Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Permainan Kartu Pintar Pada Materi Pecahan Kelas V Sekolah Dasar Kurnianingsih, Diana; Bagus Ardi Saputro; Henry Januar Saputra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31210

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya materi pecahan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berdiferensiasi berbasis permainan kartu untuk siswa kelas V, mengetahui tingkat kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan, mengetahui tingkat kepraktisan media pembelajaran, dan mengetahui tingkat keefektifan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berdiferensiasi berbasis permainan kartu terbukti valid dan praktis untuk digunakan. Media ini juga efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pecahan. Namun, ditemukan beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa Kartu Pintar memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang efektif, namun memerlukan perbaikan signifikan terkait akurasi jawaban dan kejelasan penyajian konsep. Secara khusus, pemahaman siswa terhadap nilai tempat dalam pecahan desimal, konsep pecahan senilai, dan penyederhanaan pecahan masih menjadi tantangan. Rekomendasi dari guru dan siswa untuk peningkatan media pembelajaran meliputi penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang lebih disesuaikan dengan karakteristik siswa melalui penambahan video atau lagu, pengaitan materi pecahan dengan konteks kehidupan sehari-hari, kolaborasi permainan kartu dengan metode jigsaw, dan penyesuaian jumlah kartu "Ayo Belajar".
The PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI RAGAM BENTANG ALAM DI INDONESIA KELAS 3 SEKOLAH DASAR: Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi), Kesimpulan, Daftar Pustaka Sekar Apriliani; M. Yusuf Setya Wardana; Henry Januar Saputra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31245

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar siswa akibat kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru di kelas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan media yang menarik, sehingga siswa menjadi kurang aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan ular tangga pada mata pelajaran IPAS dengan materi Ragam Bentang Alam di Indonesia untuk siswa kelas 3 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas 3 SDN 02 Srinahan yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara guru kelas 3, serta angket yang diberikan kepada guru, siswa, dan ahli untuk menilai kebutuhan, validitas, dan respon terhadap media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ular tangga yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil validasi oleh ahli materi memperoleh skor 95% dan hasil validasi oleh ahli media mencapai 92%, keduanya berada dalam kategori “sangat baik”. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan bahwa media ini memperoleh respon positif dari siswa sebesar 92% yang termasuk kategori “sangat baik”, dan respon guru sebesar 98% yang juga dikategorikan “sangat baik”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ular tangga terbukti valid dan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami bagi siswa.
PKM PELATIHAN PENANGANAN PADA TSR UNTUK    GURU-GURU DI SDN TAMBAKREJO 01 SEMARANG Ikha Listyarini; Listyarini, Ikha; Henry Januar Saputra; Listyarini, Moh Aniq Khairul Basyar
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/hr4gb410

Abstract

Anak-anak usia sekolah dasar belum mampu sepenuhnya memahami bahaya dan cara menjaga diri sendiri, sehingga memerlukan perhatian yang lebih mendalam oleh pihak sekolah, adanya penanganan terhadap kondisi-kondisi darurat dan SOP penanganan situasi tersebut. Pelatihan bagi TSR di sekolah dasar bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan penting untuk memastikan bahwa sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendapatkan keterampilan agar TSR bisa menjadi garda depan dalam memberikan pertolongan pertama atau membantu evakuasi secara cepat dan aman. Fokus program pengabdian pada guru-guru di lingkungan SDN Tambakrejo 01 Kota Semarang. Target luaran kegiatan ini berupa kegiatan pelatihan penanganan pada tenaga sukarela dalam memberikan pertolongan pertaman di sekolah dasar. Tugas tenaga sukarela di sekolah dalam penanganan pertama adalah memberikan bantuan awal yang cepat, tepat, dan aman ketika terjadi luka atau cedera ringan pada siswa. Tugas yang diberikan yaitu bertanggung jawab membersihkan luka dengan cara yang higienis, menghentikan perdarahan ringan, serta memasang plester atau perban sesuai kebutuhan. Selain itu, tenaga sukarela juga harus mampu menilai tingkat keparahan luka untuk menentukan apakah siswa perlu dirujuk kepada guru, petugas UKS, atau fasilitas kesehatan.
KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN HASI BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 PELEM BLORA Evi Nurul Hidayati; Choirul Huda; Henry Januar Saputra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43563

Abstract

Learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools still faces various obstacles, especially in mastering abstract concepts and learning that tends to be teacher-centered. These conditions have an impact on low learning outcomes and a lack of student activity. This study aims to determine the differences in students' IPAS learning outcomes before and after the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by animated videos, and to analyze the effectiveness of the model in improving the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Pelem Blora. This study uses a quantitative approach with an experimental research type, a pre-experimental design in the form of a one-group pretest–posttest design. The subjects of the study were all fourth-grade students of SD Negeri 1 Pelem Blora. Data collection techniques used learning outcome tests, observation, and documentation. Data were analyzed using paired sample t-tests. The results of the study showed a significant difference between students' IPAS learning outcomes before and after the implementation of the PBL model assisted by animated videos. Thus, it can be concluded that the research related to the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by animated videos is effective in improving the science learning outcomes of fourth-grade students at Elementary School 1 Pelem Blora has been successful. This is because students are required to be active as the main actors in learning, the use of animation as a learning medium, the structure of the learning process that helps students construct knowledge and increases student motivation and activeness through animation. This model can be used as an innovative learning alternative to create active, contextual, and meaningful learning in accordance with the demands of the Independent Curriculum.
PENGEMBANGAN PUZZLE SEGITIGA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Cantika Dhany Rahmania, Sekar; Saputro, Bagus Ardi; Januar Saputra, Henry
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.42722

Abstract

This research was developed to create a Triangle Geometry Puzzle learning media to support the mathematical representation abilities of fourth-grade elementary school students, especially in recognizing, analyzing, composing, and breaking down various types of triangles according to Phase B Learning Outcomes of the Independent Curriculum. From the findings of interviews with teachers of SDN 3 Tlogotirto which showed a lack of concrete media in mathematics lessons, so that students were less enthusiastic, tended to be passive especially at the back of the class, and had difficulty representing triangles concretely because they depended on KUMER/LKS books and simple lecture/discussion methods. The main objectives included an assessment of the feasibility and description of the practicality of the media. The ADDIE model Research and Development approach was applied through the stages of needs/curriculum/material analysis, design using GeoGebra/CorelDRAW, development of a fourteen by fourteen centimeter black-and-white acrylic puzzle with seven types of triangles plus a QR code containing an explanation of the triangle material including properties/characteristics/types, explanatory animated videos and Wordwall quizzes. Based on the analysis, an average percentage was obtained with very practical criteria, indicating that the puzzle media meets the needs and characteristics of elementary school students. The black and white triangle puzzle display is accompanied by various concrete shapes of triangle types so that it attracts attention and increases learning focus.