Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPOUSE PADA WANITA PREMENOPOUSE DIPOSBINDU DESA KAYEN WILAYAH PUSKESMAS KAYEN PATI Edita Pusparatri; Ali Solikin; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo; Kaelah Kaelah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.941

Abstract

Latar Belakang :Premenopause terjadi pada usia dewasa madya, masa dewasa madya dalam terminologi kronologis yaitu tahun-tahun antar usia 45 dan 65 tahun. Pada masa dewasa madya ini seksualitas mengalami penurunan. Masa dewasa madya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mentalPerubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang prmenopause meliputi merasa tua, tidak menarik lagi, tertekan karena takut menjadi tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng, keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasaan (orgasme), merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Di Posbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati tahun 2019 Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini seluruh pasien premenopause diposbindu desa kayen yang berusia 40-45 tahunsebanyak 40 orang sebanyak 36 orang Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil :Ada hubungan ada hubungan penerimaan diridengan kecemasan dalam menghadapi menopause pada wanita premenopausedi posbindu Desa Kayen wilayah Puskesmas Kayen Pati dengan ρ value adalah 0,001 0,05
HUBUNGAN PEKERJAAN DENGAN LILA IBU WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Lisa Nuraida Annas; Umi Faridah; Noor Hidayah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2496

Abstract

Latar Belakang: Pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur (WUS) baik ibu hamil merupakan salah satu cara deteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok beresiko KEK. Penyebab KEK dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) yang merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten KudusMetode: Jenis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan instrument yang digunakan adalah lembar ceklist dan lembar observasiHasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus dengan P Value sebesar 0,007 ( 0,05), OR = 3,32.Kesimpulan: Ada hubungan pekerjaan dengan LILA ibu wanita usia subur (WUS) merencanakan memiliki anak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT SISWA TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PRAMBATAN LOR, KALIWUNGU, KUDUS Ika Tristanti; Noor Hidayah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.960

Abstract

Banyak penyakit yang terjadi disebabkan oleh buruknya perilaku hidup dari masyarakat sendiri. Termasuk di dalamnya adalah penyakit yang dialami oleh siswa taman kanak-kanak. Di TK Asisyiyah Bustanul Athfal Prambatan Lor, rata-rata setiap minggu ada siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit, antara lain: diare, batuk pilek, tipus,dll. Hasil observasi diketahui bahwa: siswa belum bisa mencuci tangan secara benar, siswa tidak terbiasa melakukan cuci tangan, di kelas belum tersedia fasilitas cuci tangan, siswa terbiasa jajan sembarangan di depan sekolah, siswa tidak buang sampah di tempat sampah, banyak siswa susah makan dan lebih sering jajan makanan instan di warung. Metode pelaksanaan : promotif dengan cara memberikan penyuluhan perilaku hidup bersih sehat pada siswa TK melibatkan siswa dan orangtuanya, memfasilitasi tempat cuci tangan bersih di setiap kelas, membentuk gugus awas kebersihan di sekolah yang terdiri dari guru, siswa dan penjual makanan.Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain: pengetahuan dan kesadaran siswa tentang perilaku hidup bersih sehat meningkat, siswa sudah mempraktikkan cuci tangan bersih sebelum dan sesudah makan, gugus awas kebersihan di sekolah sudah terbentuk dan berfungsi. Perilaku hidup bersih sehat siswa TK meliputi: cuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi, menghindari asap rokok, makan makanan bergizi, buang air besar dan kecil di kamar mandi, memotong kuku, menyikat sepatu, membersihkan pakaian. Kesimpulan: dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh dosen STIKES Muhammadiyah Kudus di TK ABA Prambatan Lor, maka terjadi perubahan perilaku bersih sehat siswa TK ABA yang semula tidak sehat menjadi perilaku yang sehat.
OPTIMALISASI KESEHATAN MELALUI KEGIATAN SENAM: ANALISIS PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH Annisa Surya Mustika; Fadli Akbar Faizin; Jeyssa Az-Zhukruf Nada Khofianto; Nila Friscandani; Sabbaha Sinai Lillah; Noor Hidayah; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2646

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi yang semakin meningkat seiring dengan gaya hidup masyarakat serba praktis. Sudah ada program senam bersama di desa BulungCangkring hanya waktunya perlu di tambah menjadi setiap minggu dan perlunya bukti yang bisa dilihat langsung msyarakat bagaimana kadar gula secbelum dan setelah aktivitas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah resiko diabetes bagi kelompok yang tidak memiliki resiko, dan membantu penderita diabetes mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi secara non farmakologi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 30 responden berusia 20–60 tahun dengan rata – rata  kadar gula darah sewaktu pra test  ≥140mg/dL. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah sebelum senam, senam aerobik dan pemeriksaan gula darah sesudah senam. Data dikumpulkan menggunakan alat glucometer dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan signifikan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah sebelum senam adalah 174,93mg/dL, sementara setelahnya menurun menjadi 152,73 mg/dL menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa latihan aerobik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah juga menunjukkan bahwa latihan intensitas tinggi mampu menurunkan kadar gula darah hingga 24 jam setelah sesi olahraga. Kesimpulannya, kegiatan senam terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula dan intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar gula darah pada warga Desa Bulungcangkring. Saran yang diberikan, senam dijadikan program rutin dengan frekwensi 1 minggu sekali untuk pengelolaan kesehatan metabolik masyarakat.