Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan Welding Wire Pada Gudang Consumable di PT. Cigading Habeam Nuraida Wahyuni; M Adha Ilhami; Esa Surya Cintami
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1541

Abstract

Sistem informasi yang dilaksanakan gudang consumable di PT. Cigading Habeam Centre masih memakai sistem konvensional dimana hanya dilakukan pencatatan jumlah barang masuk tanpa diketahui jumlah pemakaian barang dan ketersediaan barang, sehingga resiko barang habis tanpa diketahui kerap kali terjadi. Hal ini juga kerap terjadi pada persediaan welding wire yang penggunaannya hampir selalu digunakan untuk setiap kegiatan produksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat sistem informasi manajemen persediaan barang di gudang consumable PT. Cigading Habeam Centre dan menentukan jumlah pemesanan dan reorder point yang tepat untuk persediaan kebutuhan barang consumable di PT. Cigading Habeam Centre menggunakan metode EOQ dengan menggunakan sistem informasi yang telah dibuat. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan sistem informasi ini adalah metode FAST (Framework For The Application Of Sytem Thinking). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase scope definition, problem analysis, requirements analysis, logical design, dan physical design. Sedangkan fitur khusus untuk pada sistem untuk pemesanan barang digunakan metode EOQ dan reorder point. Hasil dari perancangan sistem yang telah dibuat sistem dapat melakukan rekam transaksi barang masuk dan barang keluar, membuat laporan keluar masuk barang dan membuat usulan pemesanan barang berdasarkan perhitungan yang dilakukan sistem dengan menggunakan metode EOQ.
PERANCANGAN KINERJA LINGKUNGAN MENGGUNAKAN INTEGRATED ENVIRONMENTAL PERFOMANCE MEASUREMENT SYSTEM Hadi Setiawank; Nuraida Wahyuni; Puti Nur Hardiyanti; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5157

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sebuah struktur pengelolaan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. PT X bergerak dalam bidang tekstil yang mempunyai IPAL. Pembuangan air limbah yang telah diolah ditampung ke suatu kolam yang diisi oleh ikan sebagai indikator kelayakan air untuk dibuang ke daerah pemukiman warga. Kinerja lingkungan yang baik dapat menambah nilai dari suatu perusahaan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah merancang suatu pengukuran kinerja lingkungan. Pengukuran kinerja lingkungan dilakukan melalui Integrated Environmental Performance Measurement (IEPMS) yang terdiri dari regulasi, keselamatan pekerja, serta penggunaan material dan peralatan. Faktor kinerja lingkungan kemudian diuraikan agar mendapatkan Key Environment Performance Indicator (KEPI). KEPI kemudian dibobotkan melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasilnya kemudian diuji dengan menentukan target dan pencapaian tiap indikator melalui Traffic Light System. Dari hasil penelitian didapatkan 16 KEPI. Hasil pembobotan didapatkan tiga bobot tertinggi berasal dari faktor keselamatan pekerja. Hasil traffic light system didapatkan dua warna merah pada indikator yang berasal dari faktor keselamatan pekerja. Secara keseluruhan kinerja lingkungan PT X adalah 89.276. 
Importance-performance analysis untuk pemetaan indikator kepuasan kerja karyawan industri komponen otomotif di masa pandemi Nuraida Wahyuni; Shanti Kirana Anggraeni; Triwin Rushliana Ambarwaty
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14455

