Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Civic Virtue dalam Pendidikan Kristen guna Memperkuat Etika Digital di Era 4.0 Rahmelia, Silvia; Apandie, Chris
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i1.154

Abstract

Along with changes in citizens’ socio-cultural order due to disruption era in industrial revolution 4.0, civic virtue as a part of citizens’ character internalization needs to be strengthened in order to established digital ethics in the 4.0 era. It could be implemented through citizenship education in Higher Education, but also deemed necessary in Christian education through general way so that citizens well to continue to prioritize civic virtues/ethical responses as Christians. The purpose of internalizing civic virtue in Christian education to established digital ethics in the 4.0 era will discuss the following propositions civic virtue in the digital era (internet of things) and civic virtue in Christian education. This study uses library research. It is hoped that this thought construction could strengthen Indonesian citizens’ mindset on the praxis by the virtues from God. Thus, citizens can be consistent in implementing the principles of reason and values when dealing with all the challenges resulting from the sophistication of industrial technology 4.0. AbstrakSeiring dengan berubahnya tatanan sosial budaya warga negara akibat disrupsi di era revolusi industri 4.0, civic virtue sebagai bagian dari internalisasi karakter warga negara perlu diperkuat dalam penerapan etika digital di era 4.0. Penguatan dapat dilakukan tidak hanya melalui pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, namun juga dipandang perlu dalam pendidikan Kristen secara umum sehingga warga negara dapat tetap mengedepankan adab-adab kewarganegaraan sebagai umat Kristiani. Tujuan internalisasi civic virtue dalam pendidikan Kristen guna memperkuat penerapan etika digital di era 4.0 akan membahas proposisi civic virtue di era digital (internet of things) dan adab kewarganegaraan (civic virtue) dalam pendidikan Kristen. Kajian ini menggunakan studi kepustakaan. Diharapkan konstruksi pemikiran ini dapat memperkuat pola pikir warga negara Indonesia pada praksis nilai-nilai kebajikan yang berasal dari Tuhan. Dengan demikian, warga negara dapat konsisten dalam mengimplementasikan prinsip nalar dan nilai ketika berhadapan dengan segala tantangan yang dihasilkan dari kecanggihan teknologi industri 4.0.
Gifts as Psychological Outbursts, Participating Teachers as Counselors in Indonesia Selawaisa, Sepri; Lianto, Lianto; Apandie, Chris
Darussalam: Journal of Psychology and Educational Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/djpe.v2i2.53

Abstract

Researchers conducted data search for 4 months at SMA Negeri 3 Palangka Raya, specifically in Class X IPS 4 and X IPS 6. The scope of this research is education (teaching, teacher-learner and psychological). Methods of the study used qualitative methods with interview techniques through audio-visual recordings that were combined into factual solids to themes in the results and discussion sections. Results revealed diversity of narratives that showed the normalization of gifts as psychological consistency to acculturation through teachers' praxis in and out of the classroom.
Efforts of Teachers in Instilling Religious Moderation Values and Learning Christian Education Adri Susanto; Stephanus Prihadi; Chris Apandie
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3236

Abstract

Neoliberalism, as a dominant paradigm across various sectors, has significantly impacted the practice and direction of contemporary education. This article aims to critically examine the influence of neoliberalism on education through the lens of Christian educational philosophy. The study employs a qualitative literature review method, analyzing relevant sources from economics, education, and Christian theology. The findings reveal that neoliberalism drives the commercialization of education, shifting its orientation from character formation to market-driven objectives. In contrast, Christian educational philosophy emphasizes education as a means of holistic human development grounded in Christian values. This study concludes that Christian education must actively provide an alternative to neoliberal dominance by reaffirming education's role as a faith-driven calling to serve others and glorify God.
PENGUATAN CIVIC DISPOSITION MELALUI PRAKTIK PEDAGOGIK PARTISIPATIF: ANALISIS LITERATUR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Silvia Rahmelia; Chris Apandie; Rian Nurizka
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 14 No 2 (2026): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v14n2.p186-196

