Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS SOSIAL EKONOIMI DENGAN PARTISIPASI KEHADIRAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSNDU Noor Hidayah; Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : promosi kesehatan bertujuan untuk merubah pandangan atau perilaku bahwa partisipasi ibu balita penting untuk di lakukan dan diharapkan demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal pada sikap mendidik. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu pendidikan, perilaku dan status sosial ekonomi untuk menadapat sikap yang baik dalam hal kesehatan hasil studi pendahuluan diperoleh gambaran, bahwa partisipasi ibu balita di posyandu Mugirahayu I.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan partisipasi kehadiran ibu balita dalam kegiatan posyandu Mugirahayu I di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan Tahun 2014Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di posyandu Mugirahayu I di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan pada bulan Oktober – Desember Tahun 2013 yaitu sebanyak 35 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 35 orang, analisa data yang di uji chi square.Hasil penelitian diperoleh sebagaian besar yang tidak aktif memiliki tingkat pendidikan tidak/tamat SD sebanyak 17 orang (85,9%) dan sebagian besar yang memiliki status sosial ekonomi rendah sebanyak 18 orang (85,7%) jadi ada hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan partisipasi kehadiran ibu balita dalam kegiatan posyandu Mugirahayu I Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI PADA SISTEM RAWAT GABUNG DI RUANG BUGENVILE I RSUD KUDUS TAHUN 2012 Noor Hidayah; Yoni F faridah; henny Kasiyanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : ASI merupakan nutrisis terbaik bagi bayi. ASI mengandung berbagai zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi. Pemberian Asi di pengaruhi oleh beberapa factor antara lain : pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI,kondisi bayi dan kondisi bayi itu sendiri dan juga kemampuan dalam manajemen laktasi . keberhasilan dalam system Rawat Gabung salah satu indicator keberhasilannya dilihat dari keberhasilan ibu dalam memberikan Asi terhadap bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor  yang berhubungan dengan pemberian ASI  dengan sistem    Rawat gabung di Ruang neonatal Bugenvile I Rumah Sakit Umum Kudus Tahun 2012.Metode yang digunakan : Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 30 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini di lakukan pada bulan desember 2012 sampai dengan januari 2013. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner kondisi ibu dan kondisi bayi  terhadap pemberian ASI EksklusifHasil Yang Diperoleh : kondisi ibu baik sebanyak 25 ( 83,3 % ) responen dan kondisi ibu yang jelek sebanyak 5 ( 16,7 % ). kondisi  Bayi baik  sebanyak 24 (   80,0% )  sedangkan bayi dengan kondisi jelek sebanyak 6 ( 20,0% ). Pada kondisi ibu dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 14,000 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  hubungan antara kondisi ibu dengan pemberian ASI di Ruang Bugenvile RSUD Kudus. Pada kondisi Bayi dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 17,500 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor kondisi bayi  dengan pemberian ASI.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEAGLE TRAINING DENGAN PRAKTIK PELAKSANAN KEAGLE TRIANING LANSIA YANG MENGALAMI INKONTINENSIA URIN Rusyda Ulya; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

salah satu trend pada dekade ini adalah peningkatan jumlah lansia yang dapat menyebabkan penurunan pada fungsi fisiologis psiskologis dan mental. salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan pada sistem perkemihan yang menyebabkan terjadinya inkontinensia urin . hal ini dapat diatasi dengan tindakan operatif dan non operatif. tindakan operatif yaitu dengan pelatihan keagle training yang tingkat keberhasilannya jauh lebih besar dan tanpa resiko dibandingkan dengan tindakan peratif yang resikonya jauh lebih besar. jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dan bentuk deskriptif corelatif dengan jumlah sampel jenuh 35 orang kepada keluarga yang tinggal dengan lansia yang berusia 60 tahun keatas yang mengalami inkontinensia urin. hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan praktik pelaksanaan keagel training yang dibuktikan dengan nilai r = 0.715 dan nila p = 0.000 yang berarti Ho ditolak Ha diterima hasil penelitian ini dapat disimpulkan tingkat pengetahuan sampel yang didapatkan dari pendidikan tinggi berpengaruh pada praktik latihan keagle.
KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS KELAS III BERDASARKAN FASILITAS DI RUANG NIFAS RSU AISYIYAH KUDUS Ika tristanti; Noor Hidayah; Devi Madera; Farida Putri Ariyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.628

