Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TINGKAT KEPENTINGAN ELEMEN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOMPLEK ALUN-ALUN UTARA SURAKARTA Arsyad, Ghufroni; Sarwadi, Ahmad
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This Study aims to understand the level of interest of public space element based on user perception who are categorized by visitor and traders in complex of north alun-alun surakarta. The study was conducted with a questionnaire of 100 visitors and 33 traders from the average population in the field divided into 4 segments to find out more in detail. Questionnaire data were analyzed with Multidimensional Scaling in SPSS to determine the ranking of the interests of 21 elements of public open space. Findings with double scaling according to visitors' perceptions that Pedestrian (Rank 1), Parking (rank 2) and Vegetation (Rank 3) while according to Pedestrian traders (rank 1), Places to Eat and drink (rank 2), Kiosk (Rank 3). In conclusion, the Pedestrian became the most important element in the public open space in Surakarta's northern plaza complex. The influence of the level of importance of elements of public open space varies depending on the settings and character of the open space itself.Keyword: Perception, Public Open Space, Multidimensionl ScalingAbstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan elemen ruang terbuka publik bedasarkan persepsi pengguna yang dikategorikan pengunjung dan pedagang di komplek alun-alun utara Surakarta. Studi dilakukan dengan kuisioner sejumlah 100 pengunjung dan 33 pedagang dari populasi rata-rata di lapangan yang di bagi 4 segmen untuk mengetahui lebih detail. Data kuisioner dianalisa dengan Multidimensional Scaling pada SPSS untuk mengetahui peringkat kepentingan dari 21 elemen ruang terbuka publik. Hasil Temuan dengan penskalaan ganda menurut persepsi pengunjung bahwa Pedestrian (Peringkat 1), Parkir (peringkat 2) dan Vegetasi (Peringkat3) sedangkan menurut pedagang Pedestrian (peringkat1), Tempat Makan/minum (peringkat2), Kios (Peringkat3). Kesimpulanya Pedestrian menjadi elemen yang paling penting di ruang terbuka publik di komplek alun-alun utara Surakarta. Pengaruh tingkat kepentingan elemen dari ruang terbuka publik berbeda-beda tergantung seting dan karakter dari ruang terbuka itu sendiri.Kata Kunci: Persepsi, Ruang terbuka publik, Multidimensional Scaling
Millennial Generation Preferences for Subsidy House Selection in Kendal Regency Naufal, Muhammad Fadhiil Hardian; Sarwadi, Ahmad
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v21i1.73443

Abstract

Housing is a fundamental human need providing shelter, security, and comfort. Preferences in housing vary among consumers, particularly across different generations. This study aims to identify millennial preferences in subsidized housing and the factors influencing these preferences in Kendal Regency. Quantitative research methodology was employed, utilizing exploratory secondary data collection. Variables included design, housing type, location, geography, and costs. Data collection involved both secondary and primary sources, with questionnaires distributed to 120 millennial beneficiaries of subsidized housing loans in Kendal Regency. Data analysis encompassed univariate and bivariate analysis. Chi Square test showing significant associations were found between income, occupation, age, and geographic location with housing preferences, highlighting the importance of economic and demographic factors in shaping housing decisions. Education, however, did not show a significant impact on these preferences. These findings underscore the need for targeted policies and marketing strategies to meet the diverse housing preferences of millennials in subsidized housing contexts.
Peningkatan Jumlah dan Kompetensi Nelayan Melalui Program Sosialisasi dan Magang, di Kalurahan Poncosari, Srandakan Bantul di Yogyakarta Heliani, Leni Sophia; Partosuwiryo1, Suwarman; Setiawan, Juswono Budi; Nayati, Widya; Sarwadi, Ahmad; Suyanta, Suyanta
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10550

Abstract

Pesisir DI Yogyakarta, Kalurahan Poncosari memiliki potensi sumberdaya perikanan dan kelautan  yang belum dioptimalkan, yang disebakan oleh kurangnya jumlah   dan   keterampilan nelayan.  Kegiatan Pengabdian masyarakat Desa Binaan melaksanakan pengembangan profesi nelayan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, terkait profesi nelayan. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi profesi nelayan dan magang nelayan untuk menambah jumlah (regenerasi atau pengkaderan nelayan). Hasil kegiatan sosialisasi diikuti oleh sekiat 40 orang pemuda, yang terdiri dari nelayan muda, petani, penambang pasir dan karang taruna. Hasil kuisioner sosialisasi menunjukan pengetahuan dan ketertarikan peserta terhadap profesi nelayan meningkat. Sosialisasi dilanjutkan kegiatan magang nelayang yang diikuti oleh 7 peserta dan dilaksanakan selama 4 hari, dengan hasil peningkatan kemampuan sangat baik, dimana peserta magang telah memiliki 90% kemampuan yang ditargetkan, sehingga dapat di klasifikasi pada nelayan pemula, berupa adaptasi dengan pelayaran, peningkatan keberanian dan keterampilan  procedural pengoprasian dan penangkapan ikan dengan pendampingan
EKSPANSI TERITORI PADA HUNIAN DI KAMPUNG MOJO KOTA SURAKARTA PASCA PROGRAM UPGRADING yenni yosita br barus; Fikrian Rafika Dewi; Findara Illa Nursyifa; Ardhya Nareswari; Ahmad Sarwadi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4187

