Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kinerja Struktur Bangunan Gedung Laboratorium 5 Lantai Terhadap Gempa Kuat Enggartiasto, Lintang; Kristiawan, Agung; Ikhwanudin, Ikhwanudin; Afifah, Risdiana Cholifatul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1186

Abstract

Abstrak Perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung sangat diperlukan sebagai konsekuensi kondisi geografi Negara Indonesia yang sebagian besar memiliki resiko gempa yang tinggi. Penelitian ini membahas kinerja struktur gedung laboratorium 5 lantai eksisting terhadap gempa kuat. Metode yang digunakan meliputi non-linier statik pushover dan non linier dinamik riwayat waktu (time history). Rekaman gempa yang digunakan digunakan adalah gempa kuat dengan percepatan spektrum 0.2 detik dengan rasio redaman 5% untuk periode 2500 tahun. Hasil analisis pushover level kinerja struktur saat performance point arah X termasuk kategori Immediate Occupancy dan arah Y termasuk kategori Damage Control dengan parameter sistem struktur hasil analisis non linier yang memenuhi syarat terhadap parameter desain SNI 1726-2019. Drift ratio terbesar pada analisis riwayat waktu menghasilkan level kinerja struktur dengan kategori Damage Control. Disimpulkan dengan kategori level kinerja struktur tersebut, saat terjadi gempa kuat (periode 2500 tahun) struktur akan mengalami kerusakan struktural yang ringan dan masih dapat diperbaiki untuk difungsikan kembali. Kata kunci: Desain berbasis kinerja, analisis non-linier, level kinerja struktur  Abstract Due to the geography of Indonesia, most of which has a high seismic risk, seismic design of buildings is necessary. This research discusses the structural performance of an existing 5-story laboratory building against strong earthquakes.  The methods used include nonlinear static pushover and nonlinear dynamic time history. The earthquake record used is a strong earthquake with an acceleration spectrum of 0.2 seconds and a damping ratio of 5% for a period of 2500 years. The results of the pushover analysis of the structural performance level at the performance point in the X-direction include the Immediate Occupancy category and in the Y-direction include the Damage Control category with the structural system parameters of the nonlinear analysis results that meet the requirements of the SNI 1726-2019 design parameters. The largest drift ratio in the time history analysis results in a structural performance level with the Damage Control category. It is concluded that with this category of structural performance level, during a strong earthquake (2500 year period), the structure will experience minor structural damage and can still be repaired to function. Keywords: Performance Based Design, Non-Linier Analysis, Structural Performance Level
The Inovasi Pelayanan Publik Prima Diskresi Kewenangan Penyidik Satlantas OKU Timur: Diskresi Kewenangan Penyidik Satlantas Polres OKU Timur Satiadarmanto, Deddi Fasmadhy; Ikhwanudin, Ikhwanudin; Khairudin, Khairudin; WD Tuti, Retnowati
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.943 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i4.1022

Abstract

Penyidik Satlantas OKU Timur diberikan ruang pelayanan dengan diskresi sebagai upaya capaian tujuan polisi presisi
NILAI AKIDAH DALAM Q.S AL-Kahfi[18]: 9-26 Fitriani, Nisa Atika; Prasetiawati, Eka; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 18 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v18i2.1986

Abstract

ولا يزال الحديث عن العقيدة موضوعا رئيسيا لا تغفله كتب التفسير الكلاسيكية مثل تفسير الإبريس لمصطفى البصري وكتب التفسير المعاصرة مثل تفسير المنير لوهبة الزحيلي. وفي هذه الحالة يجد المؤلف نقطة اكتشاف هذين التفسيرين. أولا: تفسير الإبريز يميل إلى الفقه والاجتماعي والشوفي في طبيعته. ثانيًا، يحاول تفسير المنير الحفاظ على المفاهيم اللغوية المعاصرة التي يمكن دمجها في الخطاب التفسيري الكلاسيكي مع الأساليب التفسيرية الفقهية. يتخذ المؤلف من ق.س الكهف [18] 9-26 موضوعا للتفسير في دراسة مقارنة بين تفسير الإبريز وتفسير المنير فيما يتعلق بالقيم الدينية المختلفة. ويبدو أن لهذه الآية قيمة عقائدية من قصة أشبول الكهفي الذي حافظ على عقيدته رغم أنه كان تحت التهديد. ومن خلال مناهج البحث المقارن، هناك عدة قيم عقائدية في دراسة سورة الكهف الآيات 9-26، وهي أن هذين التفسيرين كلاهما متمسكان بمفهوم عقيدة أهل السنة والجماعة بحيث تكون قيم العقيدة هي: التوحيد الربوبية وتوحيد الألوهية وأسماءواجيوا. إن الاختلافات في القيم العقائدية في تفسيري الإبريز والمنير سببها اختلاف أساليب التفسير وخصائص التفسيرين. الكلمات المفتاحية: تفسير الإبريس، تفسير المنير، قس الكهف [18] 9-26
Pembinaan Optimalisasi Limbah Air Beras dan Air Kelapa untuk Pupuk Organik di Kampung Terbanggi Mulya Sulatifni, Nafi'ul; Rahmad, Fajar; Wahyudi, Reza Nur; Rahman, Fhathur; Firmadani, Iin; Istiqomah, Nurya; Yunani, Mita; Hidayah, Ulfi Nur; Alimah, Dewi Hasanatul; Hasanah, Uswatun; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v2i2.66

