Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI PADA SISTEM RAWAT GABUNG DI RUANG BUGENVILE I RSUD KUDUS TAHUN 2012 Noor Hidayah; Yoni F faridah; henny Kasiyanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : ASI merupakan nutrisis terbaik bagi bayi. ASI mengandung berbagai zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi. Pemberian Asi di pengaruhi oleh beberapa factor antara lain : pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI,kondisi bayi dan kondisi bayi itu sendiri dan juga kemampuan dalam manajemen laktasi . keberhasilan dalam system Rawat Gabung salah satu indicator keberhasilannya dilihat dari keberhasilan ibu dalam memberikan Asi terhadap bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor  yang berhubungan dengan pemberian ASI  dengan sistem    Rawat gabung di Ruang neonatal Bugenvile I Rumah Sakit Umum Kudus Tahun 2012.Metode yang digunakan : Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 30 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini di lakukan pada bulan desember 2012 sampai dengan januari 2013. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner kondisi ibu dan kondisi bayi  terhadap pemberian ASI EksklusifHasil Yang Diperoleh : kondisi ibu baik sebanyak 25 ( 83,3 % ) responen dan kondisi ibu yang jelek sebanyak 5 ( 16,7 % ). kondisi  Bayi baik  sebanyak 24 (   80,0% )  sedangkan bayi dengan kondisi jelek sebanyak 6 ( 20,0% ). Pada kondisi ibu dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 14,000 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  hubungan antara kondisi ibu dengan pemberian ASI di Ruang Bugenvile RSUD Kudus. Pada kondisi Bayi dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 17,500 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor kondisi bayi  dengan pemberian ASI.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEAGLE TRAINING DENGAN PRAKTIK PELAKSANAN KEAGLE TRIANING LANSIA YANG MENGALAMI INKONTINENSIA URIN Rusyda Ulya; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

salah satu trend pada dekade ini adalah peningkatan jumlah lansia yang dapat menyebabkan penurunan pada fungsi fisiologis psiskologis dan mental. salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan pada sistem perkemihan yang menyebabkan terjadinya inkontinensia urin . hal ini dapat diatasi dengan tindakan operatif dan non operatif. tindakan operatif yaitu dengan pelatihan keagle training yang tingkat keberhasilannya jauh lebih besar dan tanpa resiko dibandingkan dengan tindakan peratif yang resikonya jauh lebih besar. jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dan bentuk deskriptif corelatif dengan jumlah sampel jenuh 35 orang kepada keluarga yang tinggal dengan lansia yang berusia 60 tahun keatas yang mengalami inkontinensia urin. hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan praktik pelaksanaan keagel training yang dibuktikan dengan nilai r = 0.715 dan nila p = 0.000 yang berarti Ho ditolak Ha diterima hasil penelitian ini dapat disimpulkan tingkat pengetahuan sampel yang didapatkan dari pendidikan tinggi berpengaruh pada praktik latihan keagle.
KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS KELAS III BERDASARKAN FASILITAS DI RUANG NIFAS RSU AISYIYAH KUDUS Ika tristanti; Noor Hidayah; Devi Madera; Farida Putri Ariyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.628

Abstract

Latar Belakang : Hal yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kesehatan, karena dengan kesehatan manusia dapat menikmati kehidupan di dunia tanpa merasakan ketidaknyamanan akibat menderita penyakit. Sejak tanggal 1 Januari 2014, di Indonesia telah didirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai bentuk tanggung jawab Negara untuk melindungi kesehatan warganya (Universal Health Coverage)  sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas pelayanan BPJS dianggap kurang dari standar baik dari segi obat yang digunakan, kondisi ruangan dan fasilitas ,dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan. Masyarakat menganggap bahwa ada perbedaan kualitas pelayanan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Tujuan : untuk mengetahui hubungan fasilitas ruang perawatan nifas kelas III dengan kualitas pelayanan di RSU Aisyiyah Kudus.. Metode : Jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik sampel random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Fasilitas ruang nifas pada pasien BPJS kelas III di RSU Aisyiyah Kudus Tahun 2017 didapatkan hasil 31 orang responden (57.4%) mendapat fasilitas ruang nifas baik.Kualitas pelayanan pasien BPJS kelas III di RS Aisyiyah Kudus Tahun 2017 di dapatkan hasil 36 orang responden (66,7%) merasa puas.Ada hubungan Fasilitas Ruang Nifas dengan Kualitas pelayanan BPJS kelas III di RS Aiyiyah Kudus Tahun 2017 dengan  p value  sebesar sebesar 0,000 (α0,05) dengan tingkat korelasi tinggi (0,721) Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas akan menunjang kualitas pelayanan kepada pasien termasuk pasien BPJS kelas III di ruang nifas RSU Aisyiyah Kudus
PENGETAHUAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN STATUS MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Umi Faridah; Noor Hidayah; Siti Nur Afifah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i2.1583

