Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis isi Kekerasan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2 Cliff Reinhart Marthin; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa frekuensi bentuk-bentuk kekerasan yang ditayangkan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2. Penelitian ini menggunakan teori kekerasan oleh Weiner, Zahn dan Sagi dengan menggunakan indikator kekerasan fisik dan kekerasan Psikologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan analisis isi dan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kedua film Deadpool dengan menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Deadpool 1 dan Deadpool 2, jenis kekerasan fisik menjadi indikator yang paling mendominasi dalam kedua film ini, kekerasan fisik muncul sebanyak 61 kali atau 53% selama penayangan film Deadpool 1 dan 83 kali kekerasan fisik atau 72% untuk film Deadpool 2. Subindikator atau bentuk kekerasan yang paling sering muncul adalah membunuh sebanyak 16 kali dan memukul sebanyak 12 dalam film Deadpool 1 dan bentuk kekerasan membunuh muncul sebanyak 22 kali dan memukul sebanyak 16 kali dalam film Deadpool 2.
Etika Jurnalisme Bencana dalam Program Breaking News Kecelakaan Sriwijaya Air SJ- 182 periode Januari 2021 Jovita Rebecca Poluan; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awal 2021, berbagai bencana melanda Indonesia. Ada bencana yang disebabkan faktor alam, seperti tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, gunung meletus, dan bencana nonalam, yakni kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Banyaknya bencana tentu menjadi perhatian media. Namun pada praktiknya, pemberitaan mengenai bencana di Indonesia lebih menjual duka keluarga dibandingkan konten informatif, seperti mitigasi bencana. Melalui penelitian ini, peneliti hendak mengetahui sejauh mana berita di televisi Indonesia menerapkan etika jurnalismebencana. Peneliti menggunakan analisis isi kuantitatif Breaking News mengenai kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 pada 9-12 Januari 2021 dari dua saluran televisi berita, yakni Metro TV dan CNN Indonesia. Dari total 97 sampel, sebanyak 91,8% sudah mematuhi Pasal 50 Standar Program Siaran 2012 mengenai peliputan bencana. Namun, peneliti masih menemukan adanya pelanggaran terhadap butir pertama, yakni menambah penderitaan atau trauma korban, keluarga, dan masyarakat, dengan cara memaksa, menekan, dan/atau mengintimidasi untuk diwawancarai dan/atau diambilgambarnya. Mayoritas pelanggaran berupa pertanyaan mengenai firasat keluarga atau mewawancarai keluarga korban yang tengah berkabung.
Pengaruh Pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi Terhadap Tingkat Kecemasan Pelanggan Netflix Indonesia Rhein Valdaw Kalangi; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia. terpaan media massa dapat menyebabkan kecemasan orang meningkat karena kedekatan pesan yang disampaikan kepada audience. Tingkat kecemasan meningkat pada setiap orang namun masing-masing berbeda tergantung terpaan yang diterima oleh pemirsa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner, dan hasilnya dianalisa menggunakan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia.
Analisis Isi Pesan Bullying Dalam Film “Shazam” Yosua Rononuwu; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diakukan untuk mengetahui jenis bullying yang terdapat dalam film Shazam. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan tcori bullying dongan indikator bullying verbal, bullying fisik, bullying relasional, bullying elektronik yang dicetuskan oleh Barbara Coloroso, (2006). Selain itu ada pula vaniabel tambahan yakni peran-peran buliying. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Peneliti mcngoding dan menganalisis pesan bullying dalam seluruh adegan dalam film. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Shazam jenis bullying relasional yang paling banyak muncul karena merupakan jenis yang paling sulit dideteksi dari luar, sehinggs sulit mencegah dan menangani. Dalam bullying terdapat peran bully sebagai aktor utama bullying dan victim sebagai korban, sementara peran yang berpotensi menjadi next bully yaitu peran asisten bully.
Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Head Of Agreement (HoA) Divestasi 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Pada Media Daring Ongq Rifaldy Litualy; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui framing media dalam memuat tulisan media daring Tempo.co, Kompas.com, detikcom, Okezone.com, Viva.co.id dan Republika online tentang Head of Agreement Divestasi 51 persen Saham Freeport oleh Pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke enam media daring tersebut memiliki cara pandang (angle) yang berbeda. Tempo.co, Kompas.com, detikcom, dan Okezone memiliki framing yang sama yaitu, mengandung nilai nasionalisme dari upaya pemerintah pada Head of Agreement divestasi 51 persen saham Freeport. Sedangkan Viva.co.id dan Republika Online menampilkan framing keinginan masyarakat Papua yang tidak ingin Freeport melanjutkan pertambangan di tanah Papua, adapun juga frame berita tentang dugaan permainan uang “hengki pengki “, serta beban negara dalam hutang yang terus bertambah dan tekanan dollar terhadap rupiah.
