Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Corrosion Analysis on AMS 4050 Aluminum Metal in an Extreme Acid Rain Environment by Weight Loss Method Arwati, I Gusti Ayu; Alva, Sagir; Fadilah, Arif; Maryani, Yeyen
World Chemical Engineering Journal VOLUME 5 NO. 2 DECEMBER 2021
Publisher : Chemical Engineering Department, Engineering Faculty, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wcej.v5i2.12613

Abstract

AMS 4050 aluminum metal which is a type of aluminum, with no Zn content, that composed of 5.7 - 6.7%Cu 2 - 2.6%, Mg 1.9 - 2.6%, Zr 0.15%, Si 0.15% and Mn 0.1% others 0.15% each. The advantage of aluminum is that it weighs only 2.7 gr / cm3, corrosion resistant, good electrical and heat transmitter, easy to fabricate or forge. This AMS 4050 material is widely used in the expansion industry to be used as an aircraft frame. MS 4050 aluminum is more resistant to cracking than other types of aluminum, however cracks can still occur due to corrosion due to acid rain. The test method used to calculate the corrosion rate is the weight loss method. The corrosion rate test results obtained with mean values for immersion of 1, 2, 3, and 4 weeks were 0.03, respectively; 0.07; 0.1 and 0.12 mg / cm2 h. EDX test results showed that the aluminum content in AMS 4050 metal decreased by 18.18%.
KOMUNITAS FUNGI RIZOSFER PISANG LOKAL DI PANDEGLANG Siti Nursaffanah Hasna; Nani Maryani; Rida Oktorida Khastini; Iing Dwi Lestari; Yeyen Maryani; Dwi Ratnasari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8405

Abstract

Tanaman sehat umumnya kaya akan komunitas fungi rizosfer. Beberapa penelitian melaporkan tingginya diversitas fungi pada bagian rizosfer tanaman hortikultura mampu menekan penyakit sehingga tanaman lebih tahan. Penyakit layu fusarium atau Panama Disease merupakan penyakit utama pada budidaya pisang. Pisang yang tahan pada tanah terkontaminasi umumnya kaya akan mikroba rizosfer. Penelitian ini bertujuan membandingkan komunitas fungi rizosfer pada tanaman yang terserang Fusarium dengan tanaman sehat pada pisang-pisang lokal di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sampel diambil di enam kecamatan yaitu Cadasari, Banjar, Menes, Pandeglang, Saketi, dan Cisata. Sampel yang diambil berasal dari rizosfer pisang yang bergejala layu fusarium (symptomatic plants) dan yang lebih tahan, tidak menunjukkan gejala (asymptomatic plants). Identifikasi tanaman yang sakit menggunakan deteksi cepat dengan PCR. Isolasi fungi dilakukan dengan metode pengenceran berseri pada medium agar dekrosa kentang. Isolat fungi yang telah dimurnikan dan dibuat biakan kultur spora tunggal kemudian diidentifikasi secara morfologi menggunakan mikroskop dengan perbesaraan 1000x. Total 63 isolat fungi berhasil diisolasi dan diidentifikasi, terdiri dari tujuh genus: Aspergillus, Curvularia, Fusarium, Gongronella, Mucor, Penicillium, dan Purpureocillium. Komposisi fungi dari kedua jenis rizosfer tidak jauh berbeda, namun keragaman species fungi pada tanaman pisang tanpa gejala lebih tinggi dibanding pisang yang terserang fusarium. Aspergillus dan Fusarium adalah fungi yang paling banyak ditemukan. Penelitian ini memberikan informasi komposisi dan keragaman species fungi pada rizosfer pisang lokal yang terserang maupun yang lebih tahan penyakit layu fusarium. Studi molekuler yang dapat menghitung kelimpahan species dan dinamikanya selama proses terjadinya infeksi diperakaran akan membantu manajemen penyakit layu fusarium untuk menciptakan ekosistem tanah yang dapat menekan penyakit.
Rancangan IPAL Laboratorium untuk Mengolah Air Limbah Praktikum Kimia Rochmat, Agus; Wardoyo, Dyan Eko; Qisthi, Ghufron Zul; Maryani, Yeyen; Ganiadi, Mochamad
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2025): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mgmmbc73