Abstract

 Perkembangan pada anak usia dini salah satunya dapat dilihat dari status motorik halus. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang dilalui anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi status motorik halus adalah pengetahuan ibu dan status gizi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan status motorik halus pada anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan 84 sampel dengan Teknik simple random sampling dengan mengambil jumlah populasi di TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL sebanyak 105 Anak. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan instrument yang digunakan adalah kuesioner dan formulir Denver II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus 2022 dengan P Value = 0,000 (0.05), nilai OR sebesar 7,227. Pengetahuan ibu berhubungan dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun 2022.
HUBUNGAN PERAN EDUKATOR PERAWAT DENGAN KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PATI TAHUN 2019 M Jauhar; Noor Hidayah; YuliSetyaningrum YuliSetyaningrum; Puji Krisbiantoro; Nuri Lisza Utamy
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v4i1.949

Abstract

Latar Belakang : Upaya pencegahan dekubitus perlu memperhatikan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang dimiliki oleh perawat. Tingkat keberhasilan dalam upaya pencegahan tergantung dari hal tersebut, akan tetapi berbagai studi mengindikasikan bahwa perawat tidak memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup dalam memahami isi panduan penanganan dan kegiatan pencegahan dekubitus. Berdasarkan data dari Komite Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (KPPI) Rumah Sakit Islam Pati pada tahun 2017,  didapatkan data bahwa angka kejadian dekubitus ada 4 kasus (6,48 ‰  atau 1,35 % pada pasien stroke yang dirawat di RSI Pati. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati Metode : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan jenis korelasional menggunakan rancangan berupa pendekatan cross sectional. Dalam peneltian ini di ukur dan diobservasi antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke.Hasil : berdasarkan hasil uji korelasi Chi Square nilai p value =0,006 lebih kecil dari 0,05. Diketahui bahwa p value ≤ α maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diambil keputusan bahwa ada hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati tahun 2019. Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara peran edukator perawat dengan    kejadian dekubitus,pada pasien stroke. 
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ANAK, USIA DAN POLA GOSOK GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA WANITA USIA SUBUR DI RSU KUMALA SIWI KUDUS Desinta Herawati; Noor Hidayah; Umi Faridah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1348

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) di dunia, 60 - 90% dari anak usia sekolah dan hampir 98% orang dewasa mengalami kerusakan gigi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2008, kelompok umur 10-24 tahun lebih banyak menderita karies yakni 66,8-69,5%. Fakta yang terjadi 72,1% penduduk Indonesia memiliki masalah karies dan 46,5% diantaranya tidak melakukan perawatan terhadap karies yang dideritanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan jumlah anak, usia dan pola gosok gigi dengan karies gigi pada wanita usia subur di RSU Kumala Siwi Kudus. Penelitian ini berjenis Analitik korelasi dengan metode Cross sectional, populasi sebanyak 76 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 43 responden dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling.Hasil Penelitian menunjukan tidak ada hubungan bermakna jumlah anak dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.346, Tidak ada hubungan bermakna usia dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.951 dan Ada hubungan bermakna Pola gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.004. Ada hubungan bermakna Pola gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur di RSU Kumala Siwi Kudus dengan nilai p Value = 0.004.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF JANGKA PENDEK PASIEN STROKE NON HEMORARGI DI POLI KLINIK SARAF RUMAH SAKIT ISLAM PATI Warji Warji; Noor Hidayah; Heny Siswati; Siti Mustainah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.954