Abstract

Kondisi di awal pandemi akibat penyebaran virus corona, menyebabkan adaptasi pada dunia industri manufaktur, khususnya industri komponen otomotif. Salah satu fungsi pokok perusahaan yaitu sumber daya manusia, juga merasakan dampak nyata adaptasi di kondisi ini. Beberapa perusahaan harus beradaptasi dengan melakukan pemutusan kerja. Namun masih banyak perusahaan yang mempertahankan karyawan dengan pertimbangan retensi karyawan terbaik. Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu cara untuk mengelola retensi karyawan. Oleh karena itu, menghitung indeks kepuasan kerja karyawan menjadi relevan sebagai langkah awal untuk mengelola retensi karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa indeks kepuasan kerja karyawan di sebuah industri pembuat komponen otomotif. Metode pengambilan data adalah dengan memberikan kuesioner tertutup pada karyawan tentang kepuasan kerja selama masa pandemi. Pengolahan data dilakukan untuk mengetahui indeks kepuasan karyawan (IKK) dan analisisnya menggunakan importance-performance analysis (IPA). Hasil penelitian didapatkan IKK adalah 86,018% artinya karyawan merasa puas dalam bekerja. Hasil IPA menyatakan kepuasan terhadap pengawasan kerja, hubungan industri, dan lingkungan kerja sudah sangat baik. Perusahaan berusaha menerapkan protokol kesehatan yang jelas dan ketat. Sedangkan kepuasan terhadap pendapatan dirasa masih kurang baik, namun karyawan dapat menerima di tengah kondisi ini di mana banyak perusahaan lain yang harus melakukan pemutusan kerja.
Perancangan aplikasi perhitungan beban kerja karyawan pada PT XYZ Nuraida Wahyuni; Akbar Gunawan; Putro Ferro Ferdinant; Enny Fitriyanti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6496

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergiat di bidang jasa pembuatan dan perbaikan permesinan. Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki posisi penting dalam sebuah organisasi. Pengoptimalan jumlah karyawan pada suatu unit organisasi sangat penting karena perusahaan dapat mengetahui hasil pencapaian target yang telah dijalankan dan mengetahui penggunaan sumber daya apakah sudah efektif dan efisien atau tidak. Sehingga perlu diadakannya pengoptimalan jumlah karyawan sesuai dengan beban kerjanya melalui analisis beban kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi beban kerja karyawan pada bagian Produksi berdasarkan perhitungan beban kerja tiap jabatan dan membuat program aplikasi perhitungan beban kerja. Metode yang digunakan untuk perhitungan beban kerja adalah Full Time Equivalent (FTE) dan p eranacangan aplikasi dilakukan dengan bahasa pemrograman Java. Hasil perhitungan FTE dengan menggunakan Java diperoleh jabatan Supervisor, Operator Milling, Operator Grinding, Operator Skrap, Operator Stik, Operator Bor, Operator Fitter, Operator Cutting, dan Operator Welding berada pada kategori Fit. Sedangkan jabatan Staff Produksi, Operator Bubut, dan Operator Drilling berada pada kategori Overload. Program aplikasi perhitungan beban kerja menggunakan Java memberikan kemudahan dalam menentukan jumlah kar yawan optimal. Jumlah karyawan optimal berdasarkan perhitungan FTE untuk bagian Produksi pada PT XYZ adalah sebanyak 41 orang.
ANALISA ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA JASA ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS PERUM DAMRI) Nuraida Wahyuni; Hadi Setiawan
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.275 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1234

