Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Akademika

Pendidikan Anak Pra-Sekolah dalam Perspektif Psikologi Jailani, M. Syahran
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hari ini banyak lembaga pendidikan mulai prasekolah sampai perguruan tinggi menawarkan konsep pendidikan “plus” dengan berbagai strategi dan metode. Khusus pada anak prasekolah, fasilitas dan beragam estetika lembagalembaga pendidikan memberikan berbagai akses yang bertujuan memberikan kepuasan pada anak didik. Artikel ini melihat lika-liku pendidikan anak prasekolah. Perspektif yang digunakan adalah psikologi.
Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) dan Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah di Provinsi Jambi Jailani, M. Syahran; Muhammad, Habib
Media Akademika Vol 28, No 2 (2013)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa keberadaan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Jambi di satu sisi telah memberikan banyak konstribusi bagi upaya peningkatan mutu pendidikan Provinsi Jambi melalui kebijakan dan program yang utamanya pada peningkatan dengan berpedoman delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Hasil dari program akreditasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah pada semua jenjang pendidikan mulai dari Taman kanak-kanak/ Raudhatul Athfa (RA) hingga Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Di sisi lain, keberadaan madrasah-madrasah di Provinsi Jambi belum sepenuhnya dilaksanakan akreditasi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Data Kementerian Agama Provinsi Jambi, untuk tahun 2012 realisasi dari 538 madrasah yang diakreditasi, yaitu: (a) 244 Raudhatul Athfal, 169 (7,63 %) sudah diakreditasi,75 (28,37 %) belum terakreditasi, (b) 263 Madrasah Ibtidaiyah, 171 (61 %) sudah terakreditasi, 92 (38,20) belum terakreditasi, (c) 345 Madrasah Tsanawiyah, 158 (44,99 %) sudah terakreditasi, 187 55,01 %) belum terakreditasi, dan 184 buah Madrasah Alyah, 88 (47,01) sudah terakreditasi, dan 96 (52,99) belum terakreditasi. Dari 1036 lembaga pendidikan, yang sudah diakreditasi 450 (43,44 %) madrasah, dan 586 (56,56 %) madrasah yang belum diakreditasi. Hasil temuan penelitian terungkap bahwa, problem utama masih banyaknya hasil akreditasi madrasah nilai C, bahkan tidak terakreditasi adalah, yaitu: (a) sosialisasi, (b) anggaran yang terbatas, (c) kondisi geografis, (d) lemahnya jaringan antar madrasah, dan (e) kebijakan belum sepenunhya disertai komitmen.