Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Maskulinitas Make Up Artist (M.U.A) Bubah Alfian pada Account Instagram Sari, Diaz; Wulandari, Maulina Pia; Prasetyo, Bambang Dwi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i8.16062

Abstract

Keberadaan pria sebagai Make Up Artist (MUA) masih sering dipandang negatif di masyarakat Indonesia, yang cenderung mengasosiasikan profesi ini dengan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas Bubah Alfian sebagai seorang MUA melalui akun Instagramnya. Penelitian ini menggunakan metodologi Critical Discourse Analysis (CDA) yang dikemukakan oleh Norman Fairclough untuk menganalisis 25 video reels yang diunggah oleh Bubah Alfian. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi mendalam dan analisis teks serta gambar yang terdapat pada video reels tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bubah Alfian berhasil menggabungkan elemen maskulin dan feminin dalam identitasnya sebagai seorang MUA, yang menantang stereotip gender tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa maskulinitas dapat diungkapkan dengan lebih cair dan fleksibel melalui media sosial, terutama dalam konteks profesi yang umumnya diasosiasikan dengan perempuan. Selain itu, representasi maskulinitas yang ditampilkan oleh Bubah Alfian memberikan perspektif baru tentang bagaimana pria dalam profesi kecantikan dapat memanfaatkan media sosial untuk membentuk identitas gender yang unik dan otentik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang studi komunikasi, khususnya dalam kajian representasi gender di media sosial dan menunjukkan bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk perubahan sosial.
Analisis Diskursif Nilai Berita Perlindungan Data Pribadi pada Detik.com dan Kompas.com Ansahnarmi, Annisa; Safitri, Reza; Wulandari, Maulina Pia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16380

Abstract

Pendekatan Discursive News Values Analysis (DNVA) digunakan untuk memahami dan menganalisis nilai-nilai berita dalam media massa, fokusnya pada bagaimana nilai-nilai tercermin dalam penyajian berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai berita yang dibangun dalam liputan perlindungan data pribadi di media online Indonesia, khususnya Detik.com dan Kompas.com. Metode kualitatif digunakan dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel berita dari kedua portal dalam rentang waktu tertentu. Hasil analisis menunjukkan dominasi nilai Eliteness dalam kedua media, dengan Detik.com cenderung lebih menonjolkan nilai Negativity, sedangkan Kompas.com lebih sering menggunakan nilai Positivity. Superlativeness juga digunakan dengan frekuensi yang berbeda antara keduanya. Temuan ini mengindikasikan perbedaan dalam pendekatan editorial dan ideologi kedua media tersebut dalam menyajikan berita.
The Association between Aspect of Family Communication Dimentions Beforehand, To, and Throughout The COVID-19 Pandemic Wulandari, Maulina Pia; Amanda, Fakhirah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.5120

Abstract

The COVID-19 pandemic resulted in the Indonesian government implementing work-from-home and Distance Learning (PJJ) regulations that affect how people communicate with others, how close they feel to each other, and how they resolve family problems. This research aims to analyze the different types of communication within the family that influence the level of closeness and differences of opinion before, during, and after the COVID-19 pandemic. This research uses quantitative research methods, collecting data through survey questionnaires and using Statistical Structural Equation Modeling(SEM) as the primary technique for data analysis. The results of this study show substantial changes in communication and conflict patterns in families before and after the COVID-19 pandemic. In addition, no significant differences were found before and during the pandemic in the relationship between family communication patterns and family intimacy, as well as between family intimacy and family conflict. Family intimacy is essential in mediating the relationship between family communication patterns and conflict. This study shows that increasing levels of family communication, characterized by a lack of understanding of the roles of individual family members and a focus on dialogical communication and equality, can give rise to disputes that weaken unity and harmony within the family unit. This research contributes to the field of family communication theory by showing the impact of external circumstances, such as a pandemic, on internal family dynamics.
Praktik “PR Excellent” Humas Pemerintah Daerah Ajianto, Imon Dwi Budi; Kriyantono, Rachmat; Wulandari, Maulina Pia
ARISTO Vol 6 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v6i1.781

