Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP POTENSI KOROSI PADA PIPA AIR BAWAH TANAH DI JALUR KRUENG PEUSANGAN HINGGA KRUENG GEUKUEH, ACEH UTARA Reza Putra; Muhammad Muhammad; Syifaul Huzni; Syahrizal Fonna
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume IV Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.679 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.3289

Abstract

Dalam dunia industri  penggunaan jaringan pipa merupakan salah satu elemen yang memegang peranan penting yaitu sebagai rantai produksi. Kegagalan yang biasa terjadi pada struktur pipa baja yang ditanam di dalam tanah biasanya terjadi karena serangan korosi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap pipa baja penyalur air baku dari Krueng Peusangan hingga Krueng Geukuh, Aceh Utara dengan melakukan pengukuran nilai potensial, resisitivitas tanah dan PH tanah. Pengukuran potensial menggunakan metode Half Cell dengan elektroda referensi Cu/CuSO4 yang dilakukan pada testbox yang tersedia dilapangan, resisitivitas menggunakan metode Wenner  dan pengukuran pH langsung dilokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan  lokasi Desa Reuleut merupakan lokasi yang memiliki nilai potensial -915 mV dengan nilai resistivitas tanah terendah yaitu 442.65 pada lokasi persawahan sehingga dapat berpotensi korosi tingkat ekstrim dengan kadar pH asam. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa pipa bawah tanah terproteksi dari serangan korosi dengan kondisi lingkungan tanah yang bervarasi. Pada lokasi Desa Pinto Makmur yang juga merupakan daerah persawahan, dimana memiliki nilai potensial sebasar -973 mV dengan kadar pH 6.5, mengisyaratkan kondisi lingkungan ini membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah terjadinya reaksi korosi pada pipa bawah tanah.
PEMETAAN POTENSI KOROSI PADA JALUR PIPA BAWAH TANAH MENGGUNAKAN INTERPOLASI KRIGING Reza Putra; Muhammad Muhammad; Syifaul Huzni; Nurdin Ali
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memetakan potensi korosi pada jalur pipa bawah tanah menggunakan metoda interpolasi Kriging. Lokasi penelitian terletak di Aceh Utara hingga Bireun, dengan garis lintang 5°11' N dan 5°15' N, dan bujur 96°48' E dan 97°03' E. Pengukuran resistivitas tanah menggunakan metoda Wenner, dengan variasi jarak 150cm, 300cm dan 450cm. Hasil pengukuran ini diinterpolasi dengan metoda Kriging untuk memperoleh pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan distribusi nilai resistivitas beragam dengan kontur yang bervariasi berdasarkan kedalaman pengukuran. Secara keseluruhan lokasi penelitian berpotensi korosi ringan, korosi menengah  dan korosi berat.
Investigasi pengaruh jumlah elemen anoda terhadap distribusi potensial korosi pada beton bertulang menggunakan BEM 3D Iqbal Tanjung; Affandi Affandi; Syifaul Huzni; Syarizal Fonna
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 3, No 1: Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.532 KB) | DOI: 10.30596/rmme.v3i1.4529

