Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Makna Lirik Lagu “Wishing Well” Karya Juice WRLD Jonathan Allen Cahyanugraha; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu adalah salah satu media penyampaian pesan oleh penulis lagu kepada para pendengar lagu. Lagu ‘Wishing Well’ oleh Juice WRLD adalah salah satu lagu yang memiliki makna mendalam dari pesan yang ingin disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu ‘Wishing Well’ karya Juice WRLD. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan Semiologi Roland Barthes yang meneliti makna konotasi, denotasi dan mitos yang terkandung dalam lagu ‘Wishing Well’. Hasil penelitian ini menemukan adanya pesan permintaan pertolongan oleh Juice WRLD untuk bebas dari adiksi narkoba dan gangguan kesehatan mental. Melalui lagu – lagu Juice WRLD juga membuka mata pendengar musik betapa kelamnya industri musik yang dipenuhi dengan penyalahgunaan narkoba, sehingga lagu – lagu Juice WRLD selama ini adalah sebenarnya merupakan pesan dari Juice WRLD dalam bentuk lagu, untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba, kesehatan mental dan pentingnya meluapkan perasaan agar tidak ada korban seperti dirinya lagi.
Representasi Kritik Sosial dalam Video “DPR – Musikal” di Channel YouTube SkinnyIndonesian24 Frado Theo; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik sosial merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat mengungkapkan isi hati mereka terhadap pemerintah. Kritik sosial bisa disampaikan lewat media apapun, salah satunya media sosial. Media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah YouTube. Dengan YouTube, masyarakat dapat mengekspresikan kritik dengan tetap memperhatikan Undang-Undang yang ada. Salah satu video kritik sosial yang ada di YouTube adalah video DPR – Musikal pada channel SkinnyIndonesian24. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran kritik sosial dalam video “DPR – Musikal”. Video ini mengungkapkan ada beberapa faktor mengapa lembaga DPR tidak dapat berkembang secara bebas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode yang penulis gunakan adalah semiotika milik John Fiske dengan 3 level yakni level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kritik sosial mengenai politisi muda mendapat perhatian khusus, anggota DPR identik dengan “proyek”, “bisnis” dan uang, anggota DPR berpikir secara realistis, serta anggota DPR terdiri dari dua kubu yang berbeda.
Tingkat Pengetahuan Pengguna Instagram Terhadap Brand Identity Harletté Felicia Kosasih; Ido Prijana Hadi; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brand identity merupakan salah satu komponen brand dan persepsi konsumen yang dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang digunakan suatu perusahaan. Brand identity memiliki elemen yaitu nama brand, logo brand, dan trademark brand. Brand identity menjadi penting bagi suatu perusahaan karena mempengaruhi ekuitas dan loyalitas terhadap suatu merek. Dalam penelitian ini, akan dilakukan pengukuran tingkat pegetahuan pengguna Instagram terhadap brand identity Harletté. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode penelitian e- survei yang dibagikan kepada 100 responden pengguna Instagram yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Stimulus- Organism-Response (S-O-R), tingkat pengetahuan, dan brand identity. Hasil akhir dari penelitian ini secara keseluruhan adalah pengguna Instagram memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai brand identity Harletté. Hal ini terjadi karena Harletté secara konsisten menyampaikan brand identity di media promosi utamanya, Instagram, dan juga konsisten dalam melakukannya.
Analisis Resepsi Khalayak Mengenai Konten ‘Thirst Trap’ pada Akun TikTok @eunicetjoaa Florentina Fahriza Kusuma; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai jenis konten diciptakan dan disebarluaskan di media sosial TikTok, salah satunya adalah konten thirst trap. Konten tersebut sengaja dibuat oleh creator-nya untuk menarik perhatian audiens secara seksual. Ada pun seorang creator TikTok yang terkenal akan konten thirst trap-nya bernama Eunice Tjoaa dengan akun @eunicetjoaa. Penerimaan khalayak tentunya akan berbeda- beda. Penelitian ini menggali lebih dalam penerimaan khalayak mengenai konten thirt trap akun TikTok @eunicetjoaa menggunakan metode analisis resepsi. Hasil yang didapat dibedakan menjadi tiga penerimaan yaitu dominant, negotiated, dan oppositional. Penerimaan dominannya adalah khalayak menerima status Eunice Tjoaa sebagai sosok artis TikTok. Kemudian penerimaan negotiated adalah khalayak cenderung menelaah lagi konten thirst trap tersebut yang memberikan respon penerimaan yang campur aduk antara positif dan negative. Dan yang terakhir penerimaan oppositional ditunjukkan oleh ketidaksetujuan khalayak terhadap konten thirts trap sebagai bentuk eskpresi diri.
Tingkat Brand Awareness Masyarakat Surabaya Terhadap Casa Mille Events Yunchita Limanto; Ido Prijana Hadi; Jandy Edipson Luik
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Casa Mille Events salah satu Brand Event Organizer yang baru di Surabaya. Sebagai Brand baru, peneliti tertarik untuk meneliti Brand Awareness. Casa Mille Events mengkomunikasikan mengenai Brand-nya yang meliputi lima Brand Element yang terdiri dari Brand Name, URL, Logo & Symbol, Slogan, dan Packaging melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Brand Awareness masyarakat Surabaya terhadap Casa Mille Events yang diukur dari kesadaran masyarakat terhadap lima element Brand. Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat Brand Awareness masyarakat Surabaya terhadap Casa Mille Events ada pada tingkat Recall Brand
Citra Food Vlogger Mgdalenaf Sepanjang Pandemi Covid-19 Tjan Jessica Geraldine Tjandra; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mgdalenaf merupakan food vlogger asal Indonesia yang aktif di berbagai media sosial. Mgdalenaf memanfaatkan channel YouTube dengan nama MGDALENAF dan akun instagram @mgdalenaf untuk membangun citranya sebagai seorang food vlogger. Hal ini cukup efektif dilakukan, terutama pada saat terjadinya pandemi Covid-19. Melalui YouTube dan Instagramnya, Mgdalenaf menunjukkan inisiatif kepeduliannya terhadap UMKM khususnya di bidang kuliner untuk mendapat citra yang positif dengan membuat program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum. Penelitian ini menggunakan teori citra. Dalam teori ini Baskin dan Aronoff menunjukkan terdapat lima elemen citra yang dapat digunakan, yakni, primarry impression, familiarity, preference, perceptions, dan positions. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah channel YouTube MGDALENAF dan akun instagram @mgdalenaf. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Mgdalenaf memanfaatkan media sosialnya untuk pembentukan citranya dan citra yang ditampilkan oleh Mgdalenaf sebagai seorang food vlogger di Indonesia sepanjang pandemi Covid-19 berdasarkan lima elemen citra yaitu sosok yang inspiratif dan bertanggung jawab terhadap pelaku UMKM, humanis dan filantropi, reviewnya dapat dipercaya, Bar Bar, dan sosok food vlogger yang berkualitas.
Traditional Communication and Language Power In The Deliberative Culture Of “Lonto Leok” Yermia Djefri Manafe; Ido Prijana Hadi; Karolus Budiman Jama
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 1, (Juni 2023) [Accredited Sinta 2] No 10/E/KPT/2019]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.174 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v39i1.2277

