Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Keterampilan Dasar Beladiri Pencak Silat Pada Pada Komunitas Perempuan Senam Pagi Sungai Kambang Ceria Sukendro Sukendro; Fitri Diana
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 4 No. 1 (2023): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di komunitas “senam kambang ceria” ini mereka pernah mengalami tindakan kekerasan yaitu mereka pernah kena begal sewaktu pulang dari bekerja di malam hari dan harus kehilangan motornya, ada juga perempuan yang kena jambret ketika lagi terima orderan dijalan dan mengalamin pelecehan seksual selama berkerja. Hal ini meninggalkan trauma bagi mereka yang menjadi korban. Tetapi mereka masih bertahan untuk bekerja karena ada keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya dan tidak akan tercukupi kalau hanya mengandalkan dari suami saja. Trauma itu terabaikan dikala teringat keluarga harus tercukupi kebutuhan hidupnya walau terkadang rasa takut muncul kalau sudah teringat kejadian tersebut. Komunitas perempuan ini belum pernah mengikuti implikasi beladiri apapun jadi mereka tidak memiliki sama sekali bekal ilmu beladiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bela diri pencak silat kepada perempuan yang ada pada komunitas ini. Metode yang digunakan yaitu melakukan implikasi keterampilan teknik dasar pencak silat dan kemudian memberikan survey untuk melihat sejauh mana kebermanfaatan dari implikasi ini. Survey terdiri dari empat kategori yaitu sangat bermanfaat, bermanfaat, kurang bermanfaat dan tidak bermanfaat menggunakan teknik wawancara secara langsung. Hasil dari survey tersebut menyatakan bahwa sebanyak 90% para peserta menjawab implikasi keterampilan ini sangat bermanfaat dan sebanyak 10% para peserta menyatakan bermanfaat pada kegiatan implikasi ini. Kata kunci: Implikasi, Bela Diri, Pencak Silat Abstracs The problems faced by women in the "Senam Kambang Ceria" community are that they have experienced acts of violence, namely they have been mugged when they return home from work at night and have lost their motorbikes, there are also women who have been mugged while receiving orders on the street and have experienced sexual harassment during work. This leaves trauma for those who are victims. But they still have to work because there is a family that needs to be met and it will not be fulfilled if you only rely on your husband. This trauma is neglected when you remember that the family must provide for their needs even though sometimes they are afraid appears when they remember the incident. This community of women has never participated in any martial arts training so they have no martial arts knowledge at all. The purpose of this research is to provide basic knowledge and skills of pencak silat self-defense to women in this community. The method used is to implicate the basic skills of pencak silat techniques and then provide a survey to see how useful these implications are. The survey consists of four categories, namely very useful, useful, less useful and not useful using direct interview techniques. The results of the survey stated that as many as 90% of the participants answered that the implications of this skill were very useful and as many as 10% of the participants stated that this training activity was useful. Keywords: Implications, Self Defense, Pencak Silat
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LERNING DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL DI KELAS IV SDN LUBUK HARJO Hendri Priyatno; Nazurty; Sukendro
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.9242

Abstract

This research is motivated by the lack of enjoyable learning models that enhance students' critical thinking and problem-solving skills as an effort to improve learning outcomes in IPAS for fourth-grade students. The solution to this issue is the implementation of the Problem-Based Learning model. This study aims to determine the effect of using the Problem-Based Learning model on the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri Lubuk Harjo. This research is a Classroom Action Research (CAR) study. Based on the analysis of evaluation test scores, there was an improvement in students' cognitive learning outcomes. The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis, and the results showed that in the first cycle, the percentage of students who achieved mastery learning was 79.47%, which increased to 91.58% in the second cycle. Thus, it can be concluded that the use of the Problem-Based Learning model in Natural and Social Sciences learning can improve students' learning outcomes.
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CRITICAL THINKING DAN TANGGUNG JAWAB PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV Suci Kodri; Syahrial Syahrial; Sukendro Sukendro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11480

