Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kajian Permasalahan Getaran pada Pelat dan Balok Beton Bertulang di Gedung E Fakultas Teknik Universitas Lampung Firdasa, Silsila Jana; Alami, Fikri; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i2.1350

Abstract

The planning of a building has some criterias that need detailed attention which are the stiffness, strength, stability, flexibility and economical aspect. This result focus for building planner which is need the experimental method that use tools such as hammer test, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) and accelerator. Hence, the numerical method used SAP 2000 v.14.14.0.0. This result the frequency of the building was 1,953 Hz and the acceleration was 0,263 m/s2. Based on the SAP 2000 v.14.14.0.0 calculation, the building frequency was 7,078142 Hz and the acceleration was 0,001005 m/s2. The different results between those two methods were caused by unsatisfying building quality that caused the difference of result between those two methods. The building frequency fitted the specification attached on ISO 2631-2: 2003 but the acceleration was bigger 0,5% than the gravitation. The adding of BJ 37 IWF 350 mm x 175 mm could enhance the vibration frequency from 7,078142-7,3351 Hz as many as 3,630% and the acceleration from 0,001005-0,0009177 m/s2 as many as 8,6865%.Key words: Beam, Plate, Vibration, Frequency, Acceleration.
Pengaruh Serat Baja Terhadap Kuat Tarik Lentur Balok Beton yang Disambung Utami, Tri Ratna; Noorhidana, Vera Agustriana; Sebayang, Surya; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2596

Abstract

The casting of concrete at different times often occurs, this is due to insufficient casting time, expansion or connection of structural components, strengthening of structures with additional dimensions, and so on. Thus there will be the addition of a new layer of concrete (overlay). This study is to determine the flexural tensile strength of concrete beams for joining old concrete and new concrete with the addition of steel fiber volume fractions of 0%, 1%, 1.5%, and 2% in the substrate layers overlay and also the compressive strength of the concrete in each layer. The samples in this study were beams (15 x 15 x 60 cm) with a thickness of 7.5 cm for substrate and overlay for flexural tensile strength testing and cylinders (15 cm in diameter and 30 cm in height) for compressive strength testing. From the results of the study, it was found that the flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer was higher than the addition of steel fibers in the overlay layer. The addition of steel fibers in the substrate and overlay layers makes the beam more ductile. The maximum flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer occurs at  volume fraction 1.5%, has an increase of 114.03% from the joint beam without steel fibers while the addition of steel fibers in the overlay layer occurs at volume fraction 2%, has an increase of 8.66% of the joint beams without steel fibers.
STUDI PERBANDINGAN PEMBEBANAN DINAMIS PADA JEMBATAN BETON TERHADAP PEMODELAN FEA Firdaus, Afridho; Alami, Fikri; Isnaeni, Mohd; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i2.3190

Abstract

The natural frequency of the bridge is the frequency to determine the theoretical and experimental feasibility requirements of the bridge. The natural frequency value is used to determine the theoretical and experimental feasibility requirements of the bridge. Analysis of bridge behavior in resisting dynamic loads and comparing theoretical natural frequencies with field tests on prestressed concrete bridges with a span of 40 m using the line model and the shell model in the sap2000 application. Based on the results of bridge modeling using SAP 2000, the natural frequency on the model line is f○ 3.9876 hz and T 0.2507 seconds, while in shell modeling it is obtained f○ 16.045 hz and T 0.6232 seconds. When given a running load the frequency of the bridge in the shell model is f 15.577 hz and T 0.0642 seconds. The natural frequency value obtained from the model line is 3.9876 hz and the natural frequency from the shell model is 16.045 hz which in the shell model the frequency results are closer to the field test results of 16.67 hz with a ratio of 3.75%. The shell model is used as a comparison to the field model.
Pengaruh Air Laut Pada Proses Curing dan Treatment Terhadap Kekuatan Beton Sari, Rendityas Mayang; Helmi, Masdar; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3620

