Claim Missing Document
Check
Articles

Terumbu Karang dengan Kesesuaian Infrastruktur Menjadikan Green Belt Ekowisata Bahari di Pulau Tegal Kabupaten Pesawaran Ahmad Herison; Ahmad Zakaria; Irwani Ninik Wijaya; Yuda Romdania
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.43 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.9698

Abstract

Abstrak Pulau Tegal merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki flora dan fauna yang beragam sehingga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi sumber daya alam dan infrastruktur pendukung yang terdapat di Pulau Tegal memerlukan adanya kajian tentang nilai kelayakan wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tentang nilai kelayakan ekowisata bahari yang ditinjau dari terumbu karang terhadap infrastruktur pendukung yang ada di Pulau Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK) dan Potensi Objek Wisata. Dari metode yang dilakukan didapatkan nilai kesesuaian ekowisata terumbu karang sebelah utara sebesar 78,95%, sebelah timur sebesar 78,95%, sebelah selatan sebesar 85,96% dan sebelah barat sebesar 84,21% sehingga masuk dalam kategori sangat sesuai. Analisis daya dukung kawasan wisata selam dan snorkeling di Pulau Tegal sebesar 59 wisatawan. Analisis Potensi objek wisata Pulau Tegal secara keseluruhan didapatkan hasil sebesar 87,87%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekowisata terumbu karang, dan infrastruktur pendukung di Pulau Tegal telah sesuai untuk kegiatan ekowisata bahari.  Kata kunci : Terumbu Karang; Indeks Kesesuaian Wisata; Daya Dukung Kawasan; Potensi Objek Wisata; Pulau Tegal Abstract Tegal Island is one of the tourist destinations that has a variety of flora and fauna so that it becomes an attraction for domestic and foreign tourists. The potential of natural resources and supporting infrastructure on Tegal Island requires a study of the value of tourism feasibility. The purpose of this study is to analyze the feasibility value of marine ecotourism in terms of coral reefs and seagrass on the existing supporting infrastructure on Tegal Island. The method used in this research is the analysis of the Tourism Suitability Index (IKW), Regional Carrying Capacity (DDK) and the Potential of Tourism Objects. From the method used, the value of the suitability of coral reef ecotourism in the north is 78.95%, the east is 78.95%, the south is 85.96% and the west is 84. 21% so it falls into the very appropriate category. Analysis of the carrying capacity of the diving and snorkeling tourism areas on Tegal Island was 59 people. Analysis of the potential of the Tegal Island tourist attraction as a whole, the results obtained were 87.87%. From the results, it can be concluded that coral reef ecotourism, seagrass and supporting infrastructure on Tegal Island are suitable for marine ecotourism activities. Keywords: Coral; Tourism Suitability Index; Carrying Capacity; Potential Tourism Objects, Tegal Island
STUDI PENURUNAN TANAH GAMBUT PADA KONDISI SINGLE DRAIN DENGAN METODE VERTIKAL DRAIN DENGAN MENGGUNAKAN PRELOADING Ahmad Herison; Yuda Romdania; Febrizky C Putri
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 15 Nomor 1, Ma
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.416 KB) | DOI: 10.21009/spatial.151.02

