Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

تطور المعاني في مختلف العصور Ahmad Munawwir
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 1 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i1.10045

Abstract

Tulisan ini membahas tentang perkembangan dan perubahan makna kata dalam bahasa Arab seiring perkembangan waktu. Perkembangan makna kata tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 1) faktor linguistik, 2) faktor historis, 3) faktor sosial/budaya, 4) faktor psikologis, 5) faktor penyerapan bahasa asing, dan 6) faktor kebutuhan kepada makna baru, serta beberapa contoh kata-kata dalam bahasa Arab yang mengalami perubahan/pengembangan makna. Kata-kata yang mengalami pengembangan makna terbagi dua: 1) kata-kata yang berkaitan dengan istilah dalam syariat Islam, 2) kata-kata di luar istilah syariat.
Pendekatan Sistem Pembelajaran Bahasa Arab Ahmad Munawwir
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 2 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i2.11451

Abstract

Dalam menyukseskan proses pendidikan demi mengembangkan potensi manusia, diperlukan penyusunan standar proses pendidikan, yang dapat dijadikan pedoman oleh setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran serta menentukan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi proses pendidikan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas proses pendidikan adalah pendekatan sistem. Pendekatn sistem ini mencakup adanya tujuan, adanya komponen sistem, dan adanya fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem. Pembelajaran sebagai suatu sistem yang komponen-komponennya terdiri dari: (1) Peserta didik atau siswa, (2) Guru, (3) Tujuan, (4) Materi, (5) Metode, (6) Sarana/Alat, (7) Evaluasi, dan (8) Lingkungan/konteks. Manfaat pendekatan dalam sistem pembelajaran diantaranya: (1) arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas, (2) menuntun guru pada kegiatan yang sistematis, (3) dapat merancang pembelajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia, (4) dapat memberikan umpan balik.
Metode Eklektik dalam Pembelajaran Bahasa Arab Ahmad Munawwir
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 1 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i1.15030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode Eklektik, bagaimana proses pembelajaran dengan metode tersebut, serta bagaimana kelebihan dan kekurangannya. Jenis penelitian ini ialah library research atau studi kepustakaan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menekankan pada kajian teks serta aspek analisa, kemudian mengumpulkan beberapa teks yang berhubungan dengan materi yang dikaji dengan mencari literatur-literatur yang berkaitan, baik itu dari materi penelitian, baik dari buku, jurnal dan artikel lain yang berhubungan dengan materi. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa metode ini lahir sebagai sebuah bentuk usaha penggabungan dari metode yang sudah lahir terdahulu, kemudian metode ini tidak dikembangkan berdasarkan teori linguistik dan psikologi tertentu melainkan berdasarkan asumsi. Metode ini memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu tujuan dari beberapa metode yang dipilih dan digabungkannya, sehingga keterampilan bahasa bisa teramu semua pada metode ini. Metode Eklektik ini di dalam bahasa Arab dinamakan Thariqah Intiqaiyyah, Thariqah Mukhtarah, Thariqah Mudzawijah dan Thariqah Taulifiyah
الكلمة والجملة في اللغة العربية Ahmad Munawwir
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 2 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i2.17958

Abstract

يبحث هذا البحث في الكلمة والجملة في اللغة العربية وأنواعهما، إذ يتركز على شيئين: 1) ما هي الكلمة وما تقسيماتها، و2) ما هي الجملة وما تقسيماتها. وكان البحث بحثا مكتبيا معتمدا على الكتب والمراجع الأخرى.  فالكلمة لفظ يدل على معنى مفرد، وهي تنقسم إلى ثلاثة أقسام؛ اسم وفعل وحرف. أما الجملة أو الكلام فهي ما تركب من كلمتين أو أكثر، وله معنى مفيد مستقل. والجملة تنقسم إلى ثلاثة أقسام؛ الجملة الأصلية والجملة الكبرى والجملة الصغرى.
MEMAHAMI PERBEDAAN ANTARA BAHASA ARAB FUSHAH DAN ‘AMMIYAH Amran AR; Takdir Takdir; Ahmad Munawwir; Nurlatifah Nurlatifah
Jurnal Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 April 2021
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v3i1.543

