Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI TAHU DI NAGARI KUNANGAN PARITRANTANG, KECAMATAN KAMANG BARU, KABUPATEN SIJUNJUNG Prasetia, Pebri Adrianto; Hendri, Muhammad; Hakimi, Rini
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi strategi pengembangan agroindustri tahu di Nagari Kunangan Paritrantang, (2) melakukan perumusan strategi pengembangan usaha agroindustri tahu di Nagari Kunangan Paritrantang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023 di Nagari Kunangan Paritrantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara langsung, dan studi literatur. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari analisis Matrik IFE memiliki total skor 2,52. Hal ini mengindikasikan bahwa agroindustri tahu memiliki posisi internal yang kuat. Selanjutnya di dalam Matriks EFE memiliki total skor 3,73. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu merespon dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang datang. Kemudian melakukan analisis Matriks SWOT untuk membuat alternatif strategi yang akan di analisis menggunakan Matriks QSPM. Hasil analisis matriks QSPM menetapkan alternatif strategi yang terpilih adalah pembentukan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) dan berkerjasama dengan dinas terkait untuk mengikuti pelatihan, meningkatkan kualitas produk melalui pengolahan yang modern dan pengemasan lebih baik dengan skor 6,438. Disamping itu, disarankan membentuk lembaga Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) yang mewadahi dan mendukung pengembangan usaha agroindustri tahu di Nagari Kunangan Paritrantang serta tekonologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas tahu yang dihasilkan.
PEMETAAN DAERAH RAWAN PANGAN AKIBAT BANJIR BANDANG GALODO DI KABUPATEN TANAH DATAR Fariz Al Zacky; Dian Hafizah; Faidil Tanjung; Rusda Khairati; Lora Triana; M. Hendri; Ummul Hikmah Saragih; Rini Hakimi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1926

Abstract

Kabupaten Tanah Datar sebagai sentra produksi padi nasional mengalami dampak signifikan terhadap ketahanan pangan akibat banjir bandang (galodo) pada 11 Mei 2024. Bencana ini mengakibatkan kerusakan lahan pertanian dan gagal panen yang mengancam pasokan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi wilayah rawan pangan pascabencana berdasarkan analisis spasial yang komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan Food Disaster Overlap Mapping (FDOM) dalam platform Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik ini menggabungkan tiga indikator utama: bahaya banjir, kerentanan sosial-ekonomi, dan kapasitas adaptif masyarakat. Analisis menghasilkan peta zonasi dengan tiga kategori kerawanan pangan: (1) Zona Sangat Rawan teridentifikasi di daerah dengan kerusakan irigasi parah dan gangguan distribusi pangan; (2) Zona Rawan Sedang berada pada lahan dengan kerusakan parsial; dan (3) Zona Rawan Rendah dicirikan oleh akses distribusi yang masih lancar. Secara kuantitatif, bencana merusak 511 hektar lebih sawah dan menyebabkan gagal panen 2.900 ton yang berdampak pada 2.063 petani. Studi ini menyimpulkan bahwa pemulihan ketahanan pangan memerlukan intervensi strategis yang berfokus pada rehabilitasi infrastruktur irigasi, diversifikasi pangan, penguatan logistik, dan peningkatan kapasitas mitigasi komunitas di wilayah terdampak.
DAMPAK BANJIR BANDANG GALODO TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KABUPATEN TANAH DATAR Fariz Al Zacky; Rini Hakimi; Dian Hafizah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1923

Abstract

Kabupaten Tanah Datar termasuk wilayah yang terkena dampak banjir bandang galodo pada 11 Mei 2024. Bencana ini berdampak besar pada saluran irigasi pertanian dan biaya produksi usaha tani padi, sehingga memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani padi yang lahannya terdampak saat musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan kondisi lahan dan masalah usaha tani akibat banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, serta (2) Menganalisis perbandingan pendapatan petani padi sebelum dan sesudah banjir. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive, melibatkan 84 petani padi yang lahannya terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lahan sawah rusak dan tidak dapat ditanami, dengan masalah utama berupa gagal panen, rusaknya saluran irigasi, dan meningkatnya OPT. (2) Pendapatan petani sebelum banjir rata-rata Rp17.109.583,10/Ha/MT, namun setelah banjir turun menjadi Rp9.409.111,03/Ha/MT, dengan selisih pendapatan sebesar Rp7.700.472,07/Ha/MT atau penurunan sebesar 45,01%.
Analisis Usahatani Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) di Nagari Maninjau Kabupaten Agam Widyan Fernanda; Rini Hakimi; Rina Sari
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v8i1.964

