Ita Djuwita
Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB, Bogor 16680, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Hemera Zoa

Developmental capacity of goat oocytes collected from 5°C preserved ovaries Ita Djuwita
Hemera Zoa Vol. 2 No. 1 (2010): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.798 KB)

Abstract

Research has been conducted to study the effect of ovaries preservation at 5°C on the oocytes development capacity i.e the capacity of oocytes to undergo in vitro maturation (IVF), in vitro fertilization (IVF) and in vitro embryo development. Goat ovaries were abtained from slaughterhouse in saline solution containing 0.1% Bovine Serum Albumine (BSA) and antibiotic and kept at 5°C for 3 and 12 hours. As control, untreated ovaries were kept for 3 hours at 30-35°C, the temperature usually used for ovaries transportation. The oocytes were aspirated from follicles with 2-5 mm in diameter using 20G needle connected to a 5 ml syringe containing modified phosphate buffered saline (mPBS). The aspirated oocytes were incubated in 100 µl  micro drops of tissue culture medium -199 (TCM-199) supplemented with 10% newborn calf serum (NBCS), 0.01 mg/ml follicle stimulating hormore (FSH) and 50  µg/ml   gentamycine sulphate for 24 hours at 38.5 °C in 5% CO2 incubator. In vitro fertilization (IVF) was done in CO2 incubator at 38.5 °C for 18 hours using fresh semen. Inseminated by their nuclear status after aceto-orcein staining. The results showed that the avarage number of morphological normal oocytes collected from 5 °C  preserved  ovaries were significantly lower than from the untreated control ovaries. After 24 h incubation the percentage of matured oocytes from the 3 ang 12 h preserved ovaries were 85.3± 2.8% and 75.5±  2.2%, respectively (P
Aktifitas dan pola makan, minum dan memamah biak kancil (Tragulus javanicus) di kebun binatang Ragunan Jakarta dan Surabaya Nurhidayat Said; Adi Winarto; Arief Boediono; Ita Djuwita; Chairun Nisa; Tutik Wrediati; Heru Setijanto; Mohamad Fakhrudin
Hemera Zoa Vol. 77 No. 1 (1995): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.711 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada kancil (Tmgulus javanicus) di Kebun Binatang Ragunan - Jakarta dan Kebun Binatang Wonocolo - Surabaya untuk mendapatkan jenis makanan yang disukai, dan aktifitas makan, minum dan ruminasi dari kancil yang dikandangkan.Pada penelitian ini, disediakan 10 jenis makanan dan empat jenis diantaranya yaitu pisang, kacang panjang, kangkung dan pepaya lebih disukai. Aktifitas makan dilakukan pada siang dan malam hari, dan pada saat istirahat kancil melakukan aktifitas ruminasi. Perilaku makan dan ruminasi ini berbeda dengan perilakunya di habitas asalnya. Sedangkan aktifitas minum, jarang dilakukan, hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya kadar air di dalam makanan yang disediakan. Aktifitas makan dari kancil yang dikandangkan telah berubah menjadi diurnal dan nokturnal.
Beberapa Aspek Makro dan Mikroanatomi otak tikus (Rattus sp.) yang mengalami hipotiroid Nurhidayat Said; Ita Djuwita; Koeswinarning Sigit
Hemera Zoa Vol. 77 No. 1 (1995): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.713 KB)

Abstract

Perlakuan hipotiroidosme maternal dan fetal pada tikus sampai berurnur 10 minggu, memberikan dampak pada perkembangan somatis dan otak. Secara kuantitatif, hasil penelitian ini menunjukkan penurunan bobot tubuh dan otak, volume otak. Berdasarkan berat relatif otak terhadap bobot tubuh, pertumbuhan otak tetap menjadi prioritas dalam keadaan hipotiroidisme. Beberapa parameter mikroskopik, menunjukkan penurunan tebal korteks, kepadatan serabut syaraf subkortikal, dia metersel syaraf korteks dan hipokampus juga jumlah sel syaraf dan penunjang pada korteks serebri.