Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Video-Based Diabetes Self-Management Education (DSME) Telenursing on Level of Knowledge in Diabetes Mellitus Patients Ervina Yanti Harahap; Abdul Muhith; Akas Yekti Pulih Asih; Siti Nur Hasina
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i1.652

Abstract

Background: Diabetes mellitus remains a major health problem, characterized by high prevalence and complications due to low patient knowledge about self-management. Effective education is needed to enable patients to manage their diabetes independently. The use of innovative educational media, such as telenursing-based videos, is considered to increase the effectiveness of knowledge and skills transfer, thus supporting improved knowledge levels among diabetes patients. Video-based Telenursing Diabetes Self-Management Education (DSME) can facilitate increased knowledge so that the self-care behavior of DM sufferers can increase. Purpose: The aim of the research was to analyze the effect of video-based telenursing diabetes self-management education (DSME) on the level of knowledge of Diabetes Mellitus patients. Methods: This research design was quasi-experimental with a pretest posttest approach with control group design. The population is all DM patients. The sampling method was accidental sampling of 60 respondents who were divided into 30 intervention groups and 30 control groups. The video-based DSME telenursing intervention was applied 2 times a week for 2 weeks to the intervention group, while the control group only carried out their usual routine. The instrument used was the DKQ-24 (Diabetes Knowledge Questionnaire) questionnaire. Data analysis used Wilcoxon Signed Rank with a significance value of α = 0.05. Results: The results of the research on the knowledge variable showed that the p value was 0.000 < 0.05, meaning that there was an influence of video-based DSME telenursing on the level of knowledge of DM patients in the intervention group. Conclusion: The application of video-based telenursing diabetes self-management education (DSME) affects the level of knowledge of Diabetes Mellitus patients. Nurses are expected to be able to implement video-based DSME telenursing so that patient self-care increases and can prevent complications.
Gambaran Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya Diva Ali Savitri; Akas Yekti Pulih Asih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1599

Abstract

Kejadian diare menjadi salah satu penyebab kematian dan gizi buruk pada balita. Faktor kejadian diare disebabkan pengetahuan ibu yang kurang sehingga menjadi masalah tiap tahunnya mengalami peningkatan kejadian diare. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita satu sampai lima tahun di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya dengan besar sampel 90 ibu balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dengan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah ibu balita yang memiliki pengetahuan kurang tentang diare sekitar 39 responden (43,3%). Sedangkan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan cukup sebanyak 29 (32,2%) responden ibu balita dan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 (24,4%) responden ibu balita. Simpulan pada penelitian ini yaitu gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya menunjukkan hasil pengetahuan ibu masih kurang. Saran dari penelitian yaitu diharapkan ibu balita menerapkan dan mengaplikasikan cara mencegah diare balita dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan pola makan yang sehat, bergizi dan teratur.
EDUKASI GIZI DALAM DEMO MASAK MENU IBU HAMIL GUNA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU MELATI KALISARI SURABAYA Nazilatul Khurin; Akas Yekti Pulih Asih; Selviana Larasati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1700

Abstract

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan  hingga  anak berusia dua tahun. Kondisi  stunting dapat  menyumbang  angka  kesakitan  dan  kematian  pada  bayi  dan anak  dan  juga  dapat menghambat  pertumbuhan  dan  perkembangan. Tujuan kegiatan ini edukasi gizi seimbang dan demo masak ibu hamil  untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait gizi seimbang yang perlu dikonsumsi selama kehamilan guna pencegahan stunting. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dengan menggunakan media booklet serta demo masak makanan sehat untuk ibu hamil. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 ibu hamil di Posyandu Melati Kalisari sebagai sasaran kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan  bahwa  terjadi  peningkatan  pengetahuan  ibu hamil  setelah  diberikan  edukasi  gizi  seimbang dan  pendampingan  penerapan  gizi  seimbang  serta  demo masak berbasis pangan lokal.
Overview of Toddler Height and Weight in Patients with Malnutrition at the Dukuh Kupang Health Center, Surabaya Binti Sholihah, Nindy Kurniati; Akas Yekti Pulih Asih
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 3 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i3.307

