Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Teknologi Bioflok Pada Kelompok Usaha Tani di Kelurahan Tarus Kabupaten Kupang Jasron, Jahirwan Ut; Turupadang, Welem Linggi; Magesa, Daud Pulo
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): Kolaborasi yang Kuat untuk Kekuatan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i2.529

Abstract

The Community Partnership Empowerment program entitled Community Economic Empowerment Based on Biofloc Technology with Green Energy in Farmer Business Groups in Tarus Village, Kupang Regency, was carried out in Kupang Regency in the Manikin Farmer Business Group chaired by Mr. Frengki Foes. Based on field observations and information obtained from farmer partners, the problems of farmers are problems with knowledge about biofloc technology and problems with fisheries' business management, ranging from business organizations to unclear fisheries' business management. Therefore, this activity provides a solution for empowering farmer groups to become productive entrepreneurs. This PKM has a short-term program: 1) Optimizing unproductive home yard land; 2) Increasing knowledge and skills in tilapia cultivation. This PKM program is implemented for 8 (eight) months with 1 (one) PKM partner. The stages of implementing this PKM include the preparation stage for surveys and site reviews, analysis of potential and partner problems, and implementation of PKM activities. The technology applied in this activity is Biofloc technology in tilapia cultivation in round tarpaulin ponds. Biofloc technology in cultivation minimizes the use of artificial feed and is also efficient in water use. The results of the implementation of this PKM produced 2 (two) units of Biofloc tilapia cultivation ponds and increased community knowledge and skills, especially in the Manikin farming group. To determine the success of this PKM, an evaluation was carried out using a comparative causal quantitative method, namely comparing the level of partner understanding of the mastery of biofloc technology, aeration systems, and feed management before and after the activity. The best improvement was in the level of understanding of fish feed management, while assistance was still needed in the other two areas.
Pemberdayaan Perempuan Pesisir Pantai Muara Abu Kupang melalui Pelatihan Olah Sampah Plastik Bernilai Ekonomis dan Berdaya Guna Gusnawati, Gusnawati; Jasron, Jahirwan Ut; Jafri, Muhamad; Sanusi, Arifin
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): Kolaborasi yang Kuat untuk Kekuatan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i2.531

Abstract

Waste is anything that is no longer used from all human activities, where, if not managed properly, it can hurt the surrounding community, including waste dumped into water channels such as rivers, which carry the waste to the sea and pollute the sea. Plastic waste is included in it. The amount of this waste continues to increase over time. The use of equipment made of plastic because it is light, unbreakable, flexible, practical, economical, and can replace the function of other items, such as use for drinking water packaging, food containers, and others, encourages increased production of plastic waste. Skills are needed in processing and converting this plastic waste into goods that have economic value and are helpful, especially for residents who live around rivers and coastal areas, including on the coast of Muara Abu Beach, West Oesapa. Therefore, this service aims to provide practical solutions by providing skills to women on the coast of Muara Abu Beach who have a profession as scavengers who join PKH Kasih Dua RT. 001/RW 001, Oesapa Barat Village, Kupang City, to implement waste bank management and plastic waste processing techniques that cannot be deposited into the waste bank, namely with a plastic waste shredder machine, so that residual waste has economic value. The implementation of community service using interview and training methods related to waste bank management and the use of plastic waste shredder machines. The pre-test and post-test results of community service participants showed that 65% of the participant's knowledge of the activity material was an essential reason for the sustainability of similar programs for other community environments. It is hoped that activities like this can provide solutions to problems related to waste around the partner's residence.
Pengaruh Aspek Rasio Pad Terhadap Efektivitas Pendingin Evaporatif Berbahan Serabut Kelapa Jasron, Jahirwan Ut; Aditya Putra Nara; Jack C. A. Pah
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i1.24741

