Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI SAMPANGAN 01 KOTA SEMARANG Muhadi; Maryanto; Ngasbun Egar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.934

Abstract

Muhadi, 2023. “ Manajemen pembentukan karakter siswa di SDN Sampangan 01 Kota Semarang”. Tesis Pembimbing I Dr. Maryanto, M.Si. dan Pembimbing II Dr. Ngasbun Egar, S.Pd., M.Pd. Karakter merupakan cerminan atau wujud dari aspek jati diri seseorang. Pendidikan karakter semacam ini lebih tepat jika diartikan sebagai pendidikan yang menekankan pembelajaran yang sesuai dengan norma-norma agama artian kultural dan kontekstual islam yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembentukan karakter : 1) Pelaksanaan pembentukan karakter siswa, 2) Pengendalian pembentukan karakter siswa di SDN Sampangan 01 Kota Semarang. Pembentukan karakter merupakan program yang harus diterapkan disekolah. Pentingnya pembentukan karakter yaitu untuk membentuk kepribadian siswa yang memiliki moral, berakhlak mulia dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Fokus penelitian ini sejalan dengan tujuan peneliti manajemen pembentukan karakter siswa dengan sub fokus pelaksanaan dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan model interaktif miles huberman melalui proses pengumpulan data, kondensasi data, penguji data, pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan pengecekan keabsahan data, meningkatkan ketekunan, triangulasi dalam pengujian kredibilitas, triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. Hasil temuan penelitian sebagai berikut, (1) pelaksanaan pembentukan karakter siswa dilaksanakan dengan kegiatan hariaan, kegiatan mingguan dan kegiatan tahunan. (2) pengendalian pelaksanaan pembentukan karakter dilaksanakan dengan pengamatan dan pemantauan baik internal dan eksternal . Kesimpulan : Manajemen pembentukan karakter siswa di SDN Sampangan 01 Kota Semarang dilakukan melalui pelaksanaan dan pengendalian yang sudah dikelola dengan baik. Peneliti menyarankan agar kepala sekolah diharapkan dapat melaksanaan program pembentukan karakter dan membangun sinergi dalam pelaksanaan pendidikan karakter serta membuat tim pengamatan yang dilakukan oleh seluruh guru terhadap pengendalian pelaksanaan pembentukan karakter siswa. Kata kunci : Manajemen, Pembentukan Karakter
MANAJEMEN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIK REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) DI SMK NEGERI 1 KANDEMAN KABUPATEN BATANG Nanang Abdullah; Ngasbun Egar; Yovitha Yuliejantiningsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.966