Abstract

Abstract: Kampung Mojo is one of the settlements in Surakarta City where the KOTAKU (City Without Slums) program is implemented. This initiative aims to improve the quality of basic infrastructure in slum areas, thereby reducing slum conditions. The program has redesigned the settlements by clear boundaries within residential areas, including the organization of residential layouts, plot arrangements, street spaces, and open spaces. During observations in September 2023, a notable phenomenon emerged regarding how residents use the outdoor spaces of their houses, such as alleys, streets, and leftover land, to accommodate personal and social activities. This research aims to identify the forms and patterns of territorial expansion within residential areas, providing valuable insights for future space management in Kampung Mojo following infrastructure upgrades. The study employs a qualitative approach, with primary data collected through direct observation and interviews at the research site, followed by descriptive analysis. Findings indicate that territorial expansion is a response to the limited available space, where residents utilize surrounding spaces to meet personal needs and create spaces for social gatherings. Keywords: Expansion, Settlements, Post Upgrading Abstrak: Kampung Mojo adalah salah satu kawasan lokasi penanganan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Surakarta.Tujuan program tersebut adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sehingga berkurang tingkat kekumuhannya. Kawasan permukiman didesain dengan batas-batas yang jelas pada ruang pembentuk kawasan seperti bentuk dan kavling hunian, jalan lingkungan, dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan september 2023, banyak ditemukan fenomena penggunaan ruang di luar hunian seperti gang dan jalan untuk mengakomodasi aktivitas pribadi dan juga sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola ekspansi teritori primer (hunian) dan agar dapat menjadi masukan terhadap pengelolaan ruang di Kampung Mojo pasca upgrading. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui observasi wawancara yang diambil dari lapangan dan analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ekspansi teritori yang terjadi di Kampung Mojo baik penataan Tahap 1 dan Tahap 2 pasca upgrading merupakan respon dari keterbatasan ruang di dalam rumah dan kebutuhan ruang komunal untuk aktivitas sosial. Kata Kunci: Ekspansi, Permukiman, Pasca Upgrading
Persebaran dan Daya Layan Pasar Modern di Kota Pekanbaru: Distribution and Serviceability of Modern Markets in Pekanbaru City Maulidah Ramadhani Harahap; Ahmad Sarwadi
Jurnal Sinar Manajemen Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jsm.v10i2.3493

Abstract

Pertumbuhan penduduk mendorong terjadinya perubahan pada pola kebutuhan penduduk, pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru akan berdampak pada perkembangan pasar modern yang terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya jumlah kebutuhan penduduk. Pasar modern adalah fasilitas pelayanan yang memiliki peran meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kota Pekanbaru memiliki 22 pasar modern yang tersebar di 12 kecamatan dan terdapat 3 kecamatan yang tidak memiliki pasar modern. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi pola persebaran spasial pasar modern dan mengukur ketersediaan dan layanan fasilitas pasar modern di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif dengan mengolah data primer dan sekunder. Pola spasial dilakukan dengan analisis tetangga terdekat (nearest neighbour analysis) sehingga menghasilkan bagaimana pola distribusi keruangan pasar modern di Kota Pekanbaru. Analisis daya layan dilakukan dengan menentukan jumlah masing-masing penduduk kecamatan dengan perbandingan jumlah pasar modern yang sesuai dengan standar penduduk. Penyesuaian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan arahan rencana tata ruang di Kota Pekanbaru Persebaran lokasi pasar modern di Kota Pekanbaru membentuk pola menggelompok, pada analisis tetangga terdekat. Persebaran pasar modern terjadi pemusatan di pusat kota. Hal tersebut terjadi karena tingginya tekanan kegiatan pada pusat kota. Pusat kota memiliki daya layan yang tinggi dan memiliki 4 pasar modern pada 1 kecamatan. Perlu adanya pemerataan terhadap persebaran pasar modern di Kota Pekanbaru berdasarkan arahan rencana tata ruang wilayah Kota Pekanbaru tahun 2020-2040 hal ini dilakukan karena di Kota Pekanbaru masih terdapat 3 kecamatan yang tidak memiliki pasar modern.
Peran fasilitas tempat duduk ruang luar bagi lansia di permukiman padat Kota Yogyakarta Diananta Pramitasari; Ulfaizah Sahril; Ahmad Sarwadi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 6 No 1 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2021 ~ April 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v6i1.565

Abstract

The environmental amenities of areas with a high elderly population need to be adjusted to support their lives and ensure they experience a healthy aging process. Therefore, this research examines the role of residential areas in providing support to the daily activities of the elderly for their optimal and everyday use of available outdoor seating facilities. Data were obtained from 25 outdoor seating facilities in a densely populated environment in Yogyakarta City center through observations, interviews, and person-centered mapping of the elderly as respondents. The results showed that the elderly utilize outdoor seating for social, recreation, rest, shelter, and household activities. Therefore, it is still necessary to improve the physical quality of seating in these facilities to ensure that they are maximally utilized by the elderly. The important aspect in establishing these criteria are as follows: (1) dimensions, (2) protection, (3) material, (4) Form, and (5) comfort.