Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Impact of Agricultural Land Changes on Farmers’ Income in Cirasea Watershed, Bandung Regency, West Java Teguh Husodo; Indri Wulandari; Oekan S Abdoellah; Martha Fani Cahyandito; Sya Sya Shanida
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 5 No. 3 (2021): September
Publisher : Research Centre of Inorganic Materials and Complexs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2021.5.3.95-104

Abstract

Changes from agricultural land to non-agricultural land are continuously occurring, especially in areas adjacent to cities. Land changes from agricultural to non-agricultural land will eliminate crops’ hydrological function, impacting rivers, including the Cirasea River. Besides, changes in agricultural land have an impact on the resulting agricultural productivity and income. This study’s main objective is to determine land area changes, productivity, and farmers’ income in 2011 - 2018 in the Cirasea watershed. A literature study was applied to this study. Secondary data were obtained from the Central Bureau of Statistics of Ciparay, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pacet, and Paseh Districts, Bandung Regency in Cirasea River Upstream. The study results showed an increase in land area, productivity, and agricultural income for vegetables (75%, 50%, and 68%, respectively) and rice field (16%, 0.32%, and 0.32%). In addition, there was a decrease in land area followed by a decrease in agricultural productivity and income for fruit commodities (-88%, -35%, -33%) and plantations (-97%, -1%, -1%). For eight years, farmers have relied on their income from vegetable commodities in Cirasea Watershed.
KAJIAN POTENSI CADANGAN KARBON (CARBON STOCK) HUTAN TANAMAN Acacia crassicarpa PADA LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI KABUPATEN BENGKALIS, PROVINSI RIAU) Fetty Dwi Rahmayanti; Benny Joy; Teguh Husodo
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i1.25

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga diwajibkan untuk mengurangi sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi dan penggunaan energi fosil pada pembangunannya. Salah satu usaha yang dilakukan dalam menghadapi meningkatnya gas rumah kaca adalah meningkatkan kemampuan vegetasi baik hutan, kebun dan tanaman lain dalam mengikat CO2. Karbon yang tersimpan pada hutan tanaman baik yang terdapat pada bagian atas dan bagian bawah merupakan suatu cadangan sumber daya alam yang dapat digunakan bagi keberlangsungan hidup terutama dalam kondisi krisis lingkungan global yang terjadi saat ini. Penelitian ini didasarkan pada pendugaan cadangan karbon pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung cadangan karbon (carbon stock) pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dan mengestimasi pembangunan hutan tanaman industri yang berkelanjutan pada lahan gambut di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini melalui pendekatan metode dominant quantitative-less dominant qualitative dan metode pengumpulan data pada penelitian ini didominasi menggunakan metode survai. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya cadangan karbon pada biomassa 2.808.363,28 t c/ha, nekromassa 2004, 437 t c/ha dan tanah gambut sebesar 560.938,5 t c/ha. Keberadaan hutan tanaman industri dapat memberikan jasa ekologis berupa cadangan karbon apabila dilakukan pengelolaan yang tepat, khususnya memiliki peluang simpanan pada nekromassa dan tanah gambut.
Relationship of Bird Diversity and Plant Composition Inside The Area Campus Green Space of Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang West Java Deden Nurjaman; Teguh Husodo; Erri Noviar Megantara; Herri Y. Hadikusumah; Indri Wulandari
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 10, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v10i3.13543

Abstract

Padjadjaran University (UNPAD) Jatinangor is currently conducting green Campus program. To support the program, a study of biota living in it, as one of the benchmarks of good or bad environmental conditions, is needed. The green space of Jatinangor Campus is divided into two clusters namely Cluster I green space (Campus Forest) and green space Cluster II (Campus Non Forest). The objective of the research was to know the relationship between diversity of birds with diversity of plants in the green space of Cluster I (Campus Forest) and Cluster II (Campus Non Forest) UNPAD Campus Jatinangor as one of the parameters of successful development of green Campus. This research is descriptive-explorative with census method on bird species and plant composition from green spaces of Cluster I (Campus Forest) and Cluste II (Campus Non Forest) Campus UNPAD Jatinangor. From the observations in Cluster I, we identified 46 species of birds and 77 species of plants, whereas in Cluster II, we identified 32 species of birds and 74 types of plants. The number of bird species is directly proportional to the number of plant species from Cluster I and Cluster II green spaces. From this study it was concluded that the diversity of tree species supports the diversity of bird species.
Pengaruh Subletal Nanosuspensi Lantana camara Linnaeus dalam Menghambat Perkembangan dan Lolos Hidup Larva Croccidolomia pavonana Fabricius (Lepidoptera: Crambidae) Melanie, Melanie; Hermawan, Wawan; Rustama, Mia Miranti; Malini, Desak Made; Husodo, Teguh; Panatarani, Camellia; Joni, I Made
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.43164

