Claim Missing Document
Check
Articles

Daya Lenting Akar Mangrove Rhizophora sp. sebagai Peredam Gelombang (Studi Kasus Pantai Dewi Mandapa, Pesawaran) Khadafi, M Fariq; Herison, Ahmad; Romdania, Yuda; Khotimah, Siti Nurul
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4488

Abstract

Hutan mangrove adalah sekelompok pohon atau tumbuhan yang hidup dengan kesamaan adaptasi morfologi dan fisiologi terhadap habitat yang dipengaruhi pasang surut. Gelombang laut menyebabkan abrasi di sekitar pesisir pantai. Daya lenting mangrove memberikan kontribusi besar terhadap peredam gelombang.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya lenting akar tunjang mangrove Rhizophora sp. sebagai peredam gelombang.Metode digunakan pada penelitian ini adalah metode Transek-kuadrat oleh Wantasen tahun 2002 untuk menghitung cakupan daerah penelitian. Pengujian dilakukan menggunakan alat Control Universal Testing Machine dan dilakukan uji tarik untuk mendapatkan nilai gaya yang dapat ditahan oleh satu akar mangorve. Hasil pengolahan di peroleh pada ketebalan 10 meter, kelentingan akar tunjang mencapai 2,7380E+03 J/m2 dengan energi gelombang yang bisa ditahan sebesar 2,97726E-01 J/ms. Namun, pada ketebalan 50 meter, kelentingan turun menjadi 2,2041E+03 J/m2 dengan energi teredam sebesar 2,99245E-01 J/ms. Kesimpulannya adalah daya lenting akar tunjang oleh mangrove Rhizophora sp memiliki data lenting yang baik dalam meredam gelombang, daya lenting akar mangorve akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah akar mangrove pada suatu area sehingga energi peredaman meningkat.
Analisis Muka Air Banjir terhadap Tutupan Lahan di Sungai Bulok Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Amanda, Tiara Maelta; Kusumastuti, Dyah Indriana; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad; Wahono, Endro Prasetyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.957

Abstract

Abstrak Sungai Bulok menjadi salah satu Lokasi banjir di WS Seputih Sekampung yang berhasil diidentifikasi. Pada tahun 2017, terjadi banjir besar di Sungai Bulok sehingga mengakibatkan Bendung Gatel (STA 11+00 dari Muara Way Bulok) rusak berat dan juga menyebabkan kerusakan tanggul. Tujuan penelitian ini akan menganalisis Debit Puncak Banjir untuk mengetahui Tinggi Muka Air banjir dengan menggunakan HEC-RAS, serta membahas alternatif untuk mengurangi dampak banjir. Analisis banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayashu. Debit puncak banjir Sungai Bulok, untuk kala ulang 20 tahun sebesar 517,02 m3/dt. Profil muka air banjir pada sungai bulok untuk Kala Ulang 2, 5, dan 10 tahun aman dari banjir, sedangkan untuk kala ulang 20 tahun terdapat banjir dari Ruas 1 sampai dengan Ruas 8 sungai Bulok. Untuk alternatif jangka pendek dan menengah diperhitungkan panjang tanggul Untuk mereduksi limpasan yang terjadi dilakukan simulasi hidrolika dengan mengubah tutupan lahan sebanyak 10% sehingga dapat menurunkan Debit Banjir Kala ulang 20 tahun menjadi 313,35 m3/dt atau sebesar 39,39%. Kata kunci: Sungai Bulok, HEC-RAS, tata guna lahan, banjir  Abstract Bulok River is one of the identified flood locations in the Seputih Sekampung Watershed. In 2017, there was a major flood on the Bulok River, causing the Gatel Dam (STA 11+00 from Muara Way Bulok) to be heavily damaged and also causing damage to the embankment. The purpose of this study will be to analyze the Peak Flood Discharge to determine the Flood Water Level using HEC-RAS, as well as discuss alternatives to reduce the impact of flooding. Design flood analysis using the HSS Nakayashu method. The peak flood discharge of the Bulok River, for a 20-year return period, is 517.02 m3/sec. The profile of the flood water level in the bulok river for return periods 2, 5, and 10 years is safe from flooding, while for the 20 year return period there are floods from section 1 to section 8 of the Bulok river. For the short and medium term alternatives, the length of the embankment is calculated. To reduce the runoff that occurs, hydraulic simulations are carried out by changing the land cover by 10% so that it can reduce the 20 year return period flood discharge to 313.35 m3/s or 39.39%. Keywords: Bulok River, HEC-RAS, land use, flood
Pemanenan Air Hujan Dengan Metode Roof Catchment Sebagai Pengawetan Air Bangunan Gedung Institut Teknologi Sumatera Jerfikanasa Murda, Gung Bagus; Herison, Ahmad; Zakaria, Ahmad; Indriana K, Dyah; Ofik Taufik P, Ofik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1127