Abstract

ABSTRAK Pembangunan konstruksi di atas tanah gambut akan mendapatkan beberapa masalah geoteknik. Salah satunya adalah terjadinya penurunan (konsolidasi) tanah yang apabila mengalami pembebanan diatasnya maka tekanan air pori akan naik sehingga air pori ke luar yang menyebabkan berkurangnya volume tanah, oleh karena itu akan terjadi penurunan pada tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan data hasil pengujian penurunan lapis tanah pada tanah gambut menggunakan metode sand drain dengan Pembebanan Bertahap pada kondisi Single Drain (Pola Segitiga dan Pola Segiempat). Pengujian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Lampung. Sampel tanah yang akan diteliti adalah tanah gambut pada kedalaman 20 cm. Pelaksanaan pengujian dilakukan dalam 2 tahap. Pertama adalah pengujian sifat fisik dan konsolidasi tanah gambut. Kedua adalah pengujian lama waktu pengeringan pada tanah gambut akibat pengaruh metode drainase menggunakan bahan pasir. Data yang didapatkan dari percobaan diolah, dan kemudian hasil perhitungan tersebut ditabelkan dan dibuat grafik. Dari penelitian ini didapatkan: Koefisien konsolidasi (Cv) untuk pola segitiga sebesar 0,00079 cm2/menit dan untuk pola segiempat sebesar 0,0028 cm2/menit, nilai indeks tekanan Cc untuk pola segitiga sebesar 2,5589 dan untuk pola segiempat sebesar 1,0041. Sehingga diambil kesimpulan : (1) Penggunaan metode sand drain dengan pola segiempat ternyata dapat menurunkan tanah lebih cepat daripada dengan pola segitiga (2) Nilai Cv (koefisien konsolidasi) sebelum pembebanan lebih besar daripada setelah pembebanan, sedangkan nilai Cc (indeks pemampatan) sesudah pembebanan lebih besar daripada sebelum pembebanan. Kata Kunci : Gambut, Single Drain, Konsolidasi
KAJIAN PENGGUNAAN KONDESAT AC SEBAGAI BAHAN BAKU AIR MINUM DARI SEGI KUALITAS DAN KUANTITAS (REVIEW) Ahmad Herison; Ariestina Fanani; Gatot Eko Susilo; YUDA ROMDANIA
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 18 Nomor 1, Ma
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.196 KB) | DOI: 10.21009/spatial.181.06

Abstract

Penggunaan Air Conditioner (AC) yang semakin banyak oleh masyarakat baik di lingkungan perumahan maupun di perkantoran, mengakibatkan adanya air hasil proses pendinginan udara. Air yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak, namun pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mereview beberapa penelitian mengenai kondesat AC sehingga akan diketahui metode yang paling efektif dalam menentukan kualitas kondesat AC sebagai bahan baku air minum pada penelitian selanjutnya. Sejauh ini belum banyak penelitian mengenai kondesat AC. Beberapa penelitian hanya menganalisa sebagian parameter dari parameter fisik, kimia, dan bakteriologis. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Wahyu, dkk (2006), yang menganalisa parameter fisik, kimia (CO2, Amonia, Nitrat, KMN04, dan Fenol) dan mikrobiologi. Kemudian penelitian oleh Laila, dkk (2009), yang hanya menganalisa parameter konduktivitas, TDS, PH dan logam Pb. Lalu penelitian oleh Bambang, dkk (2016) yang meneliti tentang parameter laju alir, fisika (TDS, Turbidity dan pH) dan mikrobiologi. Diantara penelitian tersebut, belum ada yang menggunakan metode WQI untuk menentukan kualitas kondesat AC. Selain itu belum ada pula yang melakukan analisa ekonomi mengenai keunggulan kondesat AC sebagai alternatif sumber air bersih. Oleh karena itu pada penelitian ini kami menggunakan metode DOE WQI untuk mengetahui kualitas sekaligus melakukan analisa ekonomi dari penggunaan kondesat AC tersebut. Pemilihan metode DOE WQI disebabkan karena metode ini dianggap mampu menyederhanakan perhitungan status mutu air hanya dengan mengukur 6 paramater yaitu BOD, COD, DO, Amonia, TSS, dan pH. Pengambilan sampel kondesat sebaiknya dilakukan pada rentang waktu yang sama, untuk mendapatkan jumlah volume kondesat yang akurat. Nilai volume tersebut berpengaruh pada analisa ekonomi yang akan dilakukan. Pemeriksaan fisik mikrobiologi, dan logam juga harus tetap dilakukan untuk mengantisipasi temuan pada penelitian sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa metode DOE WQI merupakan metode yang efektif untuk mengevaluasi kualitas kondesat AC jika dibarengi dengan pemeriksaan parameter logam. Keyword : Kualitas Air, Kondesat AC, Review Penggunaan Kondesat AC
Analisis Zonasi Ekowisata Bahari Berbasis Sistem Informasi Geografis Ahmad Herison; Yuda Romdania; Willy Brilliant Yosua
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 2 (2018): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.542 KB) | DOI: 10.21009/spatial.182.03