Abstract

Aplikasi insektisida sintetik pada tanaman kubis seringkali mendapatkan kendala, salah satunya karena insektisida tidak dapat merekat dengan baik pada permukaan daun kubis yang mengandung lapisan lilin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan formulasi nanosuspensi bioinsektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan larva Crocidolomia pavonana pada tanaman kubis. Nanosuspensi Fraksi Etil Asetat (FEA) daun Lantana camara telah diketahui berpotensi sebagai antifidan terhadap larva C. pavonana. Formula nanosuspensi dengan rasio surfaktan (SOR 9, 11, 12, dan 14) di formulasikan dalam media air menggunakan metode emulsi sederhana energi rendah ditambah dengan interferensi ultrasonikasi. Uji bioassay dilakukan untuk menentukan kategori toksisitas dan bioaktivitas nanosuspensi pada konsentrasi subletal terhadap perkembangan larva hingga pupa C. pavonana. Formula nanosuspensi FEA L. camara  dengan variasi SOR 11 (D= 76,6 nm; PI= 0,589; Z = -4,4 mV) diketahui terdispersi dalam media air yang terbaik diantara variasi komposisi formula lainnya. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa efek subletal nanosuspensi (SOR 11) LC50 48 jam (2.948 ppm) dan LC50 72 jam (3.897 ppm) dikategorikan sebagai toksikan sedang, dan secara nyata menghambat perkembangan dan lolos hidup larva C. pavonana instar 3 menuju pre-pupa (P<0,05), dengan rata-rata waktu perkembangan terlama 6,5 hari (SOR 11), dan persentase lolos hidup terendah instar 4 menuju fase pupa pada perlakuan SOR 11 (13,33%). Pupa diketahui tidak mampu berkembang ke tahap imago pada semua variasi SOR, yang diindikasikan melalui cacat dan kematian pupa. Dengan demikian, toksisitas nanosuspensi FEA L. camara  yang rendah menjadikannya formula yang efektif dan berpotensi utuk mencegah resistensi C. pavonana.
Identifikasi Polen sebagai Indikator Keanekaragaman Tumbuhan Sumber Pakan Lebah Madu (Apis cerana F.) di Kawasan Konservasi Hutan Kota di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Kusmoro, Joko; Febrian, Rifky Rochimat; Shanida, Syasya; Husodo, Teguh; Mutaqin, Asep Zainal; Hermawan, Wawan
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.42694

Abstract

Lebah madu (Apis cerana) merupakan serangga penyerbuk yang efektif dan berperan dalam meningkatkan produksi tanaman pertanian. Kehidupan lebah madu sangat bergantung pada sumber pakan yang dapat diperoleh dari tanaman yang ada di kawasan hutan, area perkebunan atau pertanian. Tanaman menyediakan polen sebagai sumber nutrisi, sementara lebah madu akan membantu proses penyerbukan. Tumbuhan yang beragam dapat meningkatkan persediaan nutrisi serangga penyerbuk, meningkatkan jumlah penyerbuk dan pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen. Polen memiliki lapisan dinding sel polimer sporopolenin yang sangat stabil sehingga morfologi polen tidak akan berubah dan dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui jenis maupun keanekaragaman tumbuhan yang menjadi sumber pakan lebah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan persentase jenis-jenis polen tumbuhan sebagai sumber pakan A. cerana. Penelitian dilakukan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dari bulan September 2021 sampai Mei 2022. Pengambilan sampel butir polen dilakukan menggunakan metode perangkap polen. Identifikasi jenis-jenis polen yang tertangkap pada perangkap polen dilakukan di Laboratorium Biosistematik dan Molekuler, Departemen Biologi, Universitas Padjadjaran menggunakan metode asetolisis yang dilanjutkan dengan menghitung persentase masing-masing jenis polen tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 jenis polen yang berasal dari 20 famili tumbuhan. Persentase polen terbesar ditemukan pada jenis Ageratum conyzoides (44,28%), sedangkan nilai presentasi terkecil ditemukan pada jenis Ceiba pentandra dan Pinus merkusii (0,12%). Informasi keragaman tanaman sumber pakan lebah mempunyai peranan yang penting dalam mendukung budidaya lebah madu.
KERAGAMAN HERPETOFAUNA DI WILAYAH OPERASIONAL PLTP KAMOJANG, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Husodo, Teguh; Megantara, Erri Noviar; Wulandari, Indri; Shanida, Sya Sya; Jauhan, Jirjiz; Wibowo, Tri Setia
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.51324

