Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Harapan Dan Nilai-Nilai Pramujiwa Di Uptd Pusyansos Griya Harapan Difabel Satuan Pelayanan Bina Laras Sakurjaya Sani, Tiara Elkia; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai harapan dan nilai-nilai pramujiwa yang mendampingi Orang dengan Gangguan Jiwa(ODGJ) secara sukarela di Panti Bina Laras Sakurjaya. Kesehatan mental menjadi isu yang semakin penting di JawaBarat, dengan jumlah kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang cukup tinggi sehingga dibutuhkannya peranpramujiwa dalam membantu rehabilitasi ODGJ. Panti Bina Laras Sakurjaya hadir sebagai pusat rehabilitasi danpemberdayaan ODGJ, dengan peran vital dari para pramujiwa sebagai tenaga relawan yang menangani kebutuhandasar pasien. Penelitian ini bertujuan memahami ekspektasi awal dan nilai nilai yang dimiliki pramujiwa sertabagaimana pengalaman mereka mengubah harapan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatiffenomenologis dengan paradigma konstruktivisme, didukung oleh Expectancy Value Theory (EVT) oleh Eccles(1983) yang menekankan dua aspek utama yaitu ekspektasi keberhasilan dan nilai subjektif. Data dikumpulkanmelalui wawancara terstruktur terhadap lima pramujiwa serta observasi partisipatif di lapangan. Hasil menunjukkanbahwa meskipun para pramujiwa memiliki ekspektasi idealis pada awalnya, pengalaman langsung menghadapitantangan fisik dan emosional membuat mereka merefleksi ulang makna kerja mereka. Nilai pencapaian, nilaiintrinsik, dan nilai kegunaan muncul sebagai motivator utama, meskipun diiringi dengan pengorbanan besar.Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sistemik untuk mempertahankan motivasi dan kepuasan kerjapramujiwa.Kata Kunci : Pramujiwa, ODGJ, Ekspektasi Keberhasilan, Nilai Subjektif, Expectancy Value Theory (EVT)
Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Keterbukaan Diri Mahasiswa Telkom Univerisity Korban Kekerasan Seksual Putri, Jessica; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dalam proses keterbukaan dirimahasiswa Telkom University yang menjadi korban kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari empatmahasiswi informan kunci dan satu informan ahli dari kalangan akademisi dan psikolog. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, tidak menghakimi, dan memberikan rasa aman berperanpenting dalam mendorong keterbukaan diri korban. Faktor-faktor yang memengaruhi proses ini meliputi tingkatkepercayaan, respons lingkungan sosial, serta kemampuan korban dalam menghadapi ketidakpastian sosial yangkompleks. Di sisi lain, hambatan utama meliputi trauma psikologis, ketakutan terhadap stigma sosial, dan kurangnyadukungan institusi kampus dalam memberikan pendampingan yang memadai. Temuan ini menekankan pentingnyamenciptakan lingkungan kampus yang suportif serta penggunaan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berpihakpada korban untuk mendukung proses pemulihan, penguatan mental, serta pemberdayaan korban kekerasan seksualdalam jangka panjang dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kekerasan Seksual, Keterbukaan Diri, Mahasiswa, Trauma, Fenomenologi
Komunikasi Interpersonal Pembina Dan Client Dalam Proses Rehabilitasi Remaja Bermasalah Di Bina Griya Remaja Jawa Barat Gusrian, Anaqi; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan berdampak luas, baik bagi individu maupunmasyarakat. Salah satu upaya untuk menanganinya adalah melalui proses rehabilitasi sosial di lembaga seperti GriyaBina Remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal antara pembina dan remajadalam mendukung proses rehabilitasi. Fokus utama adalah pada kompetensi pembina sebagai komunikator dalamkomunikasi instruksional yang mencakup elemen-elemen seperti feedback, Feedforward, Noise Management,Communication Choice, channel, dan Code Switching. Dengan beberapa tema seperti support,tekad,emosional,strategidan masih banyak lagi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana datadikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pembina dan remaja sebagai informan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal yang hangat dan komunikatif antara pembina dan remaja sangatmempengaruhi efektivitas rehabilitasi. Kompetensi komunikasi pembina berperan penting dalam membangunkepercayaan, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta memfasilitasi perubahan perilaku positif pada remaja.Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi dalam lembagarehabilitasi sosial.Kata Kunci: komunikasi interpersonal, pembina, remaja bermasalah, rehabilitasi sosial, Griya Bina Remaja
KOMUNIKASI KELUARGA PEDAGANG ASONGAN DALAM MEMBENTUK KETAHANAN EMOSIONAL ANAK Hafidz, Ayasha Rachmafaiza; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi keluarga berperan dalam membentuk ketahanankeluarga pada pedagang asongan, khususnya di Kecamatan Bandung Kulon. Fenomena anak yang melakukan aktivitasjualan sering kali dipicu oleh kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, sehingga anak-anak terpaksa turun ke jalanuntuk membantu mencari nafkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metodefenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif anak di jalanan dalam menjalani perannya sebagai pendukungekonomi keluarga. Penelitian ini juga mengkaji pola komunikasi keluarga berdasarkan teori Family CommunicationPatterns (FCP) dan model ketahanan keluarga dari Walsh (2016), yang mencakup sistem kepercayaan keluarga, polaorganisasi, dan proses komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam keterbatasan,keluarga pedagang asongan yang memiliki pola komunikasi terbuka dan dukungan emosional dari orang tuamenunjukkan kemampuan ketahanan keluarga yang cukup kuat sehingga anak memiliki inisiatif yang tinggi untukikut serta dalam kontribusi ekonomi keluarga sejak kecil. Komunikasi yang terjalin di antara anggota keluargamenjadi kunci dalam menghadapi krisis ekonomi dan sosial.Kata Kunci: Anak pedagang asongan, Komunikasi Keluarga, Ketahanan Keluarga.