Abstract

Limbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil praktikum. Laboratorium Kimia Dasar Fakultas Teknik Untirta. Ada 2 aktifitas praktikum di laboratorium Kimia yang berpotensi menghasilkan limbah B3 yakni praktikum Kimia Dasar dan Praktikum Kimia Analitik-Fisik. Potensi limbah ini berupa kandungan logam berat: Pb, Cr, Cu, Amoniak dan zat warna. Setiap kali praktikum, limbah dikumpulkan dalam suatu jerigen dan di akhir semester dikirim ke industri pengolahan limbah untuk dimusnahkan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan variasi terbaik penggunaan kombinasi PAC (Poly Aluminium Chloride)sebagai koagulan dan zeolit alam sebagai adsorben dalam pengolahan limbah cair dengan desain mini IPAL kapasitas 15 liter per jam yang didesain dengan sistem batch untuk menurunkan parameter COD, Pb, Cr, Cu hingga 80%. Metodologi penelitian dilakukan optimasi penggunaan PAC pada proses koagulasi dan disempurnakan dengan proses filtrasi terhadap Zeolit teraktifasi basa dan teraktifasi asam. Hasil akhir pengolahan limbah pada limbah praktikum kimia dasar dapat menurunkan kandungan limbah kimia dasar COD  49,62%, menurunkan kadar logam berat: Pb 98,9 %, Cr  44,23%, Cu  49,7 %. Sementara limbah praktikum kimia analitik-fisik diperoleh penurunan COD  60,68%, menurunkan kadar logam berat Pb 99,3%, Cr 95,23%, dan Cu 84,02%.
Solvent Recovery from Industrial Paint Waste using Batch Distillation: The Effect of Temperature Setyawan, Mafaz; Jayanudin, J.; Maryani, Yeyen
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 4, No 1 (2025): AJSEM: Volume 4, Issue 1, March 2025
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recovering materials from waste is a viable solution for managing paint-related organic solvent waste. This study focuses on the extraction of organic solvents from paint residues, which contain resins and pigments, to produce a renewed solvent. The method selected for recovery was distillation, which was used for optimizing the separation conditions for the solvents from their waste impurities. Using a batch distillation apparatus with a 30-L capacity, experiments were conducted at varying operating temperatures (120, 130, 140, 150, and 160°C) under a consistent vacuum pressure of 0.9 bar. The optimal results indicated that at 160°C and a vacuum pressure of 0.9 bar, a naphtha solvent with a 66.37% recovery rate was achieved at 19.91 L and an initial feed volume. This method of solvent recovery not only holds promise for waste reduction but also contributes significantly to environmental protection by minimizing pollutants.
Kecerdasan Buatan dan Blockchain untuk Audit Sektor Publik: Sebuah Tinjauan Sistematis Wahyudi, Tri; Zulfikar, Rudi; Maryani, Yeyen; Ibrani, Ewing Yuvisa; Kusuma, Rama Indera; Soleha, Nurhayati; Syaifudin, Rizal; Desmawan, Deris; Oktavianus, Afriman
Jurnal Inspektorat Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Inspektorat
Publisher : Inspektorat Kabupaten Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64527/inspektorat.v1i1.13

Abstract

Audit sektor publik berperan penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan pemerintah. Namun, tantangan dalam efektivitas, efisiensi, serta deteksi dini terhadap penyimpangan masih menjadi kendala. Studi ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan dan blockchain dalam meningkatkan kualitas audit publik melalui tinjauan literatur sistematis. Data dikumpulkan dari jurnal akademik dan laporan kebijakan yang terindeks dalam Scopus, dipublikasikan antara 2019–2024, berbahasa Inggris, dan tersedia secara Open Access melalui penyaringan berbasis PRISMA. Studi ini juga membandingkan penerapan teknologi antara negara maju dan berkembang. Hasil menunjukkan bahwa negara maju memiliki kesiapan regulasi dan infrastruktur yang lebih baik, sedangkan negara berkembang menghadapi tantangan resistensi kelembagaan dan keterbatasan sumber daya. Kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi audit melalui otomatisasi analisis data dan deteksi anomali, sementara blockchain memperkuat integritas data melalui pencatatan yang tidak dapat diubah. Implikasi praktis studi ini mencakup perubahan peran auditor publik dari pemeriksa manual menjadi pengelola sistem digital, serta pentingnya integrasi teknologi dalam kebijakan audit dan pengawasan real-time. Kendala utama meliputi ketidakpastian regulasi, keterbatasan teknologi, dan resistensi terhadap perubahan. Studi ini merekomendasikan penguatan kerangka regulasi, pembangunan infrastruktur digital, dan peningkatan literasi teknologi di kalangan auditor. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi kesiapan institusi dan dampak jangka panjang dari transformasi digital ini dalam audit sektor publik.
Evaluasi Komprehensif Kualitas Briket dari Arang Tempurung Kelapa dan Campuran Serbuk Gergaji Sengon Terkarbonisasi/Tidak Terkarbonisasi Dimas Ficky Hidayat; Yeyen Maryani; Eka Sari
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i3.8142

Abstract

This study comprehensively evaluates the quality of biomass briquettes produced from blends of coconut shell charcoal and sengon sawdust, using both carbonized and non-carbonized materials. Composite briquettes were fabricated with varying compositions and characterized through proximate analysis, calorific value, density, and burning rate measurements to determine their suitability as solid fuel. The results indicate that adding non-carbonized sawdust increases volatile matter content and burning rate but reduces the calorific value of the briquettes. In contrast, incorporating up to 10% carbonized sawdust significantly improves the calorific value to 6119.2 cal/g, approaching that of pure coconut shell charcoal (6352.2 cal/g), while maintaining a relatively high burning rate. Briquettes containing carbonized sawdust also exhibit low ash content, below 3%, and moisture content under 8%, meeting standard solid fuel quality requirements. These findings demonstrate that a strategic combination of carbonized and non-carbonized materials can produce hybrid biomass briquettes with optimized thermal performance, providing a promising, sustainable, and environmentally friendly alternative fuel for domestic and industrial applications.
PENGOLAHAN SAMPAH DAPUR MENJADI BAHAN BERGUNA DAN BERMANFAAT BAGI KOMUNITAS FORISKA DI KOTA CILEGON Yeyen Maryani; Wiwien Suzanti; Nurhayati Soleha; Tri Wahyudi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41140

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan di Indonesia. Sebagian besar timbulan sampah berasal dari aktivitas rumah tangga dengan dominasi sampah organik yang sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Namun demikian, rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah organik berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Forum Istri Pensiunan KS Grup (FORISKA) Kota Cilegon dalam mengelola sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di Laras Garden Resto Kota Cilegon dengan metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), teknik pembuatan POC, pembuatan kompos, serta penggunaan komposter rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik serta meningkatnya keterampilan peserta dalam mempraktikkan pembuatan POC, kompos, dan perakitan komposter sederhana. Tingkat partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi yang ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam diskusi maupun praktik lapangan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah serta berpotensi mendorong terbentuknya gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan tempat tinggal peserta. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 11, 12, dan 13 terkait kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.