Citra Pemerintah Kota Denpasar Pasca Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Pandemi Covid-19 Di Mata Masyarakat Kota Denpasar Fransiskus Pedro Budi Saputra; Ido Prijana Hadi; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra terbentuk dari apa yang dialami oleh publik mengenai organisasi. Semua yang dilakukan oleh perusahaan akan membentuk citra di mata publiknya, sehingga jika apa yang dilakukan negatif maka publik akan memberikan penilaian buruk pada perusahaan, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra Pemerintah Kota Denpasar di mata masyarakat Kota Denpasar. Pengukuran citra berdasarkan dengan empat indikator pembentukan citra yaitu Persepsi, Kognisi, Motivasi dan Sikap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan dengan metode online survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner melalui media sosial, dikarenakan berbenturan dengan keadaan pandemi Covid-19 yang membatasi peneliti bertemu secara langsung dengan responden. Metode pengolahan data dilakukan dengan menguji validitas, reliabilitas dan frekuensi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskripsif dan tabulasi silang (crosstab). Dari hasil penelitian diketahui bahwa gambaran citra Pemerintah Kota Denpasar di mata masyarakat Kota Denpasar bersifat positif, dimana indikator citra paling tinggi adalah indikator Sikap dengan skor rata-rata sebesar 4.01 dan paling rendah adalah indikator Motivasi dengan skor rata-rata 3.32. Untuk perolehan skor rata-rata indikator lainnya diketahui dari indikator Persepsi terdapat skor rata-rata sebesar 3.83 dan dari indikator kognisi yaitu 3.81.
Efektivitas Iklan “@kamaliabeauty x tasyafarasya lipswatch” pada Instagram Beauty Influencer Tasya Farasya Karin Saraswati; Ido Prijana Hadi; Felicia Goenawanf
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Salah satu alat komunikasi pemasaran adalah periklanan. Suatu iklan dapat diukur efektivitasnya menggunakan metode CRI (Customer Response Index) dengan lima tahapan diantaranya, awareness, comprehend, interest, intentions, dan action. Efektivitas iklan mengacu pada sejauh mana sebuah iklan mencapai tujuan yang ditetapkan. Penelitian iklan “@kamaliabeauty x tasyafarasya lipswatch” pada Instagram Tasya Farasya adalah efektif. Sebagaimana tujuan dari iklan informatif, metode CRI berhenti pada tahap intentions.
Penerimaan Sobat Swameka Terhadap Program Radio OMA (Obrolan Malam) Milik Radio Swara Menara Kasih (101.1 FM) Nabire, Papua Inge Averina; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio Swameka memiliki program favorit pendengarnya yaitu program OMA. Program OMA mengangkat materi yang diangkat dari masalah kehidupan yang sering terjadi pada manusia dengan tujuan menjawab kebutuhan pedengar. Penerimaan mengenai program OMA tentu berbeda-beda berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang informan miliki. Penerimaan program OMA yang dibahas dalam penelitian ini mencakup beberapa aspek seperti materi renungan, kompetensi penyiar, lagu/musik, kompetensi narasumber dan materi sebagai rujukan kehidupan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode yang digunakan adalah analisis penerimaan. Informan dari penelitian ini adalah pendengar program OMA berusia 40-70 tahun berdasarkan persepsi dan pengalaman mereka tentang program OMA. Dalam aspek materi renungan teradapat penerimaan dominant karena materi yang disampaikan sudah sesuai dengan kehidupan, dan negotiated karena perbedaan latar belakang agama. Kedua penerimaan tersebut ada karena dipengaruhi frame of reference yang berbeda. Aspek kompetensi penyiar memiliki penerimaan negotiated karena penyiarnya masih dilihat lebih banyak interaksi dengan narasumber daripada pendengar. Berikutnya, aspek lagu / musik memiliki penerimaan negotiated karena adanya berbeda frame of reference dan kurangnya kepuasan terhadap pemilihan lagu. Pada aspek kompetensi narasumber terdapat penerimaan dominant karena dari berbagai latar belakang narasumber yang diundang, mereka sudah sesuai dengan tema atau topik yang diangkat pada hari tersebut. Dalam aspek materi sebagai rujukan kehidupan sendiri memiliki penerimaan dominant karena materi yang disampaikan dapat dijadikan pedoman kehidupan untuk menghadapi suatu masalah. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu field of experience dan frame of reference.