Abstract

Beberapa kasus kerusakan struktur beton ialah disebabkan oleh korosi. Upaya dalam pencegahan korosi dibeton bertulang ialah dengan mengaplikasikan sistem proteksi katodik anoda korban. Metode ini secara luas telah diaplikasikan dan telah berhasil dalam mencegah korosi di beton bertulang. Akan tetapi sistem ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya hasil dari sistem ini hanya dapat diketahui setelah sistem ini diaplikasikan. Sehingga untuk mengatasi hal ini peneliti dan ilmuan tertarik menggunakan, dan mengembangkan BEM sebagai sebuah solusi dalam rekayasa korosi. Oleh karna itu optimasi BEM merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja BEM dalam menyelesaikan rekayasa korosi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi terhadap BEM dengan mengamati pengaruh ukuran mesh anoda terhadap distribusi potensial di baja tulangan pada simulasi sistem proteksi katodik anoda korban beton bertulang menggunakan BEM 3D. Hasil simulasi menunjukkan anoda korban aktif melakukan proteksi pada setiap variasi, anoda memiliki nilai potensial yang tidak jauh berbeda pada setiap variasi, dengan nilai potensial direntang -1124,92 mV sampai -1124,90 mV. Kemudian baja tulangan pada setiap variasi juga dalam kondisi terproteksi dengan baik dari ancaman korosi, Baja tulangan memiliki nilai potensial direntang -920,07 mV sampai -918,19 mV. Berdasarkan hasil simulasi didapat semakin banyak jumlah elemen yang digunakan dalam simulasi menghasilkan nilai selisih potensial pada baja tulangan dan beton yang semakin kecil. Akan tetapi masih dapat ditoleransi berdasarkan kriteria proteksi. Namun jumlah elemen tersebut sangat mempengaruhi waktu komputasi yang dilakukan.
INVESTIGASI LAJU KOROSI ATMOSFERIK BAJA KARBON RENDAH PROFIL SEGIEMPAT DI KAWASAN INDUSTRI MEDAN Affandi; Iqbal Tanjung; Arya Rudi Nasution; Syarizal Fonna; Syifaul Huzni
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.278 KB)

Abstract

Korosi merupakan proses penurunan mutu logam akibat interaksi logam tersebut dengan lingkungannya. Kawasan Industri Medan (KIM) merupakan salah satu pusat perindustrian yang berada di kota Medan Sumatera Utara. Besarnya tingkat pembuangan hasil limbah industri mengakibatkan tingginya tingkat potensial terjadinya korosi atmosferik disekitar kawasan industri tersebut. Sehingga diperlukannya investigasi untuk melihat laju korosi atmosferik di KIM. Penelitian ini menceritakan investigasi laju korosi atmosferik baja karbon rendah profil segiempat di KIM. Spesimen uji dan proses pengukuran laju korosi mengikuti standard ASTM G-50 dan ASTM G-1. Pengukuran laju korosi dilakukan selama enam bulan dengan metode pemaparan secara langsung di lima titik lokasi yaitu KIM 1, 2, 3, 4 dan 5. Hasil investigasi menggambarkan laju korosi rata-rata baja karbon rendah profil segiempat selama enam bulan sebesar 0,308 mpy. Laju korosi tertinggi terjadi di lokasi KIM 3 dan KIM 5 dengan laju korosi rata-rata sebesar 0,382 mpy dan 0,564 mpy. Sehingga dapat disimpulkan laju korosi baja karbon rendah profil segiempat di lingkungan Kawasan Industri Medan dalam kategori outstanding (< 1 mpy) dan sangat aman digunakan untuk kebutuhan konstruksi pada lokasi tersebut.
ANALISA KOROSI ATMOSFERIK BAJA KARBON RENDAH DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN affandi affandi; Syifaul Huzni; Ahmad Marabdi Siregar; Chandra A Siregar; Arya Rudi Nasution; Iqbal Tanjung; Syarizal Fonna
MULTITEK INDONESIA Vol 14, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mtkind.v14i2.2841