Abstract

Banten merupakan provinsi di Pulau Jawa yang memiliki pertumbuhan yang pesat.Kota Cilegon merupakan kota yang memiliki kawasan industri terbesar di Banten. Terlebih lagi Banten memiliki Bandara Soekarno Hatta sebagai bandar udara internasional yang menjadikan provinsi ini seakan tidak pernah tidur dengan berbagai aktifitas. Sebagai titik yang memiliki kepadatan aktifitas yang cukup tinggi, sistem transportasi darat khususnya angkutan umum sangat penting dan diperlukan oleh masyarakat Banten. Bus kota merupakan salah satu angkutan umum yang banyak digunakan oleh masyarakat Banten. Sebagai penyedia jasa angkutan umum, Perum Damri merupakan satu-satunya penyedia bus yang memiliki trayek langsung menuju kedua tempat tersebut. Saat ini, tarif yang berlaku adalah Rp 45.000,00 pada trayek Cilegon–Bandara Soekarno-Hatta dan Perum Damri merencanakan untuk menaikan tarif pada trayek tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ability to pay dan willingness to pay pengguna jasa angkutan umum bus Damri pada trayek cilegon – Bandara Soekarno-Hatta yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan Perum Damri dalam menaikan tarif.Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah ability to pay dan willingness to pay. Dari data yang telah diolah, diperoleh ability to pay sebesar Rp 77.042,00 dan nilai willingness to pay sebesar Rp 45.981,00. Jika ingin menaikan tarif tanpa adanya perbaikan pelayanan, Perum Damri disarankan untuk menaikan tarif sampai batas nilai willingness to pay. Sedangkan jika ada perbaikan tingkat pelayanan, Perum Damri memiliki keleluasaan dalam menaikan tarif sampai batas nilai ability to pay pengguna jasa bus Damri
Analisa Produktivitas Pada Divisi Produksi PT. XYZ Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) Sugeng Rahmatullah; Putiri Bhuana Katili; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.339 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi data pada tahun 2010 dan 2012 perusahaan ini belum mampu mencapai target produksi yang telah ditentukan, selain masalah tersebut jumlah sumber daya yang digunakan tidak sebanding hasil produksinya, Tujuan  penelitian ini adalah mengukur tingkat produktivitas dari Divisi Produksi, dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dengan penentuan bobot masing-masing rasio menggunaan metode AHP,. Tujuan yang kedua adalah menentukan usulan perbaikan dengan menggunakan diagram pareto, cause-effect diagram, dan 5W+1H. kriteria pengukuran ini adalah penggunaan plat baja, konsumsi listrik, welding wire, time to repair, jam kerja normal, overtime dan jumlah tenaga kerja. Berdasarkan hasil pengukuran dengan metode OMAX diketahui bahwa terjadi penurunan tingkat produktivitas hingga dibawah tingkat produktivitas standar, yaitu terjadi  di bulan Januari sebesar -0,171, Maret sebesar -0,028, Juli sebesar -0,152 dan Desember sebesar -0,286, kemudian tingkat produktivitas berada diatas tingkat produktivitas standar terjad pada bulan Februari sebesar 0,371, Mei sebesar 1,798, Juni sebesar 0,099, Agustus sebesar 0,324, September sebesar 1,096, Oktober sebesar 1,859, November sebesar 0,012, tingkat produktivitas pada bulan April sebesar 0 atau dikatakan tingkat produktivitasnya sesuai dengan standar. Perbaikan dilakukan pada rasio3 (perbandingan welding wire dan hasil produksi), rasio 2 (perbandingan listrik dan hasil produksi), rasio 1 (perbandingan plat baja dan hasil produksi), rasio 6 (perbandingan jumlah tenaga kerja dan hasil produksi) dan rasio 5 (perbandingan overtime dan hasil produksi).
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PT. XYZ Khozin Muhtarim; Hadi Setiawan; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.501 KB)

Abstract

PT. XYZ yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang fabrikasi. Untuk menjalankan kegiatan perusahaan PT. XYZ memerlukan kinerja yang baik dari karyawannya. Akan tetapi ditemukan banyaknya karyawan yang resign dan semakin meningkatnya persentase turnover dalam tiga tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang dianalisis pada penelitian ini yaitu kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Penyebaran dan pengumpulan data dilakukan terhadap 150 karyawan PT. XYZ. Dari jumlah kuesioner yang disebar tingkat pengembalian kuesioner responden sebesar 90% dengan jumlah 135 kuesioner. Tehnik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan software LISREL 8.7. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel turnover intention dan komitmen organisasi berpengaruh positif yang lemah terhadap turnover intention.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PERUSAHAAN PT. XYZ Heriyanto .; Putiri Bhuana Katili; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.226 KB)