Abstract

The magnitude of tourism potential and diversity of tourism in Pesisir Barat District, making the attraction for tourists in Pesisir Barat District. It is needed a tourism planning in the mapping of marine ecotourism area in Pesisir Barat District, beauty of nature, and the interest of foreign tourists are not hindered by the attributes - ecotourism attributes that are inadequate for the purpose of the prosperity that has a big impact for the province and the country. The purpose of this research is to design the zoning of marine ecotourism area in Pesisir Barat regency. The method used is Community Based Analysis Method and SWOT Analysis based on Geographic Information System. Based on the analysis, this regency has 30 areas that have the potential to be developed. It can be concluded that special attention is needed from the government in arranging space and territory in natural resources owned by Pesisir Barat regency.
KAJIAN PENGGUNAAN METODE IP, STORET, dan CCME WQI DALAM MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR Yuda Romdania; Ahmad Herison; Gatot Eko Susilo; Elza Novilyansa
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 2 (2018): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.678 KB) | DOI: 10.21009/spatial.182.07

Abstract

Pemantauan kualitas air perlu dilakukan pada air sungai, laut, danau, rawa dan tanah sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya bagi makhluk hidup. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa metode perhitungan indeks kualitas air yang paling efektif, sensitif dan obyektif dalam menentukan status kualitas air permukaan. Metode perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA) diperlukan untuk menyederhanakan banyaknya nilai dari berbagai jenis parameter menjadi sebuah angka tunggal yang mampu mendeskripsikan kualitas air, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Perhitungan IKA dengan menggunakan metode Storet, IP, dan CCME WQI (Canadian Council of Ministers of The Environment) dilaksanakan di beberapa penelitian di berbagai negara. Kajian ini akan membandingkan hasil literatur dari penelitian IKA di beberapa negara. Metode tersebut akan dibandingkan dengan beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan Metode IP lebih unggul jika memakai data tunggal karena memiliki kelebihan dari segi biaya dan waktu, namun hanya mempresentasikan status mutu air pada saat itu saja, tidak dalam periode tertentu. Metode Storet dan CCME menggunakan data perulangan sepanjang waktu (time series data) sehingga menggambarkan status mutu air dalam periode tertentu. CCME WQI lebih unggul dari Metode Storet dan Metode IP karena memperhitungkan besarnya selisih hasil pengujian yang melebihi baku mutu melalui F3 (Amplitude). Dari kajian di atas disimpulkan, Metode CCME merupakan metode yang paling tepat untuk menganalisis kualitas air baik pada air permukaan maupun air tanah dengan tingkat efektivitas dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya serta penggunaan jumlah dan jenis parameter yang fleksibel.
Design and Implementation of WebGIS Marine Ecotourism Area, Tegal Island, Lampung Province ahmad herison; Yuda Romdania; Ahmad Zakaria; Sandy Kusuma
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 19 No 2 (2019): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.851 KB) | DOI: 10.21009/spatial.192.4

Abstract

Tegal Island has the potential and diversity of marine tourism which is an attraction for tourists. However, information is not yet available that can help tourists in knowing the objects and tourist areas contained in Tegal Island. This research presents tourism information in Tegal Island in the form of a Geographic Information System map. The mapping method is done using Quantum GIS software with the help of the QuickMapServices (QMS) plugin to display Google Earth imagery and the qgis2web plugin to convert QGIS files (.qgz) into web maps (WebGIS) and the presence of tourist index input. The mapping results obtained digitization of each tourist object and facility on Tegal Island in the form of shapefiles (.shp) as well as information displayed on the attribute table layer. WebGIS is used as a media for GIS map renderers that is easily accessed and adjusted according to the JavaScript Leaflet library (open source). Map of Geographic Information Systems makes it easy for people to convey and search for tourist information on Tegal Island.
Investment Analysis of New Port Development Project As a Solution to Overload Problems in Long Ports Pandi Aditiya; ahmad herison; Ika Kustiani; Amril Ma’ruf Siregar
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 19 No 2 (2019): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.843 KB) | DOI: 10.21009/spatial.192.7

