Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh E-Learning Berbasis Aplikasi Google Classroom dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Kristen Palangka Raya Rahmelia, Silvia; Agustina, Maria; Rudie
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v2i2.99

Abstract

Google Classroom is very popular nowadays, especially during this remote learning due to Covid-19 pandemic. However, the effectiveness of its use has yet to be ascertained on students' learning result, including in Christian Religious Education learning process. This research was conducted at Palangka Raya Christian Middle School with the research purpose is to find out how much e-learning based on Google Classroom application in Christian Religious Education learning has effect on learning outcomes. Research method that used is non-experimental quantitative with a comparative causal type of research, so this method is to examine cause-and-effect relationships. The population in this research were all students in Palangka Raya Christian Middle School, i.e 104 students, while the sample used was 34 students at eighth grade. The results showed that there was an effect of e-learning based on the google classroom application in learning Christian Religious Education, towards learning outcomes of students at Palangkaraya Christian Middle School with a significance level of 0.249 > 0.05. This effect is relatively small with an R Square value of 41%. That is, the learning outcomes of eighth grade students at Palangka Raya Christian Middle School are more influenced by other variables in improving student learning outcomes. Aplikasi google classroom sangat populer digunakan saat ini, terlebih di tengah sistem pembelajaran jarak jauh sejak pandemi Covid-19. Namun demikian efektivitas penggunaannya belum dapat dipastikan terhadap keberhasilan belajar peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini dilakukan di SMP Kristen Palangka Raya dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh e-learning berbasis aplikasi google classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Kristen Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen dengan jenis penelitian kausal komparatif untuk meneliti hubungan sebab-akibat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Kristen Palangka Raya yang berjumlah 104 siswa, sedangkan untuk sampel yang digunakan adalah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh e-learning berbasis aplikasi google classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Kristen Palangka Raya dengan taraf signifikasi sebesar 0,249 >̲ 0,05. Adapun pengaruh tersebut terbilang kecil dengan nilai R Square sebesar 41%. Artinya, hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Kristen Palangka Raya lebih besar dipengaruhi oleh variabel lain dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Strategi Belajar Siswa Berprestasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas XII di SMAN 2 Palangka Raya Rahmelia, Silvia; Supardi, Jeffry; Rania
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2025): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v6i1.282

Abstract

This study aims to describe the learning strategies of high-achieving students in the Christian Religious Education subject for grade XII at SMAN 2 Palangka Raya. The research employed a qualitative approach, with data collection techniques including questionnaires, in-depth interviews with seven high-achieving students, literature studies, and documentation. The results revealed that the students’ learning strategies encompass: (1) creating structured study schedules, (2) periodic repetition of challenging material, (3) active reading using highlighting and concise note-taking techniques, and (4) efforts to maintain concentration through managing their learning environment. These strategies align with the concept of Self-Regulated Learning (SRL), which emphasizes planning, self-evaluation, and commitment to achieving academic goals. The findings offer practical implications for teachers in facilitating students to develop independent learning strategies and serve as a reference for students to enhance academic achievement through SRL and self efficacy.Penelitian ini mengungkap strategi belajar mandiri siswa berprestasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) kelas XII di SMAN 2 Palangka Raya. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data angket, wawancara mendalam terhadap tujuh siswa berprestasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi, ditemukan strategi belajar siswa berprestasi meliputi: (1) pembuatan jadwal belajar terstruktur, (2) pengulangan materi sulit secara berkala, (3) membaca aktif dengan teknik highlight dan catatan ringkas, serta (4) upaya menjaga konsentrasi melalui pengelolaan lingkungan belajar. Strategi ini sejalan dengan konsep Self-Regulated Learning (SRL) yang menekankan perencanaan, evaluasi diri, dan komitmen untuk mencapai tujuan akademik. Temuan ini mengkonfirmasi relevansi SRL dalam konteks PAK, sehingga guru dapat mengembangkan strategi belajar mandiri. Disamping itu penelitian ini dapat menjadi referensi bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajar melalui strategi belajar yang mengintegrasikan SRL dan self efficacy.
Nilai-Nilai Kristiani Dalam Karakter Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Tanah Siang Kabupaten Murung Raya Karmila, Karmila; Tumbol, Stynie Nova; Rahmelia, Silvia
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 1 (2025): DPJTMG: Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v5i1.878