Abstract

Children do not get enough energy intake, so the body will use energy reserves in the form of fat and protein to maintain important body functions. This can cause weight loss in children, especially if the nutritional deficiency lasts for a long time. Overall, a child's height and weight are very important in assessing a child's nutritional status because both are good indicators of growth and development. If there are disturbances in the growth and development of children, then this can be a sign that the child has nutritional problems that need to be taken seriously. This study aimed to determine the relationship between height and weight with malnutrition in infants at the Dukuh Kupang Health Center area as a descriptive observational study. The data used in this study were height and weight data as well as the nutritional status of infants obtained from Health Centers in the Dukuh Kupang Health Center area. Regression analysis was performed to determine whether height and weight have a significant effect on the nutritional status of infants. The results showed that height and weight had a significant effect on the nutritional status of infants, with significant regression coefficient values for each variable. In addition, the ANOVA test also shows that the regression model used is significant. These results can be used as a basis for improving public health programs related to the problem of malnutrition in toddlers in the Dukuh Kupang Health Center area.
Studi Kebijakan Ponpes dalam Upaya Mewujudkan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya Wijaya, Satriya; Asih, Akas Yekti Pulih
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 4 No. 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.170

Abstract

Abstrak  Derajat kesehatan santri perlu ditingkatkan dengan edukasi personal hygiene, dan didukung kebijakan Ponpes yang berperan untuk mewujudkan Pesantren Sehat. Jenis penelitian ini kualitatif induktif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian, semua petugas dan stakeholder terkait di Ponpes Ammanatul Ummah Surabaya. Variabel yang diamati: kebijakan ponpes, SDM, ketersediaan dana, fasilitas kesehatan, kegiatan edukasi personal higiene, kegiatan menjaga kebersihan lingkungan ponpes, kegiatan mengonsumsi menu gizi seimbang. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam berdasar variabel yang diamati, dianalisis secara tematik, informasi dari data sekunder diintegrasikan dengan informasi hasil wawancara/diskusi. Hasil penelitian: kebijakan ponpes mengacu pada Permenkes No. 1 tahun 2013. SDM berasal dari tim kesehatan dan para alumni. Dana berasal dari yayasan. Fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa UKS dan Pos Pesantren Tangguh dalam keadaan baik. Tingkat pengetahuan santri, santri memahami pentingnya pesantren sehat baik dengan motivasi kesehatan atau agama. Kesadaran santri menerapkan personal hygiene, santri memperhatikan kebersihan badan, baju dan lingkungannnya, dengan dimotivasi pembimbing. Personal higiene dipantau setiap hari kecuali: cek kebersihan kuku satu minggu sekali, cek kebersihan rambut dua minggu sekali. Kegiatan menjaga kebersihan lingkungan Ponpes oleh petugas kebersihan dan santri. Pemenuhan gizi seimbang para santri diperoleh dari menu yang disiapkan oleh ponpes, kebutuhan buah diperoleh dengan membeli di kantin ponpes.    Kata kunci: kebijakan, pesantren sehat, pondok pesantren  Abstract      The health status of students needs to be improved with personal hygiene education, and supported by the Islamic Boarding School policy which plays a role in realizing a Healthy Islamic Boarding School. This type of research is qualitative inductive with descriptive methods. The research sample was  all officers and related stakeholders in the Ammanatul Ummah Islamic Boarding School Surabaya. The variables observed were: Islamic Boarding School policy, human resources, availability of funds, health facilities, personal hygiene education activities, activities in maintaining the cleanliness of the boarding school environment, activities in consuming a balanced nutrition menu. Collecting data through in-depth interviews based on observed variables, analyzed thematically, information from secondary data is integrated with information from interviews / discussions. Result of research: Ponpes policy refers to Minister of Health Regulation No. 1, 2013. Human resources come from the health team and alumni. Funds come from foundations. Theayailable health facilities are School health and Tangguh Pesantren Post are in good condition. The level of knowledge of the students, the students understand the importance of a healthy Islamic boarding school either with health or religious motivation. The awareness of the students to apply personal hygiene, by paying attention to the cleanliness of their body, clothes and environment, motivated by their supervisor. Personal hygiene is monitored every day except: checking nail hygiene once a week, checking hair hygiene every two weeks. Maintaining cleanlinness activities in the anvironment of islamic Boarding School is done by cleaning officers and students. The fulfillment of balanced nutrition of the students is obtained from the menu prepared by the boarding school while the need for fruit is obtained by buying at the boarding school canteen.   Keywords: policy, healthy islamic boarding school, islamic boarding school
Usulan Rekomendasi Optimalisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Covid-19 di Masyarakat (Studi di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur) Wijaya, Satriya; Asih, Akas Yekti Pulih; Sari, Maya Purnia; Fuadah, Aliya Zahro
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.342