Abstract

Abstrak Institut Teknologi Sumatera memiliki lahan dengan total 275 Ha dan diprediksi dapat menampung 64.000 mahasiswa pada 25 tahun kedepan. Laju penerimaan mahasiswa akan berbanding dengan pembangunan dan perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanah. Perlu dikakukan upaya preventif seperti pemanenan air hujan sebagai bentuk konservasi sumber daya air tanah. Kebutuhan air salah satu gedung sebesar 3.024 m3/tahun, direncanakan metode pengawetan air secara pemanenan air hujan, menghasilkan pasokan air sebesar 2.690,086 m3/tahun. Sistem pemanenan air hujan dapat menghemat penggunaan air tanah sebesar 40% dari penggunaan air gedung pertahunnya. Sistem pemanenan air hujan diharapkan mampu mengurangi penggunaan air tanah, dan upaya konservasi sumber daya air sehingga dapat meminimalisir terjadinya krisis air tanah. Kata kunci:  Tataguna lahan, Kebutuhan dan pasokan air, Pemanenan air hujan,    Abstract Sumatra Institute of Technology has a total land area of 275 ha and is predicted to be able to accommodate 64,000 students in the next 25 years. New student admission will be proportional to development and land use changes, which cause a decrease in groundwater supply and an increase in surface runoff. Preventative methods such as rainwater harvesting as a form of groundwater resource conservation need to be strengthened. One of the buildings has a 3,024 m3/year water requirement. A water preservation method is planned using rainwater harvesting, resulting in a water supply of 2.690,086 m3/year. Rainwater harvesting system can reduce annual building water demand by up to 40%. It's hoped that the rainwater harvesting system will be able to reduce groundwater use and conserve water resources so that it can minimize the occurrence of groundwater crises. Keywords: Land use, Water demand and supply, Rainwater harvesting
EVALUASI EROSI TANAH BERVEGETASI DENGAN ALAT RAINFALL SIMULATOR (TES EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM) Azzahra, Iftasya Shafa; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Tugiono, Subuh; Murda, Gung Bagus J
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3724

Abstract

Hujan adalah bagian dari siklus hidrologi yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan erosi. Penelitian di Kebun Kolektif TP PKK Kota Bandar Lampung mengindikasikan kekurangan unsur hara akibat erosi yang disebabkan oleh limpasan air hujan, ditambah dengan kondisi lahan yang cukup curam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi kemiringan dan intensitas curah hujan terhadap laju erosi serta upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rainfall simulator. Hasil dari penelitian adalah laju erosi terkecil terjadi pada intensitas curah hujan 0,75 liter/menit dan kemiringan lereng 8% terjadi sebesar 0,04 Ton/Ha sedangkan laju erosi paling besar terjadi yaitu pada intensitas curah hujan 1,75 liter/menit dan kemiringan lereng 45% terjadi sebesar 0,59 Ton/Ha, terlihat bahwa intensitas curah hujan dan kemiringan lereng mempunyai pengaruh signifikan terhadap laju erosi tanah, laju erosi semakin meningkat seiring dengan kedua faktor tersebut. Kesimpulannya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan kemiringan lereng yang curam meningkatkan laju erosi yang dapat merusak struktur tanah, sehingga perlu dilakukan teknik konservasi untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kesuburan tanah, seperti pemeliharaan vegetasi penutup tanah dan penyuluhan teknik konservasi tanah bagi petani dan masyarakat. Kata kunci: Siklus Hidrologi, Vegetasi, Limpasan, Curah Hujan, Kemiringan Lereng
Bantuan Penyuluhan Pengembangan Kawasan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat di Desa Batu Menyan Dusun Ketapang Ujung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Herison, Ahmad
Jurnal Sinergi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v1i1.6