Abstract

ABSTRAK Korosi atmosferik sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi dan iklim atau lingkungan, seperti temperatur, kelembaban, dan kandungan bahan kimia dalam udara sangat menentukan laju korosi. Kecamatan Medan Belawan adalah daerah pesisir Kota Medan  yang berbatasan langsung pada Selat Malaka. Kecamatan Medan Belawan akan difokuskan sebagai kawasan industri (industrial park) dan juga jasa penunjang aktivitas pelabuhan seperti pergudangan, pusat perkantoran, galangan kapal, dan industri perikanan.. Saat ini jembatan dan bangunan-bangunan konstruksi atau komponen logam seperti seng, tembaga serta besi-baja sudah terserang oleh korosi. Objektif dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis laju korosi atmosferik baja karbon rendah di kecamatan medan belawan di tiga titik lokasi dengan notasi yaitu  A, B, dan C. Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah baja bentuk strip, baja segi empat, dan baja tulangan dengan proses pengukuran laju korosi mengikuti standart ASTM G-50 dan ASTM G-1. Pengukuran laju korosi dilakukan selama dua belas bulan, adapun hasil pengukuran laju korosi rata-rata di lokasi A : 0,573 mpy, laju korosi rata-rata di lokasi B : 0,604 mpy, dan laju korosi rata-rata lokasi C : 0.262 mpy. Maka dapat disimpulkan laju korosi baja karbon rendah di Kecamatan Medan Belawan dalam kategori outstanding dan sangat aman digunakan untuk kebutuhan konstruksi di lokasi tersebut. ABSTRACT Atmospheric corrosion is highly influenced by topographical and climatic conditions or environments, such as temperature, humidity, and chemical content in the air strongly determines the rate of corrosion. Medan Belawan Sub-district is a coastal area of Medan that borders directly on the Straits of Malacca. Medan Belawan Sub-district will be focused on an industrial park and also support services such as warehousing, office centers, shipyards, and fishery industries. Currently, bridges and construction buildings or metal components such as zinc, copper, and iron-steel have been attacked by corrosion. The objective of this research is to analyze the atmospheric corrosion rate of low carbon steel in the sub-district of Medan Belawan at three location points with the notation A, B, and C. Test specimens used in this study were strip-shaped steel, rectangular steel, and reinforcing steel with the corrosion rate measurement process follows the ASTM G-50 and ASTM G-1 standards. The measurement of corrosion rate was carried out for twelve months, As for the results of the measurement of the average corrosion rate of location A: 0.573 mpy, the average corrosion rate of locationt B: 0.604 mpy, and the average corrosion rate of location C: 0262 mpy. It can be concluded low carbon steel corrosion rate in Medan Belawan Sub-district in the outstanding category and very safe to used for construction needs in the location.  
Studi perbandingan perilaku lelah AISI 316L dengan menggunakan metode eksperimen dan simulasi Fakhriza Fakhriza; Syifaul Huzni; Murtadhahadi Murtadhahadi; Abubakar Dabet
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i2.2302

Abstract

Fatigue failure occurring at a material in the dynamic loads is very dangerous because it is happen without initial guidance, fatigue testing to predict the life of use need to be done. This study focused on AISI 316L stainless steel which is used in industries because it’s mechanical properties, weldability, corrosion resistance and good machining. Fatigue testing are based on ASTM E466 and E468 standard in laboratory’s environmental by using fatigue testing machine rotary bending type. The results of fatigue testing present in   S-N curve, it showed that the endurance limit of stress 277 MPa at 2870667 cycles. For comparison, from the simulasi carried out, the stress is 258 MPa at 2870667 cycles. In terms fatigue life, the material is categorized in the high cycles and fracture pattern is low stress
Studi Efektivitas Jumlah Data Pengukuran Nilai Potensial Terhadap Kinerja BEIA dalam Mendeteksi Lokasi Korosi Beton Bertulang ., Israr; ., affandi; Huzni, Syifaul; Fonna, Syarizal; Tanjung, Iqbal
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 7, No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v7i2.20698

Abstract

Corrosion is a very serious problem. It could not be prevented due to natural events which trigger corrosion itself. Many failures and losses caused by suboptimal early prevention of corrotion, such as the sudden collapse of buildings and infrastructure which incurring loss and casualties. One methode that is widely used to detect corrosion is the Half Cell Potential Mapping methode. However, there is shortage interpretation of data in the methods who need to be considered. Then, the software who could detect early failures caused by corrosion is developing. On of them is Boundary Element Invers Analysis (BEIA). BEIA has succeeded in detecting the location of corrosion in reinforced concrete with 5% error percentage. However, it is necessary to increas its ability. This research aims to find the effect of the amount of potensial value measurement data on BEIA ability to detect corrosion in reinforced concrete. BEIA developed by combining the application of Boundary Element Method (BEM) and Particle Swarm Optimization (PSO). BEM used to calculate potential values on concrete surface, while PSO evaluates the cost function for detecting corrosion in reinforcing steel in concrete. This research wa conducted on reinforced concrete 3-dimensional geometry, namely length, widht and height. In the middle of the concrete there is reinforcement which has corrosion. The parameter of the amount of potential value measurement data was varied in order to get better input in improving the performance of BEIA. That were 5,10, 15 and 20. The simulation showed that the used of the potential value measurement data of 20 had less error percentage value obtained at 650 cm x 50 cm geometry was 0.2 %. These proves that the larger potential value measurement data could improved BEIA performance.
Penaksiran Risiko Korosi Beton Bertulang pada Bangunan Masjid Baitussalam dan Darul Makmur Fonna, Syarizal; Furqan, M. Restu; Huzni, Syifaul
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7551