Abstract

The increasing demand for port services at the Panjang port causes high levels of ship queues. The solution to overcome this problem is to build a new port. However, this new port construction project has not yet conducted a feasibility study. The purpose of this study is to assess the feasibility of port development in the Panjang district of Bandar Lampung in terms of investment or financial aspects. The methods are Benefit-Cost Ratio, Net Present Value, Payback Period, and Internal Rate of Return. The results of the feasibility study of the most profitable investment are in the seventh scenario, the Net Present Value (NPV) of Rp. 463,292,122,605.34, the BCR result of 1.2959, the IRR yield of 12.11% and the Payback Period (PP) occur in the year to thirty-seventh with an economic age of 60 years. The conclusion is that the construction of a new port can be a solution to overcome the overload of Panjang port.
Analisis Stabilitas Breakwater Tenggelam Tipe Batu Pecah Farhan Rachmanda; Subuh Tugiono; Ahmad Zakaria; Ahmad Herison
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencegah kerusakan atau abrasi yang disebabkan oleh gelombang pada daerah pantai salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu bangunan yang mampu meredam energi gelombang sebelum sampai ke daerah pantai yaitu dengan membangun breakwater. Dipilihnya breakwatertenggelam dikarenakan breakwater tenggelam lebih efisien dari segi estetika karena tidak menghilangkan kesan alamiah pada pantai dan cenderung meniru konsep terumbu karang. Pada penelitian ini dilakukan uji pemodelan fisik breakwater tipe batu pecah dengan dimensi model lebar puncak 9,20 cm, tinggi 8,12 cm, kemiringan 1:1,5 dan berat unit armor 14,18 gram serta kedalaman dasar terhadap muka air tenang (d) 14,12 cm dan kedalaman puncak breakwater terhadap muka air tenang (dbw) 6 cm. dengan batas maksimal Hi adalah 7,25 cm, Panjang gelombang (L) 53 cm, dan kecepatan gelombang (C) 94,64 cm/s.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas unit lapis lindung breakwater tenggelam tipe batu pecah serta mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi pada breakwater tipe batu pecah. Dari hasil pengamatan gelombang pada model breakwater didapatkan tinggi gelombang datang (Hi) rata-rata sebesar 4,53 cmnilai panjang gelombang (L) rata-rata sebesar 65,08 cm, kecepatan (C) rata-rata gelombang sebesar 82,51 cm/s, dan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa breakwater yang digunakan dikatakan layak karena memeiliki persentase kerusakan sebesar 0% dan memiliki nilai KDmaksimum sebesar 1,58 dimana nilai tersebut mendekati nilai angka aman.
Time Lag Application on Correlation Analysis among the national and international agencies for the rainfall data of Lampung Province, Indonesia Lintang Kurnia Aridini; Ahmad Zakaria; Dyah I Kusumastuti; Ahmad Herison; Endro P Wahyono
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 3 No 2 (2022): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jit.v3i2.5060

Abstract

The rainfall data in Lampung tends to be small and cannot represent a large location, so other sources of rainfall data are needed that can be used. One of them is TRMM on that basis it is deemed necessary to see the correlation of the TRMM and BMKG data. The purpose of this research is to analyze how big the correlation between TRMM data and BMKG data with Time Lag. And its Predictability, as well as improved correlation with Time Lag. The method used in this study is the Pearson correlation. The result of this research is that the biggest correlation is on H0 and H+1 for the highest daily cumulative 0.3376 - 0.4808, for cumulative 2 days at 0.417- 0.555, for cumulative 7 days 0.569 - 0.706, for cumulative 15 days at 0.612 - 0.785 and cumulative 30 daily 0.710 -0.811 the conclusion of this study is that TRMM and BMKG have a better correlation on H + 1 and (H0), the results of linear regression analysis with Time Lag concluded that the predictive ability of the data is better on Time Lag and the difference in correlation between H + 1 and H0 obtained an increase in the correlation value. declared to have increased 0.01 - 0.2).
KAJIAN PENGGUNAAN METODE IP, STORET, dan CCME WQI DALAM MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR YUDA ROMDANIA; Ahmad Herison; Gatot Eko Susilo; Elza Novilyansa
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 18 Nomor 1, Ma
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.253 KB) | DOI: 10.21009/spatial.181.05