Abstract

Pengetahuan mengenai pengelolaan ekosistem mangrove yang tidak merusak lingkungan dan dapat dijadikan potensi ekowisata sangat penting untuk diketahui masyarakat khususnya Kabupaten Pesawaran dengan potensi pariwisata yang besar. Tujuan dan manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah: Memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir terutama mangrove, membangun kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan dan menjaga ekosistem, Salah satu kegiatan yang dapat melestarikan keseimbangan ekosistem mangrove, dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses penanaman mangrove. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan adalah dengan cara diskusi dan metode yang digunakan untuk penanaman mangrove adalah dengan menggunakan bibit hasil persemaian. Kegiatan penyuluhan dan penanaman mangrove ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2020 di Pantai Ketapang Pesawaran yang diikuti oleh dinas Kelautan, masyarakat sekitar dan mahasiswa. Dalam kegiatan yang dilakukan didapatkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Adanya kegiatan ini untuk memberikan penegtahuan mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir terutama mangrove. Pengetahuan tentang cara penanaman mangrove. Membangun kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan dan menjaga ekosistem. Salah satu kegiatan yang dapat melestarikan keseimbangan ekosistem mangrove dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses penanaman mangrove ini (2) Dengan adanya kegiatan ini menjadikan titik awal bagi masyarakat untuk melanjutkan usaha penanaman mangrove sebagai perluasan konservasi mangrove.
Bantuan Penyuluhan dan Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Ketapang Kabupaten Pesawaran Herison, Ahmad; Romdania, Yuda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — Coral reefs are coastal marine biota biodiversity. Ketapang beach is one of the tourism destinations in the province of Lampung, therefore there are many activities that can be identified damage to the coral reef at the beach area, so that the necessary steps anticipatory one of them is to transplant corals. The purpose of this service activities 1) Knowing the causes of coral reef degradation in Ketapang Beach, 2) Implement saving coral reefs on the coast of Ketapang, Ketapang District of Pesawaran District. The method is performed in the context of community service are 1) Extension to the public on the importance of coral reef ecosystems, 2) Doing tranplastasi coral fragmentation method using acropora seed. Event followed by several stakeholders from the public and the government. This activity can be concluded: 1) The activities of Ketapang beach tourism indicate damage to coral reefs in the region, it is necessary for coral reef conservation efforts with transplant method. 2) The activity of saving coral reefs done by: transplants used is the fragmentation method. And to preserve the coral reef ecosystem, program outreach to the community is also an effort to prevent the destruction of coral reefs. Keywords — Coral Reef, Tranplantation, Ketapang Beach.
Faktor Pendorong Pendirian Bangunan di Sempadan Rel Kereta Api Stasiun Tanjung Karang Tabrani, Syifa Novia; Sulistyorini, Rahayu; Herison, Ahmad
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7256