Abstract

Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir memerlukan penggunaan bahan konstruksi yang dapat bertahan dalam kondisi terpapar air laut. Namun, air laut memiliki pengaruh yang cukup besar pada kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak air laut dan lingkungan pesisir terhadap kekuatan beton serta tingkat karbonasinya. Sampel beton berbentuk kubus dengan dimensi 15x15x15 cm disubjekkan pada perawatan dengan air tawar dan air laut selama periode 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang diperlakukan dengan air laut memiliki kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan beton yang diperlakukan dengan air tawar, dengan nilai kekuatan tekan berturut-turut adalah 273,53 kg/cm2 , 302,23 kg/cm2 , 331,21 kg/cm2 , dan 316,01 kg/cm2 . Selain itu, beton yang terpapar lingkungan pesisir juga mengalami penurunan nilai kekuatan tekan pada usia 28 dan 56 hari untuk setiap sampel. Nilai kekuatan tekan pada sampel BAZ adalah 426,63 kg/cm2 ; pada sampel BTZ adalah 384,09 kg/cm2 pada usia 28 hari dan 361,05 kg/cm2 pada usia 56 hari; sementara pada sampel BSZ adalah 351,6 kg/cm2 pada usia 28 hari dan 342,2 kg/cm2 pada usia 56 hari. Hasil uji karbonasi pada usia 28 dan 56 hari menunjukkan bahwa sampel BUR dan BAZ tidak mengalami karbonasi dengan kedalaman 0 mm, sementara sampel BTZ mengalami karbonasi dengan kedalaman 4,4 mm pada usia 28 hari dan 6,4 mm pada usia 56 hari. Sampel BSZ memiliki tingkat karbonasi yang lebih dalam, yaitu 7,4 mm pada usia 28 hari dan 11 mm pada usia 56 hari. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin dalam tingkat karbonasi, semakin menurun kekuatan beton.
Pengaruh Pasir Laut Sebagai Campuran dan Air Laut Untuk Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Zikrillah, Daffa; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3696

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara maritim Namun dikarenakan belum meratanya akses masyarakat terhadap air bersih dan langkanya pasir yang sesuai standar, membuat banyak pembangunan yang dilakukan di pesisir pantai dilakukan dengan material yang tidak sesuai dengan standar dan mengakibatkan berubahnya kekuatan beton. Dalam penelitian ini dibahas kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapatkan hasil bahwa pasir laut dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar menggunakan sample beton kubus 15x15x15 cm sejumlah 48 sample dengan 2 variasi campuran dan 2 metode curing diuji di umur 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapat hasil BPLCT memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibanding BNCT senilai 336,1 kg/cm2 dan BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar dengan nilai BNCL 331,2 kg/cm2 dibanding BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasir laut sebagai pencampur beton dan air laut sebagai curing beton menghasilkan pengaruh buruk terhadap kuat tekan beton.Kata kunci : pasir laut, air laut, dan kuat tekan
Penentuan Letak Pengukuran Reflected Temperature dengan Menggunakan Termokopel pada Pengujian Termografi Aktif Terhadap Beton Bertulang Ikromi, Muhammad Fauzan; kartorono, suyadi; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3717