Konsep Diri Difabel Terlantar (Studi Pada Difabel di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat) Pratama, Fajrian Noor; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap difabel di Indonesia masih menjadi masalah yang cukup besar, terutama dalam hal pemenuhankebutuhan dasar mereka, seperti perhatian dan dukungan dari keluarga. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagimereka dalam menerima kondisi diri mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsepdiri yang dimiliki oleh difabel terlantar di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas SosialProvinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa lingkungan sosial dan pengalaman hidup memiliki peran penting dalam konsep diri difabelterlantar di PPSGHD. Difabel terlantar memiliki konsep diri yang terbagi antara negatif dan positif, meskipun sebagianbesar cenderung negatif. Konsep diri negatif ini tercermin dari perasaan pesimis, merasa tidak disenangi orang lain,peka terhadap kritik, dan responsif terhadap pujian. Namun, sebagian difabel terlantar juga menunjukkan konsep diripositif, seperti mampu menerima kekurangan diri, mengatasi masalah, dan menerima pujian tanpa rasa malu.Pemahaman tentang konsep diri difabel terlantar ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan programrehabilitasi sosial yang lebih efektif, serta mendorong peningkatan kualitas hidup mereka melalui dukungan sosialyang lebih personal dan holistik.Kata Kunci: konsep diri, difabel terlantar, rehabilitasi sosial, interaksi sosial
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PRAMUJIWA DI SATUAN PELAYANAN BINA LARAS SUKURJAYA DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA BARAT Nofitasari, Rere Putri Dwi; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan komunikasi terapeutik oleh pramujiwa dalam mendampingiOrang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Satuan Pelayanan Bina Laras Sukurjaya, yang berada di bawah naunganDinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pramujiwa,yang merupakan tenaga pendamping non-profesional, menjalankan praktik komunikasi terapeutik guna mendukungproses pemulihan dan fungsi kehidupan sehari-hari ODGJ, khususnya mereka yang mengalami penelantaran atau tidakmemiliki dukungan keluarga. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan desain fenomenologis, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman hidup danperspektif subjektif dari para pramujiwa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam denganpramujiwa terpilih, observasi non-partisipan terhadap interaksi sehari-hari, serta telaah dokumen relevan sepertiprotokol perawatan dan laporan rehabilitasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik untukmengidentifikasi pola-pola berulang, makna, dan interpretasi yang berkaitan dengan praktik komunikasi terapeutik.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pramujiwa menerapkan komunikasi terapeutik melalui empat fase yangberbeda namun saling berhubungan, yaitu: fase pra-interaksi, fase orientasi, fase kerja, dan fase terminasi,sebagaimana dikemukakan dalam model komunikasi terapeutik oleh Stuart (2013). Dalam setiap fase tersebut,pramujiwa menunjukkan kompetensi komunikasi praktis yang menekankan pada rasa aman secara psikologis,penerimaan tanpa penghakiman, serta validasi emosional. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formaldi bidang kesehatan jiwa, para pramujiwa mampu membangun kedekatan emosional dan menciptakan hubungan yangmendukung proses pemulihan psikososial klien.Kata Kunci: komunikasi terapeutik, pramujiwa, ODGJ, rehabilitasi sosial, empati
PENGALAMAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DALAM PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDUNG Khansa, Vidda Aura; Ramadhana, Maulana Rezi; Priastuty, Chairunnisa Widya
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman remaja dalam berinteraksi dengan teman sebaya yang berkaitandengan perilaku kenakalan, serta bagaimana proses pembinaan di LPKA Kelas II Bandung membentuk ulang caramereka menjalin hubungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi.Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima anak binaan dan empat informan pendukung. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam kenakalan erat kaitannya dengan dinamika hubunganpertemanan seperti ajakan, tekanan kelompok, candaan, dan kebutuhan untuk diterima. Lima dari sebelas keterampilankomunikasi interpersonal menurut DeVito yang paling menonjol adalah packaging, feedforward, content andrelationship, mindfulness, dan noise management. Keterampilan ini tercermin dalam cara mereka merespons situasisosial, menyampaikan ajakan, hingga mengambil keputusan dalam tekanan. Setelah menjalani pembinaan, para remajamenunjukkan perubahan dalam mengelola emosi, mempertimbangkan tindakan, dan membangun ulang hubungansosial secara lebih sehat. LPKA menjadi ruang pembelajaran interpersonal yang mendorong proses pertumbuhan danrefleksi melalui pengalaman nyata.Kata kunci: komunikasi interpersonal, teman sebaya, kenakalan remaja, LPKA, anak binaan