Abstract

Fasilitas pembangkit listrik diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Adanya kegiatan pembangkit listrik tidak terlepas dari perubahan lahan yang berdampak pada keanekaragaman hayati disekitarnya, seperti herpetofauna. Herpetofauna memiliki berbagai peran penting di ekosistem, salah satunya sebagai pengendali populasi satwa mangsa dan menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuan studi ini adalah untuk memantau keragaman herpetofauna di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui Visual Encounter Survey yang dikombinasikan dengan Auditory Encounter Survey. Keragaman herpetofauna dijumpai sebanyak 20 spesies yang terdistribusi di sekitar kawasan PLTP Kamojang, dimana 13 spesies termasuk Kelas Amfibi dan Ordo Anura, serta tujuh spesies termasuk Kelas Reptil dan Ordo Squamata. Huia masonii Boulenger, 1884 dijumpai sebagai spesies yang terancam punah dengan status Vulnerable (VU). Microhyla achatina Tschudi, 1838, Limnonectes kuhlii Tschudi, 1838, Huia masonii Boulenger, 1884, dan Rhacophorus reinwardtii Schlegel, 1840 diketahui merupakan spesies endemik Pulau Jawa dan sekitarnya. Perkebunan hortikultur dijumpai terbanyak dibandingkan tutupan lahan lainnya sejumlah 15 spesies.
Community's Knowledge of Leopard Cats' Roles in the Cisokan, West Java Erri Noviar Megantara; Teguh Husodo; Dwi Rustam Kendarto; Asep Zainal Mutaqin; Sya Sya Shanida; Indri Wulandari
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2024): (Januari, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sai
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i1.2603

Abstract

Local communities have ways of managing and utilizing forest products, including leopard cats' habitat. Communities have knowledge and perceptions passed down from one generation to the next through community participation in their environment. This activity aims to reveal the community's knowledge regarding the role of leopard cats in the Cisokan. The implementation of this activity consists of collecting issues and data, FGD, and evaluation. The results show that almost all informants do not know the role of leopard cats in controlling prey animal populations and agricultural pests. Although leopard cats prey on domestic birds, they are not considered a nuisance to the community. After a joint discussion with the community regarding the ecological role of leopard cats, 79% of informants understood leopard cats' role in nature, which indirectly supported agriculture. Besides that, 70% of respondents understand that leopard cats should be protected.
KERAGAMAN MAMMALIA DI PLTP KAMOJANG, JAWA BARAT, INDONESIA Megantara, Erri Noviar; Husodo, Teguh; Febrianto, Puput; Pujianto, Muhammad Pahla; Wulandari, Indri; Shanida, Sya Sya; Wibowo, Tri Setia
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 2 (2024): BIOTIKA DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i2.55153

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan di kawasan hutan dapat berdampak pada keanekaragaman hayati dan habitatnya. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi bangunan infrastruktur tentunya akan mempengaruhi kualitas habitat, salah satunya adalah habitat macan tutul Jawa sebagai satwa endemik Pulau Jawa dan predator puncak, pengendali populasi mangsa, serta terancam punah. Salah satu pembangunan infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, terletak di kawasan non-konservasi, Jawa Barat. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui keberadaan spesies mammalia di kawasan PLTP Kamojang sebagai kawasan non-konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mammalia di kawasan PLTP Kamojang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mengkombinasikan berbagai metode, seperti wawancara, sign survey, observasi langsung, dan collapsible trap. Hasil studi menunjukkan dijumpainya 23 spesies pada tahun 2019 - 2021, dimana 20 spesies dijumpai pada tahun 2019, serta 17 spesies pada tahun 2020 dan 2021. Dari 23 spesies tersebut, dua spesies berstatus Critically Endangered dan tiga spesies berstatus Appendix I. Beberapa spesies selalu dijumpai selama tiga tahun studi, salah satunya adalah Nycticebus javanicus yang berstatus Critically Endangered dan Appendix I. Studi ini memberikan informasi terbaru mengenai keanekaragaman mammalia di Jawa Barat, khususnya di kawasan PLTP.
Kajian Potensi Pariwisata Pantai di Wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya Winoto, Yunus; Damayani, Ninis Agustini; Husodo, Teguh; Siti Khadijah, Ute Lies
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 27 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v27i3.1547