Abstract

This study aims to describes the implications of the issuance of the Regulation of the Minister of Communication and Information Technology (Permenkominfo) no. 14/2016 on Local Government PR, especially districts / municipalities. Researcher explore how the perception of Government PR Officials, how the placement of Local Government PR on thestructure of Local Government Organization (OPD) and how the practice excellent PR by Local Government PR based on the principles of Excellence Theory with the implementation of Permenkominfo regulating the form, type, nomenclature, merging affairs, organizational structure, duties and functions of Field of Communication and Information. The Excellence Theory is one of the theories in the field of PR studies and is an effective standard of PR andexplains the ideal PR characteristics in an organization. Descriptive qualitative research method with in-depth interview data collection technique to the Communication and Information Management Officers and completed with document tracking. The results showed that the Communication and Information Management Officers have understood theregulation. However, not all Local Government have merged PR Division in the Dinkominfoas the implementation of Permenkominfo no. 14/2016. Placement of Local Government PRstill variations in OPD structure of each Local Government. Although it is found that theexcellent PR practice in general is good, but coordination needs to be done so that there is nooverlapping in task distribution in Field of Communication and Information Management in Local Government.
PROMPT ENGINEERING AI BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI HUMAS Maulina Pia Wulandari; Rizki Bimo Santoso; Cinta Manda Roudhotun; Safira Aqmarina Putri Isnaini; Nurzila Fadilah Putri; M. Andy Bagus Izzulhaq
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI) menghadirkan peluang dan tantangan besar bagi praktisi Public Relations (PR). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi praktisi PR di Malang Raya, melalui workshop yang berfokus pada prompt engineering AI. Metode yang digunakan adalah workshop pembelajaran berbasis masalah berjudul “AI-Powered PR: Mastering Prompt Engineering for Strategic Communication”, yang melibatkan 30 peserta dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) Malang Raya. Kegiatan ini terstruktur dalam tiga fase: persiapan, implementasi (menampilkan teori dan praktik langsung tools AI), dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukan peningkatan pemahaman peserta tentang peran AI di bidang PR dan pentingnya etika. Keterampilan praktis dalam menyusun prompt yang efektif menunjukan peningkatan akan tetapi kedepannya peserta berharap ada pelatihan lanjutan. Temuan kunci menggarisbawahi bahwa meskipun AI adalah alat yang powerful untuk efisiensi dan produksi konten, ini tidak dapat menggantikan unsur manusiawi seperti emaptik, pertimbangan etika, dan pengambilan keputusan strategis. Kesimpulannya menekankan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan dan berdurasi lebih panjang untuk menguasai prompt engineering dan menavigasi kompleksitas etika adopsi AI dalam praktik PR.   Abstract The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) presents significant opportunities and formidable challenges for Public Relations (PR) practitioners. This community service initiative aimed to enhance the competency of PR practitioners in the Malang Raya region through a workshop focused on AI prompt engineering. Employing a problem-based learning approach, the workshop, titled "AI-Powered PR: Mastering Prompt Engineering for Strategic Communication," involved 30 participants from the Indonesian Public Relations Association (PERHUMAS), Malang Raya chapter. The program was structured in three phases: preparation, implementation (featuring theoretical instruction and hands-on practice with AI tools), and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results demonstrated an improvement in participants' understanding of AI's role in PR and the importance of ethical considerations. While participants demonstrated enhanced practical skills in formulating effective prompts, they indicated a strong interest in further advanced training sessions. A key finding underscores that while AI is a powerful tool for enhancing efficiency and content production, it cannot supplant essential human elements such as empathy, ethical judgment, and strategic decision-making. The conclusion emphasizes the necessity for ongoing, more extensive training to achieve mastery in prompt engineering and to navigate the ethical complexities inherent in AI adoption within PR practices.
Co-Authors Abdillah, Muzakky Amalia Fibrianty Amanda, Fakhirah Anang Sujoko Andi Afrilliya Ani Angela Ervina Ansahnarmi, Annisa Antoni Antoni Antoni Antoni Argyanti, Talitha Arsih Amalia Chandra Permata Azizah Des Derivanti Bambang Dwi Prasetyo Bambang Dwi Prasetyo Bambang Dwi Prasetyo Chusnul Chotimah Chusnul Chotimah Cinta Manda Roudhotun Daffa Yudhistira Darmawati, Surya Ervina, Angela Fairuza Arindra Fajaria Menur Widowati Fakhirah Amanda Fitri H Oktaviani Fitria Avicenna Habibi Za’idatul Ma’muriyah Husnu, Lalu Nurcholis Imon Dwi Budi Ajianto Imon Dwi Budi Ajianto, Imon Dwi Budi Indri Wisudawati Patiung Isni Tri Lestari Istikhana Nurulhuda Ivan Bimantoro Wachid Jukiabtari, Serly Novita Lalu Nurcholis Husnu Layna, Nadia Luitsa Leonard Davinci Elain Koten M. Andy Bagus Izzulhaq Maharina Novia Zahro Moch. Adi Surahman Mohammad Annur Tri Putra Muhammad Daffa Putra Mahmudi Muhammad Syukron Anshori Nia Miftakhul Jannah Nikmatus Sholikah Novita Anggraini Nurlaily Romadhoni Nurzila Fadilah Putri Prasetya, Bambang Dwi Prihantoro, Danang Mandala Putra, Mohammad Annur Tri Rachmat Kriyantono Rachmat Kriyantono Rachmat Kriyantono Rachmat Kriyantono Rahayu, Winda Dewi Retnaningrum, Stevany Eryna Reza Nugraha, Reza Reza Safitri Reza Safitri Ridy Sulhana Sahawi Rizki Bimo Santoso Saffanah Fajar Kurniawan Safira Aqmarina Putri Isnaini Sahawi, Ridy Sulhana Salsabila, Laluna Sari, Diaz Sasela, Mirel Imelda Stevany Eryna Retnaningrum Sujoko, Anang Surya Darmawati Suryadi Syaiful Azhary Sylvatri, Hapsari Dian Taqi, Naila Tri Suharto Wachid, Ivan Bimantoro Yassaroh, Lora Sabila Yuarko, Nike Virgawati Zahro, Maharina Novia Zuhri, Mochamad Fernanda Abuzar Zulkarnain Nasution Zulkarnain Nasution Zulkarnain Nasution Zulkarnain Zulkarnain