Abstract

AbstrakPengujian termografi aktif merupakan salah satu pengujian non-destruktif yang menggunakan kamera inframerah sebagai perekam dan menghasilkan termogram. Termogram merupakan interpretasi energi panas yang diterima oleh sensor termal kamera inframerah yang masih mengandung noise. Reflected temperature (Trefl) merupakan salah satu noise yang muncul dari pengujian termografi aktif dan akan digunakan sebagai nilai koreksi. penelitian ini menyajikan suatu metode untuk mencari posisi pemasangan termokopel di sekitar sumber panas, sehingga nilai suhu pada posisi tersebut digunakan sebagai nilai Trefl untuk memperbaiki noise pada termogram. Sampel beton berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x15 cm diukur suhu permukaannya menggunakan termokopel dan kamera inframerah sejauh 1 meter. Hasil penelitian menunjukkan selisih hasil pengukuran menggunakan termokopel dan termografi sebesar 2,349 ℃, lalu rata-rata nilai Trefl yang didapatkan dari pengujian termografi aktif sebesar 51,649℃ terletak 13 cm dari atas papan grid sebesar dan 5 cm di depan lampu halogen. Suhu permukaan beton sebelum dikoreksi memiliki nilai yang lebih tinggi karena memiliki noise, namun setelah dilakukan analisis perhitungan suhu mengalami penurunan dan mendekati suhu hasil pengukuran termokopel dengan analisis kesalahan (ΔTerr) rata-rata didapatkan 1,448%. Berdasarkan hasil analisis terebut menunjukkan akurasi data kesalahan tergolong bagus karena nilai rata-rata analisis kesalahan (ΔTerr) <5%.Kata kunci : Reflected Temperature, Termografi aktif, Pengujian Non-destruktif
Perbandingan Antara Regangan Susut yang Terjadi pada Jalan Beton di Iklim Tropis Lembap dan Prediksi ACI 209R-92 Malau, Joses Aristo; Niken, Chatarina; Helmi, Masdar; Irianti, Laksmi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3828

Abstract

Jurnal ini membahas tentang perbandingan antara prediksi susut ACI 209R-92 dengan susut yang terjadi dalam perkerasan kaku. Penelitian ini dilakukan di Indonesia, yang memiliki iklim tropis lembab dengan suhu dan kelembapan yang tinggi sepanjang tahun. Perilaku beton akan berbeda dengan negara yang memiliki empat musim seperti Amerika Serikat, tempat dimana ACI diterbitkan. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 5m × 4,5m × 0.3m. Regangan susut beton didapatkan dari pembacaaan keempat alat vibrating wire strain gauges(VWSG) yang ditanam dalam beton. Pengamatan dilakukan sampai beton berusia 90 hari. Hasil dari regangan beton kemudian dibandingkan dengan prediksi ACI 209R-92. Hasil regangan beton yang terbesar terjadi pada daerah tengah pelat (VWSG 1) dikarenakan daerah tengah memiliki luasan yang berkontak langsung dengan udara sekitar paling besar, jadi suhu dan kelembapan sekitar bisa masuk ke dalam beton dan mempercepat penguapan air yang ada dalam beton. Hasil prediksi dari ACI 209R-92 sekitar 15,6%-36,7% lebih kecil daripada hasil penelitian. Perbedaan ini disebabkan karena lokasi penelitian ini memiliki suhu yang cukup tinggi dankelembapan tinggi karena berada di iklim tropis.
Pengaruh Perendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan dan Permeabilitas Beton irawan, doni; Niken, Chatarina; Zaenudin, Ahmad; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3840

