Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT Satiyarti, Rina Budi; Nurmilah, Nurmilah; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8 No 1 (2017): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i1.1260

Abstract

Abstrak: DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki sejumlah sifat genetik khas yang membedakannya dari genom inti yang dimanfaatkan dalam identifikasi penurunan hubungan kekerabatan, studi evolusi dan migrasi global manusia modern, bidang forensik dan identifikasi penyakit genetik. DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki laju mutasi yang lebih cepat dibandingkan dengan DNA inti sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan sampel yang terbatas seperti untuk kepentingan visum. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi fragmen DNA mitokondria dari lisis sel epitel rongga mulut menggunakan primer M1dan HV2R, dan sel folikel akar rambut mengunakan primer M1 dan M2 dengan teknik PCR dan elektroforesis agarosa.Sampel sel epitel mulut dan akar rambut yang diambil dari satu garis keturunan dilisis terlebih dahulu dan dilakukan ekstraksi sel secara kimiawi dan enzimatik sehingga DNA total dapat keluar dari inti sel dan mitokondria. Setelah itu dilakukan amplifikasi fragmen D-loop mtDNA secara in vitro dengan dua jenis primer yang berbeda menggunakan teknik PCR dan proses terakhir yaitu dilakukan analisis hasil PCR menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi fragmen DNA mitokondria menggunakan primer M1 dan HV2R dari sel epitel rongga mulut menghasilkan fragmen berukuran 1 kb. Pada hasil amplifikasi fragmen DNA mitokondria dari sel folikel akar rambut menggunakan primer M1 dan M2, fragmen yang didapatkan berukuran 0,4-0,5 kb. Dengan demikian, fragmen DNA mitokondria dapat diamplifikasi menggunakan dua primer balik M2 dan HV2R yang dirancang pada ujung daerah D-LOOP mitokondria.
IDENTIFIKASI FRAGMEN HV1 DNA MITOKONDRIA INDIVIDU DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI Satiyarti, Rina Budi; Aminah, Siti; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8 No 2 (2017): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2296

Abstract

An individual adaptation towards the geographical altitude associated with genetic factors, one of the genetic materials of the most widely used to study the characteristic of individuals in the population is the mitochondrial DNA.Based on that condition, this research will deciding human Fragmen HVI mtDNA from Indramayu as lowland individual and Sukabumi as highland individual. The purpose of this research is to identify hair root and the epithelial cell of the mouth as a source DNA mitochondrial that can used for a amplification of human fragment DNA mitokondria template and to identify fragment territory HV1 mtDNA by using Polimerase Chain Reaction (PCR) technic and detecting the yield of PCR from lowland and highland individual. The steps include the lysis to do the sample of the hair root and the epithelial cell of the mouth, amplified HV1 fragment mtDNA to utilize Polimerase Chain Reaction (PCR) technique and the result of PCR with elektroforesis gel agarosa. This research has been successfully, hair root and the epithelial cell can do analyze DNA mitochondrial marked by the fragment measuring 0,4 kb in the area D-Loop mtDNA and it can easier amplification is hair root characterized by the presence of DNA bands in agarose gel electrophoresis.
Pembuatan dan Uji Mutu Sabun Cair Ekstrak Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Serta Uji Antibakterinya terhadap Streptococcus pyogenes Febrianto, Ichwan Bagus; Junitasari, Assyifa; Rosahdi, Tina Dewi
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes biasanya dikenal sebagai infeksi streptokokus yang merupakan masalah kesehatan kulit yang serius. Selama ini pengobatan penyakit infeksi hanya menggunakan antibiotik yang menimbulkan efek samping. Alternatif pengobatan penyakit kulit ini adalah dengan menggunakan buah mahkota dewa yang mengandung berbagai jenis senyawa aktif seperti senyawa flavonoid, alkaloid, saponin sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Senyawa aktif ini dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam formulasi sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak buah mahkota dewa dengan metode skrining fitokimia, menguji mutu sabun cair esktrak buah mahkota dewa serta menguji aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak mahkota dewa. Penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak buah mahkota dewa, kualitas mutu sabun cair berdasarkan SNI 4085:2017 yang meliputi uji pH, total bahan aktif, alkali bebas atau asam lemak bebas, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram dengan amoxicillin sebagai kontrol positif. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, ekstrak buah mahkota dewa mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin serta flavonoid. Uji kualitas mutu sabun cair menghasilkan sabun cair ekstrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi 30% yang sesuai dengan syarat mutu SNI 4085:2017. Aktivitas antibkateri sabun cair ekstrak buah mahkota dewa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 8,275 mm, sedangkan untuk sabun cair tanpa ekstrak buah mahkota dewa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 8 mm. Hasil ini menunjukkan zona hambat sabun cair ekstrak mahkota dewa berkategori sedang.
Mutasi Daerah D-Loop DNA Mitokondria pada Penderita Asma Satiyarti, Rina Budi; Sari, Yohana Permata; Rosahdi, Tina Dewi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.51433