Abstract

Abstract Christian Education must be learned to students on the basis by Word of God and should be pursued jointly by teachers and parents, in order to create the expected Christian disposition or character of students. However, the facts show that the character of Christian teenagers is not yet in line between the material learned at school through Christian Education learning, and what is applied in daily life and in the community. Likewise, students at SMPN 2 Tanah Siang, Murung Raya still do not consistently apply Christian values in their daily lives. Based on the background of the problem above, the researcher is interested in identifying and describing Christian values in the character of students at SMP Negeri 2 Tanah Siang, Murung Raya, with the aim of 1) being able to identify and describe the Christian values that students learn in Christian Religious Education Subjects; 2) can identify and describe Christian values in students' characters. The data sources are class VIII students at SMPN 2 Tanah Siang, Murung Raya, teachers and students' parents. This research use qualitative approach using observation, interview and documentation study. The research results refer to the finding that there are still inconsistencies in the Christian character applied by students at school and outside school. Students generally have gained an understanding of the character of Christian values regarding “the fruits of the holy spirit” through Christian Education. In terms of application, students are still weak in the character of self-control. This is also caused by exposure to modern lifestyles and lack of parental control when children are at home. Keywords: Character, Christian, Education, Student Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) harus dibelajarkan kepada siswa dengan landasan Firman Tuhan yang mutlak dan sudah semestinya diupayakan bersama oleh guru dan orang tua, agar tercipta watak atau karakter Kristiani siswa yang diharapkan. Namun demikian fakta di lapangan memperlihatkan karakter remaja Kristen yang belum sejalan antara materi yang dipelajari di sekolah melalui pembelajaran PAK, dengan apa yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di masyarakat. Demikian halnya siswa SMPN 2 Tanah Siang Kabupaten Murung Raya yang masih belum konsisten menerapkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupannya sehari-hari. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti tertarik untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tentang nilai-nilai Kristiani dalam karakter siswa di SMP Negeri 2 Tanah Siang Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, dengan tujuan 1) dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen; 2) dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai kristiani dalam karakter siswa. Sumber data adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, guru PAK dan perwakilan orang tua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian merujuk pada temuan bahwa masih adanya ketidakkonsistenan karakter Kristiani yang diterapkan siswa di sekolah dan di luar sekolah. Siswa secara umum telah mendapatkan pemahaman karakter nilai-nilai Kristiani tentang buah-buah roh melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dari segi penerapan siswa masih lemah dalam karakter penguasaan diri. Hal ini salah satunya juga disebabkan oleh terpaan gaya hidup modern dan kurangnya kendali orang tua saat anak di rumah. Kata kunci: Buah Roh, Karakter, Kristiani, Pendidikan Agama Kristen, Siswa
Integration Religious Literacy and the Sustainable Development Goals in Civic Education Rahmelia, Silvia; Apandie, Chris
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 4 (2025): October-December
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/10.70310/jet.2025.02041216

Abstract

Purpose-This study examines the integration of inclusive religious literacy and sustainable development goals (based on SDGs goals 4, 12, and 16) into Civic Education (PKn) learning at the Palangka Raya State Institute Of Christian Religion. Using a qualitative approach and participatory observation over one semester,Research Methodology/Design/Approach- the study found that this integration was implemented through three main strategies: (1) contextualization of materials using local case studies, (2) application of critical dialogue based on Paulo Freire's approach, and (3) assignments for sustainable projects. Finding-The results showed that these strategies were effective in enhancing students' multicultural awareness and their ability to analyze issues of intolerance and sustainability. The challenges encountered included student resistance stemming from exclusive religious mindsets, lecturer capacity, and limited local references. However, collaboration with religious institutions and indigenous communities presented a strategic opportunity to overcome these challenges. Originality / Value-This study recommends the development of local case-based learning modules to strengthen the relevance and effectiveness of integrating these values in shaping responsible citizens.
Pelaksanaan Katekisasi Sidi Masa Pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kristin, Windi; Merilyn; Rahmelia, Silvia
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 2 (2022): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v2i2.104