Abstract

Krisis energi dan perubahan iklim meningkatkan konsumsi energi untuk pemanasan dan pendinginan ruang, dengan sektor ini menyumbang 33% dari konsumsi energi global. Pendinginan udara mencapai 60% dari permintaan listrik musim panas, sehingga konservasi energi penting. Sistem pendinginan evaporatif, dengan cooling pad berbasis serabut kelapa, menjadi solusi yang efektif. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aspek rasio pad terhadap efektivitas pendingin evaporatif berbahan serat kelapa. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen pada ruang dengan dimensi 244 cm x 122 cm x 122 cm dengan merubah variasi aspek ratio pad 60:3, 60:6, 60:9 dan putaran blower 830 rpm, 1030 rpm, 1230 rpm. Berdasarkan hasil penelitian efektivitas pendinginan evaporatif meningkat dengan menurunnya aspek rasio pad. Efektivitas meningkat karena serabut kelapa dapat menyerap lebih banyak air, meningkatkan penguapan dan penyerapan panas. Ketebalan pad yang lebih besar menambah hambatan aliran udara, tetapi meningkatkan interaksi udara dan air, sehingga lebih banyak panas diserap. Namun, pada aspek rasio 60:9 dengan putaran blower 1030 rpm, terjadi penurunan efektivitas karena suhu udara yang dikeluarkan tidak mendekati suhu bola basah, menunjukkan penguapan air tidak maksimal. Peningkatan putaran blower meningkatkan transfer massa antara udara dan air, menghisap lebih banyak udara panas, dan meningkatkan laju penguapan air, meskipun interaksi udara dan air menjadi lebih singkat. Blower juga membantu mengurangi panas di ruangan dengan membuang udara panas ke luar dan menggantinya dengan udara lebih dingin.
SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) RUMAH PENGERING UMBI PORANG SISTEM HYBIRD MELALUI VARIASI BEBAN bili, mario ardy; Koehuan, Verdy A.; Jasron, Jahirwan Ut
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 12 No 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v12i01.8850

Abstract

Pengeringan produk pertanian khususnya adalah kadar krim dari produk sampai keseimbangan udara tercapai dengan lingkungan atau tingkat kelembaban di mana jamur, serangga dan perusak tidak dapat aktif lagi. Pengeringan merupakan salah satu proses pasca panen yang umum dilakukan pada berbagai produk pertanian yang bertujuan untuk menurunkan kadar air bahan sampai pada tingkat yang aman untuk disimpan atau digunakan pada proses lainnya. Proses pengeringan hasil pertanian yang banyak dilakukan oleh petani Indonesia adalah dengan pengeringan. Dengan mensimulasikan distribusi dan pola aliran udara, akan dimungkinkan untuk menentukan desain bangunan beserta penempatan parameternya. Pemanfaatan energi matahari menggunakan plastik ultraviolet.Mengetahui kinerja pengeringan dan distribusi suhu di ruang pengujian melalui pengujian menggunakan umbi porang dan tanpa umbi porang dari hasil simulasi perangkat lunak Gambit 2.4.6 dan Ansys 17.0 : Student Version. Simulasi pola aliran udara panas yang terjadi pada rumah pengering menggunakan model simulasi CFD melalui variasi beban. pada Pengeringan perlu diketahui dengan mensimulasikan Computational Fluid Dynamics (CFD). Salah satu keuntungan dari analisis CFD, antara lain, memberikan pemahaman yang rinci tentang distribusi aliran panas dan massa, dan mendukung untuk mengubah geometri.
Desain Alat Pembersih Panel Surya Otomatis Jasron, Jahirwan Ut; Seran, Yasoni Eliaser; Tarigan, Ben V
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 12 No 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v12i01.16364

Abstract

Solar energy is one type of energy utilized, especially for solar panels. Solar panels can convert solar energy into electrical energy. Solar panels, as an alternative source of electrical energy, can be utilized by people who need electrical energy. This research aims to determine the output power produced by solar panels that have not been cleaned and have been cleaned using an automatic solar panel cleaning tool from the difference in motor rotation variations, namely 11 rpm, 27 rpm, and 330 rpm. This research shows that the output power of solar panels that have yet to be cleaned on the first day produces a power of 56.3. In contrast, the output power of solar panels that have been cleaned produces a power of 103.1, and on the second day, the output power produced by solar panels that have not been cleaned. Cleaned was 71.3, and the power of solar panels that had been cleaned produced a power of 97.1. Then, on the third day, the power produced by solar panels that had not been cleaned was 65.5, and the power of solar panels that had been cleaned produced power of 78,6.
KARAKTERISASI BAJA KARBON ST 37 AKIBAT PACK CARBURIZING ARANG CANGKANG KEMIRI DENGAN KATALISATOR SERBUK KERANG ALE-ALE PANTAI OESAPA KOTA KUPANG Wiskarjo, Marianus; Bunganaen, Wenseslaus; Jasron, Jahirwan Ut
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 12 No 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v12i01.21001