Abstract

Abdullah, Nanang. 2023. Manajemen Praktik Kerja Lapangan dalam Peningkatan Kompetensi Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang. Tesis. Pembimbing (1) Dr. Ngasbun Egar, M.Pd. dan Pembimbing (2) Dr. Yovitha Yuliejantiningsih, M.Pd. Subfokus penelitian ini adalah (1) perencanaan praktik kerja lapangan dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak (2) pengorganisasian praktik kerja lapangan dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak. (3) pelaksanaan praktik kerja lapangan dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak. (4) pengawasan praktik kerja lapangan dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak. (5) peningkatan kompetensi siswa teknik rekayasa perangkat lunak setelah melaksanakan praktik kerja lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini bertempat di SMK Negeri 1 Kandeman. Metode penggalian data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Hasil Penelitian (1) Perencanaan PKL dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak SMK Negeri 1 Kandeman adalah (a)sinkronisasi kurikulum antara sekolah dengan industri; (b) pemetaan DUDIKA; (c) persiapan administrasi PKL; (d) penentuan tempat PKL; (e) sosialisasi PKL; (f) pembekalan Peserta Didik. (2) Pengorganisasian PKL dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak SMK Negeri 1 Kandeman (a) pembagian kerja semua tim melalui surat keputusan kepala sekolah; (b) penjelasan deskripsi kegiatan yang menjelaskan masing masing tugas pokok dan fungsi. (3) pelaksanaan PKL dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak SMK Negeri 1 Kandeman (a) Penyerahan dan penempatan peserta didik oleh pihak sekolah kepada industri. (b) Pelaksanaan praktek PKL selama tiga bulan. (4) Pengawasan PKL dalam peningkatan kompetensi teknik rekayasa perangkat lunak SMK Negeri 1 Kandeman terdiri dari (a) monitoring yang dilakukan oleh pembimbing untuk mengawasi pelaksanaan PKL dan mengatasi kendala dalam pelaksanaan PKL. (b) Penarikan siswa setelah selesai melaksanakan PKL selama tiga bulan, penarikan ini diwakili oleh pembimbing sebagai tanda selesai pelaksanaan PKL, (c) Jurnal kegiatan harian praktik kerja lapangan yang disusun oleh siswa sebagai laporan individu terhadap kegiatan selama melaksanakan PKL. (5) Kompetensi Keahlian RPL sudah melakukan MOU menjadi kelas industri dengan perusahaan game lab yang kemudian disambung dengan kerjasama PKL sehingga sudah ada masukan kompetensi industri game lab tersebut dalam pembelajaran sehingga memudahkan anak dalam pelaksanaan PKL. Kata Kunci: Manajemen, Praktik Kerja Lapangan Kompetensi Teknik Rekayasa Perangkat Lunak
PENGARUH KINERJA GURU DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA DI KABUPATEN KUDUS Arif Syaifudin; Ngasbun Egar; Nurkolis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1007

Abstract

Arif Syaifudin. NPM: 20510051. Pengaruh Kinerja Guru dan Budaya Sekolah Terhadap Mutu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kabupaten Kudus. Program Pascasarjana, Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang, Pembimbing I Dr. H. Ngasbun Egar, S.Pd.,M.Pd. Pembimbing II Dr. Nurkolis, M.M. Rumusan masalah ini adalah 1) adakah pengaruh Kinerja Guru Terhadap Mutu Sekolah di SMK Swasta Kabupaten Kudus; 2) adakah pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Mutu Sekolah di SMK Swasta Kabupaten Kudus; 3) adakah pengaruh Kinerja Guru dan Budaya Sekolah Terhadap Mutu Sekolah di SMK Swasta Kabupaten Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto atau penelitian kausal komparatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMK Swasta di Kabupaten Kudus yang terdiri dari 26 SMK. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SMK Swasta yang berjumlah 704 dan sampelnya 233 guru. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket (kuesioner). Uji instrument meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji prasarat meliputi uji linieritas, uji heteroksidasitas, uji normalitas. Kemudian juga ada uji dimensi. Teknik analisis data dalam penelitian dengan menggunakan Analisis Regresi dan Korelasi. Hasil penelitian 1) nilai Fhitung dari kinerja guru 553,064 Ftabel 3,90 (553,064 > 3,90) dengan nilai Sig 0,000 < 0,05 yang berarti. Hasil ini berarti kinerja guru memiliki kontribusi pengaruh sebesar 70,5% terhadap mutu sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kabupaten Kudus. 2) nilai Fhitung dari budaya sekolah 485,192 sedangkan Ftabel 3,90 (485,192 > 3,90) dengan nilai Sig 0,000 < 0,05 yang berarti budaya sekolah memiliki kontribusi pengaruh sebesar 67,7% terhadap mutu sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kabupaten Kudus. 3) kinerja guru dan budaya sekolah secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhahadap mutu sekolah. Hal ini dapat dilihat dari nilai Fhitung dari kinerja guru dan budaya sekolah secara bersama-sama sebesar 363,884 sedangkan Ftabel sebesar 3,90 (363,884 > 3,90) dengan nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai R-square sebesar 0,760. Hasil ini berarti kinerja guru dan budaya sekolah secara bersama-sama memiliki kontribusi pengaruh sebesar 76% terhadap mutu sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kabupaten Kudus. Kesimpulan: ada pengaruh kinerja guru dan budaya sekolah terhadap mutu sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kabupaten Kudus. Saran: Guru harus memahami betul konsep dari kurikulum yang digunakan, sehingga guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran dengan baik dan melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, serta guru perlu meningkatkan kompetensinya dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran.
PENGEMBANGAN ANALISIS SWOT DALAM PERENCANAAN STRATEGIK PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG Iswandi; Ngurah Ayu Nyoman; Ngasbun Egar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1036

