Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.  
PENGARUH SUHU DAN PERBANDINGAN PEREAKSI PADA SINTESIS TRIASETIN DARI GLISEROL DAN ASAM ASETAT Soni Candra; Nuryoto Nuryoto; Widya Ernayati Kosimaningrum
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.25857

Abstract

Cadangan energi fosil terus mengalami penurunan dan konsumsi terus mengalami peningkatan, sehingga menciptakan energi alternatif dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satu energi alternatif yang sekarang masif dikembangkan adalah biodiesel. Sintesis biodiesel menghasilkan gliserol sebagai produk samping. Ketika produksi biodiesel mengalami peningkatan, akan diikuti dengan semakin meningkatnya gliserol. Pengolahan gliserol harus dilakukan untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan, salah satunya dengan mengubahnya menjadi produk triasetin. Triasetin sendiri dapat dimanfaatkan sebagai bahan aroma makanan, pelarut pada parfum, plasticizer untuk resin, dan dapat juga digunakan sebagai zat aditif dalam bahan bakar cair sebagai anti knocking pada mesin. Tujuan dari kajian ini adalah melakukan reviu dan menganalisis dampak suhu reaksi dan perbandingan pereaksi pada sintesis triasetin berdasarkan referensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa semakin meningkat perbandingan pereaksi dan suhu reaksi akan diikuti dengan kenaikan konversi produk triasetin.
OPTIMALISASI KOMODITAS KACANG TANAH MENJADI PRODUK OLAHAN PANGAN UNGGULAN DI DESA CIKEBEL ATAS CILEGON BANTEN Suhendi, Endang; Barleany, Dhena Ria; Lestari, Retno Sulistyo; Sari, Denni Kartika; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Kustiningsih, Indar; Ernayati, Widya; Rochmat, Agus
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v6i1.8760

Abstract

Cikebel Atas is one of the villages in the Cilegon area, Banten, which is located in a rural area andfar from urban influences. In this village the level of education of the people is very low, and dailylivelihoods are as laborers or motorcycle taxi drivers. Actually this village has the potential forabundant agricultural products, namely in the form of peanuts. Due to lack of knowledge, villagersusually sell these peanuts to collectors at low prices. Peanuts can actually be processed into superiorprocessed products that are characteristic of the region, namely peanut tempeh, peyek, or otherproducts that have higher economic value. The community service program is conducted to providemotivation and knowledge to the community about entrepreneurship, especially in terms of localcommodity management in the form of peanuts. The method is arranged in several concrete steps,namely in the form of counseling or outreach, as well as direct training and practice for peanuttempeh and peyek processing technology. Through these concrete programs, it is targeted that therewill be a change in people's lives in the village of Cikebel Atas, Cilegon, Banten, for the better.
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Menurunkan Kasus Penyakit Scabies Santri Pondok Pesantren An-Nur di Kecamatan Walantaka, Provinsi Banten Kanani, Nufus; Ernayati, Widya; Lufar, Nay; Kustiningsih, Indar; Wardhono, Endarto Y; Wardalia, Wardalia; Sari, Listiyani Nurwidya; Apriantika, Anellysha Putri; Yulvianthy, Meri
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i1.7357

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang dijadikan sebagai tempat anak-anak untuk menimba ilmu pengetahuan agama. Banten dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah ponpes terbanyak di Indonesia, salah satunya adalah Pondok Pesantren An-Nur yang berada di Banten, tepatnya di Kampung Jaha, Desa Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Serang. Pondok pesantren An-Nur merupakan salah satu ponpes yatim dan dhuafa yang didirikan pada tahun 2012 diatas lahan seluas 950 m2. Saat ini pondok pesantren masih menjadi salah satu tempat yang sangat rentan terjadinya berbagai penyakit menular, salah satunya adalah penyakit kulit jenis scabies. Penyakit kulit jenis scabies paling sering ditemukan di pondok pesantren. Scabies dapat menular dengan mudah kepada para santri melalui kebiasaan menggaruk bagian tubuh yang terkena scabies, memakai pakaian secara bergantian, menggunakan alat mandi secara bersamaan, dan kebiasaan tidur yang saling berhimpit-himpitan dengan santri lainnya. Mengacu pada analisis situasi, maka dibutuh­kan upaya pencegahan serta melakukan penanganan awal terhadap penyakit ini dengan cara melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan pengobatan penyakit scabies salah satunya dengan meng­gunakan sabun belerang. Pembuatan sabun belerang ini sangat mengun­tungkan untuk dikembangkan di pondok pesantren, karena dapat dimanfaat­kan oleh para santri dalam meningkatkan keterampilan serta mewujudkan kehidupan yang bersih dan sehat dan terhindar dari penyakit kulit scabies. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan pembiasaan pola hidup bersih dan sehat dari para santri, selain itu juga penggunaan produk sabun belerang secara rutin yang dibuat oleh para santri dapat mengurangi penyakit kulit scabies yang diderita pada santri mengalami penurunan sebesar 15.99% dan pada santriwati juga mengalami penurunan sebesar 10.64%.