Claim Missing Document
Check
Articles

Star Studies Terhadap Image Deddy Corbuzier Josselin Natasha Hariadi; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa image yang dikonstruksikan oleh Deddy Corbuzier di media sosialnya. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada Instagram dan Youtube Deddy Corbuzier. Periode yang diteliti adalah bulan Maret 2019 karena pada bulan tersebut Deddy berhasil mencapai 3,3 juta subscribers dan hampir semua videonya masuk trending, kemudian dia dijuluki sebagai “Father of Youtube”. Penelitian star studies terhadap image Deddy Corbuzier ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang meneiti bagaimana citra yang dibangun oleh Deddy Corbuzier. Melaui analisa star studies miliki Richard Dyer, Jane Stokes, dan Erving Goffman ditemukan bahwa Deddy Corbuzier menggunakan dramaturgi untuk menciptakan citra yang positif di mata masyarakat. Deddy Corbuzier memiliki gaya hidup dengan menunjukkan kesehariannya berolahraga dan menjaga pola makan namun ia mengkonsumsi podpackers. Citra yang ingin dibangun Deddy Corbuzier adalah sebagai sosok orang sukses yang pantas dijadikan “contoh” untuk diikuti jejaknya oleh masyarakat. Selain itu Deddy adalah bintang yang selalu menuai kontroversi di mata masyarakat. Terkenalnnya seorang Deddy berkat hal-hal kontroversi yang selalu diberitakan.
081216574467 Penerimaan Penonton terhadap Penggunaan Kata Profaniti dalam Vlog Karin Novilda Monica Grizella Woen; Ido Prijana Hadi; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.377 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penonton terhadap kata profaniti yang ada di dalam vlog Karin Novilda. Karin Novilda adalah seorang selebgram terkenal yang memiliki channel youtube pribadi. Salah satu topik di channel youtube pribadinya adalah #KVLOG yang terdapat banyak kata profaniti di dalamnya meskipun sebagian kecil sudah di edit menggunakan sound effect. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reception analysis dengan 4 orang sebagai informan. Peneliti menggunakan lima tipe kata profaniti antara lain tipe disfemisme, kasar, idiomatik, penegasan, dan katarsis. Hasil penelitian ini adalah, 2 orang informan memiliki penerimaan dominant, dan 2 orang informan lainnya masing-masing memiliki penerimaan negotiated dan oppositional. Latar belakang yang berbeda-beda dari keempat informan mempengaruhi pemaknaan dan penerimaan mereka terhadap teks vlog Karin Novilda.
Representasi Kecantikan Perempuan dalam Video Musik Blackpink – As If It’s Your Last Dea Ermini Amorita; Ido Prijana Hadi; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.067 KB)

Abstract

As If It’s Your Last merupakan video musik milik girlband asal Korea Selatan, Blackpink. Girlband ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan girlband Korea Selatan lainnya. Pada video musik As If It’s Your Last, Blackpink turut menjadi pembawa tren kecantikan Korea Selatan tidak hanya dari produk kosmetik, namun dari segi gaya busana (fashion). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kecantikan perempuan digambarkan dalam video musik As If It’s Your Last. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotika John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif interpretatif untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam video musik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa kecantikan pada video musik ini digambarkan dengan kecantikan dari fisik (outer beauty) dan kecantikan dari kepribadian (inner beauty). Hal tersebut terlihat dari bagaimana tanda dan lambang yang ada pada video musik menunjukkan adanya petanda : 1) Kecantikan perempuan merupakan produk rekayasa media, 2) Kecantikan perempuan dijadikan sebagai objek komoditas, 3) Kecantikan perempuan identik dengan citra kemewahan.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya Mengenai Brand Multi Toys Cafe Cornelius Felix; Ido Prijana Hadi; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti dan mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya mengenai brand Multi Toys Cafe. Tingkat pengetahuan mengenai brand ini akan dicari menggunakan elemen brand seperti: Nama brand, logo brand, website / URL brand dan juga packaging brand. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Peneliti menggunakan purposive sampling dimana peneliti membagikan 100 kuesioner terhadap responden masyarakat Surabaya yang memenuhi syarat. Pada penelitian ini teori yang digunakan adalah teori S-O-R, tingkat pengetahuan, dan teori elemen brand. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Surabaya memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai brand Multi Toys Cafe. Hal ini dikarenakan seringnya dilakukan kegiatan promosi dan juga publikasi yang dilakukan dengan menggunakan berbagai macam jenis media promosi sehingga pesan promosi dan informasi tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dan menghasilkan tingkat pengetahuan yang tinggi.