Abstract

Communication of traditional elite power relations and language power over silent groups in the "Lonto Leok" deliberation culture greatly influences the results of deliberations which essentially ignore the opinions of the lower community, so that the democracy that occurs seems to represent all community opinions. Therefore, it is necessary to know the power relations of traditional elites with the community (silent groups) in order to gain an understanding of this democratic context. This research was conducted among the Manggarai ethnic group in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province using qualitative methods. Data collection was conducted by in-depth interviews with local elites and people who practice the "lonto leok" culture. To get the appropriate views, focused discussions were conducted to match the results of the interviews. The results of this study concluded that the lonto leok culture is a form of deliberation in the context of the Manggarai indigenous community, where the customary elite (traditional elite) has a very strong role in decision-making which is implicitly supported by the power of language to silence the lower layers of society (non-elite) to prevent dissent.
Marketing Communication Strategy at Fashion Company "X" During a Pandemic Covid-19 Jerry Indrawan; Felicia Goenawan; Ido Prijana Hadi
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 1 (2023): April 2023
Publisher : Communication Science Department - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.1.65-83

Abstract

This research was conducted to find out how the marketing communication strategy was carried out by fashion company "X" during the Covid-19 pandemic. In its marketing communication strategy, fashion company "X" has the goal of increasing sales of the products sold by fashion company "X". In achieving this goal, the fashion company "X" uses the AIDA model (Action, Interest, Desire, Action) to classify a person's phases in knowing a brand and taking action and using the elements in integrated marketing communication (IMC) to analyze strategy marketing communications used by fashion company "X". This type of research is descriptive qualitative. And using the case study method as well as in collecting data using interview techniques. In delivering its marketing communication strategy, fashion company "X" uses several online media according to their target market. In addition, they also use live shopping techniques. and the latter uses the data of every customer who purchases at their company to offer the latest products from fashion company "X". The results of this study are used to determine marketing communication strategies at the fashion company "X" during the Covid-19 pandemic and the latter uses the data of every customer who purchases at their company to offer the latest products from fashion company "X". The results of this study are used to determine marketing communication strategies at the fashion company "X" during the Covid-19 pandemic and the latter uses the data of every customer who purchases at their company to offer the latest products from fashion company "X". The results of this study are used to determine marketing communication strategies at the fashion company "X" during the Covid-19 pandemic
Effectiveness of #FeelThePower Campaign Message on the Followers of Azarine Cosmetic’s Instagram Account Auryn Nathania Soputra; Astri Yogatama; Ido Prijana Hadi
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 1 (2023): April 2023
Publisher : Communication Science Department - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.1.18-32