Abstract

Latar Belakang : Hal yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kesehatan, karena dengan kesehatan manusia dapat menikmati kehidupan di dunia tanpa merasakan ketidaknyamanan akibat menderita penyakit. Sejak tanggal 1 Januari 2014, di Indonesia telah didirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai bentuk tanggung jawab Negara untuk melindungi kesehatan warganya (Universal Health Coverage)  sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas pelayanan BPJS dianggap kurang dari standar baik dari segi obat yang digunakan, kondisi ruangan dan fasilitas ,dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan. Masyarakat menganggap bahwa ada perbedaan kualitas pelayanan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Tujuan : untuk mengetahui hubungan fasilitas ruang perawatan nifas kelas III dengan kualitas pelayanan di RSU Aisyiyah Kudus.. Metode : Jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik sampel random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Fasilitas ruang nifas pada pasien BPJS kelas III di RSU Aisyiyah Kudus Tahun 2017 didapatkan hasil 31 orang responden (57.4%) mendapat fasilitas ruang nifas baik.Kualitas pelayanan pasien BPJS kelas III di RS Aisyiyah Kudus Tahun 2017 di dapatkan hasil 36 orang responden (66,7%) merasa puas.Ada hubungan Fasilitas Ruang Nifas dengan Kualitas pelayanan BPJS kelas III di RS Aiyiyah Kudus Tahun 2017 dengan  p value  sebesar sebesar 0,000 (α<0,05) dengan tingkat korelasi tinggi (0,721) Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas akan menunjang kualitas pelayanan kepada pasien termasuk pasien BPJS kelas III di ruang nifas RSU Aisyiyah Kudus
Strategi Menulis DPLT (Dengarkan, Pikirkan, Lengkapi, Dan Tuliskan) Dalam Mengembangkan Karakter Religius Muhammad Majdi; Lailatul Husna; Noor Hidayah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.902

Abstract

Karakter Religius menjadi salah satu pondasi yang penting bagi peserta didik dalam bekalnya menjadi makhluk sosial. Hal tersebut melatar belakangi penelitian ini yang dikolaborasikan dengan pembelajaran menulis kalimat pada jenjang sekolah dasar dengan maksud menumbuhkan jiwa religiusnya dengan beberapa indikator seperti sikap patuh menjalankan ibadah yang dianut, saling menghargai, tidak membeda-bedakan teman yang beragama lain, hidup rukun dengan semua teman, dan  memberi salam kepada semua orang ketika sedang bertemu.  Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian implementasi strategi DPLT (dengarkan, pikirkan, lengkapi dan tuliskan) berjalan dengan baik sesuai langkah-langkahnya yang terdiri dari bagian 1) dengarkan, 2) pikirkan, 3)lengkapi dan 4) tuliskan. Sedangkan korelasi pendidikan karakter religius  dengan strategi DPLT terdapat pada beberapa langkah penerapan strategi pembelajaran sesuai dengan indikator pendidikan karakter religius, seperti dalam adab berpakaian, memberi dan menjeawab salam,  berdoa sebelum melakukan kegiatan, interaksi dengan gerakan-gerakan yang disunahkan oleh agama, menghargai serta sopan antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
HUBUNGAN PERAN EDUKATOR PERAWAT DENGAN KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PATI TAHUN 2019 M Jauhar; Noor Hidayah; YuliSetyaningrum YuliSetyaningrum; Puji Krisbiantoro; Nuri Lisza Utamy
Indonesia Jurnal Perawat Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v4i1.949

Abstract

Latar Belakang : Upaya pencegahan dekubitus perlu memperhatikan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang dimiliki oleh perawat. Tingkat keberhasilan dalam upaya pencegahan tergantung dari hal tersebut, akan tetapi berbagai studi mengindikasikan bahwa perawat tidak memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup dalam memahami isi panduan penanganan dan kegiatan pencegahan dekubitus. Berdasarkan data dari Komite Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (KPPI) Rumah Sakit Islam Pati pada tahun 2017,  didapatkan data bahwa angka kejadian dekubitus ada 4 kasus (6,48 ‰  atau 1,35 % pada pasien stroke yang dirawat di RSI Pati. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati Metode : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan jenis korelasional menggunakan rancangan berupa pendekatan cross sectional. Dalam peneltian ini di ukur dan diobservasi antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke.Hasil : berdasarkan hasil uji korelasi Chi Square nilai p value =0,006 lebih kecil dari 0,05. Diketahui bahwa p value ≤ α maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diambil keputusan bahwa ada hubungan antara peran edukator perawat dengan kejadian dekubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Pati tahun 2019. Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara peran edukator perawat dengan    kejadian dekubitus,pada pasien stroke. 
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ANAK, USIA DAN POLA GOSOK GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA WANITA USIA SUBUR DI RSU KUMALA SIWI KUDUS Desinta Herawati; Noor Hidayah; Umi Faridah
Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1348