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Mengetahui deskripsi analisis SWOT dalam strategik perencanaan Program Sekolah Penggerak yang digunakan di Sekolah Dasar selama ini di Kota Semarang. Penelitian yang digunakan dalam pelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan (Research & Development). Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Penggerak jenjang SD di wilayah Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang (SDN Karangrejo 01 dan SDN Sampangan 01). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-kualitatif. Sumber data yang terlibat pada studi pendahuluan ini adalah kepala sekolah dan guru. Sumber data pada studi ini diantaranya adalah pakar dan praktisi, dosen, dan pihak terkait dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. Teknik analis data pada penelitian yaitu melalui tiga aktivitas yaitu Kondensasi data/pemadatan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Berdasarkan hasil penilaian keenamskor tersebut diperoleh rerata 49,16 dan dinyatakan berkategori baik. Berikut saran dan masukan perbaikan model pengembangan kertas kerja swot dalam perencanaan strategik yaitu: Secara keseluruhan tahapan sudah baik dan urut tetapi perlu diperjelas Kembali dalam desainya, agar arah dan sasaranya tepat, dan secara prinsip sudah runtut namun ketegasan research gap kurang tampak, untuk menguatkan penemuan anda, coba gali dari sumber yang lebih luas agar hasil desain lebih jelas. Simpulan penelitian ini adalah Model pengembangan kertas kerja swot dalam perencanaan strategiksudah efektif dan layak digunakan. Kepala sekolah diharapkan dapat menggunakan kertas kerja swot dalam perencanaan strategik untuk melakukan analisis dalam organisasi Kata Kunci: Program Sekolah Penggerak, Perencanaan Strategik, Analisis SWOT
PENGARUH KEPUASAN KERJA GURU, KREATIVITAS GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP ETOS KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MA’ARIF NAHDATUL ULAMA SE-KABUPATEN PEKALONGAN Yulianto Yulianto; Nurkolis Nurkolis; Ngasbun Egar
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i1.15292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui  pengaruh kepuasan kerja terhadap etos kerja guru; 2) mengetahui pengaruh kreativitas terhadap etos kerja guru 3) mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap etos kerja guru; 4) mengetahui pengaruh secara bersama-sama kepuasan kerja, kreativitas dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap etos kerja guruPenelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah guru Sekolah Kejuruan Ma’arif Nahdatul Ulama se-Kabupaten Pekalongan sebanyak 242 orang. Sampel penelitian sebanyak 151 orang dengan teknik menggunakan proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan deskriptif dan regresi linear berganda.Hasil penelitian diketahui bahwa 1) Terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap etos kerja guru sebesar 27%, 2) Terdapat pengaruh kreativitas terhadap etos kerja guru sebesar 62,1%, 3) Terdapat  pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap etos kerja guru sebesar 35,8%, 4) Terdapat pengaruh kepuasan kerja, kreativitas dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap etos kerja guru sebesar 65%. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu  memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dalam proses belajar dan mengajar dan mengapresiasi guru yang mempunyai kemampuan dalam kerja cerdas. Kepala sekolah perlu meningkatkan kualitas pembinaan  pada guru dan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh staf di lingkungan sekolah.Implikasi dari penelitian ini adalah kepuasan kerja terhadap pekerjaannya perlu ditingkatkan melalui pelaksanaan kerja yang inovatif dan pemberian kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kemampuannya dalam proses belajar mengajar. Sekolah perlu memberikan dorongan dan motivasi bagi guru untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan guru dalam mengembangkan kreativitas. Kata kunci :  kepuasan kerja, kreativitas, kepemimpinan, etos kerja guru