Abstract

AbstractConcrete is one of the most commonly used building materials in infrastructure, including buildings in marine environments. This research aims to provide an overview of the strength of concrete due to exposure to sea water and compare it with protected concrete. The research was carried out experimentally using the SNI 03 - 2834 - 2000 mix design method by testing the compressive strength and permeability of concrete with a total of 30 test objects. The concrete is given a protected treatment and submerged in sea water. The results of research on the compressive strength of protected concrete aged 28, 56 and 90 days were 22, 56 MPa, 24.35 MPa and 25.84 MPa respectively. Meanwhile, the compressive strength of concrete submerged in sea water aged 28, 56 and 90 days is 22.27 MPa, 17.67 MPa and 16.10 MPa. Meanwhile, testing the permeability of concrete using the natural method (immersing the concrete in sea water) showed that the permeability of concrete aged 28, 56 and 90 days was 27.7 mm, 35.0 mm and 40.7 mm. The greater the permeability of the concrete, the smaller the compressive strength of the concrete and the smaller the permeability of the concrete, the greater the compressive strength value. Sea water can reduce the compressive strength of concrete based on the soaking time. In this case it is recommended when building construction in a marine environment to make the concrete watertight. Key words : compressive strength, concrete, concrete permeability, sea water. AbstrakBeton adalah salah satu bahan bangunan yang paling umum digunakan dalam infrastruktur termasuk bangunan yang ada dalam lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kekuatan beton akibat terpapar oleh air laut dan membandingkan dengan beton terlindung. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode mix design SNI 03 – 2834 – 2000 dengan pengujian kuat tekan dan permeabilitas beton dengan jumlah benda uji sebanyak 30 sampel. Beton diberikan perlakuan terlindung dan terendam air laut. Diperoleh hasil penelitian kuat tekan beton terlindung umur 28, 56 dan 90 hari berturut – turut sebesar 22, 56 MPa, 24,35 MPa dan 25,84 MPa. Sedangkankuat tekan beton terendam air laut umur 28, 56 dan 90 hari sebesar 22,27 MPa, 17,67 MPa dan 16,10 MPa. Sedangkan pengujian permeabilitas beton menggunakan metode alami (merendam beton di air laut) diperoleh permeabilitas beton umur 28,56 dan 90 hari sebesar 27,7 mm, 35,0 mm dan 40,7 mm. Semakin besar permeabilitas beton maka akan semakin kecil kuat tekan beton dan semakin kecil permeabilitas beton maka nilai kuat tekan akan semakin besar. Air laut dapat menurunkan kuat tekan beton berdasarkan lama perendaman. Dalam hal ini disarankan dalam pembangunan kontruksi dilingkungan laut untuk membuat beton kedap air.Kata kunci : air laut, beton, kuat tekan, permeabilitas beton.
Pengaruh Abu Ketel sebagai Bahan Penambah Campuran Beton Normal terhadap Kuat Tekan Hidayatullah, Hadi; Irianti, Laksmi; Helmi, Masdar; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4257

Abstract

Much of the kettle ash waste found in palm oil mills is wasted and can pollute the environment. Therefore, efforts need to be made to handle this waste. One of them is its use as an additional ingredient in concrete mixtures. . This research aims to analyze the effect of kettle ash on the rate of increase in compressive strength through laboratory testing with variations in kettle ash used, namely 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of the cement weight. The test specimens have dimensions of 15 cm x 15 cm x 15 cm with testing times at 3 days, 7 days, 14 days, 28 days and 56 days. Based on analysis of research data, it was found that the majority experienced an increase in the compressive strength of concrete without additional materials. Increases occurred at 3 days, 7 days, 14 days and 28 days. The percentage increase in compressive strength for the majority decreased at the age of 3 days, 7 days, 14 days. Meanwhile, at the age of 56 days the majority experienced an increase in the percentage of compressive strength which was caused by a quite significant increase in compressive strength. The highest compressive strength at 56 days was produced by test object code BAK 1 of 38.59 MPa
Studi Model Cerucuk Ferosemen Berlubang Terhadap Kapasitas Beban di Atas Tanah Lunak Helmi, Masdar; brina, ardi elsa; Alami, Fikri; Iswan, Iswan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.715

