Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peluang Dan Tantangan Pengelolaan Desa Ekowisata Berbasis Masyarakat Di Desa Wisata Tegal Loegood Viona Amelia; Danang Prasetyo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2576

Abstract

Tren pariwisata pascapandemi mengarah pada konsep keberlanjutan, seperti yang diusung oleh Kemenparekraf melalui NEWA (Nature, Eco-Tourism, Wellness Tourism, dan Adventure Tourism). Desa Wisata Tegal Loegood (sering juga disebut Tegal Lugud) merupakan contoh penerapan konsep ekowisata dan Community-Based Tourism (CBT), yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis peran masyarakat dalam mengelola ekowisata di Desa Wisata Tegal Lugud. Temuan menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar, seperti pertanian salak organik, peternakan kambing etawa, dan hutan bambu. Namun, terdapat tantangan utama, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata, serta kendala pemasaran dan pengelolaan produk lokal. Sebagai solusi, berbagai strategi telah diterapkan, seperti pelatihan kapasitas sumber daya manusia, pemasaran digital, serta penguatan sistem pertanian dan peternakan berbasis ekowisata. Infrastruktur pendukung juga perlu diperkuat guna meningkatkan daya saing desa wisata. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan
Lifelong Learning as a Lever for Moral and Democratic Value Danang Prasetyo; Ricky Santoso Muharam; Hani Subagio; Yuli Hendrika Sugiharti
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v6i2.464

Abstract

This paper qualitatively examines the book Lifelong Citizenship: Lifelong Learning as a Lever for Moral and Democratic Value by Dorit Alt and Nirit Raichel using a literature review approach with content analysis. The findings from six chapters are presented as research results and then analyzed to formulate arguments from the reviewer’s perspective, supported by relevant references. The book offers a strong conceptual framework for bridging two significant domains: lifelong learning and democratic citizenship. Based on the analysis of six chapters, the reviewer concludes that the concept of lifelong learning is highly relevant for citizenship studies when linked to 21st-century competencies. The reviewer agrees that dimensions such as personal wellbeing, digital literacy, learning through experience and practice, and social cohesion, inclusion, and justice are closely related to the goals and needs of contemporary citizenship education. Furthermore, the reviewer finds the concept of learning through real-life community practice and assessment for learning particularly compelling. Nevertheless, the discussion originates from authors and findings in European Union countries and the United States, which necessitates adaptation to the cultural context of Asian countries, especially Indonesia. Therefore, this paper emphasizes that not all practices described can be easily implemented in every country due to differences in resources and educational policies.
Pemenuhan Hak Politik Perempuan sebagai Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Ricky Santoso Muharam; Danang Prasetyo
Jurnal HAM Vol 12 No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2021.12.273-284

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hak politik perempuan sebagai pengawas pemilihan kepala daerah di Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul dari tingkat kabupaten sampai tingkat dusun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis mendalam yang menonjolkan proses dan makna. Data primer berasal dari Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul dan data sekunder yang bersumber dari berbagai dokumen, regulasi peraturan perundang-undangan, buku, jurnal maupun laporan hasil penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa beberapa hak-hak politik perempuan sebagai pengawas Pemilu sudah terpenuhi sesuai dengan regulasi yang mengatur tentang keterwakilan perempuan sebagai pengawas Pemilu. Pemenuhan hak politik perempuan sebagai pengawas khususnya pada Pilkada Bantul 2020 sebetulnya secara regulasi sudah diatur di dalam Undang Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Namun berdasarkan Pilkada Bantul 2020 beberapa faktor unsur keterwakilan perempuan tidak dapat terpenuhi secara utuh seperti kasus hak-hak politik perempuan sebagai Pengawas Desa/Kelurahan. Selain karena masalah gender, adanya beban resiko sebagai Pengawas juga cukup berat. Tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas sangat berbeda dengan tugas penyelenggara Pemilu lainnya misalnya di Komisi Pemilihan Umum, Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, maupun Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.
Pelatihan Diversifikasi Olahan Susu Sapi Untuk Kemandirian Ekonomi Perempuan Peternak Kepuharjo Cangkringan Dyah Wahyuning Tyas; Maya Dewi Savitri; Farah Diana Djamil; Danang Prasetyo
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/n3s2zc27

Abstract

This community service activity was driven by the need to increase the added value of raw cow’s milk and empower the economic participation of female dairy farmers in Kepuharjo Village, Cangkringan District, Sleman Regency, Yogyakarta. Historically, fresh milk produced by local farmers was predominantly sold raw at low market prices, while the involvement of farmers' wives in productive economic activities within the Merapi tourism area remained underutilized. This program aimed to enhance the technical knowledge and skills of community partners in processing raw milk into high-value, ready-to-consume products. A participatory qualitative approach was employed, incorporating interactive workshops, practical demonstrations, and skill observation evaluations. The intervention focused on processing fruit-flavored milk, as well as milk pies, integrated with basic home-based food hygiene practices. The results revealed a significant increase in participants' technical competencies, achieving an overall average score of 88,25% (Highly Skilled category). The highest achievements were recorded in product organoleptic quality (93.0%) and packaging and labeling (89.0%). This product diversification not only yielded market-ready products suitable for local tourists but also successfully strengthened women's strategic economic roles, fostering sustainable household financial independence.