Abstract

This study aims to determine the changes in microstructure and the increase in hardness of low-carbon steel (ST 37) through the pack carburizing process. The method used involves utilizing charcoal derived from candlenut shells as a carbon source and ale-ale shell powder as a catalyst. The experiment was conducted using 10 steel specimens, where 9 specimens underwent pack carburizing treatment with variations in catalyst composition (10%, 20%, and 30% CaCO₃) at a temperature of 900°C with a holding time of 2 hours, followed by a quenching process using 40% saltwater. The results of the study indicate that the pack carburizing treatment successfully increased the surface hardness of the steel significantly and caused a microstructural transformation from ferrite-pearlite in the initial material to martensitic structure on the carburized surface. These findings suggest the potential use of natural materials as an environmentally friendly alternative for carbon media and catalysts to enhance the mechanical properties of low-carbon steel.
Pengaruh Debit Aliran Air terhadap Efektivitas Pendinginan Evaporatif dengan Cooling Pad Berbahan Sabut Kelapa dan Tapis Lontar Kana, Dwiyati Putri; Jasron, Jahirwan Ut; Mangesa, Daud Pulo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v20i1.5739

Abstract

Krisis energi dan perubahan iklim meningkatkan konsumsi energi untuk pemanasan, pendinginan, dan ventilasi, dengan sektor ini menyumbang 33% dari konsumsi energi global. Pendinginan udara mencapai 60% dari permintaan listrik musim panas, sehingga konservasi energi penting. Sistem pendinginan evaporatif dengan cooling pad berbahan sabut kelapa dan tapis lontar menjadi solusi yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi debit aliran air pada cooling pad berbahan sabut kelapa dan tapis lontar terhadap efektivitas pendinginan evaporatif. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen pada ruang pendingin evaporatif dengan dimensi 2,44 m x 1,22 m x 1,22 m dengan merubah jenis bahan cooling pad dan variasi debit aliran air 5 lpm, 7 lpm, dan 9 lpm. Berdasarkan hasil penelitian variasi debit aliran air memiliki pengaruh terhadap efektivitas pendinginan evaporatif menggunakan cooling pad berbahan sabut kelapa dan tapis lontar. Peningkatan debit air dari 5 lpm hingga 9 lpm menghasilkan penurunan temperatur yang lebih besar di ruang pendingin, terutama di ruang 1 yang dekat cooling pad, dan meningkatkan kelembaban relatif di ruang pendingin. Cooling pad sabut kelapa menunjukkan penurunan temperatur awal di ruang satu dekat cooling pad , sementara tapis lontar memberikan distribusi pendinginan yang lebih merata dan konsisten di ruang 1 maupun ruang 2 yang lebih jauh dari cooling pad sehingga tapis lontar menjadi bahan cooling pad yang memiliki performa yang lebih baik dibandingkan sabut kelapa.
Pengembangan Alat Shaking Table Dalam Eksperimentasi Pemisahan Pasir Besi Putra Mone, Devrith Adi; Jasron, Jahirwan Ut; B.N Riw, Defmit
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i1.7406

