Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Prototipe Monitoring dan Kontrol Kualitas Udara pada Ruang Operasi Berbasis Internet of Things (IoT) Diana Rahmawati; Deni Tri Laksono; Felix Konstantin Niel Basori; Riza Alfita; Heri Setiawan
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 9 No 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v9i1.1157

Abstract

Di rumah sakit, sering terdapat masalah pada monitoring dan kontrol kualitas udara di ruang operasi yang tidak dapat dilakukan secara kontinu dan jarak jauh. Karena perangkat untuk menentukan kualitas udara tidak terintegrasi dengan sistem online. Akibatnya, harus dipantau dan dikontrol secara terpisah, sehingga tidak efisien secara ekonomis, operasional, dan waktu. Penelitian ini menghasilkan alat yang dapat digunakan untuk memonitor dan mengontrol kualitas udara di ruang operasi secara terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT). Pengontrolan kualitas udara ruang operasi menggunakan kontrol on/off dan menggunakan mikrokontroler wemos D1. Hasil dari penelitian ini sensor debu dapat mendeteksi jumlah partikel debu pada prototipe ruang operasi dengan baik. Pengukuran suhu menggunakan sensor BME280 dengan rata-rata error 1,09% dan keberhasilan pengukuran 98,91%. Semua data dari sensor akan diolah dan diproses pada mikrokontroler wemos D1 R2 dan dikirim ke database melalui wifi. Hasil pembacaan sensor ditampilkan melalui website. Kontrol Air Conditioner (AC) dan exhaustfan berjalan dengan baik terbukti ketika nilai parameter suhu dan jumlah partikel debu tidak memenuhi standar maka Air Conditioner (AC) serta exhaustfan akan hidup. Sebaliknya ketika nilai parameter suhu dan jumlah partikel debu memenuhi standar maka Air Conditioner (AC) serta exhaustfan akan mati.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS GAME SPINNER TERHADAP PENGUSAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA SISWA TK ISLAM BANI USMAN MANUNGGAL Diana Rahmawati; Mariah; Siti Maisah; Suarah; Iman Nurjaman; Muhammad Guruh Nuary
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1629

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris sudah menjadi suatu kebutuhan masyarakat luas. Melalui Pendidikan Anak Usia Dini sebagai lembaga pendidikan yang paling awal. Pengembangan kosakata bahasa Inggris dimulai dari yng paling dasar yaitu dengan memperkenalkan kosakata bahasa Inggris. Guru sebagai tenaga pendidik harus sadar dan paham tentang pentingnya menciptakan proses pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Metode pembelajaran bahasa asing kepada anak usia dini tentu berbeda cara dengan usia remaja. Anak perlu diajarkan dengan cara yang menyenangkan, sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini. Metode permainan adalah salah satu cara yang tepat dalam mengajarkan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini. Sebab bermain merupakan sarana belajar bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas.Yang mana, melalui data-data relevan yang terkait dengan pokok pembahasan, peneliti mengumpulkan, mengelompokan, mengolah data hingga menghasilkan suatu kesimpulan baru. Dalam hal ini permainan Spin game yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berpengaruh baik dalam perkenalan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini.
Rancang Bangun Alat Pengusir Tikus dan Burung pada Tanaman Padi Muhammad Sulton Bana; Diana Rahmawati; Koko Joni; Miftachul Ulum
J-Eltrik Vol 2 No 1 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i1.53

Abstract

Nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia. Komoditas utama dari produksi nasi adalah petani padi. Saat ini banyak petani padi mengeluh karena hasil panen padi yang kurang maksimal, hal tersebut dikarenakan banyaknya serangan hama padi terutama tikus dan burung. Untuk mengatasi hama tersebut biasanya petani menggunakan racun tikus, pematik tikus dan kawat yang dialiri arus listrik yang diletakan mengelilingi sawah, hal tersebut tentu sangat bahaya dan sangat berdampak pada ekosistem sawah. Dengan perkembangan teknologi yang maju saat ini memungkinkan untuk membangun suatu sistem yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir serangan hama padi. Salah satunya adalah menggunakan gelombang ultrasonik sebagai pengusir tikus dan pergerakan orang-orangan sawah sebagai pengusir burung. Karena tikus memiliki kemampuan pendengaran yang sensitif sehingga tikus terasa terganggu saat mendengar suara gelombang ultrasonik dengan frekuensi tertentu. Begitu juga burung, burung pemakan padi akan merasa terganggu ketika ada gerakan mendadak di sekitarnya. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah dapat mempermudah pekerjaan petani untuk menjaga sawahnya dan juga untuk memaksimalkan hasil panen padi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara observasi secara langsung menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan sensor cahaya sebagai inputan sistem dengan duat outputan yaitu speaker untuk mengeluarkan suara dan motor servo untuk gerakan orang-orangan sawah yang nyala bergantian secara otomatis. Setelah dilakukanya penelitian ini dihasilkan tikus merasa pendengaranya terganggu dengan rentan frekuensi 5-6 kHz dan motor servo mampu mengusir burung dengan rata-rata tingkat keberhasilan mencapai 80 %.
TARGET AND MASTERY LANDS THE SCOPE OF LAND AGRICULTURAL LAND REDISTRIBUTION IN THE PROVINCE OF SOUTH KALIMANTAN Fathul Achmadi Abby; Diana Rahmawati; Yulia Qamariyanti; Syahrida
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 2 No. 1 (2017): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v2i1.37

