Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

META ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN IPA SMP/MTS BERBASIS VIRTUAL REALITY Siti Rahmawati; Putri Anggun Paradia; Faiq Makhdum Noor
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2021): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v5i1.752

Abstract

Pembelajaran menggunakan media Virtual Reality sangat sederhana dan dapat diakses secara mudah melalui banyak platform contohnya di Smartphone. Media pembelajaran Virtual Reality diimplementasikan terhadap siswa SMP. Hal yang menarik dari media Virtual Reality yaitu bisa diakses dengan mudah dan dimana saja contohnya pada website YouTube, sehingga siswa dapat belajar dan memiliki peluang yang sangat besar, khususnya pengembangan pada potensi keilmuwan dalam dunia pendidikan.Penelitian ini menjawab permasalahan bagaimana kemampuan analisis media pembelajaran IPA dengan menggunakan media Virtual Reality di jenjang SMP. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah meta analisis . Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan adanya perbedaan kemampuan analisis pada aspek membedakan, mengorganisasikan, dan mengatribusikan antara siswa yang menggunakan media Virtual Reality dengan yang menggunakan media presentasi dalam mata pelajaran IPA di jenjang SMP/MTS. Dalam situasi pandemi sistem pembelajaran daring adalah solusi dari permasalahan COVID-19. Oleh sebab itu penting adanya media pembelajaran untuk siswa, salah satu media yang dapat dilakukan pendidik khususnya pada jenjang SMP/MTS adalah media pembelajaran virtual reality menjadi solusi agar pendidikan di Indonesia tidak mengalami penurunan karena adanya pamdemi COVID-19.
Tafsir Nusantara in the Science Field: A Bibliometric Analysis in 2011-2022 Using Scopus Database Noor, Faiq Makhdum; Asriyadin, Asriyadin
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v17i2.17929

Abstract

Tafsir Nusantara in the Science Field: A Bibliometric Analysis in 2011-2022 Using Scopus Database. The study of tafsir nusantara is a cultural product that was born from the dialectical process between the mufassir and the cultural reality. This research aims to analyze the study of tafsir nusantara in the science field using bibliometric techniques from 2011-2022. This research was conducted on August 25, 2022. The data obtained were 16 documents taken from the Scopus database with the keyword "tafsir nusantara in the science field". The data was mapped using VOSviewer software. Based on the results of the study, it can be seen that research of tafsir nusantara in the science field is still limited. According to Scopus data, research on tafsir nusantara in the science field has only been around since 2011. The dominant language used is English with 14 documents, Arabic for 1 document, and Malay for 1 document. The most dominant countries that contributed articles were Indonesia with 6 documents, Malaysia with 5 documents, and other countries with only 1 document. Based on the Vosviewer visualization, all research resulted in four clusters. The first cluster is related to research, qualitative methodology, and data analysis. The second cluster is related to Indonesia, traditions, and religion. The third cluster relates to the influence of Islam, history, and the Qur'an. The fourth cluster deals with Malaysia, curriculum, and students. Thus, this research is targeted to find out the development of tafsir nusantara research in the science field and to assist future research.
Pengembangan FIVITAR (Flip Books Virtual Field Trip Berbasis AR) dalam Pembelajaran Anatomi Lima Spesies Bunga Muhammad Badruttamam; Faiq Makhdum Noor
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap keragaman anatomi bunga akibat keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan kurangnya akses terhadap spesimen asli. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui pengembangan media interaktif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) berupa FIVITAR (Flip Books Virtual Field Trip berbasis AR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, menilai kelayakan, serta mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap penggunaan FIVITAR. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Validasi terhadap media FIVITAR dilakukan oleh ahli media dengan skor 90% dan ahli materi dengan skor 89% yang keduanya termasuk kategori sangat layak. Uji coba skala kecil menunjukkan kelayakan 100%, sementara uji coba skala besar menghasilkan skor 86% yang juga tergolong dalam kategori sangat layak. Sementara itu, guru sebagai pengguna turut memberikan skor 96%, yang menegaskan media ini berada pada kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, FIVITAR sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi bunga dan disarankan untuk mengembangkan media serupa pada materi biologi lainnya dengan peningkatan kualitas teknologi AR.
Efektivitas Pembelajaran IPA Berbasis Socio-Scientific Issue Terhadap Problem Solving Skill Siswa Pada Materi Zat Aditif: (The Effectiveness of Science Learning Based on Socio-Scientific Issues on Students' Problem Solving Skills in Additives Material) Ulfa, Ana Laili; Noor, Faiq Makhdum
BIODIK Vol. 11 No. 03 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i03.47487