Abstract

Penggunaan pupuk kimia (anorganik) telah menjadi metode utama dalam meningkatkan hasil pertanian, meskipun memiliki banyak dampak negatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini di Terbanggi Mulya, Bandar Mataram, mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dalam program ini, pendekatan yang digunakan adalah metode ABCD (Asset-Based Community Development), yakni metode pengembangan masyarakat berbasis pada aset lokal yang tersedia di wilayah tersebut. Pelaksanaan program melibatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah air cucian beras dan air kelapa. Pupuk ini memiliki berbagai manfaat, antara lain memperkuat batang tanaman, meningkatkan bobot hasil panen, mengurai bahan organik, mendorong pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi potensi limbah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat desa. Tim melakukan wawancara dengan Kepala Desa, beberapa warga, dan Ketua KWT Kartini, Ibu Eka Ravitri, untuk mendapatkan data terkait. Setelah itu, dilakukan proses pembuatan pupuk organik cair melalui eksperimen, diikuti dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Desa Terbanggi Mulya dalam memproduksi pupuk organik cair, khususnya dari limbah air cucian beras, yang diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus menekan biaya pembelian pupuk. Implikasi dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian petani dalam menyediakan pupuk ramah lingkungan, yang berdampak positif pada keberlanjutan pertanian dan pengurangan beban ekonomi. Sebagai rekomendasi, pemerintah desa diharapkan dapat terus mendukung pelatihan serupa dan menyediakan akses informasi yang lebih luas mengenai manfaat dan metode pembuatan pupuk organik.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH KOMUNAL DI DESA KECEPIT KECAMATAN PUNGGELAN KABUPATEN BANJARNEGARA Fauzi, Genta Rizal; Ikhwanudin, Ikhwanudin; Ariawan, Donny
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12835

Abstract

Pemukiman penduduk mempunyai masalah utama yaitu pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan air limbah yang tidak tertangani dengan baik. Sumber penghasil limbah cair terbesar di negara ini adalah dari hasil aktivitas rumah tangga. Berdasarkan pengamatan di lapangan didapatkan bahwa grey water pada desa kecepit dibuang langsung ke drainase. Pengaliran air limbah ke saluran terbuka, seperti ke saluran drainase, tentu saja berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk. Instalasi pengolahan air limbah yang digunakan untuk desa kecepit direncanakan menggunakan unit anaerobic filter (af) dan anaerobic baffled reactor (abr). Penentuan jumlah penduduk penerima manfaat direncanakan sebanyak 285 jiwa didapat berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2040 dengan debit air limbah sebanyak 25,65m³/hari. Anaerobic filter (af) yang direncanakan memiliki 5 kompartemen dengan debit air limbah untuk 1 kompartemen sebesar 3,2016 m³/hari. Dimensi panjang, lebar dan kedalaman 1 kompartemen af yakni 0,51 meter, 2,5 meter dan 2,5 meter. Sedangkan unit anaerobic baffled reactor (abr) direncanakan memiliki 2 kompartemen dengan dimensi panjang 1,58 meter, lebar 2,7 meter dan kedalaman 2,5 meter.Kata kunci: filter anaerobic, anaerobic baffled reactor, air limbah domestik
PENANGGULANGAN BANJIR BANJIR SISI AIRSIDE BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Janah, Miftakhul; Jauhari, Muhammad Tantowi; Ikhwanudin, Ikhwanudin; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14522

