Articles
Agricultural Development through Regional Approach: A Case Study in Poultry Production Central Area in Mungka Sub-district, Lima Puluh Kota District
Sri Endang Kornita, Sjafrizal, Helmi, Asdi Agustar
International Journal of Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/ijasc.2.1.34-47.2018
The regional approach in agricultural development has only been limited to the concept and has not been implemented in real terms. Various forms and models of agricultural development policy using the regional approach cannot prove that the indicators of regional approach have existed and been applied in agricultural areas. The development of agriculture so far has only been sectoral. This indicates that the concept of agricultural development through regional approach has not been implemented in real condition. In development through regional approach, the synergies among sectors and among economic activities are compulsory. The production central area (PCA) approach is one of the agricultural development approaches based on regional economic development theory. This research aimed to assess how area production center as a model of agricultural development that had considered regional concept, could be success in developing regions. The respondents were layer hen breeders residing in PCA location and Non PCA (50 respondents each).The study reveals that the value of agglomeration profits of large scale economies (SEI), localization economies (LEI), capital and labor showed positive and significant effects on layer hen production at PCA location. To further increase commodity production in PCA, the agglomeration profits as a regional approach variables should be part of the PCA analysis to improve productivity, efficiency and provide added value for farmers/breeders.
PENGGUNAAN DANA DESA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM)
Netra Ekawati;
Asdi Agustar;
Devi Analia
Jurnal Kebijakan Publik Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jkp.v13i2.8005
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Pasaman Barat dan mengetahui implikasinya terhadap peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) nagari di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan memilih 3 desa yang tingkat kemajuannya berbeda sebagai kasus. Pada setiap desa yang dijadikan kasus dilakukan interview mendalam terhadap informan dan untuk mendapatkan angka IDM penulis menggunakan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan statistik diskriptif yang dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian didapatkan, bahwa penggunaan dana desa mulai dari perencaan penggunaan sampai dengan pelaporan penggunaan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknisnya, belum sepenuhnya menerapkan prinsip tatakelola keuangan yang baik. Aspek transparansi dan partisipasi masyarakat merupakan dua hal yang sering dikeluhkan. Selain itu, aspek penggunaan secara tertib terutama konsistensi penggunaan sesuai dengan rencana strategis nagari sering menjadi kurang diperhatikan. Angka (Skor) Indeks Desa Membangun (IDM) yang dilihat berdasarkan data sekunder 5 (lima) tahun terakhir pada 3 nagari yang dijadikan kasus penelitian sudah telihat semakin baik. Namun perobahan skor tersebut hanya pada nagari Katiagan yang merobah kategori nagari dari sebelumnya nagari tertinggal berobah menjadi kategori nagari berkembang. Perobahan skor IDM dan kategori nagari ini merupakan konsekuensi dari pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pada setiap nagari, termasuk pembangunaan dengan menggunakan dana desa. Oleh sebab itu, dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa adanya dana nagari berimplikasi positif terhadap kemajuan pembangunan nagari dilihat dari Indeks Desa Membangun (IDM).Kata Kunci: pengelolaan Dana Desa, transparansi, akuntabel, Partisipasi, tertib dan disiplin, Indeks Desa Membangun
Potential analysis of small and medium industries (SMIs) in Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra
Elfi Khairina;
Adrimas Adrimas;
Sjafrizal Sjafrizal
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 6 No. 5 (2019): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.754 KB)
|
DOI: 10.22437/ppd.v6i5.6342
Small and Medium Industries (SMIs) play an important role in the industrial sector of the Lima Puluh Kota Regency, even though the growth rate has fluctuated in the last six years. The purpose of this study is to identify the potential of Small and Medium Industries (SMIs) Lima Puluh Kota Regency that have comparative and competitive advantages. The analytical methods are location quotient (LQ) and shift-share analysis. Using a variable value of industrial production based on Indonesian Standard Business Classification in five digits of industrial commodity was found, the basic organic chemical industry for raw materials for dyes and pigments, embroidery industry, wood container industry, garment industry of leather, industrial stone goods for home use stairs and displays, the gypsum industry, the components and equipment industry of two- and three-wheeled motorcycles, the soft drink industry and the coconut oil industry are industries that have a comparative as well as a competitive advantage. These industries are suggested to be lead industries in the development of Small and Medium Industries (SMIs) in Lima Puluh Kota Regency.