Abstract

This study aims to assess the corrosion risk level of Baitussalam Mosque in Tibang Village and Darul Makmur Mosque in Lambaro Skep, Banda Aceh. The corrosion potential value is measured using a Half-Cell Potential Meter and visualized using VisIt software. The Profometer 5+ instrument is used to locate the reinforcement and tendons in the reinforced concrete construction. The corrosion risk level is determined based on ASTM C876 standards. The corrosion mapping results show that the northern side of Baitussalam Mosque in Tibang Village, Banda Aceh, is in a severe corrosion risk level, and the southern side of Darul Makmur Mosque is in a low to high corrosion risk level. Therefore, Baitussalam Mosque and Darul Makmur Mosque require further assessment to prevent building failure caused by corrosion.
Pengaruh Jumlah Data Potensial Terhadap Kemampuan BEIA Dalam Mendeteksi Korosi Pada Beton Bertulang Fathi, Syahrul; Tanjung, Iqbal; M. Ibrahim, Israr Bin; Fonna, Syarizal; Huzni, Syifaul
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Boundary Element Inverse Analysis (BEIA) dalam mendeteksi korosi lokal pada beton bertulang dengan variasi data potensial dalam mendeteksi 2 lokasi korosi. Pengembangan BEIA berbasis Boundary Element Method (BEM) dan Particle Swarm Optimization (PSO). BEM digunakan untuk menghitung nilai potensial pada permukaan beton. Kemudian PSO digunakan untuk mengevaluasi cost function untuk mendeteksi korosi pada baja tulangan yang berada di dalam beton. BEIA dijalankan dengan data nilai pengukuran potensial pada permukaan beton. Hasil simulasi dari BEIA menunjukkan posisi partikel berada pada lokasi yang ditentukan. Dari hasil simulasi BEIA dengan variasi jumlah data potensial dalam mendeteksi lokasi korosi pada beton bertulang dapat disimpulkan bahwa jumlah data pengukuran nilai potensial yang lebih besar dapat meningkatkan kemampuan BEIA dalam mendeteksi lokasi korosi pada beton bertulang. Hal ini membuktikan jumlah data pengukuran nilai potensial berpengaruh pada kinerja BEIA.Kata kunci—Deteksi korosi, BEM, PSO, BEIA, Beton Bertulang
Study of Atmospheric Corrosion of Structural Steel Surrounding the Palm Oil Industry in the Region of Eastern Coastal and Northern Aceh Cut, Banta; Muhammad Zulfri; Syarizal Fonna; Syifaul Huzni; Ferry Safriwardy; Abdul Rahman; Budi Istana
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v11i2.8478

Abstract

Corrosion is the primary cause of premature infrastructure damage, affecting everything from homes and public spaces to industrial facilities, including the rapidly expanding palm oil industry in Aceh, particularly along its eastern and northern coasts. This rapid growth necessitates careful consideration of environmental impacts, including pollution, which can also degrade air quality. Pollutants increase the susceptibility of steel-reinforced structures to atmospheric corrosion. This research, therefore, investigates atmospheric corrosion of structural steel at several palm oil processing plants: PTPN 1 Tanjung Seumantoh in Aceh Tamiang, PT Ensem Sawita and PT Anugerah Fajar Rejeki (AFR) in East Aceh, and PTPN 1 Cot Girek in North Aceh.This study measures the atmospheric corrosion rate of structural steel typically used in industrial and nearby residential settings. Five steel types were tested: strip, angular, cylindrical, commercial plate, and low-carbon steel. Following the American Standard Testing and Material-G50 (ASTM G50), the mass loss method was used to calculate corrosion rates. After six months of exposure, all five steel types exhibited corrosion rates below 0.7 mils per year (mpy). This result showed that the relative corrosion resistance of structural steel is on outstanding category (<1mpy).