Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Pelestarian Tradisi Pawai Obor dalam Menguatkan Nilai Keislaman Nagari Padang Laweh Putri, Maharani; Sholehah, Silvia; Salma, Tisa Mutiara; Arsalan , Naufal Hanif; Alfarizi, Muhammad; Helmi, Rahmadhona Fitri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.924

Abstract

Pawai Obor 1 Muharram yang digelar pada 7 Juli 2025 di Nagari Padang Laweh merupakan momen penting dalam menyambut Tahun Baru Islam 1447 H sekaligus melestarikan tradisi lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode participatory approach atau keterlibatan langsung dalam kepanitiaan. Pawai ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang membawa obor sebagai simbol penerang jalan menuju kebaikan. Acara diawali doa dan peresmian oleh Wali Nagari, lalu dilanjutkan dengan pawai mengelilingi nagari sambil bershalawat dan bertakbir. Penampilan kesenian Islami dari Sanggar Bunga Setangkai turut memeriahkan kegiatan. Tradisi ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan membangun kecintaan terhadap syiar Islam. Diharapkan, pawai ini terus diwariskan sebagai simbol keberlanjutan budaya dan nilai-nilai Islam bagi generasi muda.
Identifikasi Potensi Wisata Air Terjun Burai Indah sebagai Destinasi Wisata Alam di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Agustina, Nada Selfia; Helmi, Rahmadhona Fitri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2326

Abstract

Wisata Alam merupakan salah satu wisata yang memanfaatkan potensi alam yang dimiliki suatu daerah, salah satu wisata alam yang paling digemari yaitu wisata air terjun. Nagari Mungka merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Nagari mungka adalah wilayah yang secara fisik didominasi oleh perbukitan dengan kondisi lingkungan yang masih alami. Wilayah yang lebih didominasi oleh perbukitan sehingga bentuk lahannya tidak datar dan memiliki kontur yang beragam membuat nagari mungka terdiri atas dataran rendah dan dataran tinggi. Kondisi lingkungan yang didominasi perbukitan menjadi salah satu faktor terbentuknya air terjun. Selain itu, kondisi tanah dan bebatuan di kawasan perbukitan juga mempengaruhi aliran air. Keberadaan vegetasi alami di sekitar kawasan perbukitan membantu menjaga aliran air tetap mengalir secara alami sehingga membuat terbentuknya Air Terjun Burai Indah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk menjawab sebuah permasalahan secara mendalam mengenai konteks destinasi wisata air terjun. Penelitian terhadap potensi yang dimiliki air terjun burai indah dianalisis dengan menggunakan lima aspek penting dalam pengembangan sebuah destinasi wisata  diantaranya aspek atraksi, aksesbilitas, amenitas, ancillary, dan kelembagaan. Diharapkan dari penelitian ini dapat untuk mengindentikasi potensi yang dimiliki Air Terjun Burai Indah sebagai destinasi wisata alam yang terkelola secara berkelanjutan.
Implementasi Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) dalam Peningkatan Kompetensi Masyarakat Pesisir oleh Politeknik Pelayaran Sumatera Barat Anggelina, Richa; Helmi, Rahmadhona Fitri
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.6810

Abstract

Enhancing the capacity of coastal communities in the field of maritime navigation is a strategic effort to support national maritime development. One such initiative is the Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) program organized by the Politeknik Pelayaran Sumatera Barat. This study aims to analyze the implementation of the DPM program using the policy implementation model developed by George C. Edwards III, which includes four key variables: communication, resources, disposition of implementers, and bureaucratic structure. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research focused on evaluating the effectiveness of the program in reaching coastal communities as the primary target group. The findings indicate that the DPM program has been implemented with a fair degree of effectiveness, as evidenced by high community participation and strong field-level commitment. All four variables in Edwards’s model contributed positively to the implementation, although challenges remain—such as participants’ limited understanding of the training material and inconsistencies in recruitment information. The main supporting factors for the program’s success were the flexibility and proactive attitude of its implementers. The study concludes that the DPM program has successfully improved maritime skills among coastal populations; however, improvements in coordination and adaptive implementation are needed to ensure the program’s sustainability and long-term effectiveness.
Performance Responsibility of the Information and Documentation Management Officer (PPID) of Padang City in Enhancing Public Information Disclosure Risni, Shafira; Helmi, Rahmadhona Fitri
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i1.9482

Abstract

The performance responsibility of the Information and Documentation Management Officer (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi [PPID]) is central to advancing public information transparency at the local government level; however, studies specifically addressing PPID performance responsibility remain limited. This study aimed to analyze the performance responsibility of the PPID of Padang City and to identify the challenges encountered in enhancing public information disclosure. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through interviews and documentation, while informants were selected using purposive sampling. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing based on the responsibility theory of Jabra and Dwivedi. The findings show that the PPID of Padang City has demonstrated a fairly good level of performance responsibility, as reflected in the implementation of one-stop services, the conduct of internal and external evaluations, and the provision of information that is accurate, fair, and timely. Nevertheless, several challenges persist, including limited human resources, suboptimal coordination among regional apparatus organizations, and the absence of an integrated public information system. The study concludes that strengthening inter-organizational coordination, enhancing human resource capacity, and optimizing digital information management are necessary to improve public information disclosure and support transparent, accountable, and participatory governance. These findings contribute to the understanding of performance responsibility in public information management at the local government level and offer practical directions for institutional improvement.