Pengguna Media Interaktif Sebagai Kenyataan Maya: Studi Resepsi Khalayak Suarasurabaya.net Sebagai Media Interaktif Ido Prijana Hadi
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 3 (2011): Juli 2011
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.846 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v1i3.22

Abstract

My aim in writing this paper is to describe that in this fast-changing world, media in Indonesia has undergone a rapid transformation. Digital technology continues to reshape the mass media landscape using internet technology. Internet brings a technical communication revolution, a fundamental change takes place in the structure of connections, artificial memories and the reproduction of their content. Internet technology has made communication much easier and less expensive. It has attracted many people and has penetrated into people’s daily lives. The mass media also have accepted the internet. Almost all forms of traditional media (old media) in local media, such as radio, television, and newspaper have extended their work into this new field. The internet and the World Wide Web have both significantly influenced modern journalism. In online media allows readers to enjoy browsing their product and service of contents, such as news feed, podcasts, desktop alert, news on mobile phones, PDA and others mobile devices. Online media offer not only text but also digital images , audio file, moving images (video), internet radio and internet t v. The interactive features of the internet seemingly imply that online media have more advantages than traditional media forms (old media). So, the internet have dramatically evolved become new media with characteristic multimedia, hypertext, interactivity, archives , and virtuality. The most important structural new media characteristic is the integration of telecommunications, data communications and mass communication in a single medium – it is the convergence. It should be pointed out that the trend toward digital is affecting the various media and brings the local media in East Java to become a global media, where breaking news from Surabaya or anywhere in East Java is transmitted to around the world in a matter of minutes . The research was carried out to find out how user reception on convergence media, journalism and local media on the site of SuaraSurabaya.net and how to access subjective meanings that they have created based on t heir understanding on online media so far. The research is also interested in looking into user reception on information and communication technology based on its relevance with the selected theme namely discourses on global media in website of Radio Suara Surabaya.
STAR STUDIES TERHADAP KONTRUKSI IMAGE ANDROGYNOUS YOUTUBER “JOVI ADHIGUNA HUNTER” Gabrielle Julietta Pradika; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Scriptura Vol. 9 No. 1 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.985 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.1.35-42

Abstract

Penelitian star studies terhadap YouTuber Jovi Adhiguna Hunter dengan pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan dengan melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Jovi Adhiguna. Melalui analisa menggunakan metode star studies milik Richard Dyer, Christine Gledhill, dan Jane Stokes ditemukan bahwa Jovi Adhiguna menggunakan pendekatan dramaturgi untuk menciptakan citra positif bagi dirinya. Jovi mendukung kaum LGBT, namun tidak mengakui sebagai bagian dari kaum LGBT. Jovi Adhiguna Hunter menjadikan dirinya sebagai komoditas laki-laki androgini yang cantik dalam profesinya sebagai YouTuber.
Co-Authors Adelia Edyna Adrian Iskandar Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Ajeng Lintang Saraswati Albertus Andika Sanjaya Amelia Sidik Amorita, Dea Ermini Andreas Setya Wibowo Angella, Natha Bella Angga Rakadiwak Tusan Aniendya Christianna Aritonang, Agusly Irawan Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatamaa Auryn Nathania Soputra Benita Christie Carolina Rebeka Sondak Catherine Wenny Susanto Charles Endriko Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Christy Naomi Panggabean Cornelius Felix Cristianingtias, Nova Dandy Andresta Daniel Budiana Dea Ermini Amorita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desy Apriyanti Manu Dima Diana Prasetya Dima, Desy Apriyanti Manu Dodo Septian Harrimas Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felecia Chrissindra Santoso Felicia Goenawan Felicia Goenawanf Felicia Kosasih Ferry Shandy Welianto Wong Fidelia Wiguna Florentina Fahriza Kusuma Frado Theo Fransiskus Pedro Budi Saputra Gabrielle Julietta Pradika Gatut Priyowidodo Gatut Priyowidodo Genieverre Sasja Julianto Grace Agatha Hartanto Hariadi, Josselin Natasha Hosyana Claudia Rampalimbo Inge Averina Jama, Karolus Budiman Jandy Edipson Luik Jandy Luik Jerry Indrawan Jonathan Allen Cahyanugraha Josselin Natasha Hariadi Jovita Rebecca Poluan Karin Saraswati Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lofina Junita Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Meiliana Betago Melissa Melissa Meta Sya Minanlarat, Kevin Vielden Monica Grizella Woen Monica, Cindy Ayu Monica, Vita Nanang Krisdinanto Olivia Charis A. S. Ongq Rifaldy Litualy Persis, Jennifer Pradika, Gabrielle Julietta Rahabav, Victor Reni Reni Rhein Valdaw Kalangi Rustono - Setiawan, Filbert Bagus Sherin Fongana Sidartha Keanu Liem Sondak, Carolina Rebeka Theresia Vianny Johan Titi Nur Vidyarini Tjan Jessica Geraldine Tjandra Victor Rahabav Vita Monica Wahjudianata, Megawati Wibowo, Andreas Setya Woen, Monica Grizella Yermia Djefri Manafe Yogatama , Astri Yosua Rononuwu Yunchita Limanto Zherlinda Kurniawan