Abstract

Catechism is a church formation to educate youth consider maturity in faith. Catechization is usually goes for a long period, however, due to Covid-19 pandemic, catechization’s timing become uncertainty and tends to be shorter. This is also happened at GKE Tangkiling as Evangelical Church in Kalimantan. Due to pandemic, implementation of the catechism for youth was carried out within two months. Through this research, the writer describes the catechization activities, catechization material which is packaged in a more concise manner and the way the teacher delivers its material in limited time. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. From the results, it was found that catechism activities were carried out 6-8 times in November to December 2020 with one meeting in one week. Meanwhile, in the second week of December, catechism activities were held four times. Duration of catechism activity was approximately two hours. The material that presented to youth participants was very limited by summarizing the catechism guidelines by GKE. The catechism teacher selects and packs material that is considered very close and relevant to the lives of youth participants, such as good courtship, utilizing one's talents and potential and material about church life. The teacher also chooses sharing method according to the agreement of the catechism participants so that the available time can be used as effectively as possible. Katekisasi merupakan bentuk pembinaan gereja yang bertujuan mendidik remaja kepada kedewasaan iman. Katekisasi biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, namun demikian karena pandemi Covid-19 waktu pelaksanaan katekisasi menjadi tidak menentu dan cenderung lebih pendek. Hal ini juga terjadi di GKE Tangkiling, karena pandemi maka pelaksanaan katekisasi sidi dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan. Melalui penelitian ini, penulis mendeskripsikan kegiatan katekisasi, materi katekisasi yang dikemas secara lebih ringkas dan cara pengajar menyampaikan materi katekisasi di tengah keterbatasan waktu di GKE Tangkiling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kegiatan katekisasi dilaksanakan 6-8 kali pertemuan pada bulan November s.d Desember Tahun 2020 dengan mekanisme satu kali pertemuan dalam satu minggu. Sedangkan pada minggu kedua pada Bulan Desember, kegiatan katekisasi dilaksanakan empat kali pertemuan. Durasi kegiatan katekisasi dilaksanakan kurang lebih dua jam. Materi yang disampaikan kepada peserta sangat terbatas dengan merangkum dari pedoman katekisasi GKE. Pengajar katekisasi memilih dan mengemas materi yang dianggap sangat dekat dan relevan dengan kehidupan remaja selaku peserta katekisasi sidi seperti, hubungan pacaran yang baik, memanfaatkan talenta dan potensi diri dan materi tentang kehidupan bergereja. Pengajar katekisasi memilih metode sharing sebagaimana kesepakatan peserta katekisasi sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan seefektif mungkin. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterbatasan waktu dalam pelaksanaan kegiatan katekisasi sidi sehingga berdampak kurang maksimalnya materi disampaikan kepada peserta katekisasi.
Civic Virtue dalam Pendidikan Kristen guna Memperkuat Etika Digital di Era 4.0 Rahmelia, Silvia; Apandie, Chris
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i1.154

Abstract

Along with changes in citizens’ socio-cultural order due to disruption era in industrial revolution 4.0, civic virtue as a part of citizens’ character internalization needs to be strengthened in order to established digital ethics in the 4.0 era. It could be implemented through citizenship education in Higher Education, but also deemed necessary in Christian education through general way so that citizens well to continue to prioritize civic virtues/ethical responses as Christians. The purpose of internalizing civic virtue in Christian education to established digital ethics in the 4.0 era will discuss the following propositions civic virtue in the digital era (internet of things) and civic virtue in Christian education. This study uses library research. It is hoped that this thought construction could strengthen Indonesian citizens’ mindset on the praxis by the virtues from God. Thus, citizens can be consistent in implementing the principles of reason and values when dealing with all the challenges resulting from the sophistication of industrial technology 4.0. AbstrakSeiring dengan berubahnya tatanan sosial budaya warga negara akibat disrupsi di era revolusi industri 4.0, civic virtue sebagai bagian dari internalisasi karakter warga negara perlu diperkuat dalam penerapan etika digital di era 4.0. Penguatan dapat dilakukan tidak hanya melalui pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, namun juga dipandang perlu dalam pendidikan Kristen secara umum sehingga warga negara dapat tetap mengedepankan adab-adab kewarganegaraan sebagai umat Kristiani. Tujuan internalisasi civic virtue dalam pendidikan Kristen guna memperkuat penerapan etika digital di era 4.0 akan membahas proposisi civic virtue di era digital (internet of things) dan adab kewarganegaraan (civic virtue) dalam pendidikan Kristen. Kajian ini menggunakan studi kepustakaan. Diharapkan konstruksi pemikiran ini dapat memperkuat pola pikir warga negara Indonesia pada praksis nilai-nilai kebajikan yang berasal dari Tuhan. Dengan demikian, warga negara dapat konsisten dalam mengimplementasikan prinsip nalar dan nilai ketika berhadapan dengan segala tantangan yang dihasilkan dari kecanggihan teknologi industri 4.0.
Pendekatan Participatory Action Research dalam Penguatan Sinergi Orang Tua dan Guru di TK Imanuel Palangka Raya Lukas; Binti Yusup, Wirastiani; Agus Sutrisno Mulyono; Sihombing, Octa Maria; Rahmelia, Silvia; Yugi Stepanus; Litri Yerisa Eribka; Yola Gustiana
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1903

