Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Solid-liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Faisal Rachman Semendawai; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya Pembangunan infrastruktur di dunia berdampak dalam membantu pertumbuhan urbanisasi dan industrialisasi. Akan tetapi, pesatnya Pembangunan mempunyai dampak terhadap masalah lingkungan. Industri konstruksi merupakan penghasil gas karbon dioksida terbesar kedua sekitar 33% dari total emisi CO2. Selain itu, pesatnya Pembangunan infrastruktur menyebabkan eksplorasi besar-besaran terhadap alam dalam menemukan material yang berkualitas khusunya agregat kasar. Sekitar 48,3 miliar ton industi ini menggunakan agregat kasar alami yang bisa berdampak bagi lingkungan dan juga kelangkaan agregat kasar yang berkualitas. Alternatif menanggapi masifnya penggunaan agregat kasar alami adalah dengan menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) yang berasal dari limbah beton konstruksi. Namun penggunaan RCA sebagai agregat penggan NCA berkibat pada penurunan kualitas mekanis. RCA memiliki kekurangan yang terdapat pada mortar sisa yang masih menempel pada agregat kasar sehingga memiliki pori yang lebih banyak disbanding dengan NCA. Salah satu cara mengatasi kekurangan tersebut adakah dengan melapisi RCA menggunakan geopolimer. Pada penelitian ini dilakukan pembuktian bahwa geopolimer dapat meningkatkan kualitas RCA serta menunjukan pengaruh solid-liquid ratio pada penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA. Solid-liquid ratio yang akan diteliti adalah 2,5; 2; dan 1,67. RCA yang dilapisi dengan geopolimer menunjukan kenaikan kualitas pada agregat kasar ditinjau dari berat isi, penyerapan dan nilai Aggregate Crushing Value. Variasi solid-liquid ratio 2 memiliki perbaikan kekuatan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan variasi lainnya. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair memiliki keseimbangan dalam kemampuan mengisi pori dan memberikan kekuatan mekanis yang baik. Semakin tinggi solid-liquid ratio maka akan semakin kental geopolimer. Hal ini akan mengorbankan kemampuan geopolimer dalam mengisi pori pada RCA. Akan tetapi, semakin rendah nilai solid-liquid ratio maka akan semakin cair geopolimer yang akan mengorbankan kekuatan mekanis pada geopolimer. Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, Geopolimer, Kekuatan mekanis agregat kasar, Aggregate Crushing Value.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test Syawal Yudha Pratama; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang terdiri dari semen, agregat, dan bahan tambahan, dengan efek lingkungan yang bervariasi tergantung pada komposisi dan metode pembuatannya. Produksi semen yang meningkat drastis selama 20 tahun terakhir mempengaruhi kebutuhan sumber daya dan energi. Salah satu cara mengatasi dampak lingkungan material konvensional pada beton adalah dengan menggunakan limbah industri dan rumah tangga, seperti styrofoam, sebagai pengganti agregat alami pada beton ringan. Beton ringan, dengan berat jenis sekitar 1780 kg/m³, kuat tekan 21 MPa, dan kuat tarik belah 2,1 MPa pada 28 hari, mengurangi beban mati pada struktur. Penambahan expanded polystyrene (EPS) menurunkan densitas beton sambil mempertahankan kekuatannya serta meningkatkan fungsi dari styrofoam itu sendiri, namun berisiko menurunkan kekuatan beton seiring meningkatnya jumlah EPS. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh persentase EPS terhadap modulus elastisitas dan kuat tekan beton, menggunakan lima jenis beton: EPS-25, EPS-50, EPS-100, dan NCA sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar EPS dengan lapisan pasta semen menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami. Metode pengujian meliputi Hammer Test, UPV, uji kompresi, dan analisis SONREB. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Non destructive test
Pengaruh Molaritas NaOH pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Akmal Bintang Putra Pitono; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi menyumbang andil sebesar 30% sampai 40% dari total limbah dunia. Salah satu alternatif nya adalah menggunakan limbah tersebut kembali. Akan tetapi, Recycle Coase Aggregate (RCA) dapat mengurangi nilai kuat tekan beton. Oleh karena itu, pengunaan geopolimer sebagai coating pada RCA dengan berbahan dasar fly ash merupakan salah satu yang paling banyak digunakan untuk berekasi dengan alkali aktivator dalam pembauatn geopolimer. Penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA harus dibuktikan sehingga diperlukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan geopolimer terhadap kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Penelitian ini memvariasikan molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol. Nantinya benda uji berupa silinder dengan diimensi 30 x 15 cm akan dilakukan curing selama 28 hari lalu dilakukan pengujian kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Hasil penelitian metode compression menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan variasi molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol berturut-turut adalah 19,86 Mpa; 15,43 Mpa; 18,81 Mpa; dan 17,64 MPa. Akan tetapi jika menggunakan analisis SONREB hasil kuat tekan yang dihasilkan adalah 22,41 MPa; 14,59 MPa; 17,96 MPa; dan 15,68 MPa. Sedangkan untuk RCA sendiri hanya memiliki kuat tekan 9,54 MPa dan 8,62 MPa yang berarti kuat tekan yang dimiliki oleh beton geopolimer lebih tinggi dibandingkan dengan beton RCA murni. Kata kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Pengaruh Solid-Liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Widiana Maulida; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang terus mengembangkan infrastrukturnya yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan konstruksi seperti agregat kasar. Sebagai alternatif, recycled coarse aggregate (RCA) dapat digunakan sebagai pengganti agregat kasar alami, namun RCA memiliki kualitas yang rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami dikarenakan mortar yang masih melekat pada permukaannya. Kualitas RCA yang rendah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas beton jika RCA digunakan sebagai bahan pernyusunnya, oleh karena itu penggunaan geopolimer dengan bahan dasar fly ash dengan alkali aktivator Na2SiO3 dan NaOH sebagai coating dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas RCA. Dalam penelitian ini, digunakan variasi solid-liquid ratio 1,67; 2; dan 2,5 pada geopolimer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kualitas RCA setelah dilapisi geopolimer, selain itu beton dengan RCA geopolimer sebagai bahan penyusunnya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan beton dengan RCA. Kata Kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Analisis Efisiensi Bukaan terhadap Tingkat Pencahayaan dan Kenyamanan Termal Berbasis Building Information Modelling (BIM) pada Proyek Pembangunan Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Yoga Hayyananda Cahya; Indradi Wijatmiko; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era arsitektur dan konstruksi modern, bukaan merupakan elemen penting yang tidak hanya mempengaruhi tampilan bangunan tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi bukaan pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan pendekatan BIM. Penelitian ini mencakup analisis arah paparan sinar matahari, pencahayaan alami, pencahayaan buatan, alternatif desain, kenyamanan termal, dan perhitungan biaya. Analisis arah paparan matahari dilakukan menggunakan fitur sun study pada Autodesk Revit untuk menentukan distribusi cahaya alami dan kebutuhan pencahayaan buatan di setiap ruangan. Evaluasi pencahayaan alami dan buatan dilakukan dengan menganalisis nilai iluminansi (lux) sesuai standar LEED 2009 tipe IEQc8 opt1. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan desain alternatif yang paling optimal. Analisis kenyamanan termal dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan dan pendekatan berbasis BIM, sementara estimasi biaya pengadaan alternatif desain dihitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pengaruh Soaking Time pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Muhammad Riysdi Fadhillah; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran dari agregat yang digabungkan dengan semen dan air akan menghasilkan beton. Kadang-kadang, bahan tambahan diberikan untuk mencapai karakteristik tertentu seperti mempermudah proses pengerjaan, meningkatkan daya tahan, dan mengatur waktu pengerasan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa beton adalah salah satu material yang paling sering digunakan dalam proyek konstruksi. Beton lebih sering dipilih dibandingkan material lainnya karena memiliki beberapa keunggulan, seperti memiliki kekuatan yang tinggi, Namun, peningkatan kebutuhan beton telah berdampak negatif terhadap lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut International Journal of Science, setidaknya 8% dari emisi global yang disebabkan oleh aktivitas manusia berasal dari pabrik semen.Oleh karena itu, diperlukan solusi tambahan untuk mengatasi permasalahan kualitas penggunaan RCA. Salah satu solusi adalah penggunaan geopolimer sebagai bahan dasar untuk beton daur ulang. Geopolimer merupakan larutan yang memanfaatan bahan alternatif pengganti semen, seperti abu terbang (fly ash), abu sekam padi (rice husk ash), dan bahan lainnya yang memiliki kandungan tinggi silika dan aluminium. Dengan proses polimerisasi yang ada di dalam geopolimer, penambahan fly ash sebagai coating pada RCA diharapkan dapat menjawab beberapa permasalahan terkait kualitas yang mempengaruhi penggunaan beton daur ulang. Namun, masih ada banyak masalah yang harus diperhatikan secara teliti sehingga perlu melalui beberapa tahap penelitian diantaranya angka kuat tekan dan Cepat Rambat Gelombang beton. Kuat tekan beton merupakan karakteristik beton yang didapatkan dari perbandingan antara beban runtuh yang dapat diterima dengan luas bidang tekan.