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran praktik pedagogik partisipatif dalam menguatkan civic disposition peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Civic disposition dipahami sebagai seperangkat sikap, nilai dan karakter yang menopang partisipasi demokratis, tanggung jawab sosial dan karakter kewargaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang membahas civic disposition, pendidikan karakter, dan pedagogi partisipatif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema dan penarikan makna konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pedagogik berbasis refleksi, diskusi deliberatif, proyek sosial dan pembelajaran berbasis masalah mampu menginternalisasikan nilai tanggung jawab, toleransi, kepedulian dan partisipasi aktif siswa. Internalisasi nilai moral berlangsung efektif ketika pembelajaran mengintegrasikan pendekatan meaningful, mindful dan joyful learning yang memadukan dimensi kognitif, afektif dan konatif. Partisipasi aktif warga negara terinternalisasi melalui pengalaman langsung dalam laboratorium demokrasi di sekolah seperti pemilihan siswa, debat publik dan proyek kolaboratif dengan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan civic disposition tidak efektif jika hanya mengandalkan pendekatan kognitif, melainkan membutuhkan pengalaman belajar yang partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PKn yang berorientasi pada pembentukan karakter kewargaan secara utuh serta mendorong reorientasi paradigma menuju transformative civic education.
KONSTRUKSI EDUKASI BAGI WARGA NEGARA MUDA PADA AKUN MEDIA SOSIAL TWITTER @asumsico Chris Apandie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1291

Abstract

AbstrakMedia sosial kini menjelma menjadi sarana berbagi informasi bagi warga negara hingga dapat dikatakan sebagai sumber pengetahuan yang terstruktur. Informasi edukatif yang terdapat di media sosial juga turut melatih keterampilan seorang warga negara untuk mampu memilah konten yang berkualitas dan tidak. Media sosial Twitter banyak menyajikan konten edukatif melalui sebuah utas ataupun trending topic. Banyak segmen di media sosial Twitter yang dapat menjadi sumber edukasi informal bagi warga negara, termasuk edukasi perihal politik. Dari banyak akun media sosial yang memiliki konten politik dalam setiap cuitannya, Asumsi.co (@asumsico) merupakan salah satu akun twitter kekinian yang menyajikan konten politik serta isu-isu kenegaraan yang up to date. Melalui telaah studi literatur pada akun Twitter @asumsico, dapat disimpulkan bahwa konstruksi edukasi bagi warga negara pada akun Twitter @asumsico meliputi politik dan isu-isu aktual kenegaraan. Edukasi yang dimaksud disajikan melalui judul yang menggelitik, kemudian melalui sebuah hashtag dan utas. Fenomena ini menjadi sebuah pendidikan demokrasi di era digital (cyberdemokrasi) sekaligus sebagai sarana mengasah literasi digital warga negara.  Namun demikian konstruksi edukasi warga negara di dunia digital perlu diimbangi dengan kematangan pemahaman yang didapat dari lembaga pendidikan secara umum.Kata kunci: Digital, Negara, Politik, Twitter, Warga AbstractSocial media is now transformed into a sharing information platform for citizens that can become a source of structured knowledge. Educational information contained on social media also trains the skills of citizen to be able to sort out quality content. Social media especially Twitter provides a lot of educational content through threads or trending topics. There are many segments on Twitter as social media that can become sources of informal education for citizens, including education about politics. One of many social media accounts that have political content in each of their tweets is @asumsico. This is one of the most recent Twitter accounts that presents up to date political content and actual states issues. Through a review of literature study on the @asumsico Twitter account, it can be concluded that construction of education for citizens on the @asumsico Twitter account are includes politics and actual state issues. That means education are presented through an encourage title, then through a hashtag and thread. This phenomenon has become a democratic education in the digital era (cyberdemocracy) as well as means of honing citizens' digital literacy. However, the construction of citizen education in the digital world needs to be balanced with the maturity of understanding obtained from educational institutions in general.Keywords: Citizen, Politics, Digital, State, Twitter
Integration Religious Literacy and the Sustainable Development Goals in Civic Education Silvia Rahmelia; Chris Apandie
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 4 (2025): October-December
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/10.70310/jet.2025.02041216