Abstract

:This type of research is juridical-empirical, character of an explanatory study, using non probality sampling technique, with sampling purposive or judgment sampling, with its own considerations for selecting members of the sample. Respondents farmers, farmer groups, informants: National Land Agency, Agency for Agricultural Extension and the National Bureau of Statistics.A redistributionsubject of Agricultural Land in South Kalimantan province, not all poor farmers and sharecroppers, but there are also traders, private employees and civil servants. Due to ignorance of the farming community will Land Redistribution program. Object of agricultural land redistribution in South Kalimantan, only on state land or land uncultivated state-controlled, whereas the maximum limit for the excess land, absentee land and abandoned land is not part of the object of reform because it could not be implemented due to the constraints of data and information not enough about it. Because the object redistribution of agricultural land that is not up to two(2) acres, has not been able to fulfill the lives of farmers, because it is too small farms and agricultural produce is not maximized.
PENERAPAN PENAHANAN (PAKSA BADAN) TERHADAP DEBITOR PAILIT MENURUT UU NO 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PKPU Diana Rahmawati
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 2 No. 1 (2017): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v2i1.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai perlindungan hukum terhadap debitor pailit dari penerapan penahanan/paksa badan dan untuk mengetahui pelaksanaan lembaga Penahanan /paksa badan terhadap debitor yang pailit menurut Undang-Undang No 37 Tahun 2004 Tentang Kepalitan dan PKPU. Metode yang digunakan dari penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang mengumpulkan data dengan studi keputakaan dan mengkaji Peraturan Perundang-undangan.. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa akibat hukum kepailitan debitor selain terhadap harta kekayaan debitor, debitor juga dapat dikenakan Penahanan /paksa badan. Tindakan penahanan debitor dapat diusulkan hakim pengawas,permintaan kurator,atau atas permintaan seorang kreditor atau lebih setelah mendengar hakim pengawas pengadilan dalam putusan pernyataan pailit atau setiap waktu setelah itu pengadilan dapat memerintahkan supaya debitor pailit di tahan dibawah pengawasan jaksa yang ditunjuk oleh hakim pengawas . Undang-Undang No 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU masih belum memberikan perlindungan hukum yang maksimal terhadap debitor ,dalam undang-undang tersebut masih terdapat kelemahan yaitu tidak mengatur dengan tegas alasan dan jenis debitor yang dapat dilakukan penahanan, tidak adanya batas waktu perpanjangan penahanan dan upaya hukum/perlawanan yang dapat dilakukan debitor.Selain kelemahan pengaturan Penahanan atau paksa badan terhadap debitor, juga perangkat hukum dan peraturan pelaksananya belum ada dan jelas sehingga hakim cendrung tidak menerapkan ketentuan Penahanan / paksa badan terhadap debitor sehingga pasal 93 UUK belum dapat dilaksanakan secara efektif terhadap debitor yang beritikad tidak baik.
THE URGENCY OF PROTECTING CHILDREN BORN FROM WOMEN WHO HAD CEASED HER MARRIAGE DUE TO LI’AN *) Rachmadi Usman; Diana Rahmawati
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 3 No. 2 (2018): September
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v3i2.56

Abstract

A husband is given the right to deny the child born by his wife as his child, while his wife denies the accusation. If a husband accuses his wife of adultery, but does not complete the evidence by presenting 4 witnesses and his wife refutes the accusation, then they can take the oath of li’an. The child born of the oath of li’an is a child who called as mula’nah or an adulterous child or a child born out ofmarriage. As a result of the legal li’an child, this adulterous child does not have nasab, marriage guardian, inheritance and a living with the man who caused his birth. In order for the li’an child not to be abandoned by his biological father, a biological father should be appointed to take responsibility for fulfilling the life needs of the li’an child concerned. The government has the authority to determinethe punishment of ta’zir to the adulterous man by obliging him to fulfill the life needs of theli’an child, even obliging him to give part of the assets after he dies through obligatory wasiat. This is done in order to fulfill the sense of justice and the interests of children and human rights of a child.
LEGALITY OF CONSTRUCTION WORKING CONTRACTS AS AN FORMIL AGREEMENT Diana Rahmawati; Zakiyah; Muhammad Arsyad
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 6 No. 1 (2021): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v6i1.112