Abstract

This study aims to describe peanut cultivation techniques, analyze income and profits, and determine the R/C of peanut farming in Nagari Maninjau, Tanjung Raya District, Agam Regency. The method used is descriptive. The data analysis in this study is qualitative and quantitative. The sampling method used was snowball sampling, with a sample size of 30 farmers. Data was collected by direct interviews with farmers using questionnaires. The study results show differences in peanut farming in Nagari Maninjau from the theory. Farmers do not carry out balanced fertilization, land maintenance, pest and disease control, and post-harvest handling, so production is not optimal. The average income was IDR 11,044,741/Ha, and the profit was IDR 3,379,474/Ha. The revenue per cost (R/C) of peanut farming is 1.33, meaning that farmers will generate revenue from every cost expenditure of IDR 1. Farmers earn a revenue of 1.33, earning a profit of IDR 0.33.
ANALISIS USAHA PADA INDUSTRI KECIL TAHU SMY DI KAMPUNG KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG SUMATERA BARAT Ahlul Bait; Rini Hakimi; Nur Afni Evalia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.1980

Abstract

Kenaikan harga bahan baku kedelai menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan agroindustri tahu, termasuk Usaha Tahu SMY di Kampung Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pada periode April hingga Agustus 2025, harga kedelai yang dibeli oleh Agroindustri Tahu SMY mengalami kenaikan dari Rp 445.000 menjadi Rp498.000 per karung (50 kg), atau meningkat sebesar ±11,91%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas usaha dan menganalisis keuntungan, titik impas, serta sensitivitas usaha terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri Tahu SMY merupakan industri kecil dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 7 orang dan total produksi sebesar 206.890 potong tahu per bulan. Total pendapatan usaha mencapai Rp126.683.560 dengan total biaya produksi sebesar Rp89.016.463, laba bersih sebesar Rp37.667.097 dan nilai R/C ratio sebesar 1,42 yang menunjukkan usaha layak secara ekonomi. Analisis titik impas menunjukkan bahwa BEP kuantitas tercapai pada 35.676 potong tahu dan BEP penjualan sebesar Rp21.845.294,51, jauh di bawah realisasi produksi dan penjualan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan baku kedelai sebesar 61,5% menurunkan laba usaha menjadi Rp54.432, sedangkan kenaikan harga bahan baku sebesar 62% menyebabkan usaha mengalami kerugian sebesar Rp236.479. Hal ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha yang didominasi bahan baku kedelai membuat usaha rentan terhadap fluktuasi harga, sehingga diperlukan penyesuaian harga jual atau efisiensi biaya untuk menjaga keberlanjutan usaha.
PENYULUHAN PENINGKATAN KUALITAS MUTU TANAMAN KOPI ROBUSTA PADA KUPS PAYUANG SIRUKAM KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KABUPATEN SOLOK Rika Hariance; Rini Hakimi; Nuraini Budi Astuti; Rian Hidayat; Yulinda Yulinda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i3.676

Abstract

The Social Economics Department of the Faculty of Agriculture initiated an academic partnership with KKI Warsi in implementing MBKM learning, research and community service. The purpose of this collaboration is in an effort to improve the quality of learning at the University and as a bridge for the transfer of knowledge from the university to the whole community as a form of the tri dharma of higher education. This community service activity was carried out at the KUPS Payung Sirukam social forestry group located in Nagari Sirukam, Payung Sekaki District, Solok Regency which was fostered by KKI Warsi. This service was carried out because the Robusta coffee plant in Nagari Sirukam is a plant that is still a legacy from the Dutch colonial period, where the cultivation process was not carried out intensively by farmers. This cultivation problem affects the quality of coffee. Thus, it is necessary to conduct counseling on Robusta coffee cultivation to farmers who are members of KUPS Payung Sirukam. From this counseling, farmers gain knowledge about good quality coffee beans, the maintenance process through good coffee cultivation patterns, and how to vegetatively rejuvenate coffee seedlings. Rejuvenation of coffee plants is one of the efforts that can be made in order to produce coffee plants that are the same as the main plants to maintain the quality of the sirukam coffee and shorten the harvesting life of the plants.