Abstract

Abstract. Spatial planning in urban transportation areas faces increasing pressure due to population growth and limited land, which encourages the emergence of buildings in areas that should be protected, such as railway borders. This condition has the potential to cause safety risks and irregularities in urban spatial planning. This study aims to analyze factors related to the reasons for people to build buildings in the railway border area, especially around Tanjung Karang Station, Bandar Lampung City. The method used is a field survey with a quantitative approach and Spearman Rank correlation analysis processed using the SPSS 24 program. Respondents consisted of 96 people spread across five villages in two districts. The results of the study indicate that factors suspected of being related to the reasons for people to build buildings consist of the role of the provincial government, the role of the city government, education level, knowledge level, length of residence, social networks, environmental quality, the presence of trade and service centers, economic factors, and land ownership status. Based on the results of the hypothesis test, the factors that are strongly related are the role of the provincial government, knowledge level, social networks, environmental quality, the presence of trade and service centers, and economic factors. Abstrak. Penataan ruang kawasan transportasi perkotaan menghadapi tekanan yang semakin besar akibat pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan, yang mendorong munculnya bangunan pada kawasan yang seharusnya dilindungi seperti sempadan rel kereta api. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta ketidakteraturan tata ruang perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan alasan masyarakat mendirikan bangunan di kawasan sempadan rel kereta api, khususnya di sekitar Stasiun Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan analisis korelasi Rank Spearman yang diolah menggunakan program SPSS 24. Responden terdiri dari 96 orang yang tersebar di lima kelurahan di dua kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan alasan masyarakat untuk mendirikan bangunan terdiri dari peran pemerintah provinsi, peran pemerintah kota, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, lama tinggal, jaringan sosial, kualitas lingkungan, keberadaan pusat perdagangan jasa, ekonomi, dan status kepemilikan lahan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, faktor-faktor yang berhubungan kuat yaitu peran pemerintah provinsi, tingkat pengetahuan, jaringan sosial, kualitas lingkungan, keberadaan pusat perdagangan dan jasa dan faktor ekonomi.
Co-Authors Achmad Paksi Firdaus Agestia, Lady Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria ahmad zakaria Ahmad Zakaria Ahsan, Fathan Naufal Amanda, Tiara Maelta amelia sukma cindy Amril Ma’ruf Siregar Anma Hari Kusuma, Anma Hari Arief, Farah Diba Ariestina Fanani Ashruri Ashruri, Ashruri Ashruri, A Azzahra, Ardhita Rahma Azzahra, Iftasya Shafa Cesarani, Anisa Dewi, Tiara Servita Dipo Akbar Diwantari, Windy Putri Doni Pramanda Dyah Indriana Kusumastuti Dyah Kusumastuti Elza Novilyansa Elza Novilyansa Endro P Wahyono Endro Prasetyo Wahono Fahri, Muhammad Yusrizal Fakhrizal, Achmad Bagus Farhan Rachmanda Febrizky C Putri Fredinan Yulianda Gatot Eko Susilo Gatot Eko Susilo Gatot Eko Susilo I Wayan Nurjaya Ika Kustiani Indriana K, Dyah Irwani Ninik Wijaya Jerfikanasa Murda, Gung Bagus Kesuma, Mas Achmad Arief Rachmatulah Khadafi, M Fariq Kristianto Usman Lintang Kurnia Aridini Luky Adrianto M, Sefrinta S Madany, Orista Ammar Margaretta Welly Murda, Gung Bagus J Nugraheni, Melly Ofik Taufik P, Ofik Ofik Taufik Purwadi Ofik Taufik Purwadi, Ofik Taufik Opik Taufik Purwadi Pandi Aditiya Pratama, Muhammad Vareza Purwadi, Ofik Qur'ani, Mutiara Nurul Rachmanda, Farhan Rahayu Sulistyorini Rahmat Effendi Rian Alfian Sandy Kusuma Sari, Devi Kurnia Sari, Dina Mariana Setyanto Setyanto Setyanugraha, Tegar Siti Nurul Khotimah Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Sudewa, Wijoyo Mensen Tabrani, Syifa Novia widarsono, eko Willy Brilliant Yosua Yanti, Cristi Yuda Romdania Yuda Romdania Yuda Romdania Yuda Romdania Zainal Abidin