Abstract

Kolaborasi antara orang tua dan guru di TK Kristen Imanuel Palangka Raya masih rendah, ditandai dengan komunikasi satu arah melalui WhatsApp, perbedaan pola asuh, dan lingkungan sekolah yang tidak kondusif. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keterlibatan orang tua, strategi edukasi, serta hasil perubahan dari strategi edukasi dukungan orang tua dan guru. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan: to know (identifikasi masalah), to understand (analisis masalah), to plan (penyusunan rencana), serta to act dan reflect (pelaksanaan dan evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya forum komunikasi dua arah, keselarasan pola asuh antara guru dan orang tua, peningkatan partisipasi orang tua dalam pendampingan belajar di rumah, serta perbaikan lingkungan sekolah melalui gotong royong. Program ini berhasil membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi perkembangan holistik anak usia dini. Disimpulkan bahwa pendekatan PAR efektif dalam meningkatkan kolaborasi orang tua dan guru di TK Kristen Imanuel Palangka Raya.
FILSAFAT RASIONALISME SEBAGAI DASAR BAGI PEMBENTUKAN WARGA NEGARA YANG KRITIS DAN BERETIKA Apandie, Chris; Zulkarnain, Zulkarnain; Rahmelia, Silvia; Ahmad, Ahmad
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6447

Abstract

Artikel ini mengkaji filsafat rasionalisme sebagai dasar konseptual pembentukan warga negara yang kritis dan beretika dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Rasionalisme menempatkan akal sebagai sumber utama pengetahuan dan menekankan pentingnya penalaran logis, refleksi kritis, serta justifikasi etis dalam kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian filosofis berbasis studi pustaka terhadap karya-karya utama rasionalisme dan literatur Pendidikan Kewarganegaraan. Analisis dilakukan secara konseptual dan hermeneutik untuk menelusuri sejarah, prinsip-prinsip dasar, serta relevansi rasionalisme dalam konteks pendidikan kewargaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme memiliki kontribusi penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran moral, otonomi intelektual dan kecakapan deliberatif warga negara. Di tengah tantangan disinformasi dan fenomena post-truth, rasionalisme memberikan landasan filosofis yang kuat bagi penguatan Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dan berorientasi pada etika publik. Kata kunci: Etika publik, Pendidikan Kewarganegaraan, Rasionalisme, Warga Negara Kritis
Citizens’ Spiritual Capital for Strengthening Character Development in Indonesian Civic Education Apandie, Chris; Rahmelia, Silvia
JURNAL PENDIDIKAN Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v26i2.23654

Abstract

This paper aims to explore the concept of citizens' spiritual capital as a theoretical foundation for character development within Indonesian Civic Education. Employing a systematic literature review methodology, the research synthesizes scholarly works to address three key questions: the role of spiritual capital as a theoretical base, its key dimensions, and strategies for its integration. The findings indicate that spiritual capital, defined as the inner resource of values, meaning, and life purpose, provides a crucial foundation for developing character. Four key dimensions were identified as relevant: values foundation, moral reasoning, social cohesion, and service orientation. The study concludes that effective integration requires a multi-level strategy, emphasizing a bottom-up approach starting from individual self-development, supported by the family, and reinforced through non-formal education and community practices. This approach is posited to be more effective in fostering ethically responsible citizens and achieving sustainable national character development than top-down models. The research offers insights for educators and policymakers in designing character education programs that holistically develop the spiritual, moral, and civic dimensions of learners. Keywords: Character Development, Civic Education, Indonesian Citizenship, Pancasila, Spiritual Capital
PENGUATAN CIVIC DISPOSITION MELALUI PRAKTIK PEDAGOGIK PARTISIPATIF: ANALISIS LITERATUR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Silvia Rahmelia; Chris Apandie; Rian Nurizka
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 14 No 2 (2026): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v14n2.p186-196

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran praktik pedagogik partisipatif dalam menguatkan civic disposition peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Civic disposition dipahami sebagai seperangkat sikap, nilai dan karakter yang menopang partisipasi demokratis, tanggung jawab sosial dan karakter kewargaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang membahas civic disposition, pendidikan karakter, dan pedagogi partisipatif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema dan penarikan makna konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pedagogik berbasis refleksi, diskusi deliberatif, proyek sosial dan pembelajaran berbasis masalah mampu menginternalisasikan nilai tanggung jawab, toleransi, kepedulian dan partisipasi aktif siswa. Internalisasi nilai moral berlangsung efektif ketika pembelajaran mengintegrasikan pendekatan meaningful, mindful dan joyful learning yang memadukan dimensi kognitif, afektif dan konatif. Partisipasi aktif warga negara terinternalisasi melalui pengalaman langsung dalam laboratorium demokrasi di sekolah seperti pemilihan siswa, debat publik dan proyek kolaboratif dengan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan civic disposition tidak efektif jika hanya mengandalkan pendekatan kognitif, melainkan membutuhkan pengalaman belajar yang partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PKn yang berorientasi pada pembentukan karakter kewargaan secara utuh serta mendorong reorientasi paradigma menuju transformative civic education.