Abstract

Bahasa Arab Fushah dan ‘Ammiyah merupakan bahasa Arab yang bersumber dari bahasa Smit, penggunaan bahasa Fushah di dapatkan pada kitab suci al-Qur’an, al-Hadis dan buku-buku ilmiah lainnya, sedangkan bahasa ‘Ammiyah bisa didapatkan pada ungkapan yang dipergunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi bangsa Arab. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini berfokus pada pengumpulan data yang berkaitan dengan kepustakaan melalui bacaan dan catatan untuk mengolah bahan penelitian. Pra Islam, masyarakat Arab mengenal stratifikasi kefasihan bahasa. Kabilah yang dianggap paling baik bahasa Arabnya dibanding yang lain adalah Quraisy yang dikenal sebagai surat al-Arab (pusatnya masyarakat Arab). Kefasihan bahasa Quraisy ditunjang oleh tempat tinggal mereka yang secara geografis berjauhan dengan negara-negara bangsa non-Arab dari segala penjuru. Bahasa ‘Ammiyah adalah “bahasa dalam penyimpangan” (lughat fi al-lahn) setelah sebelumnya merupakan fenomena dalam penyimpangan bahasa. Secara perlahan tapi pasti bahasa ‘Ammiyah terus berkembang hingga menjelma sebagai bahasa yang otonom dengan kaidah dan ciri-cirinya sendiri. Bahasa ‘Ammiyah di negeri-negeri (taklukan) Islam awalnya adalah lahn yang sederhana dan masih labil karena masyarakatnya masih memiliki watak bahasa Arab yang genuin. Karena itu, di awal kemunculannya bahasa ‘Ammiyah di kalangan masyarakat masih mempunyai rentangan antara yang lebih dekat dengan bahasa baku (Fushah) sampai pada yang jauh darinya.
EPISTEMOLOGI TAFSIR DAN TAKWIL Ahmad Munawwir
Jurnal Tafsere Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.158 KB)