PENGARUH PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, KOMPETENSI GURU PEMBINA EKSTRAKURIKULER, DAN MOTIVASI BERPRESTASI PESERTA DIDIK TERHADAP KINERJA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SMP/MTs Dewi Setyaningrum; Ngasbun Egar; Soedjono Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i1.15293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi capaian prestasi kegiatan ekstrakurikuler SMP/ MTs di Kecamatan Subah Kabupaten Batang yang belum maksimal. Hal tersebut menunjukkan kinerja kegiatan ekstrakurikuler  belum sesuai harapan. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan tanpa pengelolaan yang baik, guru pembina ekstrakurikuler tidak berkompeten, dan rendahnya motivasi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler, (2) pengaruh kompetensi guru pembina ekstrakurikuler terhadapa kinerja kegiatan ekstrakurikuler, pengaruh motivasi berprestasi peserta didik terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler, dan (3) pengaruh pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler, kompetensi guru pembina ekstrakurikuler dan motivasi berprestasi peserta didik secara bersama-sama terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler SMP/ MTs di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 118 guru yang dipilih secara proporsional random sampling. Pengujian penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler dengan persamaan Ŷ = 30,098 + 0,533X1; kekuatan korelasi sebesar 0,558 dengan kontribusi 31,2%; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh kompetensi guru pembina ekstrakurikuler terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler dengan persamaan Ŷ = 92,851 + 0,201X2 ; kekuatan korelasi sebesar 0,207  dengan kontribusi 4,3%; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh motivasi berprestasi peserta didik terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler dengan persamaan Ŷ = 47,969 + 0,574X3 ; kekuatan korelasi sebesar 0,594  dengan kontribusi 35,3%; (4) ada pengaruh signifikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler, kompetensi guru pembina ekstrakurikuler dan motivasi berprestasi peserta didik terhadap kinerja kegiatan ekstrakurikuler dengan persamaan Ŷ = - 0,044 + 0,250 X1 + 0,169 X2+ 0,450 X3  dengan kontribusi variabel independen sebesar 45,9 %. Saran pada penelitian ini adalah guru pembina ekstrakurikuler hendaknya memotivasi peserta didik dan meningkatkan kompetensi diri. Kepala sekolah hendaknya mengikutsertakan guru pembina ekstrakurikuler dalam program pendidikan dan pelatihan dan menjamin sarana prasarana. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya  mensosialisaikan dan menyiapkan penyelenggaraan program pelatihan dan pendidikan bagi guru pembina ekstrakurikuler.Kata kunci: Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler, Kompetensi Guru Pembina Ekstrakurikuler, Motivasi Berprestasi Peserta Didik, Kinerja Kegiatan Ekstrakurikuler
PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, KEPUASAN KERJA GURU, DAN PENGEMBANGAN KARIR GURU TERHADAP KINERJA GURU Mamik Miyarti; Ngasbun Egar; Soedjono Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.14989