PENGALAMAN KOMUNIKASI INTRAPERSONAL ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) Rizki NST, Aisyah Purnama; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman komunikasi intrapersonal anak sebagai korbanKekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasiIntrapersonal merupakan proses berkomunikasi dengan diri sendiri melalui pikiran, perasaan, maupun penilaianterhadap pengalaman pribadi (Arbi, 2019), yang memiliki empat proses, yaitu sensasi, persepsi, memori, dan berfikir.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam terhadap 10 informan yang merupakan anak dari keluarga dengan latar belakang KekerasanDalam Rumah Tangga (KDRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung memendam perasaan, sulit terbuka,dan tidak memiliki ruang diskusi dalam keluarga.Kata Kunci : Komunikasi Intrapersonal, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Anak
PENGARUH KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL DAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP SUBJECTIVE WELL BEING MAHASISWA BARU TELKOM UNIVERSITY ANGKATAN 2024 Muifdah, Kandi Amira Rizki; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi dari SMA ke perguruan tinggi merupakan fase penting yang menuntut kemampuan adaptasi sosial dankomunikasi interpersonal, khususnya bagi mahasiswa baru yang tinggal di asrama. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh adaptasi sosial dan kualitas komunikasi interpersonal terhadap subjective well-being mahasiswa baruUniversitas Telkom angkatan 2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei, melibatkan 382mahasiswa asrama. Kualitas komunikasi interpersonal dianalisis berdasarkan teori DeVito (2022) yang mencakupelemen seperti feedback, feedforward, channel, purposes, mindfulness, content and relationship, context adjusment,communication choices, noise management, and code-switching. Hasil menunjukkan adaptasi sosial berkontribusisebesar 82%, komunikasi interpersonal sebesar 61%, dan secara simultan keduanya sebesar 87% terhadap subjectivewell-being. Hasil ini menunjukkan pentingnya fleksibilitas, keterampilan interpersonal, dan kesadaran diri dalammendukung kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan adanya program pendampingan dan layanankonseling untuk mendukung mahasiswa baru. Kata Kunci : Adaptasi Sosial, Komunikasi Interpersonal, Subjective Well-being
ENGARUH PERUNDUNGAN SIBER MEDIA SOSIAL TERHADAP KESADARAN DIRI BERMEDIA (Studi Pada korban Perundungan Siber di Mahasiswa Telkom University) Agni, Nabilla Ayu Nur; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Perundungan Siber semakin marak seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnyaInstagram, sebagai ruang interaksi digital di kalangan mahasiswa. Perundungan Siber berdampak serius secarapsikologis, seperti menurunnya kepercayaan diri, kecemasan, hingga gangguan pada konsep diri dan komunikasiintrapersonal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perundungan siber di media sosial terhadap kesadarandiri bermedia pada mahasiswa Telkom University. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei,perundungan siber dianalisis melalui elemen flaming dan pelecehan online, serta Konsep Diri melalui elemenpengetahuan, harapan, dan penilaian. Sampel penelitian berjumlah 395 mahasiswa aktif Telkom University yangpernah menjadi korban perundungan siber. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan adanya pengaruhsignifikan antara perundungan siber terhadap kesadaran diri bermedia dengan koefisien Pearson’s 0,566, regresi Y =14.206 + 0.428X, dan R-Square 32,1%. Korban cenderung mengalami penurunan kesadaran dan kepercayaan diri saatbermedia sosial. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi literasi digital dan kesadaran bermedia agar mahasiswalebih bijak menggunakan media sosial dan membangun konsep diri yang sehat.Kata Kunci: Perundungan Siber, Media Sosial, Kesadaran Diri, Konsep Diri, Mahasiswa