Abstract

Purpose-This study examines the integration of inclusive religious literacy and sustainable development goals (based on SDGs goals 4, 12, and 16) into Civic Education (PKn) learning at the Palangka Raya State Institute Of Christian Religion. Using a qualitative approach and participatory observation over one semester,Research Methodology/Design/Approach- the study found that this integration was implemented through three main strategies: (1) contextualization of materials using local case studies, (2) application of critical dialogue based on Paulo Freire's approach, and (3) assignments for sustainable projects. Finding-The results showed that these strategies were effective in enhancing students' multicultural awareness and their ability to analyze issues of intolerance and sustainability. The challenges encountered included student resistance stemming from exclusive religious mindsets, lecturer capacity, and limited local references. However, collaboration with religious institutions and indigenous communities presented a strategic opportunity to overcome these challenges. Originality / Value-This study recommends the development of local case-based learning modules to strengthen the relevance and effectiveness of integrating these values in shaping responsible citizens.
Citizens’ Spiritual Capital for Strengthening Character Development in Indonesian Civic Education Chris Apandie; Silvia Rahmelia
JURNAL PENDIDIKAN Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v26i2.23654

Abstract

This paper aims to explore the concept of citizens' spiritual capital as a theoretical foundation for character development within Indonesian Civic Education. Employing a systematic literature review methodology, the research synthesizes scholarly works to address three key questions: the role of spiritual capital as a theoretical base, its key dimensions, and strategies for its integration. The findings indicate that spiritual capital, defined as the inner resource of values, meaning, and life purpose, provides a crucial foundation for developing character. Four key dimensions were identified as relevant: values foundation, moral reasoning, social cohesion, and service orientation. The study concludes that effective integration requires a multi-level strategy, emphasizing a bottom-up approach starting from individual self-development, supported by the family, and reinforced through non-formal education and community practices. This approach is posited to be more effective in fostering ethically responsible citizens and achieving sustainable national character development than top-down models. The research offers insights for educators and policymakers in designing character education programs that holistically develop the spiritual, moral, and civic dimensions of learners. Keywords: Character Development, Civic Education, Indonesian Citizenship, Pancasila, Spiritual Capital
FILSAFAT RASIONALISME SEBAGAI DASAR BAGI PEMBENTUKAN WARGA NEGARA YANG KRITIS DAN BERETIKA Chris Apandie; Zulkarnain Zulkarnain; Silvia Rahmelia; Ahmad Ahmad
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6447

Abstract

Artikel ini mengkaji filsafat rasionalisme sebagai dasar konseptual pembentukan warga negara yang kritis dan beretika dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Rasionalisme menempatkan akal sebagai sumber utama pengetahuan dan menekankan pentingnya penalaran logis, refleksi kritis, serta justifikasi etis dalam kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian filosofis berbasis studi pustaka terhadap karya-karya utama rasionalisme dan literatur Pendidikan Kewarganegaraan. Analisis dilakukan secara konseptual dan hermeneutik untuk menelusuri sejarah, prinsip-prinsip dasar, serta relevansi rasionalisme dalam konteks pendidikan kewargaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme memiliki kontribusi penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran moral, otonomi intelektual dan kecakapan deliberatif warga negara. Di tengah tantangan disinformasi dan fenomena post-truth, rasionalisme memberikan landasan filosofis yang kuat bagi penguatan Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dan berorientasi pada etika publik. Kata kunci: Etika publik, Pendidikan Kewarganegaraan, Rasionalisme, Warga Negara Kritis