Abstract

AbstrakCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Penyebab masih tingginya angka kasus positif covid-19 di dalam negeri karena penularan yang masih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan rekomendasi optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 di masyarakat pada wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bersifat kualitatif induktif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah semua petugas pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 terkait serta stakeholder Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Data didapatkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil analisis data menunjukkan Rencana Operasional Strategi Komunikasi Pesan Kunci Covid-19 Dinkes Tingkat Provinsi Jawa Timur sudah baik, perlu dilakukan secara berkelanjutan, persiapan dalam mengakomodir rencana atau langkah-langkah ke depan dalam upaya optimalisasi pencegahan dan Pengendalian Penyakit Covid-19. Saran untuk Dinkes Provinsi Jawa Timur perlu menambahkan materi sosialisasi terkait urgensi dan pentingnya pelaksanaan PPKM, mengadakan perekrutan tenaga kesehatan, penambahan tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit lapangan dan melaksanakan kegiatan media promosi kesehatan. Kata kunci  : optimalisasi, pencegahan, pengendalian, covid-19  Abstract Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that has not been previously identified. The reason for the high number of positive cases of Covid-19 in the country is because the transmission is still active. This study aims to provide recommendations for optimizing the prevention and control of Covid-19 disease in the community in the working area of the East Java Provincial Health Office. This research is inductive qualitative with descriptive method. The sample in this study were all related Covid-19 disease prevention and control officers and stakeholders from the East Java Provincial Health Office. Data obtained through data collection techniques Observation, interviews and document studies. The results of data analysis show that the Operational Plan for the Covid-19 Key Message Communication Strategy of the East Java Provincial Health Office is good, it needs to be carried out continuously, preparations to accommodate plans or future steps in an effort to optimize the prevention and control of Covid-19. Suggestions for the East Java Provincial Health Office need to add socialization materials related to the urgency and importance of implementing PPKM, recruiting health workers, adding health workers placed in field hospitals and carrying out health promotion media activities. Keywords : optimization, prevention, control, covid-19
Co-Authors Abdillah, Muhammad Zahid Abdul Muhith Adelia Priadina Cahya Ningrum Adelia Priadina Cahya Ningrum Adiiba Dzakiyah Choirunnisa Afridah, Wiwik Agus Aan Adriansyah Ahla Tamaro Aizatun Nisa Ajeng Dwi Rahmawati Akas Pinaringan Sujalu Alfaridzi, Aditya Rizky Aliya Zahro Fuadah Amanatul Istifaiyah Andi Roesbiantoro Andryade Kurniawan Aviana Gita Lara Aviana Gita Lara BAGUS WICAKSONO Bagus Wicaksono Bagus Wicaksono Binti Sholihah, Nindy Kurniati Budhi Setianto Budhi Setianto Difran Nobel Bistara Diva Ali Savitri Djazuly Chalidyanto Dwi Handayani Edza Aria Wikurendra Effendi Effendi Effendi Effendy Effendy Endang Sulistiyani Eppy Setiyoati Eppy Setiyowati Ervina Yanti Harahap Evy Afifah Syagran Evy Afiyah Syagran Fasya, Abdul Hakim Fasya, Abdul Hakim Zakiy Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatmawati, Ulik Fuadah, Aliya Zahro Hadi, Bella Rose Indira Harahap, Ervina Yanti Iftitahurrohmah Iftitahurrohmah Imamate, ewi Sinta Nuriatul Iqbal Firdaus Iqbal Firdaus Iswahyudi Iswahyudi Jihan Ekanita Anwar Kartika Sari, Dyan Kombih, Muhammad Fifin Kuuni Ulfah Naila El Muna M. Herdin Fatwa Toga Putra Maki Zamzam Maya Purnia Sari Maya Purnia Sari Muhammad Zahid Abdillah Mutiaraningrum, Indah Nadatien, Ima Nailah Tri Iswira Nathalya Dwi Kartika Sari Nazilatul Khurin Nikmatus Sa’adah Ningtias, Dyah Ayu Ratna Novera Herdiani, Novera Nurharianti, Pradita Rani Paramita, Ristiya Galih Primasari, Niken Savitri Rizki Andikawati Fitriasari Rochmawati, Elva Apriliya Adella Rokhiya, Naily Aniqotur Rusdianingsih Rusdianingsih Salim, Hotimah Masdan Sari, Maya Purnia Satriya Wijaya Selviana Larasati Siti Nur Hasina Sofia Nur Islami Stefanus Supriyanto Syafiuddin, Achmad Tamya Amiratus Sholihah Ubaidillah Zuhdi Umi Hanik Venia Ilma Dwi Prastika Wijaya , Terivenna Wijayanti, Lono Yanti, Alfiyah Indah Yauwan Tobing Lukiyono Zahro, Novianti Fatimahtus