Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KELEMBAGAAN PEMASARAN KARET SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI PETANI KARET DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sasmi, Meli; Agustar, Asdi; Syarfi, Ira Wahyuni; Hasnah, Hasnah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1346

Abstract

Karet merupakan komoditi sektor petanian pada sub sektor perkebunan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi petani. Namun kondisi harga karet terus melemah menyebabkan ekonomi petani karet juga melemah. Berbagai masalah yang dihadapi petani karet antara lain: Luas lahan kecil, kondisi alam yang rentan terhadap produksi, harga karet dunia yang semakin menurun, daya tawar petani lemah, rantai pemasaran yang panjang. Kondisi ini perlu dicari suatu Solusi,  suatu kelembagaan yang mampu menfasilitasi tataniaga karet yang lebih menguntungkan kepada petani. Kelembagaan pemasaran merupakan salah satu strategi yang berkaitan dengan tataniaga dalam menjamin ketersedian komoditi dan ketersediaan pasar yang lebih efisien. Lelang komoditi merupakan system pemasaran yang mampu meningkatkan harga dan daya tawar petani. Namun tidak mampu mengatasi permasalahan harga karet secara global karena harga karet ditentukan oleh pasar internasional. Kelembagaan dapat mengatasi ketergantungan menjual SIR kepada konsumen luar negeri serta mengurangi ketergantungan produk jadi yang berbahan baku karet.  Kelembagaan petani perlu membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) disetiap sentra produksi karet untuk  melakukan kegiatan hilirisasi karet. Pengolahan hasil berbahan baku karet akan menciptakan nilai tambah, mengurangi ketergantungan produk, mengurangketergantungan menjual SIR pada konsumen luar negeri, memiliki daya tawar.
Pemanfaatan Dana Desa untuk Infrastruktur Nagari, Dampaknya terhadap IDM dan Angka Kemiskinan di Sijunjung Yurnalis, Feri; Agustar, Asdi; Osmet, Osmet
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ecodemica.v9i2.11448

Abstract

The study aims to analyze the utilization of Village Funds (DD) for nagari (village) infrastructure development and its impact on the Village Development Index (IDM) and poverty rates in Sijunjung Regency, West Sumatra. The research employed a mixed-methods approach using secondary data analysis for all 61 nagari and a qualitative multi-case study on selected nagari based on their IDM status. Secondary data collected covered DD allocation, types of infrastructure, IDM scores, and the number of poor residents from 2017 to 2019. The results indicate that DD allocation in Sijunjung was predominantly directed toward the Development Sector (averaging 89.58%), primarily for the construction of village roads. The analysis concludes that the DD allocation for infrastructure does not have a directly significant implication for increasing IDM or reducing the poverty rate in Sijunjung Regency. These findings suggest that the impact of infrastructure investment requires a longer time frame and is influenced by various factors beyond the DD policy for sustainable poverty alleviation