Abstract

Air kebutuhan makhluk hidup yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Pemantauan kualitas air perlu dilakukan pada air sungai, air laut, air danau, air rawa dan air tanah sehingga air dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan metode perhitungan indeks kualitas air dalam menentukan status kualitas air permukaan sehingga diketahui metode yang paling efektif, sensistif dan obyektif. Metode perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA) diperlukan untuk menyederhanakan banyaknya nilai dari berbagai jenis parameter menjadi sebuah angka tunggal yang mampu mendeskripsikan kondisi kualitas air, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Ada beberapa metode perhitungan IKA di berbagai Negara, metode Storet, IP, dan CCME WQI (Canadian Council of Ministers of The Environment). Metode tersebut akan dibandingkan dengan beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan Metode IP lebih unggul jika memakai data tunggal, karena memiliki kelebihan dari segi biaya dan waktu namun hanya mempresentasikan status mutu air pada saat itu saja tidak dalam periode tertentu. Metode Storet dan CCME menggunakan data perulangan sepanjang waktu (time series data), sehingga lebih menggambarkan status mutu air dalam periode tertentu. CCME WQI lebih unggul dari Metode Storet dan Metode IP karena memperhitungkan besarnya selisih hasil pengujian yang melebihi baku mutu melalui F3 (Amplitude). Dari kajian di atas disimpulkan, Metode CCME merupakan metode yang paling tepat untuk menganalisis kualitas air di berbagai negara termasuk Indonesia baik pada air permukaan maupun air tanah dengan tingkat efektivitas dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya serta penggunaan jumlah dan jenis parameter yang fleksibel. Kata kunci : Kualitas Air, Indeks Kualitas Air, Air Permukaan
Co-Authors Achmad Paksi Firdaus Agestia, Lady Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria ahmad zakaria Ahmad Zakaria Ahsan, Fathan Naufal Amanda, Tiara Maelta amelia sukma cindy Amril Ma’ruf Siregar Anma Hari Kusuma, Anma Hari Arief, Farah Diba Ariestina Fanani Ashruri Ashruri, Ashruri Ashruri, A Azzahra, Ardhita Rahma Azzahra, Iftasya Shafa Cesarani, Anisa Dewi, Tiara Servita Dipo Akbar Diwantari, Windy Putri Doni Pramanda Dyah Indriana Kusumastuti Dyah Kusumastuti Elza Novilyansa Elza Novilyansa Endro P Wahyono Endro Prasetyo Wahono Fahri, Muhammad Yusrizal Fakhrizal, Achmad Bagus Farhan Rachmanda Febrizky C Putri Fredinan Yulianda Gatot Eko Susilo Gatot Eko Susilo Gatot Eko Susilo I Wayan Nurjaya Ika Kustiani Indriana K, Dyah Irwani Ninik Wijaya Jerfikanasa Murda, Gung Bagus Kesuma, Mas Achmad Arief Rachmatulah Khadafi, M Fariq Kristianto Usman Lintang Kurnia Aridini Luky Adrianto M, Sefrinta S Madany, Orista Ammar Margaretta Welly Murda, Gung Bagus J Nugraheni, Melly Ofik Taufik P, Ofik Ofik Taufik Purwadi Ofik Taufik Purwadi, Ofik Taufik Opik Taufik Purwadi Pandi Aditiya Pratama, Muhammad Vareza Purwadi, Ofik Qur'ani, Mutiara Nurul Rachmanda, Farhan Rahayu Sulistyorini Rahmat Effendi Rian Alfian Sandy Kusuma Sari, Devi Kurnia Sari, Dina Mariana Setyanto Setyanto Setyanugraha, Tegar Siti Nurul Khotimah Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Sudewa, Wijoyo Mensen Tabrani, Syifa Novia widarsono, eko Willy Brilliant Yosua Yanti, Cristi Yuda Romdania Yuda Romdania Yuda Romdania Yuda Romdania Zainal Abidin