Abstract

The low problem-solving ability of students in science learning is a major problem in facing the challenges of the 21st century. This study aims to analyze the implementation of SSI-based science learning and its impact on students' problem-solving skills, as well as to assess the effectiveness of SSI-based science learning on students' problem-solving skills. The method used is a Quasi-Experimental design by applying a Pretest-Posttest Nonequivalent Group Design. Sampling techniques were conducted through random sampling, resulting in class VIII B as the experimental class and VIII A as the control class. The research instruments consisted of observation sheets and 25 multiple-choice questions that measure indicators of problem-solving skills. The results show that SSI-based science learning can be implemented very well and has a significant effect on problem-solving skills, with a significance value (2-tailed) of 0.000. In addition, SSI-based science learning also shows a fairly effective category compared to the control class, as evidenced by the results of the N-Gain test analysis reaching 65.32%. Thus, SSI-based science learning is proven to be quite effective in improving student problem solving skills on additive materials, and can be used as a contextual and relevant learning alternative in shaping students to think critically about scientific issues in the surrounding environment. Keyword: Science Learning, Socio-Scientific Issue, Problem-Solving Skill, Additives
Pengembangan FIVITAR (Flip Books Virtual Field Trip Berbasis AR) dalam Pembelajaran Anatomi Lima Spesies Bunga Muhammad Badruttamam; Faiq Makhdum Noor
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap keragaman anatomi bunga akibat keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan kurangnya akses terhadap spesimen asli. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui pengembangan media interaktif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) berupa FIVITAR (Flip Books Virtual Field Trip berbasis AR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, menilai kelayakan, serta mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap penggunaan FIVITAR. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Validasi terhadap media FIVITAR dilakukan oleh ahli media dengan skor 90% dan ahli materi dengan skor 89% yang keduanya termasuk kategori sangat layak. Uji coba skala kecil menunjukkan kelayakan 100%, sementara uji coba skala besar menghasilkan skor 86% yang juga tergolong dalam kategori sangat layak. Sementara itu, guru sebagai pengguna turut memberikan skor 96%, yang menegaskan media ini berada pada kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, FIVITAR sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi bunga dan disarankan untuk mengembangkan media serupa pada materi biologi lainnya dengan peningkatan kualitas teknologi AR.
ANALISIS ETNO-STEM PEMBUATAN COKLAT TEMULAWAK SEBAGAI BAHAN AJAR IPA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT Asih, Umi Retno; Putri, Viara Maharani Purnama; Noor, Faiq Makhdum; Fatihah, Iffa; Nadhiroh, Nashikhatun
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i1.60576

Abstract

Integrasi budaya lokal dengan pembelajaran IPA dapat mempermudah siswa dalam memahami materi IPA dengan melestarikan budaya lokal. Budaya lokal dapat dikaitkan dengan konsep STEM yang dapat digunakan sebagi bahan ajar IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Etno-STEM pada proses pembuatan COMUL (Coklat Temulawak) dan untuk menganalisis materi perubahan wujud zat yang berkaitan dalam proses pembuatan COMUL (Coklat Temulawak) yang dapat digunakan sebagai bahan ajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti mengidentifikasi proses pembuatan COMUL yang di integrasikan ke dalam konsep Etno-STEM sebagai bahan ajar pada materi perubahan wujud zat. Hasil peneletian menunjukan bahwa pada proses pembuatan COMUL terdapat konsep Etnosain mengenai melimpahnya tanaman temulawak yang di manfaatkan sebagai jamu. Konsep STEM diantaranya Science (perubahan wujud zat), technology (parutan, pisau, kompor, dan panci), enginering (teknik tekanan, teknik mengaduk, dan teknik mengaduk) dan Mathematics (terdapat satuan gram sebagai takaran). Pada proses pembuatan comul terdapat materi IPA mengenai perubahan wujud zat kelas 7. Respon guru IPA terhadap bahan ajar COMUL sebesar 96% sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar berbasis Etno-STEM pada materi perubahan wujud zat.
DEVELOPMENT OF SCIENCE MODULE BASED ON ETHNOSCIENCE OF BRICK PROCESSING ON THE MATERIAL OF SUBSTANCE FORM CHANGE Rahmawati, Amalia Indah; Noor, Faiq Makhdum
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i4.32150

Abstract

The background of this research is based on the importance of integrating local wisdom in science learning to make it more contextual and meaningful. The formulation of the research problem includes how to develop a module, how the module's feasibility is based on validation by media experts and material experts, and how students and teachers respond to the module. This research aims to develop an ethnoscience-based science learning module by highlighting the local potential of the brick center in Prambatan, Kaliwungu, Kudus as a learning context on the material of substance form change, to determine the feasibility of the module based on validation by media experts and material experts, and to determine students and teachers responses to the module. The method used is research and development (Research and Development) with a 4D model (define, design, develop, disseminate), but this research is only carried out until the development stage due to time constraints. The module development process includes the needs analysis stage, module design, validation by media experts and material experts, revision of validator input, and limited trials for grade VII D students at MTs NU Nurul Huda Kedungdowo Kaliwungu Kudus. The research population is all grade VII students at MTs NU Nurul Huda which totals 270 students. The sampling technique used random sampling by selecting 22 students as limited trial subjects. Data analysis uses qualitative descriptive and uses the Content Validity Index (CVI) technique which is then calculated using the Gregory validity technique which shows a high level of validity with scores of 0.70 (media) and 0.60 (material) respectively. The limited trial involved 22 students and one science teacher with student response results showing a very high level of feasibility (average 88.00%) and the response of science teachers showing a very high level of feasibility (average 97.5%). This module succeeds in integrating the values of local wisdom into science learning so that it can strengthen the relationship between science and daily life.
Development of Ethnoscience-Based Science Learning Module Oriented Science Process Skills of Students Siti Nur Ni’mah; Faiq Makhdum Noor
Journal of Insan Mulia Education Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Insan Mulia Education
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.462 KB) | DOI: 10.59923/joinme.v1i1.3