Abstract

Asma adalah penyakit radang kronis yang disebabkan oleh inflamasi sel darah putih. Asma dapat terjadi karena adanya reaksi terhadap lingkungan dan kombinasi rangsangan genetik. Rangsangan genetik akan mempengaruhi urutan basa nitrogen pada asam deoksiribonukleat mitokondria (mtDNA). Tujuan penelitian ini adalah menganaslisis jenis mutasi yang terjadi di daerah D-Loop mtDNA penderita asma. Pada penelitian ini dilakukan penyiapan cetakan DNA dari sel akar rambut penderita asma dan manusia normal menggunakan metode buffer lisis. Amplifikasi fragmen D-Loop mitokondria dari DNA cetakan menggunakan teknik Polymerase Chain reaction (PCR). Deteksi amplikon fragmen D-Loop dilakukan dengan cara memisahkan amplikon berdasarkan ukuran molekul melalui metode elektroforesis gel agarosa, dan penentuan urutan nukleotida fragmen D-Loop ditentukan melalui metode dideoksi Sanger. Dari hasil pensejajaran urutan DNA secara in silico, diperoleh 7 mutasi, yaitu a(16037)-, c(16108)T, g(16129)A, a(16162)G, t(16172)C, t(16304)C, t(16519)C ditemukan pada penderita asma dan sesuai dengan standar dari basis data Cambridge Reference Sequence (CRS). Pada pensejajaran urutan nukteotida antara kontrol CRS dan manusia normal tidak ditemukan adanya mutasi substitusi, ataupun delesi yang berkaitan dengan mutasi pada penyakit asma. Adanya mutasi memperkuat data sebagai ciri genotip gangguan pernafasan seperti penyakit asma.
LOTION TABIR SURYA BERBAHAN DASAR EKSTRAK ETANOL DAUN BASIL HIJAU (Ocimum basilicum) HASNA RIZKIA RAMADHANI; NUNUNG KURNIASIH; TINA DEWI ROSAHDI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Di sisi lain, penggunaan tabir surya berbahan kimia sintetis sering menimbulkan iritasi, sehingga diperlukan bahan alami yang lebih aman. Daun basil hijau (Ocimum basilicum) mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai pelindung UV dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol daun basil hijau, mengevaluasi mutu fisik lotion yang diformulasikan, serta menilai tingkat kesukaan panelis terhadap lotion tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol redes, kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder. Lotion diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak 0%, 1%, 2%, dan 3% (F0–F3), lalu dilakukan evaluasi mutu berdasarkan parameter SNI 16-4399-1996, seperti uji pH, daya sebar, homogenitas, stabilitas emulsi, bobot jenis, serta cemaran mikroba. Uji kesukaan dilakukan terhadap 40 panelis yang menilai aroma, warna, dan tekstur sediaan. Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun basil hijau mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, dan alkaloid. Seluruh formulasi lotion memenuhi standar mutu SNI, dengan pH berkisar 7,1-7,9, homogenitas baik, dan cemaran mikroba di bawah batas maksimum. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formulasi F2 (2% ekstrak) paling disukai berdasarkan aroma, warna, dan tekstur. Dengan demikian, ekstrak etanol daun basil hijau berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi lotion tabir surya.
LOTION TABIR SURYA BERBASIS EKSTRAK ETANOL DAUN BASIL UNGU (Ocimum basilicum var. Purpurascens) NAFITA IZZATUL ULYA; NUNUNG KURNIASIH; TINA DEWI ROSAHDI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahun, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kulit seperti penuaan dini hingga kanker. Lotion tabir surya umum digunakan sebagai pelindung, namun banyak yang masih mengandung bahan kimia sintetis berisiko efek samping dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan menjadi fokus dalam pengembangan lotion tabir surya. Penelitian ini bertujuan menganalisis sediaan lotion tabir surya berbasis ekstrak etanol daun basil ungu. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, kemudian dilanjutkan dengan uji fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder. Formulasi lotion dibuat dalam empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0% untuk F0, 1% untuk F1, 2% untuk F2, dan 3% untuk F3. Evaluasi mutu sediaan lotion dilakukan sesuai SNI 16-4399-1996 tentang sediaan tabir surya melalui uji karakteristik fisik, mikrobiologis, serta preferensi pengguna melalui uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Warna lotion mengalami perubahan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dari putih (F0) menjadi hijau tosca (F3), dengan aroma khas daun basil ungu pada formula F1 hingga F3. Tekstur semua sediaan tergolong lembut dan bentuknya berupa krim kental. Seluruh formula memiliki karakteristik homogen, pH dalam rentang 7,2–7,4, daya sebar 6,5–6,8 cm, stabilitas emulsi antara 82,94–87,06%, dan cemaran mikroba jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F1 paling disukai dari segi warna, sedangkan F2 lebih disukai dari segi tekstur dan aroma. Meskipun demikian, seluruh formula memiliki bobot jenis yang melebihi standar SNI (0,95–1,05 g/mL), sehingga perlu diperhatikan dalam pengembangan lebih lanjut.