 20.6227 MPa, 2.348 MPa, and 4.3148 MPa, while for the highest water absorption occurred in BS3 (30% styrofoam), which resulted in a 12.4450% increase in absorbency.    Kata kunci: Styrofoam, weight volume, mechanical properties, self-compacting concrete (SCC)
Co-Authors Aditia Reshi Dista Agustinus Purna Irawan Ahmad Herizon Ahmad Wahyudi Ahmad Zaenudin Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Alraimi, Ala Ali Qasem An Nisa Magnolia Annisa, Mufidah Aulia ardi elsa brina Azka Muhammad Safari Bagus Rifai Billy Muchtar brina, ardi elsa C. Niken DWSBU Cahyani Putri Agustin Dhea Yulia Resmonida Dista, Aditia Reshi Dista, Aditia Reshi Endro P Wahono Endro Prasetyo Wahono Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdasa, Silsila Jana Firdaus, Afridho Habib Ilham Abdullah Habib Ilham Abdullah Hadi Hidayatullah Hadi, Ayatullah Hasti Riakara Husni Herizon, Ahmad Ika Kustiani Ikromi, Muhammad Fauzan Irawan, Doni Irianti, Laskmi Isnaeni, Mohd Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Iswan Iswan Iswan Iswan Jamiatul Akmal Jaya, Redhinansyah Kurniawan kartorono, suyadi Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laskmi Irianti Luthfi Ardeansyah R Malau, Joses Aristo Martinus, Martinus Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mufidah Aulia Annisa Nadya Safira Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina nur syahidah aini Rahayu Sulistiyorini Ratna Widyawati Redhinansyah Kurniawan Jaya Resmonida, Dhea Yulia Safari, Azka Muhammad Safira, Nadya Sari, Rendityas Mayang Shirley Savetlana, Shirley silsila jana firdasa Silsila Jana Firdasa Sembiring Solikhin, Ridho Solikhin Suharno Suharno Sulistiyorini, Rahayu Sumantri, Devie Arisandy Suri, Yola Andara Pratami Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Suyadi Suyadi Suyadi Syamsurijal Rasimeng Todo Herdyson Sitohang Tri Hartono Tri Ratna Utami Tugiyono Tugiyono Utami, Tri Ratna Vera A Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Yoga Marta Agustiawan Zikrillah, Daffa