Abstract

Abstrak Cerucuk ferosemen merupakan salah satu ide yang bisa dijadikan alternatif mengatasi permasalahan tanah lunak akibat rendahnya daya dukung terhadap beban di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas model cerucuk ferosemen terhadap beban aksial di atas tanah lunak ditinjau dari batas penurunan maksimum 2,54 cm. Terdapat 3 macam kondisi pengujianyaitu cerucuk tunggal berlubang, cerucuk tunggal tertutup dan cerucuk kelompok tertutup pada ujungnya (4 buah silinder). Variasi pengujian cerucuk tunggal berupa lama waktu di dalam tanah lunak, yaitu 1, 3, 7, dan 14 hari. Hasil pengujian dibandingkan dengan perhitungan teoritis.  Deformasi dan tegangan tanah lunak dianalisis menggunakan metode elemen hingga. Hasil pengujian menunjukan bahwa kapasitas terhadap beban meningkat seiring dengan bertambah lamanya perendaman. Pada variabel 14 hari, kapasitas maksimum cerucuk tunggal berlubang sebesar 0,80 kN dan meningkat drastis pada cerucuk tunggal tertutup sebesar 3,53 kN terjadi peningkatan signifikan sebesar 77,33%. Sedangkan kapasitas cerucuk kelompok tertutup memiliki kapasitas sebesar 9,91 kN. Kata kunci: Cerucuk ferosemen, tanah lunak, kapasitas dukung (q ultimit), faktor aman, FEM (Finite Element Method).  Abstract Ferrocement pile is an idea to overcome the problem of soft soil which has a low bearing capacity to the load.. This study aims to analyze the bearing capacity of the ferrocement pile model against axial loads on soft soil in terms of the maximum settlement limit of 2.54 cm. There were three conditions of testing: single pile with a hollow at the bottom, single pile closed at the bottom, and group pile closed at the bottom. The variations of the test were the length of immersed in soft soil, namely 1, 3, 7, and 14 days. The deformation and stress were analyzed using a software of FEM (Finite Element Method). The test results show that the capacity of ferrocement pile to the load increases with the increase in the duration of immersion. In the 14-day variable, the maximum capacity in a single hollow ferrocement pile was 0.80 kN and increased significantly in a single closed ferrocement pile of 3.53 kN, or 77.33%. Meanwhile, the group closed ferrocement pile had a capacity of 9.91 kN. Keywords: Ferrocement pile, soft soil, bearing capacity (Q ultimate), safety factor, FEM (Finite Element Method).
Co-Authors Aditia Reshi Dista Agustinus Purna Irawan Ahmad Herizon Ahmad Wahyudi Ahmad Zaenudin Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Alraimi, Ala Ali Qasem An Nisa Magnolia Annisa, Mufidah Aulia ardi elsa brina Azka Muhammad Safari Bagus Rifai Billy Muchtar brina, ardi elsa C. Niken DWSBU Cahyani Putri Agustin Dhea Yulia Resmonida Dista, Aditia Reshi Dista, Aditia Reshi Endro P Wahono Endro Prasetyo Wahono Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdasa, Silsila Jana Firdaus, Afridho Habib Ilham Abdullah Habib Ilham Abdullah Hadi Hidayatullah Hadi, Ayatullah Hasti Riakara Husni Herizon, Ahmad Ika Kustiani Ikromi, Muhammad Fauzan Irawan, Doni Irianti, Laskmi Isnaeni, Mohd Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Iswan Iswan Iswan Iswan Jamiatul Akmal Jaya, Redhinansyah Kurniawan kartorono, suyadi Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laksmi Irianti Laskmi Irianti Luthfi Ardeansyah R Malau, Joses Aristo Martinus, Martinus Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Mufidah Aulia Annisa Nadya Safira Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina nur syahidah aini Rahayu Sulistiyorini Ratna Widyawati Redhinansyah Kurniawan Jaya Resmonida, Dhea Yulia Safari, Azka Muhammad Safira, Nadya Sari, Rendityas Mayang Shirley Savetlana, Shirley silsila jana firdasa Silsila Jana Firdasa Sembiring Solikhin, Ridho Solikhin Suharno Suharno Sulistiyorini, Rahayu Sumantri, Devie Arisandy Suri, Yola Andara Pratami Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Suyadi Suyadi Suyadi Syamsurijal Rasimeng Todo Herdyson Sitohang Tri Hartono Tri Ratna Utami Tugiyono Tugiyono Utami, Tri Ratna Vera A Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Vera Agustriana Noorhidana Yoga Marta Agustiawan Zikrillah, Daffa