Abstract

This research aims to improve teacher activities, critical thinking skills, character of responsibility, and student learning outcomes through the application of the Discovery Learning model in the learning of science in grade IV of SD Negeri 165/IV Jambi City. The research using the Kemmis and McTaggart model methods (PTK) includes the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. The subjects consisted of 18 students in grade IV. Data collection techniques use observation, tests, interviews, and documentation. The research instruments include teacher activity observation sheets, critical thinking ability observation sheets, responsibility character observation sheets, interview guidelines, and learning outcome tests that have been validated by experts. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The results of his research are that the Discovery Learning model is able to improve teacher activities, critical thinking skills, responsible character, and student learning outcomes. The increase in teacher activity can be seen in the percentage, which was originally 56% in the pre-cycle, increased by 74% in the first cycle, 88% in the second cycle, and 95% in the third cycle in the very high category. The improvement describes if the teacher gets better when carrying out the stages and managing the student-centered process. The students' critical thinking skills increased by 34% in the pre-cycle, 68% in the first cycle, 86% in the second cycle, and 94% in the third cycle. In addition, the character of student responsibility experienced a significant increase, namely 47% in the pre-cycle stage, 72% in cycle I, increased again 89% in cycle II, and reached 96% in cycle III. Not only that, the acquisition of student learning outcomes continues to increase, as reflected in the increase in the number of students who achieve learning completeness in each cycle to meet the indicators of research success. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, kemampuan critical thinking, karakter tanggung jawab, dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 165/IV Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode (PTK) model Kemmis dan McTaggart meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjeknya terdiri atas 18 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi kemampuan critical thinking, lembar observasi karakter tanggung jawab, pedoman wawancara, dan tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitiannya model Discovery Learning mampu meningkatkan aktivitas guru, kemampuan critical thinking, karakter tanggung jawab, serta hasil belajar siswanya. Peningkatan aktivitas guru terlihat persentasenya yang semula 56% di pra siklus meningkat 74% di siklus I, 88% di siklus II, 95% di siklus III berkategori sangat tinggi. Peningkatan tersebut mendeskripsikan jika pengajar semakin baik ketika melaksanakan tahapannya dan mengelola prosesnya yang berpusat pada siswanya. Kemampuan critical thinking siswanya terjadi kenaikan 34% di pra siklus 68% di siklus I, 86% di siklus II, dan 94% di siklus III. Selain itu, karakter tanggung jawab siswanya alami kenaikan yang signifikan, yakni 47% ditahap prasiklus 72% di siklus I, meningkat lagi 89% di siklus II, dan mencapai 96% di siklus III. Tidak hanya itu, perolehan hasil belajar siswanya terus mengalami kenaikan, sebagaimana tercermin dari kenaikan jumlah siswanya yang mencapai ketuntasan belajar pada setiap siklus hingga memenuhi indikator keberhasilan penelitian.
EFEKTIVITAS SENAM AEROBIK LOW IMPACT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Tuti Alawiyah; Sukendro; Winda Sherly Utami
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11220

Abstract

ABSTRACT Gross motor skills are an important aspect of early childhood development because they are related to body movement coordination, balance, agility, and physical strength. The problem addressed in this study was the low level of gross motor skills among children, indicating the need for activities that can optimally stimulate their development. One of the efforts implemented was low-impact aerobic exercise. This study aimed to determine the effectiveness of low-impact aerobic exercise on the gross motor skills of children aged 5–6 years at TK Garuda, Pamenang District. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using the One Group Pretest-Posttest Design model. The research sample consisted of 24 children aged 5–6 years at TK Garuda, Pamenang District, selected through total sampling. Data were collected through observation using a gross motor skills assessment sheet. The data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis testing through the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an improvement in children’s gross motor skills after the treatment, indicating that low-impact aerobic exercise was effective in improving gross motor skills among children aged 5–6 years. The pretest results showed a score of 430 out of an ideal score of 576, with an average score of 17.92 and an achievement percentage of 74.65%. After the implementation of low-impact aerobic exercise, the posttest score increased to 473 out of 576, with an average score of 19.71 and an achievement percentage of 82.12%. The hypothesis test results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. ABSTRAK Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan koordinasi gerakan tubuh, keseimbangan, kelincahan, serta kekuatan fisik anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan motorik kasar anak, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat menstimulasi perkembangan tersebut secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan senam aerobik low impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam aerobik low impact terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Garuda Kecamatan Pamenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design melalui model One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 24 anak usia 5–6 tahun di TK Garuda Kecamatan Pamenang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kemampuan motorik kasar anak. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak setelah diberikan perlakuan sehingga senam aerobik low impact efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Pada hasil pretest diperoleh skor sebesar 430 dari skor ideal 576 dengan rata-rata 17,92 dan persentase ketercapaian 74,65%. Setelah diberikan perlakuan berupa senam aerobik low impact, hasil posttest meningkat menjadi 473 dari skor ideal 576 dengan rata-rata 19,71 dan persentase ketercapaian 82,12%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima.
Potensi Minat Siswa Terhadap Olahraga Petanque di SMP Negeri 15 Muaro Jambi Muhammad Ivan; Adhe Saputra; Sukendro
Jurnal Olahraga Indragiri Vol. 9 No. 1 (2025): JOI (Jurnal Olahraga Indragiri): Olahraga, Pendidikan , Kesehatan, Rekreasi
Publisher : FKIP Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/joi.v9i1.2938

Abstract

SMP Negeri 15 Muaro Jambi. Petanque merupakan olahraga yang masih relatif baru di Indonesia, khususnya di kalangan pelajar. Dengan mengetahui tingkat minat siswa, diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan olahraga petanque di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 15 Muaro Jambi yang berjumlah 141 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan 22 butir pernyataan yang mencakup faktor intrinsik (tertarik, perhatian, aktivitas) dan faktor ekstrinsik (lingkungan, fasilitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi minat siswa terhadap olahraga petanque termasuk dalam kategori sedang (42%), dengan faktor intrinsik berada pada kategori tinggi (52%) dan faktor ekstrinsik pada kategori sedang (41%). Indikator yang paling dominan dalam mempengaruhi minat siswa adalah indikator tertarik (52%). Dapat disimpulkan bahwa olahraga petanque memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan di SMP Negeri 15 Muaro Jambi, khususnya dengan memperhatikan faktor ketertarikan siswa yang sudah tergolong tinggi. Saya memastikan bahwa naskah ini belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam proses penilaian di jurnal lain. Saya menantikan umpan balik dari Anda dan terima kasih atas perhatian serta kesediaan Anda mempertimbangkan naskah ini.