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian stroke non hemorargi  mengalami peningkatan dari tahun ketahun di RSI Pati, adanya stroke mengakibatkan terjadinya masalah pada pasien yang salah satunya gangguang kognitif, keadaan ini diperburuk dengan gangguan tidur yang dialami sebagian besar pasien stroke. Keadaan gangguan tidur pada pasien stroke dapat disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah keadaan stress pasien dalam menerima keadaan penyakit stroke yang diderita. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Islam Pati Metode: Jenis penelitian ini adalah kolerasional  dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 33. Uji analisis yang digunakan adalah dengan rank spearmanHasil : dari analisis statistic yang dilakukan p value 0,000 dan nilai r 0,609.  Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Rumah Sakit Islam Pati, dengan tingkat kekuatan hubungan yang kuat dan arah hubungan positif yang artinya semakin baik kualitas tidur maka fungsi kognitif akan semakin baik pada pasien stroke non hemorargi.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPOUSE PADA WANITA PREMENOPOUSE DIPOSBINDU DESA KAYEN WILAYAH PUSKESMAS KAYEN PATI Edita Pusparatri; Ali Solikin; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo; Kaelah Kaelah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.941

Abstract

Latar Belakang :Premenopause terjadi pada usia dewasa madya, masa dewasa madya dalam terminologi kronologis yaitu tahun-tahun antar usia 45 dan 65 tahun. Pada masa dewasa madya ini seksualitas mengalami penurunan. Masa dewasa madya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mentalPerubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang prmenopause meliputi merasa tua, tidak menarik lagi, tertekan karena takut menjadi tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng, keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasaan (orgasme), merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Di Posbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati tahun 2019 Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini seluruh pasien premenopause diposbindu desa kayen yang berusia 40-45 tahunsebanyak 40 orang sebanyak 36 orang Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil :Ada hubungan ada hubungan penerimaan diridengan kecemasan dalam menghadapi menopause pada wanita premenopausedi posbindu Desa Kayen wilayah Puskesmas Kayen Pati dengan ρ value adalah 0,001 0,05
HUBUNGAN PEKERJAAN DENGAN LILA IBU WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Lisa Nuraida Annas; Umi Faridah; Noor Hidayah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2496

Abstract

Latar Belakang: Pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur (WUS) baik ibu hamil merupakan salah satu cara deteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok beresiko KEK. Penyebab KEK dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) yang merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten KudusMetode: Jenis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan instrument yang digunakan adalah lembar ceklist dan lembar observasiHasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus dengan P Value sebesar 0,007 ( 0,05), OR = 3,32.Kesimpulan: Ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT SISWA TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PRAMBATAN LOR, KALIWUNGU, KUDUS Ika Tristanti; Noor Hidayah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.960

Abstract

Banyak penyakit yang terjadi disebabkan oleh buruknya perilaku hidup dari masyarakat sendiri. Termasuk di dalamnya adalah penyakit yang dialami oleh siswa taman kanak-kanak. Di TK Asisyiyah Bustanul Athfal Prambatan Lor, rata-rata setiap minggu ada siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit, antara lain: diare, batuk pilek, tipus,dll. Hasil observasi diketahui bahwa: siswa belum bisa mencuci tangan secara benar, siswa tidak terbiasa melakukan cuci tangan, di kelas belum tersedia fasilitas cuci tangan, siswa terbiasa jajan sembarangan di depan sekolah, siswa tidak buang sampah di tempat sampah, banyak siswa susah makan dan lebih sering jajan makanan instan di warung. Metode pelaksanaan : promotif dengan cara memberikan penyuluhan perilaku hidup bersih sehat pada siswa TK melibatkan siswa dan orangtuanya, memfasilitasi tempat cuci tangan bersih di setiap kelas, membentuk gugus awas kebersihan di sekolah yang terdiri dari guru, siswa dan penjual makanan.Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain: pengetahuan dan kesadaran siswa tentang perilaku hidup bersih sehat meningkat, siswa sudah mempraktikkan cuci tangan bersih sebelum dan sesudah makan, gugus awas kebersihan di sekolah sudah terbentuk dan berfungsi. Perilaku hidup bersih sehat siswa TK meliputi: cuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi, menghindari asap rokok, makan makanan bergizi, buang air besar dan kecil di kamar mandi, memotong kuku, menyikat sepatu, membersihkan pakaian. Kesimpulan: dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh dosen STIKES Muhammadiyah Kudus di TK ABA Prambatan Lor, maka terjadi perubahan perilaku bersih sehat siswa TK ABA yang semula tidak sehat menjadi perilaku yang sehat.