Penerimaan Penonton Terhadap Pluralisme dalam film “Cek Toko Sebelah” Catherine Wenny Susanto; Ido Prijana Hadi; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan penonton mengenai pesan pluralisme di film Cek Toko Sebelah. Teori yang digunakan adalah teori resepsi dan pluralisme. Metode yang digunakan adalah reception analysis. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat informan yaitu 1 informan keturunan Tionghoa, 1 informan keturunan Madura-Jawa, 1 informan keturunan NTT dan 1 keturunan Sunda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa satu informan memiliki penerimaan dominant yang artinya menerima perihal pesan pluralisme yang terdapat di film Cek Toko Sebelah. Sementara itu, tiga informan memiliki penerimaan negotiated, yang artinya tidak menolak tetapi memberikan pandangan tersendiri mengenai pesan pluralisme. Setiap informan memberikan pemaknaan berdasarkan culture setting masing-masing. Empat informan secara konteks cultural setting ditentukan oleh pengalaman dan lingkungan.
Motif dan Kepuasan Masyarakat Surabaya Dalam Mengakses Website IDN Times Carolina Rebeka Sondak; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan masyarakat Surabaya dalam mengakses website IDN Times. Website IDN Times merupakan website yang berdiri sejak 8 Juni 2014 dengan tagline ‘The Voice of Millennials and Gen Z’ dimana segmentasinya merupakan anak milenial sekitar usia 18-24 tahun. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu dunia maya, pelampiasan sosial dan emosional, pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar, serta menghabiskan waktu dan kebiasaan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji deskriptif serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan yang tertinggi adalah indikator pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar. Sedangkan yang terendah adalah pada indikator dunia maya.
Representasi Patriarki dalam Film Red Sparrow Zherlinda Kurniawan; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Patriarki direpresentasikan melalui film Red Sparrow. Film Red Sparrow merupakan film spionase dengan pemeran utama perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika John Fiske melalui 3 level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dimana data – data diperoleh dari scene yang menggambarkan patriarki. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perempuan masih berada di bawah dominasi laki – laki. Hal ini terlihat dari tanda dan lambang yang ada dalam film Red Sparrow. Laki – laki selalu memegang jabatan atau kekuasaan tinggi. Perempuan dipandang sebagai objek seksual untuk memuaskan hasrat laki – laki. Tidak hanya itu saja, tetapi perempuan diperlakukan seperti objek sehingga menjadi korban kekerasan laki – laki. Ketika seharusnya film Red Sparrow menokohkan perempuan sebagai sosok yang lebih dari laki – laki tetapi justru mengokohkan ideologi patriarki.
Restorasi Citra Kobe Bryant Di Pemberitaan Espn.Com Dan Nytimes Pada Tahun 2003 – 2004 Dandy Andresta; Ido Prijana Hadi; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Restorasi Citra Kobe Bryant di Pemberitaan ESPN.com dan NYTimes pada tahun 2003 hingga 2004. Terdapat 5 indikator Restorasi Citra dalam Public Relations dalam pemberitaan mengenai Kobe Bryant. 5 indikator tersebut adalah Teknik Menyangkal, Teknik Menghindari Tanggung Jawab, Stretegi Mengurangi Serangan, Tindakan Korektif, Menanggung Akibat Krisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini, peneliti melihat bahwa fungsi yang paling banyak terimplementasi adalah Teknik menghindari tanggung jawab.