DINAMIKA EKONOMI PETANI KARET
Meli Sasmi;
Asdi Agustar;
Ira Wahyuni Syarfi;
Hasnah Hasnah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36355/jas.v7i1.1009
Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang berperan penting dalam membangun ekonomi petani terutama di pedesaan. Karet diperdagangkan secara internasional untuk kebutuhan bahan baku industri. Disebagian wilayah Indonesia komoditi karet dibudidayakan oleh perusahaan perkebunan (Estate) dan perkebunan rakyat, namun kondisi ekonomi petani karet dari waktu kewaktu mengalami penurunan. Berbagai faktor penyebabnya adalah: Rendahnya produksi karet, lahan berskala kecil, produkstivitas tenaga kerja rendah, panen tergantung kepada alam dan hanya bisa dipanen jika tidak hujan, belum ada teknologi untuk mengatasi kondisi alam serta teknologi yang mampu menggantikan tenaga kerja panen, selain itu pemasaran hasil karet masih dikuasai oleh pedagang pengumpul di desa. Harga ditingkat petani karet sangat cepat turun jika harga dipasaran internasioanal turun, sebaliknya harga akan lambat meningkat jika harga meningkat. Kondisi yang demikian menyebabkan rendahnya kemampuan ekonomi petani. Sering dikonotasikan bahwa wilayah yang perekonomian masyarakatnya berbasis komoditi karet, adalah wilayah lumbung kemiskinan. Mengatasi permasalahan tersebut maka perlu kebijakan pengembangkan lembaga ekonomi petani karet untuk menjaga stabilitas harga karet dan meningkatkan bargaining position petani perlu adanya regulasi mendukung kebijakan berupa mandatori dalam pengembangan kelembagaan petani dalam memperbaiki tataniaga karet sertaperlu adanya pengembangan Badan Usaha milik petani yang bergerak pada kegiatan hilirisasi karet ditingkat petani.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai lapangan pekerjaan diwilayah pedesaan kabupaten Solok
Sophan, Marcos;
Agustar, Asdi;
Erwin, Erwin
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (584.508 KB)
|
DOI: 10.29210/30031858000
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai lapangan pekerjaan dan ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi muda di Kabupaten Solok memilih sektor pertanian sebagai lapangan pekerjaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey yang analisis secara deskriptif dengan menggunakan konsep Jhon Keller (1987) dengan model ARCS. Hasil penelitian Minat generasi muda untuk memilih sector pertanian sebagai lapangan pekerjaan di Kabupaten Solok berada dalam kategori sedang. Bila dibedakan atas wilayah berdasarkan komodity dominan, ditemukan minat generasi muda pada wilayah tanaman pangan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan generasi muda yang berada pada wilayah dengan komoditi dominan hortikultura dan ternak. Minat untuk bekerja disektor pertanian dipengaruhi oleh faktor Jenis kelamin, jenis pendidikan, intensitas membantu orang tua, pekerjaan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, luas lahan yang diolah keluarga, dan alternatif peluang kerja lainnya.
PEMANFAATAN DANA DESA DAN KAITANNYA DENGAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN PESISIR SELATAN
Gusti, Yenni;
Agustar, Asdi;
Osmet, Osmet
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.216 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v4i2.379
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan efektifitas dana desa dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Selatan antara tahun 2015 sampai dengan tahun 2018, dengan dugaan ada pengaruh dana desa terhadap penurunan angka kemiskinan di desa/nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan populasi target seluruh nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Data yang digunakan terdiri dari 2 jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Unit analisis penelitian adalah nagari yang dilaksanakan secara statistik random sampling. Model ekonomi masyarakat dijadikan strata yaitu nagari yang sumber ekonomi penduduknya mayoritas tanaman pangan, dari pesisir/kelautan dan dari hasil perkebunan/kehutanan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 nagari dari 182 jumlah nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Regresi Linear sederhana antara jumlah dana yang diterima dengan penurunan KK miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa di Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015 – 2018 digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan 43,13%, program pembangunan desa sebesar 51,90%, program pembinaan desa sebesar 4,13% dan program pemberdayaan masyarakat sebesar 0,85%. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 yaitu 70% dari jumlah dana desa dialokasikan untuk pembangunan desa dan 30% digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Dari hasil penelitian anggaran untuk penyelenggaraan pemerintahan lebih dari 30% yaitu 43,13%, akibatnya mempengaruhi program dan kegiatan yang terdapat pada pembangunan desa dimana pada program tersebut terdapat kegiatan pengentasan kemiskinan. Hasil analisis regresi linear sederhana yang dilanjutkan dengan pengujian hipotesis uji t dengan tingkat kesalahan � = 5%. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tidak terjadi hubungan yang signifikan antara Dana Desa dengan penurunan KK miskin atau peningkatan jumlah dana desa tidak diiringi dengan penurunan angka kemiskinan.