Pemanfaatan Geopolimer untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang sebagai Bahan Penyusun Beton Aninda Afifah Nur Azizah; Eva Arifi; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu elemen dari mata rantai pasok konstruksi yang memerlukan perhatian. Dalam proses produksinya seringkali menghasilkan sisa beton yang akan menjadi limbah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah  mendaur ulang agregat atau Recycled Coarsed Aggregate (RCA). RCA diperoleh dari penghancuran limbah beton konstruksi. Penggunaan RCA dilakukan untuk menggantikan Natural Coarse Aggregate (NCA) sebagai material penyusun beton. Namun, RCA memiliki kekuatan yang lebih rendah dibandingkan dengan NCA karena kandungan mortar residu yang masih melekat pada agregat. Biasanya RCA juga menunjukkan porositas dan penyerapan air yang lebih tinggi. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas RCA adalah menggunakan geopolimer sebagai coating agregat kasar daur ulang. Penelitian ini menggunakan fly ash yang direaksikan dengan alkali aktivator berupa NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:2,5. Molaritas sebesar 12 Mol. Variasi solid-liquid ratio adalah 1,67; 2; dan 2,5. Lama perendaman selama 5 menit. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas RCA yaitu, sifat fisik, mekanik, dan mikrostruktur RCA. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa geopolimer sebagai coating dapat meningkatkan kualitas pada agregat kasar daur ulang. Dibuktikan dengan peningkatan efektivitas penyerapan agregat kasar daur ulang setelah coating mencapai 38,59%. Selain itu, coating geopolimer meningkatkan berat isi sebesar 1,86%. Kemudian nilai Aggregate Crushing Value (ACV) menjadi lebih baik dibandingkan dengan agregat tanpa coating geopolimer. Geopolimer juga dapat mengisi pori dari mortar yang menempel pada agregat menggunakan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM). Variasi S/L 2,5 adalah nilai yang optimal berdasarkan faktor penyerapannya. Hal tersebut disebabkan karena semakin tinggi nilai S/L, maka geopolimer akan lebih kental sehingga mampu mengisi pori pada agregat kasar daur ulang dan meningkatkan sifat fisiknya. Sedangkan semakin kecil nilai S/L, geopolimer akan semakin cair, tetapi dapat meningkatkan sifat mekanik agregat kasar daur ulang. Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, geopolimer, Aggregate Crushing Value (ACV), Scanning Electron Microscope (SEM).