Abstract

Kinerja guru dapat diartikan sebagai guru yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional, guru harus dapat mengelola proses pembelajaran dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan penelitian: 1) mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap kinerja guru, 2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja guru terhadap kinerja guru, 3) mengetahui pengaruh pengembangan karir guru terhadap kinerja guru dan 4) mengetahui pengaruh budaya sekolah, kepuasan kerja guru dan pengembangan karir guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru.Pendekatan penelitian eksplanatori. Jenis penelitian expost facto. Populasi penelitian 140 guru dan sampel penelitian 104 guru. Pengumpulan data dengan angket. Teknik analisis data dengan analisis data diskriptif, uji prasyarat yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji linieritas dan uji hipotesis meliputi regresi linier sederhana dan berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Analisis regresi menunjukan bahwa budaya sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru dengan persamaan Ŷ=88,269+0,282X1 dengan pengaruh sebesar 15,1%, (2) analisis regresi menunjukan bahwa kepuasan kerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru dengan persamaan Ŷ=97,680+0,263X2 dengan pengaruh sebesar 41%, (3) analisis regresi menunjukan bahwa pengembangan karir guru berpengaruh terhadap kinerja guru dengan persamaan Ŷ=99,939+0,245X2 dengan pengaruh sebesar 35%, dan 4) analisis regresi menunjukan bahwa budaya sekolah, kepuasan kerja guru dan pengembangan karir guru berpengaruh terhadap kinerja guru dengan persamaan Ŷ=51,829+0,281X1+0,178X2+0,091X3 dengan pengaruh sebesar 15,2 %.Simpulan penelitian ini adalah budaya sekolah, kepuasan kerja guru dan pengembangan karir guru berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 15,2%. Penulis menyarankan agar kepala sekolah melakukan motivasi, dorongan dan pembinaan kepada guru, serta bersikap adil kepada semua guru dalam upaya untuk meningkatkan kinerja. Kata Kunci: Budaya Sekolah, Kepuasan Kerja Guru Dan Pengembangan Karir Guru
PENGARUH PERAN KOMITE SEKOLAH, PERAN KEPALA SEKOLAH, DAN PENGELOLAAN PEMBIAYAAN SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH SMP DAN MTs Siti Waliyah; Ngasbun Egar; Soedjono Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.14991

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi capaian prestasi akademik dan non akademik  SMP dan MTS yang masih kurang maksimal  yang ditandai dengan hasil nilai ujian sekolah masih standar Ketuntasan Minimal, belum mampu meraih berbagai kejuaraan dalam lomba akademik dan non akademik baik tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional, masih terdapat siswa lulusan SMP dan MTs yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh komite sekolah terhadap mutu sekolah, (2) pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu sekolah, pengaruh pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah, dan (3) pengaruh komite sekolah, peran kepala sekolah dan pembiayaan sekolah secara bersama-sama terhadap mutu sekolah di SMP dan MTs zona Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 118 guru yang dipilih secara proporsional random sampling. Pengujian penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan komite sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 115,628 + 0,306X1; kekuatan korelasi sebesar 0,633 dengan kontribusi 14,0%; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 53,962 + 0,629X2 ; kekuatan korelasi sebesar 0,567 dengan kontribusi 32,1%; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 85,909 + 0,565X3 ; kekuatan korelasi sebesar 0,565  dengan kontribusi 31,9%; (4) ada pengaruh positif dan signifikan komite sekolah, peran kepala sekolah dan pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 28,570 + 0,164 X1 + 0,385 X2+ 0,293 X3  dengan kontribusi variabel independen sebesar 43,2 %. Saran pada penelitian ini adalah guru hendaknya meningkatkan kompetensinya untuk lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat menghantarkan peserta didik meraih prestasi dalam upaya peningkatan mutu sekolah. Kepala sekolah hendaknya menguasai kompetensi manajerial, kewirausahaan dan supervisi agar dapat menjalankan peran dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya meningkatkan mutu sekolah. Dinas Pendidikan hendaknya memberi fasilitas berupa workshop dan pelatihan kepada guru, kepala sekolah maupun komite sekolah tentang manajemen berbasis sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan mutu sekolah. Kata kunci: Komite Sekolah, Peran Kepala Sekolah,Pembiayaan Sekolah Mutu Sekolah
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI SURUH 01 KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG Budi Riyanto; Ngasbun Egar; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i1.15334