Peran Alokasi Dana Desa Dalam Mewujudkan Desa Mandiri Studi Kasus Nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat
Yona Sufrita;
Asdi Agustar;
Osmet
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/niara.v17i2.23152
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan kegiatan yang dilakukan menggunakan ADD. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus, dimana nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan dipilih sebagai kasus. Nagari Lubuk Layang dikategorikan sebagai nagari tertinggal berdasarkan skor Indeks Desa Membangun (IDM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap sejumlah informan kunci (key informan) yang terdiri dari wali nagari, sekretaris nagari, keur keuangan nagari, ketua dan anggota BAMUS. Pengelolaan keuangan didasarkan kepada Permendagri No. 20 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Hasil penelitian didapatkan bahwa dilihat dari indikator perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban, pengelolaan ADD di Nagari Lubuk Layang sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan jenis kegiatan yang dilakukan, mayoritas berupa kegiatan fisik yang fungsinya mendukung proses pemberdayaan masyarakat dalam upaya mewujudkan nagari mandiri.
ECOTOURISM SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KOTA PARIAMAN
Maswar, Fuadi;
Agustar, Asdi;
Ifdal, Ifdal
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2019): JISPO Vol 9 No 1 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jispo.v9i1.4642
Ecotourism is developed in accordance with the existing potential and natural conditions based on 3 (three) main principles, namely efforts to conserve natural resources, environmental education for the community, especially tourists, and empowering the surrounding community. The three main ecotourism destinations in Pariaman City are Angso Duo Island, Turtle Breeding and Mangrove Forest. The research is aimed to describe ecotourism activities and identify its impact to economy of pariaman local poeple in Pariaman City. The study used survey methods with qualitative and quantitative approaches. Data on the implementation of ecotourism is obtained through in-depth interviews with key informants (key informants) consisting of managers, tourists and communities using qualitative descriptive analysis. In other hand, the data related to the impact of developing ecotourism on the economy of the Pariaman local poeple is obtained through surveys of respondents consisting of pariaman locel poeple who owned economic activities both directly and indirectly with ecotourism activities using quantitative descriptive analysis. The results showed that Ecotourism activities in Pariaman City had not yet been managed according to this principle as well, but the existence of destination ecotourism had shown a positive impact on the economy of the pariaman local poeple.
PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Sitra, Elian;
Agustar, Asdi;
Erwin, Erwin
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2019): JISPO Vol 9 No 1 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jispo.v9i1.4662
This event will be based on research of the program of Community Lead Total Sanitation (CLTS) in Lima Puluh Kota District. This study aims to describe the implementation of the program and to know the changes the behavior of the environmental health of the community by the existence of the CLTS program in Lima Puluh Kota District.This study used a survey method, which is primary data sourced from the respondent became the main data to answer problems that questionable on this research. Data collection was done through in-depth interviews and questionnaires on 75 respondents.The results showed that program execution CLTS ranging from planning, implementation, monitoring and evaluation of the involved community. The community was given a major role in this program. The role of the Government in the program only facilitates CLTS ultimately completely turned over to community self-help. The CLTS programs have succeded in changing knowledge and attitudes towards Open Defecation and Hand Wash Use Soap, but has not succeeded in changing the behavior of society as a whole. The implementation are the first and the second pillar, Stop Open Defecation and Hand Wash Use Soap, while pillars 3, 4, 5 have not been implemented yet.
ANALYSIS OF TOURIST SATISFACTION WITH ATTRACTIONS AND SERVICES IN TOURISM VILLAGES IN NAGARI SUNGAI BATANG, AGAM REGENCY
ibnu, ibnu kuntara;
Agustar, Asdi;
Fitriana, Widya
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 7 No 2
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/igj.v7i2.143
This research aims to obtain information and insights regarding tourists’ perceptions of the attractiveness of Sungai Batang Tourism Village, which encourage them to visit and return. Additionally, the study seeks to assess tourist satisfaction levels based on four key tourism product attributes: attractions, amenities, accessibility, and ancillary services.The research employs a quantitative method with a survey approach. Data were collected through questionnaires distributed to tourists visiting the village, with a sample size of 50 respondents. The analyzed variables include the quality of tourist attractions, facilities, services, and the overall tourist experience.The results indicate that overall tourist satisfaction is in the "good" category. However, several aspects require improvement, particularly in terms of supporting facilities and the availability of tourism information. These findings provide important implications for the management of Sungai Batang Tourism Village to enhance the quality of services and attractions offered, in order to strengthen the village’s appeal and encourage increased tourist visits in the future.