Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

OPTIMALISASI PROSES PENGERINGAN TEMBAKAU MENGGUNAKAN MESIN PENGERING BERBASIS HEAT EXCHANGER DAN SISTEM TRAY DRYING UNTUK EFISIENSI ENERGI DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DI DESA GULANG, KUDUS Dina Tauhida; Ratri Rahmawati; Slamet Khoeron; Taufiq Hidayat; Akhmad Zidni Hudaya; Sugeng Slamet; Muhammad Luqman Saiful Fikri; Sigit Arrohman; Rangga Primadasa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4036

Abstract

Tobacco farmers in Gulang Village, Kudus Regency, face post-harvest challenges, particularly in the drying process, which is still conducted conventionally, resulting in prolonged drying time, high energy consumption, and inconsistent product quality. This community service program aimed to improve drying efficiency and tobacco quality through the implementation of a heat exchanger-based tobacco drying machine. The dryer was designed with dimensions of 1.2 m × 2.4 m × 1.2 m and equipped with 16 trays, utilizing an indirect heating system to ensure stable temperature control and prevent smoke contamination. The implementation stages included needs assessment, machine design and manufacturing, program socialization, operational and maintenance training, field implementation, and before–after performance evaluation. The results showed a reduction in drying time from 72.0 hours to 52.2 hours (27.5% efficiency improvement), energy savings from 100.0 to 75.6 kWh equivalent (24.4% reduction), and an increase in dried tobacco output from 84.6 kg to 93.6 kg per cycle (10.6% improvement). The final moisture content was more uniform at 13–14%. Statistical analysis indicated significant differences between conventional and machine-based drying methods (p < 0.05). The implementation of this appropriate technology effectively enhanced post-harvest efficiency, improved product quality, and supported the sustainability of smallholder tobacco farming in Gulang Village.
Optimasi Rute Distribusi Produk Menggunakan Algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan Algoritma Evolutionary (Studi Kasus PT. XYZ) Olga Virly Juwita; Bellachintya Reira Christata; Rangga Primadasa
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1823

Abstract

Distribusi merupakan elemen penting dalam rantai pasok yang secara langsung memengaruhi efisiensi biaya operasional, ketepatan waktu pengiriman, serta kepuasan pelanggan. PT XYZ mengalami kendala dalam sistem distribusinya karena penentuan rute masih dilakukan secara manual berdasarkan intuisi dispatcher, tanpa mempertimbangkan faktor jarak tempuh, kapasitas kendaraan, maupun efisiensi biaya. Hal ini berdampak pada tingginya total jarak distribusi, ketidakseimbangan beban kerja pengemudi, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi dengan mengusulkan pendekatan hybrid yang menggabungkan algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan algoritma Evolutionary dengan bantuan Excel Solver. Algoritma Clarke and Wright digunakan untuk membentuk rute distribusi berdasarkan nilai penghematan terbesar dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan, sementara algoritma Evolutionary diterapkan untuk mengoptimalkan urutan kunjungan pelanggan pada setiap rute agar total jarak tempuh dapat diminimalkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu menghasilkan enam rute distribusi dengan total jarak tempuh sebesar 516,7 km, lebih rendah dibandingkan rute awal sebesar 1.122 km, sehingga terjadi penghematan jarak sebesar 53,9%. Selain itu, biaya distribusi juga menurun dari Rp1.054.167 menjadi Rp344.122 per hari atau berkurang sebesar 67,36%. Pengurangan jumlah rute dari sembilan menjadi enam juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan armada, dengan potensi penggunaan tiga kendaraan untuk keperluan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan hybrid yang diterapkan efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi serta memberikan manfaat praktis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional terkait optimasi rute distribusi.
Usulan Rute Pengiriman Es Kristal Menggunakan Algoritme Sweep dan Algoritme Nearest Neighbor (Studi Kasus: UMKM XYZ Kudus) Nadia Rara Putri; Bellachyntia Reira Christata; Rangga Primadasa
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1824

Abstract

Efisiensi pada distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing usaha, terutama bagi UMKM yang bergerak di bidang produk dengan umur simpan pendek seperti es kristal. UMKM XYZ Kudus menghadapi kendala dalam kegiatan distribusi karena belum memiliki sistem rute pengiriman yang terstruktur. Selama ini, penentuan rute dilakukan berdasarkan intuisi pengemudi tanpa analisis jarak dan kapasitas kendaraan yang optimal, sehingga menyebabkan jarak tempuh lebih jauh, waktu pengiriman tidak efisien, serta biaya operasional meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi menggunakan Algoritme Sweep dan Algoritme Nearest Neighbor sebagai solusi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya distribusi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data lokasi outlet, jarak antar titik, serta kapasitas armada. Algoritme Sweep digunakan untuk mengelompokkan outlet berdasarkan kedekatan geografis dan batas kapasitas kendaraan, sedangkan Algoritme Nearest Neighbor digunakan untuk menentukan urutan kunjungan dengan jarak tempuh terpendek pada setiap klaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak distribusi dapat dikurangi dari 235,529 km menjadi 213,826 km, dengan efisiensi jarak sebesar 21,703 km per hari. Biaya distribusi turun dari Rp135.164 menjadi Rp111.733 per hari atau terjadi penghematan sebesar 17,33%. Penerapan kedua Algoritme ini terbukti efektif dalam menyeimbangkan beban kerja antar armada, menghemat bahan bakar, serta mempercepat waktu pengiriman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lanjutan melalui integrasi Geographic Information System (GIS) dan Algoritme cerdas seperti Ant Colony Optimization maupun Genetic Algorithm untuk menghasilkan manajemen rute distribusi yang lebih adaptif, akurat, dan berkelanjutan.