Abstract

Telah terjadi perdebatan yang sangat serius mengenai bagaimana seharusnya karakteristik metode pemaknaan terhadap teks al-Quran jika ingin menempatkan teks dan konteks (pembaca) secara harmonis dan bersamaan, dengan tidak lebih memenangkan salah satu diantara keduanya. Tulisan ini berupaya secara metodologis menelusuri bagaimana konsep takwil dan tafsir menciptakan keterpaduan antara (1) pengarang teks (Allah-Muhammad-ummat Muhammad pada masa awal sebagai konteks pertama bagi teks Al-Quran), (2) Teks (objek bacaan-teks yang tertulis dan diwariskan hingga sekarang) dan (3) pembaca (subjek-dengan segala konteks yang baru). dalam hal ini akan berfokus kepada metode tafsir dan takwil sebagai pangkal epistemologi dalam penafsiran al-Quran.
Konsep Libas (Pakaian) dalam Al-Quran Ahmad Munawwir
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsepsi pakaian dalam Al-Quran melalui term libas. Latar belakang tulisan ini adalah melihat fenomena tren pakaian taqwa yang berkembang menjadi simbol khusus untuk mengidentifikasi kesalehan seseorang. Di beberapa kasus bahkan pakaian menjadi symbol bagi aliran keagamaan tertentu dalam mengidentifikasi anggota kelompoknya dan sekaligus menegasikan orang lain yang bukan kelompoknya dan bukan bagian dari kesalehan. Maka tulisan ini bermaksud menelususri bagaimana sebenernya konspesi libas (pakaian dalam al-Quran), dan bagaimana sejarah perkembangan makna libas dalam Islam, baik sebelum Islam dan Al-Quran diturunkan, kemudian ketika al-Quran diturunkan dan pasca Al-quran diturunkan hingga saat ini.
Pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja Nurfadillah Nurfadillah; Ahmad Munawwir
Jurnal Konsepsi Vol. 11 No. 4 (2023): Jurnal Konsepsi (Februari)
Publisher : P3I Luwu Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap hasil belajar Bahasa arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja. Masalah yang dikaji adalah apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap hasil belajar Siswa kelas X Madrasah Aliyah Pesantren muhammadiyah Tana Toraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif Pra-eksperimen dengan penggunaan model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa arab di MA Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi-Selatan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik di MA Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X MA dengan jumlah sampel 21 orang. Teknik analisis data adalah analisis data deskriptif dan uji hipotesis. Hasil penelitian eksperimen menggunakan model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar Bahasa arab diketahui bahwa model pembelajaran SAVI pada siswa kelas X Madrasah Aliyah PPM Tana Toraja lebih efektif terhadap hasil belajar bisa dilihat dari perolehan nilai rata-rata pretest 60 dan posttest 85 kemudian uji hipotesis yang dilakukan, t tabel dengan α =0,05 dan dk = (19-2) = 17 adalah 1,740. Karena t hitung > t tabel (1,776>1,740) maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas X sebelum dan setelah penerapan Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intelektual (SAVI).
Problematika Penerapan Model Kontekstual Teaching and Learning (Ctl) Pada Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas X Ma Darunnaiem Pesse Soppeng Ahmad Munawwir
Jurnal Konsepsi Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Konsepsi (Februari)
Publisher : P3I Luwu Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu problematika penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa kelas X MA Darunnaiem Pesse Soppeng, serta apa saja solusi dalam mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digali dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer (data pokok) dan data sekunder (data penunjang). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan problematika yang terjadi pad penerapan model pembelajaran CTL antara lain kurang fasihnya penerapan model ini oleh guru, molornya waktu/jam pembelajaran yang digunakan, penerapan model pembelajaran ini terkadang membuat suasana sedikit lebih gaduh, dan juga tingkat perkembangan dan pengetahuan siswa dalam Bahasa Arab berbeda-beda, hingga hasil yang ingin dicapai seringkali tidak merata. Faktor pendukung penerapan model ini adalah besarnya minat guru dalam menghadirkan pembelajaran yg aktif, menarik, dan inovatif, serta antusiasme tinggi para siswa. Adapun factor penghambatnya adalah kurangnya alokasi waktu jam pelajaran bahasa Arab, tidak meratanya kemampuan Bahasa Arab para siswa, dan kurangnya sumber belajar yang dimiliki siswa. solusi yang dapat diterapkan antara lain dengan tuntutan agar guru selalu belajar dan memperkuat kompetensi dirinya, kemampuan guru dalam mengatur dan mengefisienkan durasi waktu belajar, memiliki kemampuan manajemen kelas yang baik, serta pembagian kelompok yang merata.
Dialek Daerah pada Percakapan Bahasa Arab Santri di Pesantren: Studi Kasus Pada Pesantren Pendidikan Islam Darul Abrar Bone Ahmad Munawwir; Muhammad Ihsan; Amran AR; Moh. Sholeh Afyuddin
Shaut al Arabiyyah Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v11i1.40649

Abstract

This study aims to determine the absorption process of regional dialects in the Arabic conversation of class VIII students at KMI PPI Darul Abrar Bone. This type of research is descriptive qualitative with a sociological approach. The results showed that the absorption of regional dialects in the Arabic conversations of class VIII students at KMI PPI Darul Abrar occurred due to environmental factors that still lingered and influenced them, spontaneous factors the effect of the lack of Arabic vocabulary they mastered, and the use of code mixing between Arabic and regional dialects. they. This absorption has an impact on the inability of students to understand language differences well, and their low mastery of Arabic vocabulary. The expected solution is to get used to using good and correct language, using various learning techniques, and applying the audiolingual method to the learning process. The implication of this research is the presence of awareness among teachers that the process of learning Arabic has not been maximized so far, so it is hoped that the solutions offered can be realized optimally