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Satu Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test Bintang Tri Lolang Barnad; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengatasi kelemahan EPS yang memengaruhi kekuatan beton. Lima jenis beton diuji, yaitu beton dengan 25% EPS, 50% EPS, 75% EPS, 100% EPS, dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki modulus elastisitas dan kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian.  Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive test, Beton ringan
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Beton dengan Menggunakan Metode Non-Destructive Test Dimas Satria Dwi Putra; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan agregat kasar menyebabkan eksploitasi sumber daya alam, sehingga Recycled Coarse Aggregate (RCA) menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, meskipun memiliki porositas dan daya serap tinggi serta kekuatan mekanik rendah. Penelitian ini menggunakan pelapisan (coating) RCA dengan geopolimer berbasis fly ash tipe C menggunakan larutan NaOH 12M dan Na₂SiO₃ (rasio 1:2,5) dan solid-liquid ratio 2:1, dengan variasi jumlah lapisan 1, 2, dan 3 serta perendaman selama 5 menit tiap lapisan. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak lapisan coating, mutu agregat semakin baik, ditunjukkan oleh penurunan penyerapan air dari 6,24% (RA) menjadi 5,38% (RAC1), 4,36% (RAC2), dan 3,65% (RAC3), serta peningkatan berat isi dari 1,36 gr/cc menjadi 1,37, 1,38, dan 1,40 gr/cc. Kuat tekan beton meningkat dari 18,08 MPa (RA) menjadi 23,47 MPa (RAC1) dan 25,87 MPa (RAC2), namun menurun menjadi 22,50 MPa (RAC3). Nilai cepat rambat gelombang (UPV) juga meningkat dari 3560,6 m/s (RA) menjadi 3618,8 m/s (RAC1) dan 3853,9 m/s (RAC2), lalu menurun menjadi 3756,1 m/s (RAC3). Penurunan performa pada tiga lapisan disebabkan oleh pelapisan berlebih yang membentuk zona lemah di antara agregat dan mortar, sehingga menurunkan efektivitas ikatan. Dengan demikian, dua lapisan coating geopolimer direkomendasikan sebagai jumlah optimal untuk meningkatkan kualitas RCA dan kinerja beton secara menyeluruh. Kata kunci : Recycled Coarse Aggregate (RCA), geopolymer coating, Non Destructive Test, Sonic Rebound (SONREB)
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME DAN FLY ASH TERHADAP PENYUSUTAN KERING (DRYING SHRINKAGE) MORTAR MENGGUNAKAN RECYCLED FINE AGGREGATE (RFA) Thalita Azzah Alifyah Akbar; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya perkembangan infrastruktur di Indonesia meningkatkan akan kebutuhan material bangunan yang ramah lingkungan dan efektif. Kebutuhan akan solusi ramah lingkungan dalam industri konstruksi, khususnya menggunakan pemanfaatan agregat halus daur ulang atau RFA untuk mengurangi limbah konstruksi yang berdampak pada ekologis lingkungan. RFA memiliki kekuatan yang lebih rendah daripada NFA dikarenakan memiliki penyerapan air yang lebih tinggi, sedangkan NFA tingkat penyerapan air hanya sekitar ≤3%. Maka dari itu, perbaikan terhadap RFA diperlukan untuk meningkatkan kualitas mortar dengan tambahan variasi silica fume sebesar 0%, 7%, 10%, 15% dan 15% fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen. Pada penelitian ini parameter utama yang diamati ialah laju penyusutan kering (drying shrinkage) mortar selama 56 hari dengan benda uji balok berdimensi 4 x 4 x 16 cm. Mortar dengan variasi RFA–SF15 memiliki laju penyusutan meningkat (2,63%) dibandingkan dengan variasi RFA tanpa perlakuan apapun. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi persentase silica fume yang digunakan akan memperbesar laju penyusutan kering mortar. Hasil pengujian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi SF7-FA15 dan SF10-FA15 mampu menurunkan nilai penyusutan kering (20,18%) dan (9,65%) dibandingkan dengan RFA tanpa bahan tambah tersebut. Penurunan penyusutan ini berkaitan dengan peningkatan reaksi pozzolanik yang bereaksi dengan Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (C-S-H) dan pembentukan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga mengurangi rongga dan retak akibat penguapan air.Penelitian ini memfokuskan pentingnya proporsi optimal kedua bahan tambahan tersebut agar diperoleh keseimbangan antara kekuatan, keawetan, dan laju penyusutan kering pada mortar. Kata Kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, mortar, penyusutan kering mortar.