Abstract

AbstractSemarang is one of the cities that often occurs flood disaster due to very high rainy weather. This resulted in the Ahmad Yani airport runway being inundated with water as high as approximately 50 cm around the airside which could disrupt flight operations. Therefore it is necessary to have a flood prevention activity to minimize the situation. The purpose of this study is to determine the factors resulting from flooding on the airside of Ahmad Yani airport and to determine the design of short-term and long-term drainage systems. In calculating the planned flood discharge (R24) using data such as rainfall, channel measurement data, and the condition of the channel. Based on this data, the researcher will calculate the planned rainfall for the Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, and Q100 years. To calculate the data, we use the Normal Distribution, Log Normal Distribution, Pearson III Log Distribution, and Gumbel Distribution. Then from these calculations the Gumbel distribution method was chosen because it is closer. Based on data processing using the Rational method, the peak flood discharge value (QP) is obtained when Q2 all channels are able to accommodate the planned flood discharge, Q5 there is 1 channel unable to accommodate, namely in DU1-P2, Q10 there is 1 channel unable to accommodate, namely in DU1- P2, Q25 there are 1 channel that is not able to accommodate, namely in DU1-P2, Q50 there are 2 channels that are unable to accommodate, namely in DU1-P2 and S1B-P7, Q100 there are 2 channels that cannot accommodate, namely in DU1-P2 and S1B-P7. For the short-term drainage system design for flood management, it includes: repairing damaged channels, improving the foundation of the west side BRC fence, repairing pump station access roads, improving airside embankments, and pumping operations. In the design of the long-term flood control drainage system, the dimensions of the drainage channel on the airside side are added because there are 2 (two) channels that are not able to accommodate the planned discharge at the 50-year return period (Q50) with the addition of dimensions in the channel DU1-P2 b = 3, 5 h = 0.5 and S1B-P7 b = 2.7 h = 0.9.Keywords: Flood, Ej Gumbel, prevention.
PERENCANAAN EMBUNG KRAJAN KABUPATEN GROBOGAN Darmawan, Muhammad Ajie; Sumerman, Sumerman; Hermanto, Wilarso; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.8 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v1i2.9419

Abstract

Semua makhluk hidup sangat memerlukan air dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Jika tidak ada usaha pengendalian air pada musim hujan, maka akan meyebabkan kekeringan dan kesulitan mendapatkan sumber air baku. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang baik terhadap pengembangan dan pengelolaan sumber daya air agar potensi bencana yang disebabktkan oleh air tersebut dapat dicegah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menghitung debit banjir rencana pada Embung Krajan, menghitung persediaan air baku di Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, serta menghitung berapa faktor keamanan untuk stabilitas konstruksi embung.Lokasi perencanaan embung ini terletak di Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Secara geografis terletak di antara 110º15’ BT - 111º25’ BT dan 7º LS - 7º30’ LS. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui metode observasi dan metode wawancara. Sedangkan data sekunder terdiri dari data topografi, data geologi, data tanah, data hidrologi dan data penduduk. Tahapan dalam perencanaan Embung Krajan dimulai dari survey dan investigasi pendahuluan, identifikasi masalah, studi pustaka, pengumpulan data, analisis data, perencanaan konstruksi embung, stabilitas konstruksi embung dan gambar konstruksi.Hasil analisis debit banjir rencana DAS Embung Krajan, debit banjir maksimum yang memiliki kondisi yang paling kritis adalah metode Nakayasu, nilai yang di dapat Q2 Tahun = 37,51m³/det, Q5 Tahun = 49,51m³/det, Q10 Tahun = 58,93m³/det. Sedangkan penduduk yang terpenuhi untuk kebutuhan air baku sejumlah 770 orang. Dan untuk faktor keamanan stabilitas konstruksi embung diperoleh embung keadaan kosong 3,18 N.m tanpa gempa dan 2,30 N.m dengan gempa. Embung keadaan penuh 5,34 N.m tanpa gempa dan 2,89 N.m dengan gempa.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari perhitungan menggunakan 3 metode diambil debit banjir yang paling besar dan yang menghasilkan debit banjir yang lebih kritis adalah metode Nakayasu. Embung Krajan ini hanya mampu menyediakan air baku untuk penduduk di Desa Jetaksari khususnya di Dusun Krajan.
The Determinant of Tax Awareness in Higher Education and its Impact on Compliance Ikhwanudin, Ikhwanudin; Hermana, Budi; Indrayani, Emmy
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i1.1379

Abstract

Objective: This study aims to analyze the elements affecting the compliance of individual taxpayers in Indonesia. This study will focus on the role of taxpayer awareness and tax center activities in affecting compliance. Method: In this research, the author intends to examine the variables in question, in which a quantitative approach will be used. In this case, the author used a structured questionnaire to collect the primary data, which was distributed to 285 respondents who were selected using the purposive sampling method. This research is based on a taxonomy of three exogenous variables: tax knowledge, ease of administration, and law enforcement, which is in turn is impacted by a mediating variable, taxpayer awareness, a moderating variable of tax center activity, and an endogenous variable of taxpayer compliance. The data collected will be processed using descriptive statistics and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Results: Law enforcement, tax knowledge, and ease of administration increases taxpayer awareness and compliance. It has been shown that taxpayer awareness mediates the relationship between these three variables and compliance. Tax center activities moderate the relationship between tax knowledge and awareness, but do not moderate the relationship of ease of administration and law enforcement on tax awareness. Novelty: This research is innovative because it incorporates tax center activity both as a moderating variable and taxpayer awareness as a mediating variable within a single structural model. More specifically, this study aids in the empirical understanding of the tax center’s limitations, which seem to be more effective in reinforcing the educative (knowledge) dimension rather than the administrative/law enforcement dimension.