Abstract

This study aims to determine the potential of coastal tourism areas in the southern region of Tasikmalaya Regency. The research location was conducted at Sindangkerta Beach, Pamayang Beach, Cipatujah Beach, Bubujung Beach, Karangtowulan Beach, Cimanuk Beach, and Kalaparea Beach. The method used in this study uses a qualitative method by looking at the potential that exists in the southern region of Tasikmalaya Regency. Aspects used to analyze coastal tourism areas include attractiveness, accessibility, and facilities. The results showed that based on the analysis of three aspects, namely aspects of attractiveness, accessibility, and facilities, three coastal areas have the potential to be developed, namely Sessionkerta beach, Karangtowulan beach, and Pamayang beach. Meanwhile, other beaches such as Cipatujah beach, Bubujung beach, Cimanuk beach, and Bubujung Kalaparea beach are looking to have the potential to be developed by making improvements to several things such as aspects of facilities, both tourism facilities and public facilities. The management of coastal tourist destinations and the community in Tasikmalaya Regency pays attention to environmental preservation, and aspects of cultural preservation must be the principle of all parties involved in the development of the tourist area. Keywords: Attractiveness, Accessibility, Facilities
IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERDASARKAN STRUKTUR POLEN SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH MADU (Apis cerana Fabricius, 1793) DI MARIBAYA, LEMBANG, KAWASAN TEPI TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA, KABUPATEN BANDUNG BARAT Azzahra, Hanani Rosy; Cika Asti Amalia; Ati, Aurel Satyaning; Aldila Diani Ramadan; Pribadi, Teguh; Shanida, Sya Sya; Kusmoro, Joko; Husodo, Teguh
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.10211

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang membentang dari Dago Pakar hingga Maribaya. Maribaya merupakan salah satu kawasan di sekitar tepi kawasan Tahura, dimana terdapat potensi pemanfaatan lebah madu. Lebah madu Asia (Apis cerana) merupakan salah satu serangga yang berada di Tahura dan memiliki potensi sebagai penyerbuk bagi vegetasi di sekitarnya. Polen yang dikumpulkan oleh lebah dapat merefleksikan komposisi vegetasi berbunga di sekitarnya. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui keragaman polen yang mendominasi sumber pakan lebah madu A. cerana di Peternakan Lebah ‘Madu Maribaya Sari Alam Legend Bee’ pada Kawasan Maribaya. Penelitian ini dilakukan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dari bulan Mei - Agustus 2024. Identifikasi tumbuhan dilakukan berdasarkan analisis polen yang diperoleh melalui jebakan polen dan diidentifikasi menggunakan metode asetolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Maribaya ditemukan 17 famili polen yang terdiri atas 24 spesies. Spesies polen yang paling dominan adalah kipait (Tithonia diversifolia) dengan persentase sebesar 68,21%. Temuan ini menunjukkan bahwa T. diversifolia berperan sebagai sumber polen utama bagi A. cerana, meskipun termasuk tumbuhan semak invasif.
Co-Authors . SUNARDI Aldila Diani Ramadan ANNISA JOVIANI ASTARI Asep Zainal Mutaqin Astrini Ayundari Ati, Aurel Satyaning Azzahra, Hanani Rosy Bambang Heru Purwanto Benny Joy Benny Joy Camellia Panatarani Candra Arifin Cika Asti Amalia Deden Nurjaman Deden Nurjaman Deden Nurjaman, Deden Desak Made Malini Dian Akbarini Dwi Rustam Kendarto Dwiki Danang Kuncoro Erri N. Megantara Erri Noviar Megantara Erry Azhari Febrian, Rifky Rochimat Febrianto, Puput Fitriyani Safitri Gunawan, Budhi Herri Y. Hadikusumah Herri Y. Hadikusumah, Herri Y. Herry Y. Hadi Kusumah I Made Joni Iid Moh Abdul Wahid Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari Indri Wulandari, Indri Jauhan, Jirjiz Johan Iskandar Joko Kusmoro KEUKEU KANIAWATI Keukeu Kaniawati Rosada Martha Fani Cahyandito Melanie Melanie, Melanie Mia Miranti Mia Miranti Mia Miranti Rustama Nining Ratningsih Ninis Agustini Damayani Nurullia Fitriani Oekan Soekotjo Abdoellah Parikesit Parikesit Prihadi Santoso Pujianto, Muhammad Pahla Rahmayanti, Fetty Dwi Randi Hendrawan Riyani Lestari Ruhyat Partasamita Ruhyat Partasasmita Shanida, Sya Sya Shanida, Syasya Siti Rodiatan Mardiyah Sunardi Sunardi Suryana Suryana Susanti Withaningsih Sya Sya Shanida Sya Sya Shanida Sya Sya Shanida Sya Sya Shanida Sya Sya Shanida Syahras Fathin Aminuddin Syifa Fauzia Zazuli Teguh Pribadi Ute Lies Siti Khadijah Wawan Hermawan Wibowo, Tri Setia Windi Astriani Yazid Ali Yunus Winoto Yusep Suparman