Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Valuation of Pension Funds with Attained Age Normal and Projected Unit Credit Methods: Case Study of PT Taspen (Persero) Samarinda Branch Nur Auliya, Annisa; Indrawan, Indrawan; Azka, Muhammad
Indonesian Actuarial Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Actuarial Journal
Publisher : Persatuan Aktuaris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65689/iajvol01no1pp033-045

Abstract

The pension fund serves as a guarantee of an individual's economic welfare after retirement, providing pension benefits. Civil Servants are among the workers entitled to pensions managed by PT. Taspen (Persero). However, Civil Servants are often perceived as a financial burden on society, as the government’s pension scheme places a significant strain on the State Budget (APBN). Therefore, it is necessary to revise the scheme by conducting accurate actuarial calculations to reduce this burden. This research is intended to determine the normal contribution rates and actuarial obligations through the application of the Attained Age Normal and Projected Unit Credit methods at PT. Taspen (Persero) Samarinda Branch Office, with a 6% interest rate. The findings show that based on the Attained Age Normal approach, the normal contribution tends to rise as employees near retirement. In contrast, the Projected Unit Credit method provides a more consistent and evenly distributed contribution pattern throughout the working period. Regarding actuarial obligations, both methods demonstrate an upward trend; however, the Attained Age Normal method typically produces greater liabilities compared to the Projected Unit Credit method.
PENGGUNAAN WADAH SARINGAN PUPUK LEPAS TERKENDALI (WSPLT) DALAM PENYEDIAAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI TANAH GAMBUT DENGAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA Indrawan, Indrawan; Syafrinal, Syafrinal; Wawan, Wawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9299

Abstract

Kajian penggunaan wadah saringan pupuk lepas terkendali (WSPLT) dan tinggi muka air tanah dilakukan bertujuan untuk melihat interaksi  WSPLT dan tinggi muka air tanah di lahan gambut. Penelitian faktorial 3x2 dengan 3 ulangan dirancang menurut Split Plot dengan petak utama tinggi muka air tanah 40 cm dan 60 cm dengan anak petak ukuran saringan 60 mesh, 80 mesh, 100 mesh. Parameter yang diamati meliputi persentase kelarutan pupuk dari WPSLT, sifat kimia tanah, dan kadar hara daun kelapa sawit. Data kelarutan pupuk dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%, kadar hara daun dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh muka air tanah yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan pupuk yang tidak berbeda. Pemberian pupuk dengan menggunakan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dibandingkan tanpa WSPLT. Penggunaan WSPLT dengan ukuran saringan yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Penggunaan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dari tanpa WSPLT, namun antara ukuran saringan menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Pada tinggi muka air tanah 40 cm terjadi peningkatan kadar hara N daun berkisar antara 15% sampai 23,79%, hara P daun berkisar antara 15% sampai 24%, dan hara K daun berkisar antara 68% sampai 82%. Sedangkan pada tinggi muka air tanah 60 cm terjadi peningkatan pada kadar hara N daun berkisar antara 13% sampai 14%, hara P daun tidak terjadi peningkatan, dan hara K daun berkisar antara 12% sampai 52% pada daun kelapa sawit.
REKONSTRUKSI MODEL PENYELESAIAN SENGKETA ADMINISTRASI DAN SENGKETA HASIL PEMILU DALAM SISTEM HUKUM TATA NEGARA Indrawan, Indrawan; Adityo, Rayno Dwi; Taufik, Achmad
Jurnal Yustitia Vol 26, No 2 (2025): YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/yustitia.v26i2.2931

Abstract

AbstrakPenyelesaian sengketa administrasi pemilu dan sengketa hasil pemilu merupakan elemen penting dalam memastikan keadilan dan integritas sistem pemilu di Indonesia. Prosedur yang ada saat ini, meskipun telah diatur dalam undang-undang, masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas dan efisiensinya. Sengketa administrasi pemilu, yang berhubungan dengan pelaksanaan tahapan pemilu, sering kali terkendala oleh ketidakjelasan prosedur dan keterbatasan waktu. Sementara itu, sengketa hasil pemilu, yang melibatkan penghitungan suara dan hasil akhir pemilu, sering kali dipengaruhi oleh kompleksitas teknis dan waktu yang terbatas, terutama dalam peran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga pengadilan tertinggi yang menyelesaikan sengketa hasil pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi model penyelesaian sengketa pemilu dalam sistem hukum tata negara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prosedur penyelesaian sengketa sudah ada, masih terdapat celah yang perlu diperbaiki, termasuk penguatan kapasitas lembaga terkait dan penggunaan teknologi untuk mempercepat verifikasi hasil pemilu. Selain itu, rekomendasi perbaikan mencakup pembaruan regulasi yang mengatur prosedur penyelesaian sengketa, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum pemilu. Dengan rekonstruksi model penyelesaian sengketa yang lebih efektif, diharapkan dapat menciptakan sistem pemilu yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum tata negara yang berlaku, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu di Indonesia.  
Keanekaragaman dan Struktur Komunitas Semut (Formicidae) pada Ekosistem Permukiman Indrawan, Indrawan; Ariandi, Ariandi; Nurdin, Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra
Indonesian Journal of Ecology and Conservation Vol 1 No 2 (2024): Flora and Fauna Conservation
Publisher : Center for Ecology, Conservation and Ethnobiology Studies, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijec.v1i2.6325

Abstract

Ants (Formicidae) are a group of insects that play an important role in maintaining ecosystem balance and are often used as bioindicators of environmental conditions. However, information on ant diversity in residential ecosystems in West Sulawesi remains limited. This study aimed to analyze the diversity and community structure of ants and their relationship with environmental parameters in residential ecosystems in Labuang Parabaya Hamlet, Onang Village, Majene Regency. Sampling was conducted using pitfall traps and hand collecting methods in two habitat types, namely household gardens and residential surroundings. Data were analyzed using the Shannon–Wiener diversity index (H’), evenness index (E), dominance index (C), and correlation analysis with environmental parameters. The results showed that the ant community consisted of four species with a total of 106 individuals, with Solenopsis invicta being the most abundant species. The diversity index was categorized as moderate (H’ = 1.16), with high evenness (E = 0.84) and low dominance (C = 0.34). Among the environmental parameters measured, soil pH and air humidity showed the strongest influence on ant diversity, whereas light intensity had a relatively lower effect. These findings indicate that the structure of ant communities in residential ecosystems is influenced by habitat conditions and environmental factors.