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) di dunia, 60 - 90% dari anak usia sekolah dan hampir 98% orang dewasa mengalami kerusakan gigi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2008, kelompok umur 10-24 tahun lebih banyak menderita karies yakni 66,8-69,5%. Fakta yang terjadi 72,1% penduduk Indonesia memiliki masalah karies dan 46,5% diantaranya tidak melakukan perawatan terhadap karies yang dideritanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan jumlah anak, usia dan pola gosok gigi dengan karies gigi pada wanita usia subur di RSU Kumala Siwi Kudus. Penelitian ini berjenis Analitik korelasi dengan metode Cross sectional, populasi sebanyak 76 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 43 responden dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling.Hasil Penelitian menunjukan tidak ada hubungan bermakna jumlah anak dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.346, Tidak ada hubungan bermakna usia dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.951 dan Ada hubungan bermakna Pola gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur dengan nilai p Value = 0.004. Ada hubungan bermakna Pola gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada wanita usia subur di RSU Kumala Siwi Kudus dengan nilai p Value = 0.004.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF JANGKA PENDEK PASIEN STROKE NON HEMORARGI DI POLI KLINIK SARAF RUMAH SAKIT ISLAM PATI Warji Warji; Noor Hidayah; Heny Siswati; Siti Mustainah
Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.954

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian stroke non hemorargi  mengalami peningkatan dari tahun ketahun di RSI Pati, adanya stroke mengakibatkan terjadinya masalah pada pasien yang salah satunya gangguang kognitif, keadaan ini diperburuk dengan gangguan tidur yang dialami sebagian besar pasien stroke. Keadaan gangguan tidur pada pasien stroke dapat disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah keadaan stress pasien dalam menerima keadaan penyakit stroke yang diderita. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Islam Pati Metode: Jenis penelitian ini adalah kolerasional  dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 33. Uji analisis yang digunakan adalah dengan rank spearmanHasil : dari analisis statistic yang dilakukan p value 0,000 dan nilai r 0,609.  Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Rumah Sakit Islam Pati, dengan tingkat kekuatan hubungan yang kuat dan arah hubungan positif yang artinya semakin baik kualitas tidur maka fungsi kognitif akan semakin baik pada pasien stroke non hemorargi.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPOUSE PADA WANITA PREMENOPOUSE DIPOSBINDU DESA KAYEN WILAYAH PUSKESMAS KAYEN PATI Edita Pusparatri; Ali Solikin; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo; Kaelah Kaelah
Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.941

Abstract

Latar Belakang :Premenopause terjadi pada usia dewasa madya, masa dewasa madya dalam terminologi kronologis yaitu tahun-tahun antar usia 45 dan 65 tahun. Pada masa dewasa madya ini seksualitas mengalami penurunan. Masa dewasa madya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mentalPerubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang prmenopause meliputi merasa tua, tidak menarik lagi, tertekan karena takut menjadi tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng, keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasaan (orgasme), merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Di Posbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati tahun 2019 Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini seluruh pasien premenopause diposbindu desa kayen yang berusia 40-45 tahunsebanyak 40 orang sebanyak 36 orang Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil :Ada hubungan ada hubungan penerimaan diridengan kecemasan dalam menghadapi menopause pada wanita premenopausedi posbindu Desa Kayen wilayah Puskesmas Kayen Pati dengan ρ value adalah 0,001 < 0,05
MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS GUBUG 1 Noor Hidayah; Yuli Arief Hidayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.947 KB)

Abstract

Mutu pelayanan adalah derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan terhadap asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar profesi. Salah satu aspek dari mutu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah dibandingkan dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap Puskesmas Gubug 1. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien BPJS yang memenuhi kriteria inklusi berjumah 55 orang. Hasil penelitian didapatkan responden yang mengatakan mutu pelayanannya baik dan merasa puas 37 responden, dan mengatakan baik tetapi tidak puas 10 responden, mutu pelayanannya tidak baik dan merasa puas 2 responden, sedangkan tidak baik dan tidak puas 6 responden.Pengujian hipotesa menggunakan uji Fisher Exact Test didapatkan hasil ρ value 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS.Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien BPJS di Ruang Rawat Inap Puskesmas Gubug 1. Saran perlu membenahi pengaturan ruangan yang nyaman, kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan dan memberikan perhatian dalam penjagaan barang berharga, serta perlunya mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan.