Faiq Makhdum Noor
Institut Agama Islam Negeri Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

META ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN IPA SMP/MTS BERBASIS VIRTUAL REALITY Siti Rahmawati; Putri Anggun Paradia; Faiq Makhdum Noor
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2021): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v5i1.752

Abstract

Pembelajaran menggunakan media Virtual Reality sangat sederhana dan dapat diakses secara mudah melalui banyak platform contohnya di Smartphone. Media pembelajaran Virtual Reality diimplementasikan terhadap siswa SMP. Hal yang menarik dari media Virtual Reality yaitu bisa diakses dengan mudah dan dimana saja contohnya pada website YouTube, sehingga siswa dapat belajar dan memiliki peluang yang sangat besar, khususnya pengembangan pada potensi keilmuwan dalam dunia pendidikan.Penelitian ini menjawab permasalahan bagaimana kemampuan analisis media pembelajaran IPA dengan menggunakan media Virtual Reality di jenjang SMP. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah meta analisis . Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan adanya perbedaan kemampuan analisis pada aspek membedakan, mengorganisasikan, dan mengatribusikan antara siswa yang menggunakan media Virtual Reality dengan yang menggunakan media presentasi dalam mata pelajaran IPA di jenjang SMP/MTS. Dalam situasi pandemi sistem pembelajaran daring adalah solusi dari permasalahan COVID-19. Oleh sebab itu penting adanya media pembelajaran untuk siswa, salah satu media yang dapat dilakukan pendidik khususnya pada jenjang SMP/MTS adalah media pembelajaran virtual reality menjadi solusi agar pendidikan di Indonesia tidak mengalami penurunan karena adanya pamdemi COVID-19.
Development of AI-Assisted STEM Learning Tools to Improve Students' Scientific Literacy and Problem-Solving Skills Faiq Makhdum Noor; Monera A. Salic-Hairulla
Bima Journal of Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2026): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v4i1.4447

Abstract

Indonesian students continue to perform below the OECD average in scientific literacy and problem-solving on PISA 2022, and existing classroom interventions rarely combine STEM integration with Artificial Intelligence (AI) scaffolds within a single coherent design. This study developed, validated, and tested the effectiveness of an AI-assisted STEM learning tool (STEMI-AI) for improving the scientific literacy and problem-solving skills of seventh-grade students at a junior secondary madrasah in Kudus Regency, Central Java. The Plomp development model was applied across three iterative phases: preliminary research, prototyping, and assessment. Participants were 32 students of class VIIA (experimental group) and 32 students from a parallel class (control group), purposively sampled. Data were collected through expert validation sheets, teacher and student practicality questionnaires, a scientific literacy test adapted from the PISA framework, and a problem-solving test based on Polya's four-step rubric. Data were analyzed using V Aiken for content validity, percentage analysis for practicality, N-gain and analysis of covariance for effectiveness, with Cohen's d as the effect-size index. Expert validation produced a mean V Aiken of 0.91 (highly valid), practicality reached 88 percent (teachers) and 84 percent (students), and the experimental class showed significantly greater gains than the control class on both scientific literacy (N-gain = 0.58, medium) and problem-solving (N-gain = 0.54, medium), with Cohen's d of 1.12 and 1.05 respectively. The integrated AI-STEM design is feasible and effective for junior secondary madrasah classrooms when AI components are embedded as pedagogical scaffolds rather than as standalone aids.