Abstract

The integration of local culture into science learning makes it easier for students to construct science concepts and still maintain local cultural knowledge. One of the science learning resources that can be used by students as well as a source of local culture learning is the ethnoscience-based science learning module. This study aims to (1) develop an ethnoscience-based module in the process of making batik and herbal medicine in science learning, (2) to find out the orientation of the science process skills of students in the use of an ethnoscience-based module. This research method uses a 4D Thiagarajan development model including the definition stage, the design stage, and the development stage. The dissemination stage was not carried out due to limited resources. The results of this study indicate that (1) The results of product development in the form of an ethnoscience module were developed through three stages, namely define, design, and develop; (2) the highest aspect of science process skills is observation with a score of 96% and the lowest aspect is interpreting observations and hypothesizing with a score of 47%. The results of the average score of science process skills from the seven aspects given were 62.5% in the good category.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP melalui Pendekatan Diferensiasi Berbasis PJBL Berbahan Limbah Anorganik pada Materi Ekosistem Zakiyatur Rizqi; Faiq Makhdum Noor
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i2.2890

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA masih tergolong rendah, terutama ketika menghadapi materi yang memerlukan pemahaman konseptual dan penerapan nyata seperti ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pendekatan diferensiasi berbasis PjBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, selain itu untuk menganalisis penerapan pendekatan diferensiasi berbasis PjBL berbahan limbah anorganik pada materi ekosistem, selain itu juga untuk menganalisis apakah pendekatan diferensiasi berbasis PjBL berbahan limbah anorganik dapat meningkatkan kemampuaan berfikir kreatif siswa, serta menganalisis apakah pendekatan diferensiasi berbasis PjBL berbahan limbah anorganik lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental design dengan desain non equivalent pretest – posttest melibatkan dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik sampling yang dgunakan adalah simple random sampling dengan mengambil kelas VII A dan kelas VII B dari sembilan kelas populasi. Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa pendekatan diferensiasi berbasis PjBL berbahan limbah anorganik dapat diimplementasikan dengan sangat baik dalam pembelajaran, sesuai sintak PjBL. Siswa menunjukkan keterlibatan aktif serta dapat memunculkan ide-ide yang orisinal. Selain itu pendekatan diferensiasi berbasis PjBL dapat meningkatkan kemampuaan berfikir kreatif siswa ini dibuktikan dengan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif pada kelompok eksperimen dengan nilai rata-rata nilai post test 84,11. Pendekatan diferensiasi berbasis PjBL berbahan limbah anorganik lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional, ini terbukti dari uji N-gain mencapai 58.64%. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan diferensiasi berbasis proyek berbahan limbah anorganik dapat meningkatkan kemampuaan berfikir kreatif siswa dan membuat pembelajaran lebih bermakna serta kontekstual.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa dalam Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran IPA di Era Digital Saputra, Andriawan; Noor, Faiq Makhdum
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1985

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar dalam integrasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, salah satunya adalah pemanfaatan YouTube. Platform ini memiliki potensi sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) karena kemampuannya dalam menyajikan materi visual yang mendukung pemahaman konsep-konsep abstrak. Meskipun demikian, kajian yang secara khusus membahas efektivitas YouTube dalam meningkatkan literasi sains, preferensi siswa terhadap konten video, serta tantangan dan solusi implementasinya masih terbatas, juga keterbatasan guru dalam menggunakan teknologi saat pembelajaran menjadi masalah tersendiri. Kondisi ini menjadi dasar pentingnya dilakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran IPA sebagai sarana pengembangan literasi sains siswa, mengidentifikasi bentuk konten yang diminati siswa, serta menelaah kendala yang dihadapi dan alternatif solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mayong. Sampel terdiri dari 14 siswa yang telah mengikuti pembelajaran IPA menggunakan video YouTube. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara kepada guru dan siswa serta penyebaran angket skala likert yang berpedoman pada indikator literasi sains yang secara umum memuat kemampuan mengidentifikasi masalah ilmiah, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menggunakan bukti ilmiah. Analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yang saling berkaitan yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan YouTube secara efektif dapat meningkatkan literasi sains siswa. Video dengan animasi visual serta eksperimen sederhana IPA merupakan konten yang paling disukai. Kendala utama meliputi keterbatasan jaringan internet dan waktu penyiapan media, yang dapat diatasi melalui perbaikan infrastruktur jaringan dan pengelolaan waktu yang tepat.