Abstract

The purpose of this study is to determine the form of construction work contracts and the legal consequences of construction work contracts that are not in accordance with the provisions of statutory regulations in the field of construction services. The legal research method used is normative legal research, which is a study of the prevailing laws and regulations which are particularly related to construction service contracts. This type of research is legal obscurity. A construction work contract is a type of formal agreement in which Law Number 2 of 2017 concerning Construction Services and its implementing regulations determines the procedures and conditions before the contract is made, including the form and content of the construction work contract, by determining the standard at a minimum, the contents of a construction service work contract that must be included in the construction work agreement by the parties. Since the construction work contract is a contract with mandatory conditions, the construction work contract is a formal agreement. This is if the construction work contract is made without paying attention to the provisions of laws and regulations in the field of construction services, both regarding the qualification requirements of a construction service provider, the procedure for selecting a service provider and the form and content of the construction service contract that has been determined by the law. As a juridical consequence, if the formal conditions are not fulfilled in a contract concerned, it is not legally enforceable or in other words it is a null and void contract (nietig, null and void).
Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak Pendaftaran Pasien Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Nurhayati; Fitri Wulandari; Yunita Wisda Tumarta Arif; Diana Rahmawati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.092 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2129

Abstract

Perangkat lunak pendaftaran pasien merupakan salah satu bagian dari sistem informasirumah sakit yang memiliki peranan penting dalam pengelolaan manajemen data kesehatan pasien.Perangkat lunak perlu dilakukan evaluasi kualitas secara berkala untuk mendapatkan umpanbalik perbaikan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui evaluasi kualitasperangkat lunak pendaftaran pasien menggunakan metode ISO 9126-1 di Rumah Sakit PantiWaluyo Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif denganpendekatan retrospektif. Variabel penelitian meliputi aspek functionality, Reability, Usability,Efficiency, Maintainability dan Portability. Hasil penelitian menunjukan kualitas perangkatlunak pendaftaran pasien bahwa fungsional sistem dalam pengoperasian sangat baik dari user;sistem cukup andal untuk melakukan fungsi yang ditentukan dengan periode waktu saatmenjalankan sistem tersebut; sistem cukup berguna membantu dalam mempermudah penggunayakni petugas pendaftaran dalam menyelesaikan tugas; sistem cukup baik dalam melakukantransmisi dari satu lingkungan ke lingkungan yang lain.
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA TAMAN ECOBRICK DI DESA TERIK, KECAMATAN KRIAN, SIDOARJO Diana Rahmawati; Anisa Kurniatul Azizah; Anya Manuella Belva
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa wisata Taman Ecobrick di Desa Terik, Kecamatan Krian, Sidoarjo, merupakan salah satu bentuk inisiatif pembangunan berbasis masyarakat yang memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomis dan edukatif. Dalam pengembangan desa wisata ini, perempuan memainkan peran yang signifikan, baik sebagai penggerak utama maupun pendukung dalam berbagai aspek kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran perempuan dalam mendukung pengembangan desa wisata, meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perempuan terlibat aktif dalam proses produksi ecobrick hingga pemasaran produk kerajinan berbasis ecobrick. Selain itu, mereka juga berperan sebagai fasilitator kegiatan edukasi lingkungan kepada pengunjung, yang melibatkan anak-anak sekolah dan komunitas lokal. Peran perempuan ini tidak hanya memperkuat perekonomian keluarga, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dukungan dari pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor kunci keberhasilan perempuan dalam memajukan desa wisata ini. Dengan demikian, peran perempuan dalam pengembangan desa wisata Taman Ecobrick memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan pelatihan dan dukungan kebijakan yang lebih inklusif untuk memperluas dampak partisipasi perempuan dalam pengelolaan desa wisata.
KORELASI INDIKATOR PHBS DI TINGKAT RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE Diana Rahmawati; Dwi Helynarti Syurandhari; Arief Fardiansyah
MEDICA MAJAPAHIT Vol 16 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/mm.v16i2.1084

Abstract

Diarrhea is a disease characterized by defecation more than three times a day with changes in the form and consistency of loose stools which may be accompanied by vomiting or bloody stools. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental indicators on the household PHBS concept, namely the use of clean water, CPTS behavior and the use of healthy latrines with the incidence of diarrhea in RW 02 Blandongan Village, Pasuruan City. The research method is a correlative descriptive using a contingent coefficient test to determine the correlation between variables. Retrieval of data using a questionnaire with a crosssectional approach. The number of samples is 148 respondents with random sampling. Based on the descriptive analysis, it was found that 17 families experienced diarrhea. Based on the correlation analysis, it is known that the strength of the relationship between the independent variables and the incidence of diarrhea is the dependent variable, namely the use of clean water has no significant correlation with very weak relationship strength (C = 0.049), CTPS behavior has a significant correlation with very moderate relationship strength (C = 0.424) and the use of healthy latrines did not have a significant correlation with very weak relationship strength (C = 0.014). The conclusion of this study is that the behavior of washing hands with soap and running water (CTPS) has a significant correlation with the incidence of diarrhea. While the use of clean water and the use of healthy latrines have no significant relationship with the incidence of diarrhea in RW 02 Blandongan Village, Pasuruan City