Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Mind Mapping as a Pedagogical Scaffold: Enhancing Writing Skills in ESL and EFL Learners Pramugara Robiana; Nour Ardiansyah Hernadi; Danang Prasetyo
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3221

Abstract

Menulis diakui secara luas sebagai salah satu keterampilan yang paling menantang bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL) dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Berbeda dengan berbicara, menulis memerlukan organisasi ide yang terencana, koherensi, ketepatan tata bahasa, dan kesadaran akan ekspektasi audiens. Persyaratan ini seringkali membebani pembelajar, menyebabkan ketidakmauan, prestasi yang kurang optimal, dan kemajuan yang terbatas dalam kinerja akademik mereka. Salah satu strategi yang mendapat perhatian dalam beberapa dekade terakhir adalah penggunaan mind maps, alat visual yang dikembangkan oleh Tony Buzan, yang mengorganisir ide-ide secara non-linear dan asosiatif. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan untuk mengeksplorasi potensi mind mapping sebagai alat pedagogis dalam pengajaran menulis di konteks ESL dan EFL. Melalui tinjauan literatur yang mendalam, makalah ini membahas kelebihan dan kelemahan peta pikiran, penerapan peta pikiran dalam praktik pembelajaran di kelas, serta implikasinya terhadap hasil belajar siswa. Temuan menunjukkan bahwa peta pikiran meningkatkan kemampuan siswa dalam berkreasi, mengorganisir, dan mengembangkan ide, sekaligus mendorong kreativitas dan daya ingat. Namun, teknik ini juga menghadirkan tantangan, terutama bagi pembelajar yang memiliki preferensi yang sangat linear atau logis. Dengan mensintesis studi-studi yang ada dan menempatkannya dalam diskursus yang lebih luas tentang pedagogi menulis, penelitian ini berkontribusi pada perkembangan literatur tentang strategi pra-menulis. Artikel ini berargumen bahwa mind mapping tidak hanya menawarkan alat pengajaran yang praktis tetapi juga kerangka kognitif yang mendukung pembelajar dalam mengatasi salah satu keterampilan belajar bahasa yang paling kompleks.
Peluang Dan Tantangan Pengelolaan Desa Ekowisata Berbasis Masyarakat Di Desa Wisata Tegal Loegood Viona Amelia; Danang Prasetyo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2576

Abstract

Tren pariwisata pascapandemi mengarah pada konsep keberlanjutan, seperti yang diusung oleh Kemenparekraf melalui NEWA (Nature, Eco-Tourism, Wellness Tourism, dan Adventure Tourism). Desa Wisata Tegal Loegood (sering juga disebut Tegal Lugud) merupakan contoh penerapan konsep ekowisata dan Community-Based Tourism (CBT), yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis peran masyarakat dalam mengelola ekowisata di Desa Wisata Tegal Lugud. Temuan menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar, seperti pertanian salak organik, peternakan kambing etawa, dan hutan bambu. Namun, terdapat tantangan utama, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata, serta kendala pemasaran dan pengelolaan produk lokal. Sebagai solusi, berbagai strategi telah diterapkan, seperti pelatihan kapasitas sumber daya manusia, pemasaran digital, serta penguatan sistem pertanian dan peternakan berbasis ekowisata. Infrastruktur pendukung juga perlu diperkuat guna meningkatkan daya saing desa wisata. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan
Lifelong Learning as a Lever for Moral and Democratic Value Danang Prasetyo; Ricky Santoso Muharam; Hani Subagio; Yuli Hendrika Sugiharti
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v6i2.464

Abstract

This paper qualitatively examines the book Lifelong Citizenship: Lifelong Learning as a Lever for Moral and Democratic Value by Dorit Alt and Nirit Raichel using a literature review approach with content analysis. The findings from six chapters are presented as research results and then analyzed to formulate arguments from the reviewer’s perspective, supported by relevant references. The book offers a strong conceptual framework for bridging two significant domains: lifelong learning and democratic citizenship. Based on the analysis of six chapters, the reviewer concludes that the concept of lifelong learning is highly relevant for citizenship studies when linked to 21st-century competencies. The reviewer agrees that dimensions such as personal wellbeing, digital literacy, learning through experience and practice, and social cohesion, inclusion, and justice are closely related to the goals and needs of contemporary citizenship education. Furthermore, the reviewer finds the concept of learning through real-life community practice and assessment for learning particularly compelling. Nevertheless, the discussion originates from authors and findings in European Union countries and the United States, which necessitates adaptation to the cultural context of Asian countries, especially Indonesia. Therefore, this paper emphasizes that not all practices described can be easily implemented in every country due to differences in resources and educational policies.