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, bahan galian pasir besi merupakan sumber daya alam yang banyak dijumpai di Indonesia, sumber daya pasir besi di Indonesia pada tahun 2011, sumber daya berjumlah 1,58 miliar ton dan pada tahun 2015 sumber daya meningkat menjadi 4,46 miliar ton. Pengolahan bahan galian ini memiliki keuntungan untuk mengurangi kehilangan logam berharga, bahan galian terdiri dari mineral logam, non logam, batuan, radioaktif dan batu bara. Pasir besi adalah salah satu endapan mineral, pasir besi digunakan sebagai bahan baku dalam industri pembuatan baja dan magnet, kandungan yang diambil dari industri pembuatan baja dan magnet adalah konsentrat besi. Alat yang biasanya digunakan dalam pengolahan pasir besi yaitu Shaking Table bekerja didalam aliran lapis tipis yang memberikan gaya dorong terhadap partikel diatas Deck. Riffles (penghalang) dipasang pada permukaan Deck (meja) untuk membentuk turbulensi dalam aliran sehingga partikel ringan akan mengapung melewati riffles hingga masuk ke tempat tailing, sedangkan partikel mineral berat tertahan karena adanya gaya gesek yang besar diantara riffles dan akan bergerak lebih jauh sampai ke ujung meja menuju tempat penampungan konsentrat. Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan Rancang Bangun Alat Shaking Table dalam eksperimentasi untuk pemisahan pasir besi. Hasil yang didapat dari perancangan alat Shaking Table adalah alat yang dirancang dan diuji coba telah berfungsi dan dari hasil pengujian kinerja alat didapatkan hasil massa pasir besi 3 kg dengan tiga kali tahap pengujian, pada pengujian petama menghasilkan konsentrat paling banyak 0,30 kg dan tailing 2,70 kg.
Analisis Pengaruh Kekasaran Butiran Arang Kayu Kusambi Terhadap Laju Dan Suhu Pembakaran Jasron, Jahirwan Ut; Retebana, Imanuel; Bunganaen, Wenseslaus
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i1.8061

Abstract

Peranan energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, energi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah minyak dan gas, pada saat minyak dan gas mengalami kelangkaan dikarenakan jumlah penduduk yang meningkat dan terus bertambah maka untuk mengatasinya yaitu dengan pembuatan briket menggunakan limbah biomasa yang dimana merupakan upaya menghasilkan energi alternatif. Biomassa bersifat energi terbarukan karena kandungan energinya pada akhirnya berasal dari energi matahari yang difiksasi oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. dilepaskan dengan memutus ikatan senyawa organik dalam proses pembakaran, menghasilkan karbon dioksida dan air sebagai produk akhir. Arang adalah salah satu jenis bahan bakar yang dibuat dari aneka macam hayati misalnya dari kayu kusambi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengarus kekasaran terhadap laju dan suhu pembakaran menggunakan bahan dasar yaitu arang kayu kusambi dengan menggunakan perekat tepung kanji dengan variabel kekasaran arang kusambi 40 mesh, 50 mesh, dan 60 mesh dengan campuran kanji 1.35%, 1,40%, 1.45%. yang mana mendapatkan hasil laju pembakaran pada mesh 40, P 20 kg/m² sebesar 0,090 gram/menit dan hui nilai lama pembakaran yang paling tinggi yaitu pada mesh 40 tekanana 40 kg/m², semakin besar tekanan yang diberikan maka nilai laju pembakaran yang dihasilkan semakin tinggi
Pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis eco enzyme Selan, Rima Nindia; Pell, Yeremias M.; Gusnawati, Gusnawati; Riwu, Demit B. N.; Jasron, Jahirwan Ut
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22246

Abstract

Abstrak Masyarakat Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT selama ini mempunyai usaha ternak babi yang menghasilkan limbah cair dan padat. Selama inimasyarakatbelummemanfaatkanlimbah ternakbabi sebagaibahandasarpupukkompos.Tujuan kegiatan pengabdian kali ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada mitra baagaimana membuat pupuk kompos dari kotoran babi berbasis eco enzyme. Kegiatan Pengabdian diadakan pada bulan Agustus Tahun 2023, bertempat di pekarangan warga yang memiliki ternak babi. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah kotoran ternak, Hasil yang diperoleh yaitu mitra sudah dapat membuat pupuk kompos berbasis eco enzyme secara mandiri dan mengaplikasikan penggunaan pupuk tersebut di tanaman. Kata kunci: pupuk kompos; limah ternak; eco enzyme. Abstract The people of Oepura Village, Kupang City, NTT have had a pig farming business which produces liquid and solid waste. So far, people have not used pig waste as a basic ingredient for compost fertilizer. The aim of this service activity is to provide knowledge to partners on how to make eco enzyme-based compost fertilizer. The service activity will be held in August 2023, taking place in the yards of residents who have pigs. The service method is carried out through socialization, counseling, training and mentoring regarding livestock manure waste processing. The results obtained are that partners are able to make eco enzyme-based compost fertilizer independently and apply the fertilizer to plants. Keywords: compost fertilizer; livestock manure; eco enzyme