Efektivitas Pesan Instagram Food Blogger di Generasi Milenial Surabaya Lofina Junita; Ido Prijana Hadi; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pesan Instagram food blogger di generasi milenial Surabaya. Pesan Instagram food blogger, menjadi sarana beriklan baru bagi pemilik usaha kuliner. Penelitian ini mengukur sejauh mana pesan Instagram food blogger efektif mempengaruhi milenial Surabaya, dengan menggunakan Customer Response Index (CRI). Pengukuran ini didasarkan pada teori S-O-R, komunikasi pemasaran, efektivitas pesan iklan, dan teori pesan iklan yang mencakup elemen-elemen isi pesan. Peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, melalui online survei, yang dibagikan kepada 100 responden. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pesan Instagram food blogger efektif mempengaruhi generasi milenial Surabaya dalam melakukan pembelian.
Pengaruh Terpaan Media Terhadap Sikap Masyarakat Surabaya Pada Program Religi “Kata Ustadz Solmed” Di SCTV Angga Rakadiwak Tusan; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV merupakan sebuah talkshow siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Sholeh Mahmoed. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terpaan media terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatif untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan pengaruh variabel terpaan media terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa terpaan media memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Hal ini disebabkan karena masyarakat Islam Surabaya menunjukkan sikap yang positif terhadap program tersebut dengan menyukai dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung program acara tersebut.
Co-Authors Adelia Edyna Adrian Iskandar Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Ajeng Lintang Saraswati Albertus Andika Sanjaya Amelia Sidik Amorita, Dea Ermini Andreas Setya Wibowo Angella, Natha Bella Angga Rakadiwak Tusan Aniendya Christianna Aritonang, Agusly Irawan Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatamaa Auryn Nathania Soputra Benita Christie Carolina Rebeka Sondak Catherine Wenny Susanto Charles Endriko Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Christy Naomi Panggabean Cornelius Felix Cristianingtias, Nova Dandy Andresta Daniel Budiana Dea Ermini Amorita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desy Apriyanti Manu Dima Diana Prasetya Dima, Desy Apriyanti Manu Dodo Septian Harrimas Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felecia Chrissindra Santoso Felicia Goenawan Felicia Goenawanf Felicia Kosasih Ferry Shandy Welianto Wong Fidelia Wiguna Florentina Fahriza Kusuma Frado Theo Fransiskus Pedro Budi Saputra Gabrielle Julietta Pradika Gatut Priyowidodo Gatut Priyowidodo Genieverre Sasja Julianto Grace Agatha Hartanto Hariadi, Josselin Natasha Hosyana Claudia Rampalimbo Inge Averina Jama, Karolus Budiman Jandy Edipson Luik Jandy Luik Jerry Indrawan Jonathan Allen Cahyanugraha Josselin Natasha Hariadi Jovita Rebecca Poluan Karin Saraswati Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lofina Junita Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Meiliana Betago Melissa Melissa Meta Sya Minanlarat, Kevin Vielden Monica Grizella Woen Monica, Cindy Ayu Monica, Vita Nanang Krisdinanto Olivia Charis A. S. Ongq Rifaldy Litualy Persis, Jennifer Pradika, Gabrielle Julietta Rahabav, Victor Reni Reni Rhein Valdaw Kalangi Rustono - Setiawan, Filbert Bagus Sherin Fongana Sidartha Keanu Liem Sondak, Carolina Rebeka Theresia Vianny Johan Titi Nur Vidyarini Tjan Jessica Geraldine Tjandra Victor Rahabav Vita Monica Wahjudianata, Megawati Wibowo, Andreas Setya Woen, Monica Grizella Yermia Djefri Manafe Yogatama , Astri Yosua Rononuwu Yunchita Limanto Zherlinda Kurniawan