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesiapan SD Negeri Suruh 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar; (2) mengetahui Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di SD Negeri Suruh 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang; dan (3) mengetahui Faktor-faktor Penghambat Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di SD Negeri Suruh 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yakni penelitian yang memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual dan sistematis mengenai faktor-faktor, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya saja. Menggambarkan tentang realita empirik dibalik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas tentang Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di SD Negeri Suruh 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang (Studi Kesiapan Satuan Pendidikan Non Sekolah Penggerak). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan Studi Dokumentasi. Aktifitas pengumpulan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk mengecek keabsahan data peneliti menggunakan teknik pengamatan yang tekun dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) SD Negeri Suruh 01 secara empirik mempunyai kesiapan untuk mengimplementasikan Kebijakan Merdeka Belajar ditinjau dari Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana,  dan Anggaran Belanja Sekolah. (2) Pelaksaan Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di SD Negeri Suruh menunjukkan: (a) Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar PPDB Zonasi terlaksana 100% dari jalur zonasi dengan jumlah peserta 43 orang dari kuota 56 orang (2 rombel). (b) Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Penghapusan UN diubah menjadi AKM telah dilaksanakan untuk guru dan kepala satuan pendidikan tanggal 22-31 Agustus 2022 dan untuk siswa tanggal 2-3 November 2022 melalui proses sosialisasi, pembentukan panitia, penganggaran, dan  pelaksanaan. Hasil ANBK 2022 belum keluar sampai penelitian ini selesai dilaksanakan. (c) Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Fleksibilitas Pengelolaan BOS sudah dilaksanakan dengan kenaikan anggaran BOS yang diterima SD Negeri Suruh 01 sebesar Rp 222.300.000, transfer dari pusat kerekening sekolah dan sekolah fleksibel merencanaan melalui ARKAS Kemendikbudristek, (d) Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar RPP Yang Disederhanakan, dimana semua guru SD Negeri Suruh 01 sudah membuat RPP 1 lembar sebagaimana Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019. (e) Implementasi Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka di SD Negeri Suruh 01 melalui sosialisasi, pembentukan tim pengembang kurikulum, penganggaran dan terwujudlah Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) sebagai bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka. (3) Faktor-faktor Penghambat Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di SD Negeri Suruh 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang yaitu: (a) faktor beban kerja guru yang meningkat dan kurangnya guru seni, (b) faktor sarana prasarana yang yang belum lengkap di semua kelas LCD  Laptop, Acces Point Wifi, buku ajar kurikulum merdeka, dan buku  bacaan lainnya. (c) faktor aplikasi PPDB online masih sering trouble saat pelaksanaan dan kemampuan IT orang tua calon siswa juga masih rendah, dan (d) faktor pembiayaan, dimana anggaran  Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Honor untuk Guru Seni belum dianggarkan di RKAS 2022.
Unleashing the Power of Clustering: Enhancing Descriptive Text Writing through Innovative Teaching Techniques Laila Inggil Hikmawati; Ngasbun Egar; Siti Musarokah
Journal of English Education Program Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : FKIP - Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jeep.v4i2.59510

Abstract

This research delves into students' writing abilities, emphasizing the impact of utilizing clustering techniques in teaching descriptive text. The study aims to achieve three objectives: firstly, to assess the writing proficiency of students instructed without clustering techniques; secondly, to gauge the writing proficiency of students taught using clustering techniques; and thirdly, to determine the significant disparity in writing abilities between these two teaching methods. Employing a quasi-experimental quantitative design with pre- and post-tests, the research involves two distinct groups: one exposed to the clustering approach and the other to traditional instruction. Junior high school students in Semarang serves as the research setting, encompassing class VIII students. Data collection spanned eight sessions and encompassed pre-tests, treatment, and post-tests. The experimental group comprised 31 students, while the control group had 32 students. Analysis of the pre- and post-test results revealed noteworthy insights. Students in the control group exhibited a marginal decrease in average scores, from an initial 62.34 to 60.59, following conventional instruction. This contrasts with the experimental group, where clustering techniques potentially facilitated a more positive trajectory in writing skills. The study underscores the potential benefits of integrating clustering methods in teaching descriptive text, potentially enhancing students' written expression capabilities.