Abstract

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja juga berhubungan dengan variabel-variabel seperti turnover (berpindah kerja), produktivitas, tingkat absensi, usia, faktor pekerjaan dan ukuran organisasi perusahaan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui item-item yang masuk dalam kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, dan Kuadran IV pada diagram kartesius dan mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap kinerja manajemen perusahaan. Hasil penelitian menunjukan nilai indeks kepuasan karyawan sebesar 66,22%. Menurut kriteria indeks kepuasan, maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa cukup puas terhadap kinerja perusahaan. Jika nilai indeks kepuasan karyawan 50% atau lebih rendah menandakan karyawan merasa kurang puas dengan kinerja perusahaan. Sedangkan nilai indeks 50 sampai 80% menandakan karyawan merasa cukup puas terhadap kinerja perusahaan. Nilai indeks kepuasan karyawan 80% atau lebih tinggi mengindikasikan bahwa karyawan merasa puas terhadap kinerja perusahaan
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik SAMSAT Kabupaten Pandeglang Agung Mandala; Shanti Anggraeni; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.867 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (SAMSAT) telahmampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bertumbuhnya jumlah perusahaan financial(leasing) yang memberikan kemudahan kepemilikan kendaraan bermotor menyebabkan semakinbertambahnya jumlah kendaraan bermotor khususnya di Kabupaten Pandeglang , sehinggakebutuhan tingkat pelayaanan SAMSAT menjadi naik. Obyek dalam penelitian ini adalah pelayananwajib pajak kendaraan di SAMSAT Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukurkepuasan masyarakat terhadap pelayanan kantor bersama SAMSAT kabupaten Pandeglang. Untukmengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan SAMSAT Pemerintah mengeluarkan beberaparegulasi yang berkaitan dengan kualitas pelayanan publik, salah satunya adalah KEPMENPANNO.25/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayananinstansi pemerintah, merupakan pedoman umum yang digunakan sebagai acuan bagi instansipemerintah. ada 14 hal yang berkaitan dengan kinerja dan pelayanan yang dilakukan oleh pegawaipelayanan, antara lain prosedur pelayanan, kesesuaian persyaratan, kejelasan pegawai, kedisiplinanpegawai, tanggung jawab pegawai, kemampuan pegawai, kecepatan pelayanan, keadilan pelayanan,kesopanan pegawai, kewajaran biaya, kepastian biaya, kepastian jadwal, kenyamanan linkungan,dan keamanan pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis nilai unsur – unsur tersebut,serta pengaruhnya terhadap kepuasan masyarakat. Nilai indeks kepuasan masyarakat di SAMSATKabupaten Pandeglang secara keseluruhan adalah 3,222, nilai IKM setelah diknversi adalah 80,561dimana mutu pelayanannya B dan kinerja unit pelayanan termasuk dalam kategori baik artinyamasyarakat merasa puas terhadap pelayanan SAMSAT.
Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard di PDAM Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang Tiara Marselia; Putiri Bhuana Katili; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.704 KB)

Abstract

PDAM adalah salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih untuk kepentingan masyarakat umum. PDAM terdapat disetiap provinsi, kotamadya, dam begitu pula di Kabupaten Serang. Peneliti mengadakan penelitian di PDAM Kabupaten Serang karena selama ini pengukuran kinerja yang dilakukan PDAM Kabupaten Serang menggunakan 2 pengukuran, yaitu Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). Adapun hasil pengukuran kinerja menurut Kepmendagri pada tahun 2013 adalah 54,66 dengan kategori “Cukup”. Sedangkan hasil kinerja yang dikembangkan oleh BPPSPAM pada tahun 2013 adalah sebesar 3,040 dengan kategori “Sehat”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan Key Performance Indicators (KPI) dari masing-masing perpektif dan mengetahui penilaian kinerja secara keseluruhan pada PDAM Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang dengan menggunakan Balanced Scorecard. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data berupa data sekunder dengan cara dokumentasi, yaitu mempelajari dokumen yang berkaitan dengan seluruh data yang diperlukan dalam penelitian. Selain itu, mengumpulkan data primer dengan cara observasi, yaitu survey langsung ke lokasi penelitian. Hasil pengukuran kinerja PDAM Kabupaten Serang secara keseluruhan dengan menggunakan Balanced Scorecard sebesar 3,791 dalam kondisi cukup baik.