Abstract

Effectiveness can be interpreted as the result or influence that arises from a communication process, namely attitudes, behavior, and responses from a communicant whether desired or not desired. The purpose of this research is to find out the effectiveness of the #FeelThePower campaign message for Azarine cosmetic Instagram followers which aims to make customers feel the power that comes from Azarine's ingredients and inner strength to stay confident and always give the best for yourself. This campaign is carried out by launching new products and collaborating with Disney Marvel. Measurement of effectiveness is carried out using the AIDA measurement method (Attention, Interest, Desire, Action). Data was collected by distributing questionnaires to 100 respondents using a purposive sampling technique. Based on research results, the message of the #FeelThePower campaign is categorized as effective. Of the four indicators, the attention stage has the highest mean value, which means that the respondent's attention to the campaign message is the highest compared to other indicators.
Traditional Communication and Language Power In The Deliberative Culture Of “Lonto Leok” Manafe, Yermia Djefri; Hadi, Ido Prijana; Jama, Karolus Budiman
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 1, (June 2023) [Accredited Sinta 2, No 10/E/KPT/2019]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i1.2277

Abstract

Communication of traditional elite power relations and language power over silent groups in the "Lonto Leok" deliberation culture greatly influences the results of deliberations which essentially ignore the opinions of the lower community, so that the democracy that occurs seems to represent all community opinions. Therefore, it is necessary to know the power relations of traditional elites with the community (silent groups) in order to gain an understanding of this democratic context. This research was conducted among the Manggarai ethnic group in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province using qualitative methods. Data collection was conducted by in-depth interviews with local elites and people who practice the "lonto leok" culture. To get the appropriate views, focused discussions were conducted to match the results of the interviews. The results of this study concluded that the lonto leok culture is a form of deliberation in the context of the Manggarai indigenous community, where the customary elite (traditional elite) has a very strong role in decision-making which is implicitly supported by the power of language to silence the lower layers of society (non-elite) to prevent dissent.
Co-Authors Adelia Edyna Adrian Iskandar Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Ajeng Lintang Saraswati Albertus Andika Sanjaya Amelia Sidik Amorita, Dea Ermini Andreas Setya Wibowo Angella, Natha Bella Angga Rakadiwak Tusan Aniendya Christianna Aritonang, Agusly Irawan Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatamaa Auryn Nathania Soputra Benita Christie Carolina Rebeka Sondak Catherine Wenny Susanto Charles Endriko Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Christy Naomi Panggabean Cornelius Felix Cristianingtias, Nova Dandy Andresta Daniel Budiana Dea Ermini Amorita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desy Apriyanti Manu Dima Diana Prasetya Dima, Desy Apriyanti Manu Dodo Septian Harrimas Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felecia Chrissindra Santoso Felicia Goenawan Felicia Goenawanf Felicia Kosasih Ferry Shandy Welianto Wong Fidelia Wiguna Florentina Fahriza Kusuma Frado Theo Fransiskus Pedro Budi Saputra Gabrielle Julietta Pradika Gatut Priyowidodo Gatut Priyowidodo Genieverre Sasja Julianto Grace Agatha Hartanto Hariadi, Josselin Natasha Hosyana Claudia Rampalimbo Inge Averina Jama, Karolus Budiman Jandy Edipson Luik Jandy Luik Jerry Indrawan Jonathan Allen Cahyanugraha Josselin Natasha Hariadi Jovita Rebecca Poluan Karin Saraswati Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lofina Junita Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Meiliana Betago Melissa Melissa Meta Sya Minanlarat, Kevin Vielden Monica Grizella Woen Monica, Cindy Ayu Monica, Vita Nanang Krisdinanto Olivia Charis A. S. Ongq Rifaldy Litualy Persis, Jennifer Pradika, Gabrielle Julietta Rahabav, Victor Reni Reni Rhein Valdaw Kalangi Rustono - Setiawan, Filbert Bagus Sherin Fongana Sidartha Keanu Liem Sondak, Carolina Rebeka Theresia Vianny Johan Titi Nur Vidyarini Tjan Jessica Geraldine Tjandra Victor Rahabav Vita Monica Wahjudianata, Megawati Wibowo, Andreas Setya Woen, Monica Grizella Yermia Djefri Manafe Yogatama , Astri Yosua Rononuwu Yunchita Limanto Zherlinda Kurniawan